Penalaran Deduktif dan Dampaknya Pada Performa Kerja

Penalaran deduktif adalah salah satu kemampuan yang wajib Anda miliki agar bisa memudahkan Anda untuk mengambil keputusan di tempat kerja Anda.

Lantas, apa pengertian sebenarnya dari penalaran deduktif? Apa saja manfaat dari penalaran tersebut? Bagaimana cara untuk meningkatkan kemampuan penalaran deduktif? Dapatkan jawabannya dengan membaca artikel tentang penalaran deduktif di bawah ini hingga selesai.

Apa Itu Penalaran Deduktif?

Berdasarkan laman Indeed, penalaran deduktif atau deductive reasoning adalah suatu proses dalam menarik kesimpulan dari suatu premis umum agar bisa membuat suatu kesimpulan tertentu yang bersifat logis.

Hal tersebut seringkali dikenal dengan “top-down reasoning” dan tentunya akan sangat dibutuhkan di tempat kerja agar bisa membantu Anda dalam membuat keputusan yang tepat.

Beberapa contoh dari penalaran deduktif adalah sebagai berikut:

  • Salah satu penerimaan perusahaan yang paling besar adalah berasal dari kota Bogor. Berdasarkan data tersebut, maka alokasi anggaran keuangan pemasaran di kota Bogor bisa ditingkatkan agar bisa meningkatkan revenue
  • Beberapa konsumen tidak merasa puas dengan pelayanan perusahaan karena tidak mendapatkan arahan yang jelas. Solusinya adalah dengan memberikan arahan yang lebih mudah dimengerti.
  • Banyak sekali audiens yang belum sadar dengan merek Anda. Untuk itu, Anda bisa meningkatkannya dengan mengadakan event tertentu atau memperbanyak post di media sosial.

Baca juga: Tips Menata Ruang Kerja untuk Tingkatkan Produktivitas

Manfaat Menggunakan Penalaran Deduktif

1. Problem-solving

Penalaran deduktif digunakan ketika melakukan problem solving dengan cara membuat beberapa asumsi menjadi inti masalah yang harus dicari jalan keluarnya.

Bila sudah, maka Anda bisa mencari asumsi yang paling dekat dan berhubungan dengan masalah dan menjadi jalan keluarnya. Contohnya, jika reputasi merek Anda turun, Anda bisa berasumsi bahwa masyarakat tidak puas dengan layanan pelanggan yang sudah mereka dapatkan.

Berdasarkan asumsi tersebut, maka solusi yang bisa Anda ambil adalah dengan memperbaiki SOP yang berlaku di dalam layanan pelanggan, atau memberikan respon pada pelanggan secara jelas, cepat dan juga tepat.

2. Meningkatkan Kerja Sama Tim

Bila Anda adalah seorang team player atau leader, Anda bisa memanfaatkan penalaran deduktif agar bisa membuat setiap anggota tim untuk bekerja dengan baik.

Contohnya, Anda melihat setiap anggota tim sulit untuk melakukan kerja sama karena adanya perbedaan budaya sampai gaya kerja. Nah, langkah yang bisa Anda lakukan adalah dengan memerhatikan semua anggota tim dan melihat gaya bekerja mereka satu demi satu.

Lalu, coba tanyakanlah pada mereka terkait masalah yang sulit dihadapi saat bekerja. Berdasarkan informasi tersebut, nantinya Anda bisa mencari cara agar setiap anggota tim bisa bekerja sama dengan baik dan menghasilkan performa yang baik.

3. Pelayanan Konsumen

Berdasarkan laman Indeed, penalaran deduktif bisa Anda gunakan juga untuk mengetahui masalah yang dirasakan oleh pelanggan atau klien. Contohnya, pelanggan Anda mengeluh karena mereka tidak tahu progress dan tidak memperoleh sedikit pun informasi proyek mereka.

Dari hal tersebut, Anda bisa mendapatkan dua informasi, klien tidak puas dan klien tidak memperoleh informasi atas progress proyeknya.

Dengan memanfaatkan penalaran deduktif, Anda bisa membuat keputusan yang lebih tepat dalam menyelesaikan masalah dengan berdasarkan informasi dari klien.

Salah satu keputusan yang bisa Anda terapkan adalah dengan memberikan laporan pada klien di setiap progress proyek dan menjaga komunikasi yang baik antara perusahaan dan klien.

Baca juga: Sifat Pemimpin yang Baik yang Bisa Anda Terapkan

Cara Meningkatkan Kemampuan Penalaran Deduktif

1. Memiliki Rasa Ingin Tahu

Mempunyai rasa ingin tahu yang kuat adalah salah satu cara yang tepat dalam meningkatkan kemampuan penalaran deduktif. Adanya rasa ingin tahu yang kuat akan membantu Anda dalam mencari informasi penting dan tepat dalam membuat suatu asumsi yang nantinya akan dijadikan pokok permasalahan.

Dengan adanya rasa ingin tahu yang kuat, maka Anda akan bisa bertanya dan akan mendapatkan masukan dari setiap informasi tersebut.

2. Mengobservasi Keadaan Sekitar

Cobalah untuk lebih sering memerhatikan lingkungan yang ada disekitar Anda. Dalam waktu yang bersamaan, cobalah untuk melakukan analisa dan memahami kondisi tersebut. Mengembangkan kemampuan observasi merupakan salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mengembangkan kemampuan ini.

3. Perbanyak Pengetahuan

Semakin banyak pengetahuan yang Anda miliki, semakin mudah juga bagi Anda untuk memperoleh informasi dalam melakukan penalaran deduktif.

Informasi ini tentunya bisa Anda hubungkan satu dengan yang lain agar mendapatkan keputusan yang baik. Cobalah untuk membaca lebih banyak buku dan cobalah untuk tetap up to date dengan berbagai hal yang ada melalui adanya media sosial.

Baca juga: Karir Adalah: Pengertian dan Cara Menemukan Karir yang Tepat

Penutup

Demikianlah beberapa hal terkait penalaran deduktif. Penalaran ini sangat penting untuk diterapkan di dalam dunia kerja, termasuk Anda yang bekerja dalam bidang akuntansi atau keuangan.

Nah, untuk memudahkan Anda dalam menyelesaikan pekerjaan akuntansi, cobalah untuk menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Kenapa? Karena Accurate Online akan menyediakan laporan laba rugi, laporan neraca, laporan perubahan modal dan lebih dari 200 jenis lainnya secara otomatis, cepat dan akurat.

Accurate Online juga dikembangkan dengan menggunakan teknologi berbasis cloud computing berbasis website yang aman, sehingga Anda bisa mengakses laporan keuangan tersebut di mana saja dan kapan saja secara nyaman.

Di dalamnya pun sudah dibekali dengan berbagai fitur dan modul bisnis yang sudah digunakan oleh lebih dari 377 ribu pengusaha di Indonesia, mulai dari bisnis UMKM hingga industri besar.

Tunggu apa lagi? Ayo gunakan dan coba Accurate Online sekarang juga selama 30 hari gratis melalui banner di bawah ini.