Penalaran Induktif, Kemampuan Untuk Lebih Mudah Membuat Keputusan

Dalam membuat suatu keputusan, terdapat banyak sekali hal yang harus terlebih dulu dipertimbangkan. Nah, agar proses menimbang tersebut berjalan lebih lancar, maka penalaran induktif adalah salah satu metode yang bisa digunakan untuk mengambil keputusan untuk setiap pekerja.

Lantas, apa maksud dari penalaran induktif tersebut? Seperti apa contohnya saat diaplikasikan di dalam tempat kerja? dan hal apa saja yang Anda perlukan agar bisa menggunakannya?

Nah, pada kesempatan kali ini, kami sudah menyiapkan jawabannya, khusus untuk Anda.

Pengertian Penalaran Induktif

Penalaran induktif atau inductive reasoning adalah suatu pendekatan yang digunakan agar bisa berpikir secara logis dengan cara membuat pernyataan umum dari berbagai hal spesifik yang sebelumnya terjadi. Kemampuan ini tentunya berkaitan erat dengan kemampuan berpikir kritis.

Setiap orang yang memiliki kemampuan ini bisa mencari dan juga melakukan analisa pola yang ada agar bisa membuat strategi dan keputusan yang baik ke depannya.

Contohnya, bila penjualan produk selama ini meningkat di akhir tahun selama lima tahun terakhir, maka perusahaan bisa meningkatkan produksi jelang akhir tahun.

Berdasarkan laman Indeed, melakukan penalaran induktif akan membantu Anda untuk bekerja dengan kesempatan yang lebih luas. Pasalnya, asumsi atau pernyataan yang dibuat dengan berdasarkan data atau bukti yang ada hampir tidak memiliki batas, tergantung dari kreativitas dan interpretasi Anda.

Kemampuan ini juga akan membantu Anda untuk mempunyai berbagai macam solusi untuk suatu masalah. Bila dikombinasikan dengan kemampuan riset, maka Anda bisa melakukan analisis berbagai hipotesis sebelum akhirnya membuat kesimpulan.

Baca juga: Penalaran Deduktif dan Dampaknya Pada Performa Kerja

Tipe Penalaran Induktif

Terdapat beberapa tipe atau jenis yang banyak digunakan saat melakukan penalaran induktif, yaitu:

1. Generalisasi Induktif

Pada jenis penalaran induktif yang satu ini, Anda harus melihat suatu bukti dari beragam kondisi yang pernah ada dan mirip dengan kondisi yang saat ini Anda hadapi. Lalu, kumpulkanlah berbagai bukti tersebut untuk bisa ditarik kesimpulan dalam mengambil keputusan.

Misalnya, dalam 6 tahun terakhir tempat Anda bekerja selalu mencapai tingkat penjualan tertinggi pada bulan Juli. Berdasarkan informasi tersebut, Anda bisa memberikan saran untuk meningkatkan produksi sebelum masuk bulan Juli.

2. Induksi statistik

Dalam jenis ini, Anda bisa menggunakan data dan juga statistik untuk membuat suatu kesimpulan. Walaupun statistik bisa membantu Anda untuk membuat suatu prediksi, tapi Anda harus selalu memperbarui data tersebut, karena bukti baru akan bisa muncul sewaktu-waktu.

Contoh sederhana dari tipe penalaran induktif yang satu ini adalah sebagai berikut:

Sebanyak 85% penjualan PT ABC di bulan lalu berasal dari e-commerce. BLK adalah salah satu situs e-commerce yang memiliki angka penjualan paling besar dibandingkan yang lainnya. Itu artinya, proses transaksi paling banyak terjadi di situs BLK dan perusahaan bisa mengarahkan lebih banyak anggaran untuk beriklan di situs tersebut.

Baca juga: Tips Menata Ruang Kerja untuk Tingkatkan Produktivitas

Skill yang diperlukan untuk Melakukan Penalaran Induktif

Berdasarkan laman The Balance Careers, terdapat beberapa skill yang dibutuhkan untuk membantu Anda dalam melakukan penalaran induktif, yaitu:

1. Perhatian Terhadap Detail

Anda tidak bisa menarik kesimpulan tanpa memerhatikan berbagai hal kecil. Bila Anda ingin meningkatkan kemampuan ini, maka cobalah untuk memerhatikan lingkungan yang ada disekitar Anda. Dengan begitu, maka Anda bisa melakukan analisis tentang suatu hal secara lebih mudah.

Anda juga akan lebih mudah dalam mengambil keputusan berdasarkan berbagai detail yang Anda peroleh dari sekitar.

2. Memahami Pola

Mereka yang memiliki kemampuan penalaran induktif yang baik bisa mengetahui pola dari suatu kondisi secara cepat. Mereka mengetahui bahwa suatu hal bisa terjadi karena adanya suatu kejadian yang sebelumnya pernah terjadi.

3. Membuat Prediksi

Bila sudah mengetahui pola pada suatu hal, maka kemampuan selanjutnya adalah kemampuan memberikan prediksi dengan berdasarkan informasi yang dimiliki.

Dengan adanya kemampuan tersebut, Anda bisa mengetahui hal apa saja yang akan dan tidak bisa dicapai dalam kurun waktu tertentu. Sehingga, Anda bisa mencari solusi yang tepat agar bisa menekan dampak dari berbagai hal yang tidak diinginkan. Contohnya seperti membuat prediksi dalam proyeksi finansial.

4. Kemampuan Mengingat yang Kuat

Kemampuan penalaran induktif berhubungan erat dengan kemampuan dalam mengaitkan dan mengingat hal yang sebelumnya sudah terjadi. Untuk itu, dalam meningkatkan kemampuan ini, cobalah untuk mulai mencatat berbagai hal yang terjadi saat melakukan pemeriksaan data dan juga observasi.

5. Menggunakan Kecerdasan Emosional

Kecerdasan emosional adalah suatu kemampuan dalam mencari tahu alasan yang bisa mendorong seseorang dalam melakukan suatu tindakan. Mereka yang memiliki tingkat kecerdasan emosional tinggi akan secara otomatis mempunyai tingkat empati yang tinggi, sehingga bisa mengetahui alasan seseorang dalam melakukan suatu hal.

Tentunya hal ini sangat penting, khususnya dalam memahami target pasar atau audiens dari produk agar bisa lebih baik lagi dan menjalin hubungan yang baik dengan audiens.

Baca juga: Sifat Pemimpin yang Baik yang Bisa Anda Terapkan

Penutup

Demikianlah beberapa hal yang bisa kami berikan tentang penalaran induktif. Penalaran ini tentu akan sangat dibutuhkan di dalam proses kerja, termasuk dalam mengerjakan pekerjaan yang berkaitan dengan akuntansi atau keuangan.

Namun agar bisa lebih memudahkan Anda dalam melakukan pekerjaan tersebut, Anda bisa menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Kenapa? karena dengan menggunakan Accurate Online, Anda bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat, dan akurat.

Terlebih lagi, di dalamnya juga sudah dilengkapi dengan berbagai fitur dan modul bisnis yang sangat luar biasa, seperti fitur penjualan, pembelian, persediaan, manufaktur, multi cabang, dan masih banyak lagi.

Ayo coba dan gunakan Accurate Online sekarang juga selama 30 hari gratis dengan klik banner di bawah ini.