Line Balancing, Proses Penting Dalam Kegiatan Produksi

Di sekitar kita, masih banyak pebisnis yang masih asing dengan istilah Line Balancing. Istilah ini memang masih sangat jarang di gunakan di kesempatan umum. Istilah ini akan sangat akrab di telinga mereka yang kesehariannya sudah menerapkan Line Balancing.

Secara umum, line balancing diterapkan pada proses produksi di dalam industri manufaktur, yang mana line balancing ini memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan produksi yang dilakukan sesuai dengan target dan juga memberikan keuntungan yang lebih untuk perusahaan.

Setiap perusahaan tentunya ingin mampu mengurangi biaya produksi dan juga mendapatkan yang besar. Hal tersebut bisa dicapai dengan cara menerapkan line balancing. Jadi, bisa kita katakan bahwa line balancing sangat berguna dalam memaksimalkan kepentingan manufaktur secara signifikan.

Untuk itu, setiap perusahaan dan pebisnis harus bisa memahami apa yang dimaksud dengan line balancing dan juga manfaatnya secara lebih mendalam.

Line Balancing

Penyeimbangan lini atau line balancing adalah suatu strategi produksi yang di dalamnya mencakup menyeimbangkan operator dan juga waktu pada mesin produksi dalam menyesuaikan tingkat produksi yang dilakukan. Fungsi utamanya adalah guna membuat lini produksi yang cukup fleksibel agar bisa meminimalisir adanya ketidakteraturan internal dan juga eksternal.

Baca juga: Focus Group Discussion Adalah: Pengertian, Tujuan dan Karakteristiknya

Jenis-Jenis Line Balancing

Tercatat ada dua jenis line balancing yang umumnya digunakan di dalam proses produksi, yaitu static balance dan dynamic balance.

  • Static Balance

Line balancing dengan jenis static balance lebih mengacu pada perbedaan tingkat kapasitas jangka panjang selama beberapa jam ataupun lebih. Adanya ketidakseimbangan statis ini akan menyebabkan berkurangnya penggunaan mesin, tenaga kerja dan juga workstation.

  • Dynamic Balance

Berbanding terbalik dengan jenis line balancing sebelumnya, pada dynamic balance ini lebih mengacu pada perbedaan kapasitas jangka pendek, seperti selama kurun waktu beberapa menit atau paling maksimal dalam hitungan jam.

Umumnya, ketidakseimbangan dinamis ini terjadi karena adanya perubahan di dalam pencampuran antara produk dengan variasi di dalam waktu pengerjaannya yang tidak berhubungan dengan penggabungan produksi atas produk yang berbeda-beda.

Itu artinya, strategi line balancing ini umumnya digunakan untuk tujuan pengelompokkan fasilitas dan juga tugas yang ada dan tenaga kerja di dalam suatu pola yang lebih efisien supaya nantinya mampu menghasilkan keseimbangan yang maksimal atau paling potensial dari kapasitas dan juga aliran produksi di dalam proses perakitan.

Berbagai tugas tersebut dikelompokkan sehingga total waktu yang digunakan untuk proses produksi bisa menjadi lebih efisien dan mampu mengurangi waktu kosong yang bisa digunakan untuk menghasilkan lebih banyak produk atau mengejar target dengan lebih cepat.

Pada lini produksi tertentu, jika waktu produksinya sama seperti waktu yang diperlukan untuk suatu produk, maka harus bisa diproduksi agar bisa memenuhi permintaan pelanggan, atau yang biasa disebut dengan takt time, maka lini produksi ini akan dianggap telah seimbang secara sempurna.

Bila tidak, maka sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan harus bisa dialokasikan kembali ataupun diatur ulang agar bisa menghilangkan ataupun memperkecil kemacetan dan juga kelebihan kapasitas produksi.

Itu artinya, jumlah karyawan dan juga mesin yang diberikan tugas untuk setiap tugas yang harus diselesaikan di dalam lini produksi yang sudah ditentukan harus bisa diseimbangkan lagi agar perusahaan mampu memenuhi tingkatan produksi yang maksimal.

Manfaat dari Line Balancing

Setelah kita memahami bersama apa itu line balancing dan juga berbagai jenisnya, maka Anda juga harus bisa mengetahui manfaat yang harus dihasilkan dari menerapkan strategi line balancing di dalam proses produksi yang dilakukan oleh pihak perusahaan.

Dalam hal ini, setidaknya terdapat empat manfaat yang bisa Anda peroleh dari menerapkan strategi line balancing di dalam proses produksi Anda, yakni:

1. Mengurangi Pemborosan Waktu

Pemborosan waktu adalah satu dari delapan jenis limbah ataupun pemborosan yang sangat sering ditemukan di dalam perusahaan manufaktur. Pemborosan dalam hal ini mengacu pada waktu idle yang terjadi saat operasional tidak disinkronkan secara menyeluruh.

Sebagai contoh, pemborosan waktu yang terjadi saat karyawan operator menunggu bahan baku produksi yang dibutuhkan ataupun menunggu karyawan lain dalam menyelesaikan tugasnya. Contoh lain dari pemborosan waktu ini juga terjadi saat adanya peralatan yang tidak mampu beroperasi karena adanya kerusakan.

Penerapan strategi line balancing ini mampu memastikan seluruh operator dan mesin bisa bekerja secara berkesinambungan. Tidak ada lagi operator ataupun mesin yang dibebani secara berlebihan ataupun menganggur saat jam kerja.

Dengan meminimalisir waktu henti atas penggunaan mesin produksi, maka line balancing mampu meminimalisir pemborosan waktu yang seharusnya bisa dimaksimalkan agar proses produksi bisa berjalan lebih efisien.

2. Mengurangi Limbah Persediaan

Limbah persediaan atau limbah inventaris adalah pemborosan atau limbah lainnya yang bisa sangat mudah ditemukan di dalam perusahaan manufaktur.

Dalam hal ini, pemborosan persediaan yang dimaksud adalah terjadinya ketidak efisienan dalam hal mengalokasikan modal yang dimiliki perusahaan, seperti adanya kelebihan bahan mentah, pekerjaan dalam proses ataupun barang yang belum matang, dan juga barang yang sudah matang atau siap dijual.

Untuk itu, strategi line balancing nantinya akan menyamakan standarisasi produksi yang mana dalam hal ini akan dilakukan guna memberikan kemudahan dalam menghindari penumpukan ataupun kelebihan persediaan yang dimiliki oleh perusahaan.

Dengan mengurangi waktu idle atau waktu kosong, maka line balancing ini akan memastikan bahwa terdapat pekerjaan minimal yang memang sedang berlangsung. Terakhir, dengan cara mendekatkan kesenjangan waktu produksi dan waktu takt, maka line balancing mampu menjamin pengiriman yang lebih tepat waktu pada konsumen.

3. Menyerap Penyimpangan Internal dan Eksternal

Manfaat lainnya dari line balancing adalah mampu meminimalisir variasi yang terdapat di dalam lini produksi yang dilakukan. Line balancing akan mamungkinkan hasil lini produksi yang lebih seimbang, stabil, dan juga fleksibel agar mampu beradaptasi dengan perubahan yang ada.

Seperti bila permintaan pelanggan tengah berubah dalam hal adanya perubahan waktu yang lebih cepat, maka proses produksi nantinya bisa diatur kembali secara lebih cepat dengan cara menggunakan line balancing.

Adanya penerapan strategi ini pun akan memungkinkan perusahaan dalam memprediksi konsekuensi dari perubahan yang dibawa pada lini produksi yang bersangkutan. Nantinya perusahaan akan jauh lebih mudah lagi dalam memodifikasi jalur dalam menyesuaikan laju produksi karena mampu melakukan prediksi tersebut.

Cara Menerapkan Line Balancing

1. Mengetahui Takt Time setiap Stasiun Kerja

Tahap pertama yang terdapat di dalam line balancing adalah dengan memahami takt time di setiap pos kerja. Anda harus mengetahui tingkat permintaan pelanggan dan juga waktu yang diperlukan dalam menyelesaikan suatu proses produksi.

Rumus yang bisa Anda gunakan untuk menghitung takt time adalah sebagai berikut

T = Ta : D

Keterangan:

T = Takt Time

Ta = Time Available

D = Demand

2. Membuat Rincian Proses

Untuk bisa memastikan adanya keseimbangan, maka Anda harus bisa memahami keterkaitan dan juga urutan antara berbagai tugas yang ada di dalam suatu proses. Membuat rincian proses dangan mengidentifikasi hubungan dan juga urutan antara berbagai proses yang berkaitan.

3. Memahami Waktu yang Dibutuhkan Pada Setiap Kegiatan Proses

Setelah selesai membuat rincian proses, maka kita harus bisa memahami waktu yang diperlukan dalam setiap pos kerja. Setiap rincian ini nantinya harus bisa diketahui waktu pengerjaannya dan juga kemudian dijumlahkan menjadi total cycle time atau total waktu pada siklus di dalam pos kerja terkait.

4. Identifikasikan Stasiun Kerja yang Memiliki Selisih

Setelah berhasil mengetahui waktu kerja pada setiap pos, maka selanjutnya Anda harus mengidentifikasi pos kerja mana yang mempunyai selisih waktu dengan siklus waktu yang ditetapkan, baik itu selisih waktu yang lebih tinggi ataupun selisih waktu yang lebih kecil.

5. Analisis dan Lakukan Tindakan Penyeimbangan

Setelah berhasil melakukan identifikasi yang mempunyai selisih waktu dengan waktu yang ditetapkan, maka selanjutnya lakukanlah tindakan penyeimbangan beban kerja agar total waktu siklus pada stasiun kerja yang bersangkutan lebih rendah daripada total siklus waktu.

6. Evaluasi dan Pemantauan Hasil

Setiap pos kerja yang telah diseimbangkan pada proses dan tugasnya harus tetap dilakukan evaluasi dan dimonitor setiap hasilnya.

Baca juga: Pengertian Product Management dan Elemen yang Ada di Dalamnya

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang line balancing. Dengan adanya penjelasan di atas, diharapkan setiap pebisnis manufaktur bisa lebih memaksimalkan proses produksinya secara lebih efisien, yang secara otomatis akan berujung pada peningkatan laba perusahaan.

Akan lebih baik lagi jika Anda menggunakan software akuntansi Accurate Online. Kenapa? karena selain mampu membantu kegiatan akuntansi perusahaan, software ini juga sudah dibekali dengan add on manufaktur yang mampu membuat kegiatan manufaktur Anda menjadi lebih efisien.

Anda bisa membuktikannya sendiri dengan mencoba Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan gambar di bawah ini.

https://accurate.id/lp/marketing-form/