Brand Story dan Manfaatnya Bagi Bisnis

Brand story adalah salah satu strategi pemasaran yang layak untuk dicoba oleh pebisnis. Strategi ini menarik perhatian audiens melalui rangkaian cerita. Apa maksudnya?

Singkatnya, brand story adalah sebuah kisah yang autentik dan emosional mengenai suatu merek. Kisah ini diharapkan dapat memperkenalkan brand kepada calon konsumen untuk sekaligus mengarahkan mereka agar lebih tertarik pada barang atau jasa yang ditawarkannya.

Untuk lebih memahaminya, artikel berikut ini akan menjelaskan mengenai apa itu brand story dan manfaatnya bagi bisnis, serta bagaimana cara membuatnya.

Apa Itu Brand Story?

Brand story adalah sebuah narasi mengenai suatu brand, yang tidak hanya menunjukkan produk dan profil bisnis, melainkan juga fakta dan emosi lain yang dapat menguatkan identitas brand tersebut. Cakupan narasinya dapat memuat semua hal tentang merek, mulai dari makna, arti logo, produk dan layanan, perjalanan pembangunan bisnis, hingga misi dan aktivitas sosial yang dilakukan.

Contohnya, pada iklan air minum kemasan yang menceritakan perjalanan mereka dalam mencari sumber air. Dalam iklan tersebut, mereka juga menceritakan misi dan kegiatan sosial yang mereka lakukan untuk masyarakat. Ketika iklan diingat oleh audiens dalam waktu yang lama, maka bisa dikatakan cerita brand tersebut berhasil menyentuh emosi konsumen.

Intinya, semua hal atau poin yang dinarasikan harus bisa menyentuh emosi pembaca dan membentuk keyakinan audiens terhadap merek. Dengan begitu, audiens dapat lebih tertarik dan mulai mencari tahu lebih banyak mengenai brand.

Baca juga: Branded Content Adalah: Pengertian, Karakteristik, dan Manfaat Penggunaannya

Manfaat Brand Story Bagi Bisnis dan Perusahaan

Seperti disebutkan sebelumnya, brand story tidak hanya menarasikan produk sebuah brand, melainkan hal-hal yang jauh lebih luas. Karena itu, ia dapat memberikan sejumlah manfaat bagi bisnis ataupun perusahaan, seperti membentuk image perusahaan, membangun kepercayaan pelanggan, dan mendorong pertumbuhan bisnis.

1. Membentuk Image Perusahaan

Setiap brand memiliki kisah perjalanannya sendiri. Kisah tersebut bisa menjadi cerita yang menarik dan menginspirasi banyak orang, seperti tentang bagaimana sebuah brand dibangun, kegagalan yang dihadapi, dan kemampuan untuk bangkit. Begitu pun apabila terdapat cerita pribadi tentang pendiri brand tersebut yang tak kalah inspiratif. Di mana brand tersebut akan semakin disukai.

Cerita inilah yang dapat memengaruhi pikiran dan emosi audiens. Yang bahkan, dapat menginspirasi mereka untuk mengikuti perjalanan suksesnya. Secara tidak langsung, brand story berhasil membentuk image positif dari masyarakat mengenai brand tersebut.

2. Membangun Kepercayaan Pelanggan

Cerita sebuah brand bisa juga mencakup tentang bagaimana proses brand tersebut dalam menjaga dan meningkatkan kualitas produknya. Misalnya, sebuah brand pakaian yang menganut gerakan sustainable fashion. Tanpa cerita brand yang jelas, calon pelanggan tidak akan tahu bahwa brand tersebut menggunakan bahan yang ramah lingkungan, tahan lama dan mengupah karyawannya dengan layak, dan sebagainya.

Narasi tersebut akan menyentuh emosi pembaca dan membangun kepercayaan secara psikologis. Di mana mereka meyakini bahwa kualitas produk brand tersebut tidaklah asal dan dapat memberi manfaat bagi sekitar.

3. Mendorong Pertumbuhan Bisnis

Ketika cerita di balik sebuah brand telah berhasil membangun kepercayaan dan emosi konsumen, hal tersebut akan membawa keuntungan bagi bisnis. Pasalnya, konsumen yang telah percaya pada sebuah brand cenderung enggan untuk memilih brand lain.

Lebih lanjut, konsumen yang puas akan brand tersebut berpeluang untuk melakukan transaksi selanjutnya, bahkan merekomendasikannya pada orang lain. Dengan begitu, pertumbuhan sebuah bisnis akan semakin cepat.

Baca juga: Digital Public Relation: Strategi Ampuh Untuk Meningkatkatkan Performa Bisnis

Cara Membuat Brand Story

Untuk membuat brand story, Anda harus mengenali brand dan produk Anda terlebih dahulu, termasuk alasan di balik pendiriannya dan tujuan apa yang ingin dicapai. Anda pun harus memperhatikan sudut pandang konsumen agar dapat membuat narasi yang jelas dan diterima dengan baik. Berikut penjelasannya.

1. Ketahui Alasan di Balik Pendirian Bisnis

Untuk memudahkan Anda dalam menulis narasi tentang alasan di balik pendirian bisnis, Anda bisa mencoba dengan menjawab pertanyaan seperti “Kenapa kita ada dalam bisnis ini?”, “Apa tujuan bisnis ini?”, “Apa nilai penting dari bisnis ini?”, hingga “Apa kontribusi yang bisa diberikan dari bisnis ini?”.

2. Kenali Produk

Anda juga perlu mengenal dengan baik produk yang Anda jual. Kehadiran sebuah produk harus menjadi solusi atas kebutuhan konsumen. Oleh karena itu, produk yang Anda jual harus mampu mencerminkan tujuan bisnis Anda.

Untuk penceritaan produk ini, Anda bisa coba dengan menjawab pertanyaan seperti “Bagaimana kualitas produk saya?”, “Apa fitur dan keunggulan yang dimiliki produk saya?”, hingga “Bagaimana fitur tersebut dapat berguna bagi konsumen?”.

3. Ketahui Sudut Pandang Konsumen

Setiap bisnis memiliki target pasar yang berbeda. Karena itu, Anda perlu mengetahui siapa target bisnis Anda untuk bisa melihat sudut pandang yang lebih jelas.

Anda bisa mencoba menjawab pertanyaan seperti “Siapa target pasar bisnis saya?”, “Berapa usia target pasar saya?”, “Di manakah target pasar saya bertempat tinggal?”, dan “Apa yang sedang diminati oleh target pasar saya?”.

Dengan mengetahui hal tersebut, Anda bisa menyimpulkan sudut pandang yang menarik untuk brand story. Anda pun dapat menentukan fokus cerita yang ingin disampaikan, bahasa yang digunakan, cara penyampaian, dan media yang dipakai.

Baca juga: Contoh Iklan Kreatif di Indonesia yang Bisa Anda Jadikan Referensi

Penutup

Brand story akan memperkuat nilai suatu brand dan membuatnya terlihat berbeda serta menarik. Terlebih apabila cerita brand tersebut disajikan dengan baik dan memiliki concern yang sama dengan masyarakat secara umum. Hal tersebut akan sangat menguntungkan bagi bisnis dan mendorong penjualan secara signifikan.

Dalam hal ini, pebisnis harus memanfaatkan momentum tersebut dan mengelola keuangan dengan bijak serta benar. Sebab, akan percuma apabila keuntungan telah didapat, namun pengelolaan keuangan dilakukan secara asal dan sembarangan. Bukan tidak mungkin bisnis akan mengalami kegagalan finansial. Karena itu, aplikasi akuntansi Accurate Online hadir untuk membantu proses pengelolaan dan pembuatan laporan keuangan secara lebih cepat, akurat, serta otomatis.

Accurate Online menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis. Berbagai fitur tersedia secara lengkap, mudah untuk digunakan, dan bisa diakses kapan saja serta di mana saja.

Jika Anda tertarik untuk mencobanya, silahkan klik tautan gambar di bawah ini dan nikmati Accurate Online secara gratis selama 30 hari.

footer image blog akuntansi

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

cinthya

Seorang wanita lulusan ilmu marketing. Di Accurate Online, wanita ini akan membagikan berbagai hal yang sudah dipelajarinya tentang strategi dan tips marketing, digital marketing, serta berbagai hal yang berkaitan di dalamnya.