Peran Penting Branding Voice dalam Bisnis dan Cara Mengembangkannya

Dalam dunia bisnis, terdapat banyak cara untuk meningkatkan brand awareness dan loyalitas pelanggan. Salah satunya ialah dengan menggunakan branding voice atau suara merek.

Secara singkat, branding voice adalah sebuah kalimat yang bisa menjadi identitas perusahaan dan mudah diingat oleh pelanggan. Sebut saja beberapa aplikasi populer seperti Netflix, Spotify, dan Grammarly yang menjadikan komunikasi brand ini menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi marketingnya.

Kendati demikian, mengembangkan brand voice tidak bisa dilakukan secara instan. Setiap perusahaan memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengembangkan strategi yang tepat sebelum akhirnya memiliki brand voice yang sukses.

Karena itu, artikel berikut ini akan menguraikan cara mengembangkan branding voice, sekaligus membahas lebih lanjut mengenai pengertian dan peran pentingnya di dalam sebuah bisnis.

Apa Itu Branding Voice?

Branding voice adalah gaya berkomunikasi suatu brand dengan pelanggannya. Gaya berkomunikasi ini sesuai dengan kepribadian brand tersebut dan hanya terdiri dari beberapa kata. Namun, konsumen dapat langsung mengenali identitas suatu brand ketika mendengar kalimatnya. Sehingga, dapat dikatakan bahwa brand voice adalah faktor kunci untuk menarik perhatian konsumen.

Bentuk dari komunikasi brand ini harus dibuat sesederhana mungkin dan sesuai dengan target konsumen. Tujuannya jelas untuk tetap menonjolkan produk dan membentuk hubungan kuat pada ingatan konsumen.

Contoh sederhananya adalah ketika Anda memiliki bisnis pakaian dengan target pelanggan anak muda perkotaan, maka branding voice-nya harus disampaikan dengan bahasa kasual atau bahkan dengan bahasa Inggris.

Baca juga: Brand Story dan Manfaatnya Bagi Bisnis

Peran Penting Branding Voice

Brand voice adalah salah satu kunci sukses branding perusahaan. Di mana branding adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan secara konsisten dan berulang untuk mengembangkan sebuah brand. Oleh sebab itu, branding voice sebaiknya tidak banyak berubah demi membentuk kepribadian brand yang kuat dan mudah dikenali oleh audiens.

Inkonsistensi brand voice juga dapat mengarahkan bisnis pada kegagalan karena dianggap tidak memiliki ciri khas. Sebab, strategi pemasaran suatu brand bukan hanya seputar membuat konten yang menarik dan relevan, melainkan juga melalui komunikasi yang baik dan efektif.

Jika Anda menunjukkan citra yang baik berdasarkan cara berkomunikasi, maka pelanggan akan memiliki ikatan emosional sehingga merasa tertarik untuk terus menggunakan produk yang Anda tawarkan.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa peran penting brand voice dalam bisnis tidak hanya menunjukkan kepribadian atau identitas dirinya, melainkan juga dapat membantu brand dalam menjaga keberlangsungan bisnisnya.

Baca juga: Branded Content Adalah: Pengertian, Karakteristik, dan Manfaat Penggunaannya

Cara Mengembangkan Branding Voice

Mengingat betapa pentingnya brand voice dalam memaksimalkan branding, maka penting pula bagi Anda untuk mengembangkannya. Berikut ini lima tips dan cara yang bisa Anda terapkan untuk mengembangkan brand voice bisnis Anda.

1. Deskripsikan Brand Secara Detail

Brand voice adalah kepribadian unik yang diproyeksikan oleh suatu brand melalui konten di berbagai platform komunikasi. Oleh karena itu, brand voice harus mengekspresikan kepribadian merek. Tentunya, hal ini harus diawali dengan menentukan kepribadian brand terlebih dahulu.

Kepribadian merek dapat dibandingkan dengan karakter film. Di mana untuk membentu karakter film yang lebih persuasif dan dipercaya pononton, mereka harus berdialog untuk menunjukkan kepribadiannya. Sehingga, kosakata pemilihan karakter, bagaimana nadanya, dan bagaimana mereka mengomentari situasi, semuanya dapat digunakan sebagai panduan.

Anda juga bisa coba meneliti brand kompetitor untuk mengetahui karakteristiknya. Mulailah dengan memilih kata-kata atau sapaan untuk audiens dan cobalah untuk teliti isinya. Anda dapat menggunakannya sebagai referensi untuk mengembangkan brand voice bisnis Anda.

2. Lakukan Audit pada Brand Voice

Selanjutnya, Anda perlu meninjau ulang brand voice atau tone of voice yang diterapkan oleh perusahaan. Anda dapat memeriksa konten yang telah dipasarkan, baik melalui media sosial, email marketing, ataupun blog marketing telah mencerminkan nilai perusahaan dan sesuai dengan target pelanggan.

Adapun terdapat empat dimensi tone of voice yang bisa diterapkan oleh brand, yaitu lucu vc serius, formal vs kasual, penuh hormat vs kurang sopan, dan antusias vs mengedepankan fakta.

3. Membuat Tabel Brand Voice

Setelah memilih tone of voice yang paling sesuai untuk brand, langkah selanjutnya adalah mengembangkannya lewat tabel. Buatlah tabel yang berisi hal apa saja yang harus dilakukan dan dihindari. Dengan demikian, Anda bisa menuliskan seperti apa karakteristik brand.

Misalnya, sebuah brand dengan karakter passionate tentu harus memiliki brand voice yang aktif dan selalu antusias. Sehingga, hal yang harus brand lakukan ialah seperti memberikan komentar dengan antusias atau aktif memberikan dukungan kepada pelanggan. Sedangkan hal yang harus brand hindari ialah terlalu pasif atau tidak tertarik dengan sejumlah aktivitas yang dapat mendukung produk.

Baca juga: Branding Collateral: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya Bagi

4. Buat Panduan Gaya Bahasa untuk Konten

Brand voice akan sukses ketika Anda melakukannya dengan konsisten. Oleh karena itu, Anda harus membuat panduan khusus untuk penulisan gaya konten. Contohnya, gaya bahasa formal untuk penulisan artikel blog, yang mana akan memudahkan content writer untuk membuat artikel yang sesuai dengan gaya komunikasi perusahaan.

Upayakan untuk membuat panduan gaya bahasa sedetail mungkin agar semua anggota tim bisa memahaminya dengan mudah.

5. Lakukan Revisi

Brand voice adalah salah satu elemen untuk membangun hubungan dengan pelanggan. Jika pelanggan merasa cocok dengan gaya komunikasi suatu brand, maka nilai kepuasannya akan turut meningkat dan berpotensi untuk menjadi pelanggan setia.

Inilah alasan mengapa perusahaan harus selalu memantau apakah gaya berkomunikasinya telah tepat sasaran dan bisa memunculkan hubungan emosional dengan pelanggan. Jika hasilnya belum maksimal, Anda bisa merevisi aturan gaya bahasa dan menggantinya dengan yang paling tepat.

Baca juga: Early Adopter Adalah Strategi Peluncuran Produk Baru, Ini Cara Menerapkannya!

Penutup

Branding voice adalah cara bagaimana brand berkomunikasi dengan pelanggannya. Oleh karena itu, pengembangannya harus dilakukan secara konsisten atau terus menerus. Jika hasil dari brand voice dirasa belum maksimal, lakukanlah evaluasi dan revisi.

Sama halnya dengan laporan keuangan, apabila terdapat hal yang dirasa tidak sesuai, segera lakukan evaluasi dan perbaikan. Untuk membantu memperbaiki pembukuan, Anda bisa menggunakan software akuntansi dan bisnis seperti Accurate Online.

Accurate Online sendiri merupakan software berbasis cloud yang menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis. Berbagai fitur dan keunggulan tersedia secara lengkap dan bisa di akses kapan saja serta di mana saja.

Jika Anda tertarik untuk mencobanya, silahkan klik banner di bawah ini dan nikmati Accurate Online secara gratis selama 30 hari.

cinthya

Seorang wanita lulusan ilmu marketing. Di Accurate Online, wanita ini akan membagikan berbagai hal yang sudah dipelajarinya tentang strategi dan tips marketing, digital marketing, serta berbagai hal yang berkaitan di dalamnya.