Conversion Rate: Pengertian dan Cara Memaksimalkannya

Saat melakukan kampanye pemasaran secara online, maka kita pasti memerlukan parameter yang lebih jelas untuk mengukur keberhasilan dari kampanye tersebut. Nah, salah satu parameter yang bisa digunakan untuk bisa menghitung tingkat keberhasilan dari kampanye pemasaran online ini adalah conversion rate.

Namun, sebelum kita membahas conversion rate lebih dalam, maka ada baiknya kita memahami pengertian dari conversion rate itu sendiri. Untuk itu, baca terus artikel di bawah ini.

Pengertian Conversion Rate

Conversion rate itu sendiri terdiri dari dua suku kata, yang mana conversion memiliki arti situasi yang mana pengunjung web melakukan suatu tindakan yang menguntungkan bagi bisnis. Tindakan ini bisa bermacam-macam, mulai dari menjadi subscriber, mendaftar anggota, mendownload ebook, hingga melakukan pembelian.

Jadi, conversion rate adalah suatu persentase pengunjung website yang melakukan suatu tindakan menguntungkan untuk pebisnis dari suatu total pengunjung website.

Untuk menghitung conversion rate adalah dengan membagi jumlah conversion yang terjadi pada salah satu halaman website dengan total pengunjung halaman dari website Anda. Lalu, hasil pembagian tersebut dikalikan dengan 100.

Mengapa Conversion Rate Penting?

Mungkin sebagian dari Anda ada yang bertanya-tanya kenapa kita harus susah payah menghitungnya? Apakah jumlah traffic dan share yang ada di media sosial tidak cukup untuk menilai keberhasilan kampanye pemasaran online?

Ya, jawabannya tentu tidaklah cukup. Jumlah traffic dan juga share yang terdapat di media sosial belum cukup untuk menjadikan parameter keberhasilan kampanye pemasaran online.

Jadi, misalnya PT ABC mampu meraih traffic super tinggi sebesar 100.000 pengunjung per bulan dan hanya ada 5 orang saja yang membeli produk. Tapi kompetitornya, yaitu PT XYZ mampu meraih traffic sebanyak 10.000 pengunjung per bulan dengan jumlah pembelian mencapai 500 orang per bulan.

Manakah yang lebih diuntungkan? Tentu PT XYZ akan lebih mampu meraih keuntungan karena jumlah pembelinya jauh lebih banyak daripada PT ABC,

Lantas, apakah dengan begini traffic tidaklah menjadi penting lagi? Tidak juga. Anda harus tetap mengejar traffic yang banyak, namun pada saat yang bersamaan juga harus mempersiapkan strategi tentang bagaimana mengubah traffic tinggi menjadi leads ataupun konsumen Anda.

Berapa Angka Conversion Rate yang Ideal?

Berdasarkan penelitian yang dipublish WordStream, nilai rata-rata conversion rate pada seluruh bidang industri adalah 2,35%. Lalu, sebanyak 25% para pebisnis online juga mampu mencapai nilai conversion rate mencapai 5,31%. Bahkan, 10% lainnya mampu mendapatkan persentase yang besar, yakni 11,45%

Lantas, berapakah persentase yang harus ditargetkan? Dalam menjawab pertanyaan ini, Anda harus melakukan perhitungan terlebih dahulu pada pencapaian conversion rate Anda sebelumnya.

Jika angka persentase Anda sebelumnya baru menyentuh 0,3 atau 0,5%, maka target 2,5% adalah yang paling masuk akal. Namun, bila persentase Anda sebelumnya adalah 2%, maka Anda bisa menargetkannya ke angka yang lebih banyak lagi.

Baca juga: Mailing List Adalah: Ini Pengertian dan Cara Mudah Membuatnya

7 Cara Meningkatkan Conversion Rate (Conversion Rate Optimization)

Agar bisa menyentuh target conversion rate yang sebelumnya sudah Anda terapkan, maka Anda memerlukan banyak cara. Cara untuk meningkatkan persentase ini biasa disebut dengan conversion Rate Optimization (CRO). Nah, berikut ini adalah 7 cara untuk meningkatkan CRO.

1. Buat CTA Berbentuk Teks di Blog

Buatlah CTA atau Call-to-Action dalam bentuk gambar, teks, ataupun tombol. CTA dengan bentuk teks di artikel blog, walaupun terlihat sederhana, namun nyatanya mampu menghasilkan conversion rate yang cukup besar.

Menurut penelitian yang dilakukan Hubspot, 93 leads mereka ternyata berasal dari CTA yang ada dalam bentuk teks. Sedangkan CTA dalam bentuk banner yang ada di akhir blog hanya mampu menyumbang 6% leads saja. Walaupun memang terlihat sederhana, tapi CTA teks ternyata sudah terbukti keefektivitasannya.

2. Manfaatkan Pop Up

Cara lainnya yang bisa Anda manfaatkan untuk meningkatkan conversion rate adalah dengan menggunakan pop up. Dalam hal ini, Anda bisa mengatur tampilan pop up pada halaman website yang memiliki potensi dalam menghasilkan tingkat conversion rate yang tinggi.

Jika Anda menggunakan CMS WordPress, maka gunakanlah plugin seperti OptinMonster untuk bisa membuat pop up yang menarik. Anda bisa memilih jenis-jenis website yang sesuai dengan halaman website Anda. Disarankan untuk melakukan uji coba pada dua jenis pop up pada satu halaman guna melihat jenis pop up manakah yang lebih efektif untuk menghasilkan conversion.

3. Lakukan Uji Coba Landing Page

Cara selanjutnya adalah dengan melakukan uji coba pada landing page. Landing page adalah salah satu elemen yang sangat penting untuk menentukan tingkat conversion rate yang akan Anda peroleh

Landing page adalah suatu halaman website yang sengaja dibuat untuk meningkatkan tingkat conversion rate Anda. Link pada landing page harus dibuat lebih sederhana daripada halaman utama website agar setiap pengunjung mampu membuat keputusan pembelian, sign up, ataupun subscribe newsletter.

Dalam hal membuat halaman landing page, Anda harus membuat dua versi dan melakukan pengujian. Lalu, perhatikanlah landing page mana yang mampu menghasilkan conversion.

4. Permudah Pengunjung untuk Menghubungi Customer Service

Walaupun seluruh informasi, spesifikasi, harga, dan seluruh syarat dan ketentuan sudah Anda cantumkan pada halaman web, terkadang masih ada pengunjung yang masih ingin bertanya pada customer service sebelum mereka melakukan pembelian.

Mereka ingin lebih diyakinkan bahwa kepetusan pembelian yang akan mereka lakukan adalah keputusan yang paling baik. Untuk itu, dalam hal ini customer service atau tim sales Anda memiliki peranan yang penting. Anda harus bisa membuat pengunjung website lebih mudah untuk menghubungi Anda.

Anda bisa mengaplikasikannya dengan cara membuat ikon chat bantuan pada seluruh halaman website di pojok kanan pada setiap halaman website. Lalu, tambahkan juga ikon nomor telepon atau chat di bagian header atau footer agar pengunjung web lebih mudah untuk menghubungi customer service.

5. Promosi Melalui Chat Bantuan

Saat Anda sedang melakukan promosi di website, maka Anda juga bisa melakukan penawaran promosi via chat bantuan. Ada kemungkinan pengunjung website Anda belum menyadari adanya promosi yang sedang Anda jalankan.

Nah, manfaat chat bantuan ini adalah untuk menyadarkan ataupun mengingatkan mereka agar tidak ketinggalan promosi menarik pada website Anda.

6. Optimasi Artikel Blog Potensial

Bila Anda sudah mengaplikasikan strategi content marketing pada blog selama lebih dari satu tahun, maka kemungkinan besar akan ada artikel yang berpotensi mampu menghasilkan conversion daripada artikel lainnya.

Anda tidak harus menampilkan pop up pada seluruh halaman blog Anda, cukup pada beberapa artikel yang berpotensi mampu meningkatkan conversion.

Lakukanlah pemilihan artikel, lalu identifikasi artikel yang mampu menghasilkan traffic tinggi, namun performa conversion rate nya belum memuaskan. Bisa jadi beberapa artikel yang Anda tulis pada tahun sebelumnya mampu menghasilkan traffic besar, namun belum membuahkan conversion. Dalam hal ini, Anda bisa menggunakan bantuan Google Analytic.

Selain itu, Anda juga harus melakukan optimasi pada artikel yang sudah menghasilkan conversion tinggi. Pastikanlah untuk selalu meng update konten pada artikel yang sudah menghasilkan conversion tinggi agar konten di dalamnya selalu sesuai dengan pengunjung.

7. Lakukan Remarketing

Sebanyak apapun usaha yang sudah Anda lakukan untuk meningkatkan conversion rate¸ pada kenyataannya akan lebih banyak pengunjung yang meninggalkan web tanpa melakukan hal apapun.

Terlebih lagi jika nilai rata-rata conversion rate yang ideal hanya sekitar 2% saja. Artinya, dari 100 pengunjung yang datang, maka kemungkinan hanya dua orang saja yang melakukan conversion pada website Anda. Tapi, bukan berarti Anda harus pasrah begitu saja.

Cara selanjutnya untuk meningkatkan conversion rate adalah dengan remarketing. Remarketing akan membantu Anda untuk menampilkan iklan secara langsung pada mereka yang sudah mengunjungi web Anda.

Saat mereka sudah meninggalkan web Anda, baik itu melakukan pembelian ataupun tidak, mereka nantinya akan mulai melihat berbagai iklan Anda di website, media sosial, atau aplikasi yang ada pada smartphone nya.

Tujuannya adalah guna mempertahankan buying intent atau keinginan untuk membeli dari para calon pelanggan potensial atau mereka yang sudah menjadi konsumen.

Baca juga: Apa sih Penetration Pricing di Dalam Strategi Marketing itu? Ini Penjelasannya

Kesimpulan

Conversion rate adalah salah satu indikator yang sangat penting untuk bisa menentukan keberhasilan kampanye pemasaran online. Semakin banyak orang yang mau melakukan conversion, maka akan semakin tinggi juga keuntungan yang akan Anda peroleh.

Untuk itu, setiap pebisnis harus mampu mendorong setiap pengunjung websitenya untuk mau melakukan conversion.

Namun, conversion rate yang tinggi tidak bisa diperoleh dengan mudah. Anda harus melakukan berbagai cara optimasi agar bisa mendapatkan target conversion rate yang sudah Anda tentukan. Walaupun tidak mudah, namun bukan berarti mustahil. Anda bisa melakukan tujuh cara diatas untuk meningkatkan conversion rate secara konsisten.

Tapi untuk melakukan ketujuh cara di atas, Anda tetap memerlukan anggaran dana pemasaran yang cukup agar bisa berjalan sukses. Anggaran pemasaran ini harus sudah ditentukan dengan kondisi kesehatan keuangan perusahaan yang sehat. Kondisi ini hanya bisa Anda peroleh jika mampu melakukan pencatatan keuangan dengan baik dan tepat.

Untuk lebih memudahkan Anda dalam melakukan pencatatan keuangan secara tepat, maka gunakanlah software akuntansi dari Accurate Online.

Accurate Online akan membantu Anda dalam melakukan kegiatan pengelolaan keuangan dan kegiatan akuntansi yang sangat memusingkan menjadi sangat mudah dengan tampilan dashboard yang sederhana. Anda bisa mendapatkan seluruh laporan keuangan Anda dimanapun dan kapanpun secara online, karena aplikasi akuntansi ini dikembangkan dengan basis cloud system yang aman.

Tertarik? Anda bisa langsung mencoba Accurate Online secara gratis selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini.

accurate 2 banner bawah