Nett Adalah Salah Satu Metode Perhitungan Gaji, Ini Bedanya Dengan Gross dan Gross Up

Perhitungan gaji akan selalu menjadi perbincangan hangat yang tidak akan pernah ada habisnya untuk dibahas. Nah, nett adalah salah satu metode perhitungan gaji. Selain itu, ada juga gross dan gross up.

Beberapa karyawan masih banyak yang terkejut saat mereka mendapatkan gaji yang tidak sesuai dengan perjanjian awal. Padahal sebelum menandatangani kontrak, pihak perusahaan sudah menginformasikan bahwa gaji yang Anda dapat adalah gross, di mana PPh 21 atau pajak penghasilan akan ditanggung oleh pihak karyawan, bukan pihak perusahaan.

Sehingga, setiap bulannya gaji Anda akan dipotong untuk membayar pajak, BPJS Kesehatan dan juga BPJS Ketenagakerjaan.

Nah, dalam kesempatan kali ini, kami akan menjelaskan lebih dalam tentang gaji nett, gross, dan gross up, lengkap dengan rinciannya.

Pengertian Gaji Berdasarkan Pemerintah

Pemerintah menjelaskan bahwa pihak perusahaan dilarang untuk membayar gaji atau upah lebih rendah daripada ketentuan upah minimum yang sudah ditetapkan oleh pihak pemerintah. Contohnya, Upah Minimum Provinsi atau UMP di DKI Jakarta adalah 4,3 juta rupiah perbulan. Maka, Anda yang tinggal di Jakarta akan mendapatkan gaji minimal 4,3 juta rupiah per bulan.

UMP ini sudah termasuk tunjangan tetap. Sedangkan untuk tunjangan tidak tetap tidak termasuk di dalam komponen UMP. Untuk jumlah upah pokok harus sebanyak 75% dari jumlah UMP yang berlaku.

Baca juga: Surat Pemutusan Kontrak: Pengertian dan Komponen di Dalamnya

Komponen Upah Karyawan

Berdasarkan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No.SE/07/MEN/1990 Tahun 1990 tentang Pengelompokkan Komponen Upah dan Pendapatan Non Upah, komponen dari upah atau gaji adalah sebagai berikut:

  • Upah adalah imbalan dasar yang harus dibayar oleh perusahaan pada karyawan yang nominalnya sesuai dengan kesepakatan
  • Tunjangan tetap adalah pembayaran yang dilakukan secara teratur dan pembayarannya dikeluarkan bersamaan dengan upah pokok.
  • Tunjangan tidak tetap adalah pembayaran yang tidak berhubungan dengan karyawan dan pembayarannya akan dilakukan di waktu yang berbeda dengan upah pokok.

Selain itu, ada juga biaya pemotongan yang dilakukan oleh pihak perusahaan. Jadi, karyawan akan memperoleh upah kotor, yakni upah pokok dan tunjangan tetap setelah dilakukan pemotongan. Beberapa jenis potongan biaya yang dilakukan oleh perusahaan adalah sebagai berikut:

  • Pajak penghasilan atau PPh
  • Pembayaran iuran jaminan sosial, seperti jaminan pensiun, asuransi kesehatan, dan lain sebagainya.
  • Potongan lainnya, seperti karyawan tidak hadir tanpa alasan atau melakukan pelanggaran tertentu yang bisa merugikan perusahaan.

Namun, terdapat beberapa situasi tertentu yang mana perusahaan tetap wajib membayar gaji karyawan, seperti:

  • Karyawan terkena penyakit
  • Karyawan wanita mengalami kesakitan pada hari pertama haid.
  • Tidak masuk karena menikah, menikahkan, istri melahirkan atau ada anggota keluarga yang meninggal dunia.
  • Karyawan menjalankan kewajiban pada negara.
  • Karyawan menjalankan ibadah yang diperintahkan oleh agamanya
  • Karyawan mengajukan cuti
  • Karyawan melakukan tugas pendidikan dari pihak perusahaan.

Baca juga: Performance Review Adalah: Ini Pengertian dan Tips Melakukannya Secara Efektif

Perbedaan Gaji Nett, Gross dan Gross up

Agar lebih jelas, berikut ini adalah penjelasan terkait gaji nett dan perbedaannya dengan gaji gross dan gross up.

1. Gaji Nett

Gaji nettt adalah suatu metode pemotongan pajak, yang mana pihak perusahaanlah yang akan menanggun pajak setiap karyawannya. Untuk itu, setiap bulannya Anda akan mendapatkan gaji sesuai dengan perjanjian awal. Jadi, gaji Anda sebenarnya sudah dinaikkan oleh pihak perusahaan. karena Anda tetap harus membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan dan juga BPJS kesehatan, serta uang pensiun.

2. Gaji Gross

Gaji gross adalah metode pemotongan pajak, yang mana karyawanlah yang akan menanggung pajak penghasilannya.

3. Gaji Gross Up

Gaji gross up adalah suatu metode pemotongan pajak, yang mana pihak perusahaan dan karyawan akan mengeluarkan pajak yang nominalnya sama. Jadi, sebanyak 50% pajak penghasilan karyawan akan ditanggung oleh pihak perusahaan.

Baca juga: Cara Membuat Slip Gaji Excel dengan Mudah dan Gratis

Perhitungan Gaji Nett, Gross dan Gross Up

Setiap bulannya, karyawan akan dikenakan beberapa potongan iuran, yang mana jumlahnya sendiri sudah ditetapkan oleh pemerintah dengan detail sebagai berikut:

  • BPJS Ketenagakerjaan: 2%
  • BPJS Kesehatan: 1%
  • Uang pensiun: 1%
  • PPh 21: potongan PPh 21 tergantung dari nominal gaji yang diterima oleh pihak karyawan. Berikut ini adalah detailnya berdasarkan UU No. 36 tahun 2008 pasal 17.
    • Wajib Pajak yang sudah berstatus Penghasilan Kena Pajak (PKP) hingga 50 juta rupiah per tahun akan dikenakan pajak sebanyak 5%
    • Wajib Pajak yang memiliki penghasilan lebih dari 50 juta rupiah hingga 250 juta rupiah akan dikenakan pajak sebanyak 15%.
    • Wajib pajak yang memiliki penghasilan lebih dari 250 juta rupiah sampai 500 juta rupiah akan dikenakan pajak sebanyak 25%.
    • Wajib pajak yang memiliki penghasilan lebih dari 500 juta rupiah akan dikenakan pajak sebanyak 30%.
    • Wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap adalah sebanyak 28%

Baca juga: Gaji Pokok Adalah: Ini Pengertian dan Ketentuannya!

Contoh Perhitungan Gaji

Ayana belum menikah dan bekerja di salah satu perusahaan startup dengan gaji per bulannya sebanyak 10 juta rupiah. Lantas, berapakah gaji yang akan diterima oleh Ayana bila menerapkan sistem gaji nett, gross, dan gross up?

Gaji Ayana adala 10 juta rupiah per bulan. Selama setahun, penghasilan yang didapat adalah sebanyak 120 juta, hasil dari 10 juta rupiah X 12 Bulan.

Nah, berdasarkan PMK nomor 101/PMK.010/2016 Pasal 1, nominal PTKP sudah disesuaikan menjadi 54 juta rupiah untuk WP OP atau wajib pajak orang pribadi.

Maka, perhitungan PPh 21 Ayana adalah PKP = penghasilan bersih – PTKP (120 juta rupiah – 54 juta rupiah), 66 juta rupiah.

Itu artinya, PKP Ayana adalah sekitar 50 juta hingga 250 juta rupiah. Sehingga, berlakulah dua lapis tarif PPh 21, yaitu:

  • 50 juta rupiah dikenakan tarif 5%.
  • Sisa dari 66 juta rupiah dikurang 50 juta rupiah, yaitu 16 juta rupiah dan dikenakan tarif sebesar 15%.

Perhitungan PPh 21

  • PPh 21 terutang = (5% x Rp 50 juta) + (15% x Rp 16 juta)
  • PPh 21 terutang = Rp 2.5 juta + Rp 2.4 juta
  • PPh 21 terutang 1 tahun = Rp 4.9 juta
  • Dalam 1 bulan = Rp 408 ribu

Baca juga: Negosiasi Gaji Ingin Lancar? Baca Tips Ini!

Perhitungan Gaji Nett

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, gaji nett adalah pajak Anda akan ditanggung oleh pihak perusahaan. untuk itu, setiap bulannya Ayana akan mendapatkan gaji sebanyak 10 juta rupiah. Untuk iuran BPJS dan pensiunnya akan tetap ditanggung oleh pihak karyawan

Namun, kenapa gajinya tidak berkurang? Jadi, sebenarnya gaji Ayana dalam hal ini sudah dinaikkan oleh pihak perusahaan yang nominalnya sesuai dengan potongan iuran.

1. Perhitungan Gaji Gross

Sedangkan untuk perhitungan gaji gross, artinya gaji yang diberikan pada Ayana belum masuk di dalam berbagai potongan, rinciannya adalah sebagai berikut:

nett adalah

Jadi, setiap bulan Ayana akan mendapatkan gaji sebanyak 9.192.000. Dengan rincian perhitungan sebagai berikut.

Gaji per bulan – BPJS Kesehatan – BPJS Ketenagakerjaan – Uang pensiun – PPh 21

(Rp 10.000.000 – Rp 100.000 – Rp 200.000 – Rp 100.000 – Rp 408.000) = Rp 9.192.000.

Baca juga: Peraturan Ketenagakerjaan: Gaji, Perjanjian kerja, Waktu Istirahat, dan Cuti

2. Perhitungan Gaji Gross Up

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, di dalam gaji gross up, pajak akan ditanggung oleh pihak perusahaan dan karyawan dengan nominal yang sama.

Jadi bila menggunakan perhitungan gaji gross, maka Ayana harus menanggung PPh 21 sebanyak 408 ribu per bulan, maka di dalam gross up Ayana hanya harus membayar pajak sebesar 50% dari 408 ribu, yaitu 204 ribu, perhitungannya adalah sebagai berikut:

nett adalah

Berdasarkan perhitungan di atas, bisa kita ketahui bahwa Ayana akan mendapatkan pemasukan sebanyak Rp 9.396.000 dengan menggunakan sistem gross up.

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Komponen Gaji Karyawan pada Bisnis Anda

Penutup

Demikianlah penjelasan lengkap dari kami tentang gaji nett, dan bedanya dengan gaji gross dan gross up. Jadi, gaji nett adalah suatu metode pemotongan pajak, yang mana pihak perusahaanlah yang akan menanggung pajak setiap karyawannya.

Gross adalah metode pemotongan pajak, yang mana karyawanlah yang akan menanggung pajak penghasilannya. Sedangkan gross up adalah suatu metode pemotongan pajak, yang mana pihak perusahaan dan karyawan akan mengeluarkan pajak yang nominalnya sama.

Terkait perhitungannya sendiri, kami sudah menjelaskannya di atas, lengkap dengan contohnya. Namun bila Anda ingin lebih mudah lagi dalam mendapatkan hasil perhitungan gaji nett, gross ataupun gross up, Anda bisa menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Aplikasi berbasis cloud ini akan menghitung dan mencatat setiap kewajiban yang harus dikeluarkan oleh perusahaan per bulan, termasuk gaji karyawan. Anda pun akan mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan perusahaan secara otomatis, cepat dan akurat.

Selain itu, di dalamnya juga sudah disediakan berbagai aplikasi bisnis yang akan membuat operasional bisnis Anda berjalan lebih efektif dan efisien.

Ayo gunakan dan coba Accurate Online sekarang juga secara gratis selama 30 hari melalui banner di bawah ini.

footer image blog akuntansi

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

anggimo

Seorang wanita lulusan sarjana manajemen bisnis dan akuntansi yang hobi menulis blog tentang manajemen bisnis secara spesifik.