Peran Penting Faktor Ergonomi dalam Lingkungan Kerja

Agar bisa meminimalisir produktivitas yang terus berkurang selama masa pandemi lalu, para pebisnis membutuhkan strategi baru agar bisa meningkatkan kelancaran operasional dan tingkat psikologis setiap karyawan. Nah, faktor ergonomi di lingkungan kerja adalah salah satu strategi yang masih kurang mendapatkan perhatian dari mereka.

Faktor ergonomi adalah suatu ilmu yang didalamnya mempelajari bagaimana orang akan berinteraksi dengan alat kerjanya. Dengan adanya pemahaman alat kerja yang baik, maka seseorang akan lebih mudah, nyaman, dan juga lebih efektif dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Faktor ergonomi yang buruk telah terbukti mampu meningkatkan risiko cedera kronis atau perkembangan cedera regangan berulang atau RSI. Cedera karena kurangnya faktor ergonomi ini mencakup carpal tunnel syndrome, nyeri leher atau pergelangan tangan, nyeri punggung kronis, serta sakit kepala, yang pada akhirnya nanti bisa menurunkan produktivitas pekerja secara signifikan.

Nah, pada kesempatan kali ini, mari kita mengenal lebih dalam tentang peran penting faktor ergonomi di dalam lingkungan kerja.

Apa itu Ergonomi?

Berdasarkan Dewan Eksekutif Asosiasi Ergonomi Internasional, ergonomi adalah suatu disiplin ilmu yang berhubungan dengan pemahaman terkait interaksi antar manusia dengan berbagai elemen lainnya dalam suatu sistem dan juga profesi yang menerapkan prinsip, teori, data, dan juga metode agar bisa melakukan rancangan dalam memaksimalkan kesejahteraan manusia dan seluruh performa sistem.

Berdasarkan pengertian tersebut, bisa kita simpulkan bahwa ergonomi adalah suatu ilmu yang di dalamnya membahas suatu hal terkait kenyamanan dalam bekerja, sehingga bisa menciptakan lingkungan kerja yang baik.

Selain itu, penerapan ergonomi tentu akan mampu memaksimalkan potensi kerja dan juga menurunkan tingkat stress yang seringkali dialami oleh para karyawan.

Beberapa upaya yang perusahaan bisa lakukan adalah menyesuaikan ukuran tempat kerja dengan dimensi tubuh karyawan agar tidak melelahkan mereka, mengatur suhu, cahaya, serta kelembaban agar sesuai dengan kebutuhan tubuh karyawan.

Tapi pada kenyataannya, sebagian besar orang masih menganggap bahwa prinsip hanya tentang mengatur tempat duduk atau berbagai instrumen kerja lain. Padahal, prinsip kerja itu sendiri mempunyai tujuan akhir untuk melakukan perbaikan ruang atau tempat kerja serta lingkungan kerja agar bisa meminimalisir terjadinya resiko kecelakaan.

Nah, berdasarkan penjelasan diatas, tentu kita bisa ketahui bahwa faktor ergonomi di dalam tempat kerja sangat penting sekali agar bisa menciptakan kondisi yang nyaman dengan tingkat risiko yang kecil.

Baca juga: Apa itu Talent Pool? Ini Pengertian dan Manfaatnya untuk Perusahaan!

Manfaat Faktor Ergonomi di Lingkungan Kerja

Proses dalam meningkatkan faktor ergonomi di dalam lingkungan kerja mampu memberikan banyak dampak positif untuk perkembangan laju perusahaan. Nah, beberapa manfaatnya adalah sebagai berikut:

1. Mengurangi Beban Biaya Kesehatan dan Asuransi

Secara tidak langsung, meningkatkan faktor ergonomi di dalam lingkungan kerja mampu memitigasi potensi cedera atau penyakit lain yang bisa timbul kapan saja, terutama untuk para pekerja yang melakukan banyak repetisi pekerjaan dengan peralatan kerjanya.

Hal tersebut mampu memberikan dampak pada penghematan biaya yang terkait dengan pemilihan premi asuransi karyawan dan juga mengurangi frekuensi perawatan pekerja, seperti perawatan klinik dan lain sebagainya.

2. Meningkatkan Produktivitas

Faktor ergonomi yang baik mampu meningkatkan produktivitas karyawan. Hal tersebut berkaitan erat dengan perancangan proses pekerjaan agar memungkinkan para pekerja bisa bekerja dengan lebih sedikit tenaga, postur yang baik, lebih sedikit gerakan, dan jangkauan peralatan yang lebih baik.

Berbagai hal tersebut mampu meningkatkan efisiensi waktu serta tenaga karyawan, sehingga mampu meningkatkan produktivitas per jam.

3. Meningkatkan Kualitas Hasil Pekerjaan

Buruknya faktor ergonomi bisa mengakibatkan adanya rasa tidak nyaman dan kelelahan dalam suatu proses kerja. Dalam hal ini, saat tugas pekerjaan jadi terlalu membebani para pekerja secara fisik, maka mereka akan sangat mungkin untuk tidak melakukan pekerjaan sebaik saat pelatihan kerja.

Oleh karenanya, kesalahan pekerjaan karena human error akan menjadi lebih rentan terjadi saat pekerja kelelahan atau mengalami ketidaknyamanan.

4. Meningkatkan Keterlibatan Karyawan

Setiap karyawan akan sangat mungkin memperhatikan perusahaan untuk melakukan upaya terbaik agar bisa memastikan kesehatan dan juga kenyamanan mereka. Hal tersebut nantinya akan memberikan dampak pada pengurangan angka turnover, mengurangi absensi ketidakhadiran karyawan, meningkatkan moral, dan juga meningkatkan keterlibatan karyawan.

5. Menciptakan Budaya Keselamatan Kerja

Ergonomi mampu meningkatkan komitmen perusahaan atas keselamatan dan juga kesehatan pekerja sebagai nilai dari budaya perusahaan.

Di era pandemi, karyawan yang sehat adalah aset penting perusahaan yang sangat penting. Nah, dengan menciptakan dan juga mengembangangkan budaya keselamatan dan kesehatan di perusahaan, maka perusahaan akan mampu menghasilkan kinerja SDM yang lebih baik di masa depan.

Baca juga: Apa itu Human Resource Management? Ini Pengertian dan Fungsi Penerapannya!

Cara Meningkatkan Faktor Ergonomi di Lingkungan Kerja

Dalam meningkatkan faktor ergonomi di lingkungan kerja, maka sebagai pebisnis Anda harus bisa fokus pada mitigasi faktor risiko yang bisa menimbulkan cedera agar bisa meningkatkan performa dan produktivitas karyawan.

Selain itu, strategi ini juga harus diterapkan dengan melibatkan semua karyawan agar mereka mendapatkan pengetahuan tentang postur kerja atau posisi duduk yang tepat, dan juga melengkapi furnitur serta alat kerja lain yang dirancang secara khusus guna mengurangi resiko cedera.

Peningkatan ergonomi di dalam lingkungan kerja menjadi salah satu langkah perbaikan proses kerja, karena tujuannya adalah agar bisa mengurangi potensi hambatan pada kinerja karyawan.

Jika dilakukan secara baik, maka proses peningkatan ergonomi ini bisa menjadi kontributor daya saing perusahaan untuk bisa memperoleh dan juga memertahankan pekerja yang potensial, terutama dalam sisi employee satisfaction, employee retention, dan juga employee comfortability.

Lalu, bagaimana cara memulai dan meningkatkan faktor ergonomi? Berikut ini adalah jawabannya:

1. Analisa Kondisi

Analisa awal ini bisa dilakukan dengan berdasarkan facility tour, tinjauan riwayat pengajuan klaim asuransi, dan juga data yang dikumpulkan melalui survei karyawan.

2. Analisa Ergonomi

Analisa ini dilakukan secara objektif agar bisa mengukur risiko di setiap pekerja yang berada di tempat kerja, sehingga akan mampu membantu perusahaan untuk bisa mengembangkan daftar aspek yang bisa ditingkatkan dari sisi ergonominya.

3. Menerapkan Peningkatan Ergonomi di Lingkungan Kerja

Berdasarkan daftar peluang ergonomi yang sudah Anda buat, cobalah untuk membuat daftar peralatan kerja yang sudah dialokasikan untuk bisa meningkatkan ergonomi di ruang lingkup pekerjaan, baik itu penambahan meja kerja, kursi kerja dan lain sebagainya.

4. Approval dan Implementasikan Solusi

Bila peningkatan ergonomi kerja membutuhkan pengeluaran modal yang signifikan, lakukanlah justifikasi dan sediakanlah laporan agar bisa memastikan biaya solusi agar bisa memperoleh persetujuan yang baik.

5. Pelatihan dan juga Pendekatan Karyawan

Penerapan peningkatan ergonomi di lingkungan kerja tidak akan sukses jika karyawan tidak ikut terlatih dalam memanfaatkan peralatan kerja secara baik dan juga efisien. Oleh karena itu, lakukanlah sosialisasi dan juga pelatihan jika dibutuhkan untuk bisa membantu implementasi secara efektif.

6. Evaluasi Peningkatan Ergonomi pada Produktivitas kerja

Setelah melakukan implementasi, lakukanlah evaluasi peningkatan ergonomi yang sudah dilakukan agar bisa mengukur ROI yang berkaitan langsung dengan performa dan kepuasan karyawan.

Baca juga: Cara Menciptakan Sense of Belonging Pada Karyawan di Dalam Bisnis Anda

Penutup

Bi berbagai kota besar, kebijakan pembatasan mobilitas memang mampu memberikan dampak pada sebagian besar produktivitas perusahaan. Untuk itu, sisi ergonomi di tempat kerja mampu memberikan aspek psikologis yang baik untuk para pekerja yang kembali kerja di perusahaan.

Meningkatkan faktor ergonomi tidak terbatas di lingkungan perusahaan saja, tapi juga bisa dilakukan di fasilitas umum lain, seperti sekolah, perguruan tinggi, sampai kantor pelayanan publik agar bisa meningkatkan kenyamanan masyarakat.

Nah, agar lebih mudah lagi dalam meningkatkan ergonomi, sebagai pemilik perusahaan Anda bisa menerapkan penggunaan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Dengan menggunakan Accurate Online, maka setiap kegiatan transaksi akan tercatat secara digital dan Anda bisa memperoleh lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara akurat.

Lebih dari itu, di dalamnya juga sudah tersedia banyak sekali fitur bisnis yang saling terintegrasi dan mampu membantu Anda untuk melakukan penjualan dan pembelian, mengelola persediaan, menyelesaikan urusan perpajakan, serta berbagai hal lainnya.

Dengan begitu, faktor ergonomi di dalam lingkungan kerja dan bisnis bisa meningkat. Anda pun bisa lebih fokus dalam mengelola dan mengembangkan bisnis.

Penasaran dengan Accurate Online? Tenang, Anda bisa mencobanya lebih dulu selama 30 hari gratis dengan klik tautan gambar di bawah ini.

anggimo

Seorang wanita lulusan sarjana manajemen bisnis dan akuntansi yang hobi menulis blog tentang manajemen bisnis secara spesifik.