8 Jenis Tunjangan Kerja, Pengertian, dan Peraturannya

oleh | Mar 21, 2024

source envato.

8 Jenis Tunjangan Kerja, Pengertian, dan Peraturannya

Pada dasarnya, tunjangan adalah hak yang harus dipenuhi oleh perusahaan untuk seluruh pekerja. Hal inilah yang dijadikan banyak pertimbangan sampai prioritas para pencari pekerjaan.

Walaupun begitu, tidak semua perusahaan mau memberikan tunjangan. Beberapa perusahaan bahkan hanya akan memberikan gaji pokok saja.

Dengan adanya hal tersebut, maka pada kesempatan kali ini kami akan membahas secara lengkap tentang tunjangan yang harus Anda ketahui.

Pengertian Tunjangan Adalah

Pengertian Tunjangan Adalah

ilustrasi tunjangan kerja. source envato

Berdasarkan laman resmi Investopedia, employee allowance atau tunjangan adalah salah satu bagian dari kompensasi kerja.

Arti dari kompensasi kerja tersebut adalah pengaturan pemberian atas balas jasa untuk karyawan yang berguna untuk meningkatkan produktivitas mereka selama bekerja.

Bentuk kompensasi ini bisa diberikan secara langsung dengan bentuk tunai atau secara tidak langsung dengan berupa imbalan nonfinansial, seperti biaya transportasi, kesehatan, atau tabungan milik karyawan.

Selain itu, pihak perusahaan juga bisa menetapkan kompensasi dalam wujud jaminan kebugaran, seperti member gym, yang akan berdampak pada kesehatan karyawan secara menyeluruh.

Pihak karyawan bisa menggunakan tunjangannya untuk manfaat tambahan lain, seperti asuransi gigi, dll.

Tujuan diberikannya tunjangan adalah agar perusahaan bisa terus mempertahankan karyawan sebagai bagian dari struktur organisasi dengan jangka waktu yang panjang.

Bahkan, beberapa tunjangan bisa tampak lebih menarik daripada gaji atau upah pokok yang diberikan oleh pihak perusahaan.

Baca juga: Passion Adalah Suatu Hal yang Penting Untuk Memulai Karir, Ini Tips Menemukannya!

Peraturan Tunjangan Kerja Menurut Undang-undang di Indonesia

Perlu Anda ketahui bahwa tidak selamanya undangan diatur di dalam perundang-undangan. Bahkan, peraturan tersebut kebanyakan tergantung dari kebijakan setiap instansi perusahaan.

Namun, ada beberapa aturan, seperti yang tertuang dalam UU No. 13 Pasal 99, yang di dalamnya mengatur adanya jaminan sosial untuk seluruh pekerja.

Selain itu, ada juga Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.PER.04/MEN/1994 yang mengatur tentang THR Keagamaan.

Berdasarkan undang-undang di atas, pihak perusahaan harus memberikan THR Keagamaan untuk karyawan yang sudah mempunyai masa kerja selama 3 bulan atau lebih dari itu.

Sedangkan untuk para karyawan yang sudah mempunyai masa kerja 12 bulan, maka jumlah THR nya adalah setara satu bulan gaji.

Sementara untuk karyawan yang masa kerjanya di bawah 12 bulan, maka perhitungan THR nya adalah jumlah masa kerja bulan dibagi 12 lalu dikali dengan jumlah satu bulan gaji.

Selanjutnya, ada juga undang-undang yang mengatur hukum tunjangan jika karyawan bekerja lembur. Dilansir dari laman Hukumonline, peraturan tersebut tertuang pada Pasal 77 ayat (1), (2), dan (3) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Di dalamnya menjelaskan bahwa pihak perusahaan harus memberlakukan jam kerja. Jika ternyata karyawan sudah melakukan tugasnya lebih dari jam kerja, maka pihak perusahaan harus memberikan upah lembur karyawan.

Baca juga: Apa itu THR? Bagaimana Cara Menghitungnya?

Tunjangan Tetap dan Tidak Tetap

Setidaknya terdapat tiga komponen upah yang menjadi hak setiap karyawan sesuai dengan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No. SE-07/MEN/1990 tahun 1990. Ketiga komponen tunjangan tersebut adalah upah pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap.

Pertama, tunjangan tetap adalah suatu kompensasi yang diberikan secara rutin dalam satuan waktu yang sama dengan pembayaran gaji pokok. Contohnya seperti, biaya kebutuhan keluarga, perumahan, serta tempat tinggal karyawan.

Kedua, tunjangan tidak tetap adalah tunjangan yang sifatnya tidak mutlak dan bisa diberikan secara langsung ataupun tidak langsung.

Contoh sederhananya adalah kompensasi untuk akomodasi karyawan, seperti biaya makan, atau transportasi yang dibayar sesuai dengan jumlah kehadiran karyawan.

8 Jenis Tunjangan Kerja

Terdapat banyak sekali jenis tunjangan, dan setiap jenis tunjangan tersebut mampu memberikan fungsi yang berbeda untuk karyawan.

Beberapa hal yang harus selalu Anda perhatikan adalah bahwa semua jenis tunjangan yang kami jabarkan dibawah ini sudah disesuaikan dengan keperluan umum yang dimiliki oleh semua pekerja.

Berbagai jenis tunjangan tersebut adalah sebagai berikut ini:

1. Tunjangan Jabatan

Tunjangan jabatan adalah tunjangan yang diberikan oleh setiap karyawan yang memang sudah mempunyai jabatan yang tinggi di dalam suatu perusahaan.

Tujuan dari adanya tunjangan ini adalah karena para pemilik jabatan harus memikul beban yang lebih berat daripada karyawan yang berada pada level bawah.

2. Kompensasi Umum

Jenis tunjangan selanjutnya adalah kompensasi umum. Jenis tunjangan ini akan diberikan pada mereka yang sama sekali tidak menanggung jabatan tinggi.

Singkatnya, kompensasi umum adalah suatu tanda apresiasi dari perusahaan pada performa kerja karyawan selama mereka bekerja di kantor.

3. Tunjangan Keluarga

Tunjangan keluarga adalah jenis kompensasi yang disediakan oleh pihak perusahaan untuk para karyawan yang memang sudah berkeluarga. Contohnya adalah kompensasi istri yang diberikan jika istri karyawan tidak mempunyai pekerjaan.

Contoh lainnya adalah tunjangan anak yang diberikan pada karyawan yang sudah mempunyai anak berusia di bawah 21 tahun dan juga belum memiliki pekerjaan.

4. Kompensasi Kesehatan

Selanjutnya, ada juga kompensasi kesehatan yang diberikan oleh perusahaan. Jenis tunjangan ini diberikan oleh perusahaan sebagai cara untuk mengelola kesehatan fisik dan juga psikis setiap karyawan.

Tujuan dari diberikannya tunjangan ini adalah agar setiap karyawan terus berada dalam kondisi yang prima dan bisa bekerja secara produktif.

5. Kompensasi Pensiun

Sama seperti namanya, tunjangan pensiun adalah jenis kompensasi yang diberikan oleh perusahaan sebagai wujud jaminan hari tua untuk para karyawannya.

Tujuan dari diberikannya tunjangan ini adalah agar bisa mensejahterakan karyawan perusahaan di hari tua nanti agar nantinya mereka tidak perlu khawatir lagi ketika sudah tidak bisa atau berhenti bekerja.

6. THR

THR atau Tunjangan Hari Raya adalah tunjangan yang sudah sangat akrab di telinga para pekerja. Tunjangan ini wajib disediakan oleh semua perusahaan.

THR diberikan agar setiap karyawan bisa memenuhi kebutuhannya saat tiba hari raya keagamaan. Biasanya, THR akan diberikan selama setahun sekali, terutama sebelum tibanya hari raya keagamaan.

7. Biaya akomodasi

Jenis tunjangan yang terakhir adalah tunjangan kompensasi. Namun, tunjangan ini sifatnya tidak tetap.

Jadi, tunjangan ini bisa diberikan selama karyawan tersebut sedang melakukan tugas atau sedang berada di luar kantor karena permintaan dari pihak perusahaan.

8. Tunjangan Kinerja

Tunjangan kinerja adalah tambahan penghasilan atau manfaat yang diberikan kepada karyawan sebagai imbalan atas pencapaian atau kontribusi yang luar biasa dalam pekerjaan mereka.

Tunjangan kinerja seringkali diberikan sebagai bentuk apresiasi dari perusahaan terhadap karyawan yang telah memberikan kinerja yang sangat baik atau telah melampaui harapan dalam mencapai target atau tujuan tertentu.

Tunjangan kinerja dapat berupa bonus, insentif, atau manfaat tambahan lainnya, seperti tunjangan pensiun tambahan atau tunjangan kesehatan premium.

Agar bisa menerima jenis tunjangan ini, maka setiap karyawan harus memastikan dirinya sudah mengisi formulir kehadiran. Tujuannya adalah agar tim finansial bisa mengambil keputusan terkait hak yang harus diterima oleh karyawan tersebut.

Manfaat Tunjangan Kerja

Tunjangan mampu memberikan manfaat untuk pihak karyawan serta pihak perusahaan.

Selain mampu meningkatkan loyalitas para karyawan, terdapat beberapa manfaat lain dari diberikannya tunjangan. Manfaat lain dari tunjangan adalah sebagai berikut.

  • Mampu meningkatkan tingkat produktivitas karyawan. Dengan adanya tunjangan kesehatan, maka perusahaan bisa meminimalisir kerugian.
  • Memberikan jaminan kenyamanan dan keselamatan kerja. Setiap karyawan bisa bekerja lebih efisien karena adanya rasa nyaman dan jaminan keselamatan kerja.
  • Mensejahterakan hidup karyawan. Sebagai salah satu bagian dari perusahaan yang sudah membantu kesuksesan perusahaan, maka memang sudah seharusnya karyawan mempunyai kehidupan yang sejahtera. Kesejahteraan hidup akan turut meningkatkan loyalitas karyawan pada perusahaan.
  • Meminimalisir tuntutan upah kerja karyawan

Perbedaan Gaji dan Tunjangan

Gaji adalah jumlah uang tetap yang diberikan kepada karyawan sebagai imbalan atas pekerjaan yang dilakukan dalam periode waktu tertentu, seperti bulanan atau per jam.

Sementara tunjangan adalah pembayaran tambahan atau manfaat non-gaji yang diberikan kepada karyawan selain dari gaji pokok mereka. Tunjangan bisa berupa uang tunai, manfaat, atau fasilitas yang diberikan kepada karyawan sebagai tambahan atas pekerjaan.

3 Perbedaan utama antara gaji dan tunjangan adalah:

1. Berdasarkan sifatnya:

  • Gaji adalah pembayaran tetap yang diberikan kepada karyawan sebagai imbalan atas pekerjaan yang dilakukan.
  • Tunjangan adalah tambahan atau manfaat tambahan yang diberikan kepada karyawan di luar dari gaji pokok mereka.

2. Berdasarkan fungsinya:

  • Gaji adalah kompensasi utama yang diberikan kepada karyawan sebagai penghargaan atas pekerjaan yang mereka lakukan.
  • Tunjangan biasanya diberikan untuk mendukung atau meningkatkan kesejahteraan karyawan dalam berbagai aspek kehidupan mereka.

3. Berdasarkan variabilitasnya:

  • Gaji biasanya bersifat tetap dan stabil dari bulan ke bulan.
  • Tunjangan dapat bervariasi tergantung pada kebijakan perusahaan dan kondisi karyawan, serta dapat berubah dari waktu ke waktu.

Dalam praktiknya, gaji dan tunjangan saling melengkapi untuk membentuk total kompensasi karyawan. Kombinasi yang tepat dari gaji dan tunjangan dapat membantu perusahaan untuk menarik, mempertahankan, dan memotivasi karyawan secara efektif.

Baca juga: Ingin Menjadi Lebih Produktif? Ikuti Beberapa Tips Ini

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan lengkap di atas, maka bisa kita simpulkan bahwa tunjangan adalah imbalan uang yang diberikan oleh pihak perusahaan di luar upah pokok.

Selain itu, tunjangan adalah biaya tambahan agar bisa menunjang pekerjaan setiap karyawan. Umumnya, tunjangan akan dibayar sebagai tambahan upah pokok atau bisa termasuk ke dalam upah pokok perusahaan.

Namun, karena menghitung tunjangan karyawan dilakukan dengan berdasarkan ketentuan dan juga jenis yang berbeda, maka perusahaan akan menjadi lebih menghitungnya bila menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Dengan Accurate Online, Anda bisa mendapatkan laporan keuangan secara otomatis, cepat, dan akurat. Software ini juga bisa membantu Anda untuk melakukan payroll karyawan secara mudah.

Selain itu, Accurate Online juga sudah dilengkapi dengan berbagai fitur yang mampu memudahkan Anda dalam mengelola bisnis, seperti fitur persediaan, penjualan, pembelian, perpajakkan, manufaktur, dan masih banyak lagi.

Uniknya, seluruh fitur dan manfaat utama dari Accurate Online bisa Anda nikmati dengan biaya investasi yang cukup terjangkau, yakni 200 ribuan rupiah saja perbulannya.

Penasaran? Klik tautan gambar di bawah ini untuk mencoba Accurate Online terlebih dahulu selama 30 hari, Gratis!

marketingmanajemenbanner

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

Konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi

artikel-sidebar

Anggi
Seorang wanita lulusan sarjana manajemen bisnis dan akuntansi yang hobi menulis blog tentang manajemen bisnis secara spesifik.

Artikel Terkait