Bullseye Framework: Cara Mudah Memprioritaskan Marketing Channel Demi Perkembangan Bisnis

oleh | Mar 14, 2023

source envato.

Bullseye Framework: Cara Mudah Memprioritaskan Marketing Channel Demi Perkembangan Bisnis

Ternyata, salah satu alasan dibalik banyak usaha yang gagal adalah kegagalan mereka dalam menentukan channel marketing yang pas. Nah, untuk menghindarinya, Anda bisa mencoba menggunakan bullseye framework.

Bullseye framework dibuat agar bisa membantu para pebisnis dalam menentukan mana saja channel marketing atau saluran pemasaran yang mampu memberikan keuntungan dan melakukan eliminasi pilihan lainnya yang dirasa kurang efektif.

Anda nantinya bisa lebih fokus pada saluran atau channel yang mampu membawa kesuksesan pada bisnis Anda, daripada harus mengurus banyak saluran yang kurang tepat.

Lantas, bagaimana cara melakukan bullseye framework secara tepat? Ketahui jawabannya dengan membaca artikel tentang bullseye framework di bawah ini hingga selesai.

Apa itu Bullseye Framework?

Berdasarkan laman Growth Hackers, pada awalnya, strategi ini dicetuskan oleh Gabriel Weinberg dan Justin Mares dalam buku mereka berjudul Traction. Mereka berpendapat bahwa distribusi yang kurang baik adalah alasan yang utama kenapa suatu bisnis bisa mengalami kegagalan.

Jadi, bullseye framework adalah salah satu metode atau strategi di dalam dunia marketing. Metode ini mampu membantu para pemasar untuk bisa menentukan prioritas channel marketing mana yang dirasa paling mampu memberikan keuntungan.

Dengan melakukan identifikasi tersebut, maka para pemasar bisa lebih fokus pada beberapa saluran pemasaran yang paling baik. Metode ini pun diklaim lebih efektif untuk bisa memperoleh keuntungan.

Kenapa? Karena tim marketing atau tim pemasaran tidak lagi harus menggunakan saluran pemasaran yang banyak. Mereka hanya harus fokus pada beberapa saluran yang paling menguntungkan dan sesuai untuk bisnis yang dijalankannya.

Baca juga: Pengertian Strategi 360 Marketing dan 2 Waktu yang Tepat Dalam Memaksimalkannya

Strategi Bullseye Framework

Dalam menjalankan strategi ini, tim marketing akan dianggap layaknya papan dart yang mempunyai beberapa cincin atau ring yang semakin mengecil sampai titik tengahnya.

Tujuan dalam melakukan bullseye framework adalah agar bisa menemukan berbagai channel marketing mana yang menjadi bullseye atau titik tepat dalam bisnis.

Gabriel Weinberg berpendapat bahwa terdapat tiga cincin di dalam bullseye framework, yaitu cincin luar atau outer ring, cincin tengah atau middle ring, dan cincin dalam atau inner ring.

Dengan mengerucutkan bullseye framework melalui ketiga cincin ini, maka strategi bullseye framework pun bisa Anda lakukan. Nah, berikut ini adalah penjelasan dari ketiga cincin tersebut.

1. Outer Ring

accurate.id gambar Bullseye Framework-1

Cincin luar atau outer ring adalah lapisan paling pertama yang ada di dalam bullseye framework. Dalam lapisan ini, Anda bisa menentukan mana saja saluran pemasaran yang bisa Anda gunakan.

Contohnya, Anda menganggap bahwa Anda bisa melakukan pemasaran secara online melalui media sosial. Selain media sosial, Anda juga menganggap bahwa produk Anda bisa dipasarkan ke YouTube atau situs bisnis.

Lantas, siapa saja yang sesuai dengan produk Anda? Bagaimana cara mendapatkan perhatian mereka melalui berbagai saluran tersebut?

Nah, berbagai hal yang sederhana tersebut harus diidentifikasi untuk cincin luar ini. Untuk itu, tulislah seluruh saluran pemasaran yang memungkinkan untuk bisnis Anda, jangan sampai ada satupun yang terlewat.

Jika pilihannya sangat banyak, hal tersebut bukanlah masalah. Nantinya, Anda akan mempertimbangkan kembali apakah berbagai pilihan tersebut sudah sesuai dengan bisnis Anda atau belum.

Baca juga: Sistem Informasi Pemasaran: Pengertian, Jenis, dan Komponen di Dalamnya

2. Middle Ring

accurate.id gambar Bullseye Framework-1

Bila Anda sudah memperoleh beberapa saluran pemasaran dalam tahapan outer ring, maka kini saat yang tepat untuk menyaring mereka ke tahap middle ring atau cincin tengah.

Cobalah untuk melakukan pengujian sederhana dan temukanlah saluran mana yang paling membuat Anda yakin untuk dipilih menjadi middle ring.

Pilihan Anda akan menjadi lebih sedikit setelah mengeliminasi beberapa saluran yang kurang mampu mendatangkan keuntungan untuk bisnis di dalam tahapan ini.

Namun dalam melakukan analisis channel marketing dalam tahapan middle ring, Anda harus mengetahui biaya yang diperlukan agar bisa memperoleh pelanggan melalui saluran yang Anda pilih.

Lalu, cari tahu juga orang yang mungkin akan datang dengan menggunakan saluran tersebut. Selanjutnya, ketahui jugalah apakah mereka sesuai dengan target audience yang Anda inginkan.

3. Inner Ring

accurate.id gambar Bullseye Framework-3

Tahap terakhir di dalam bullseye framework adalah inner ring. Dalam tahap ini Anda hanya perlu fokus pada saluran yang utama saja.

Saluran ini adalah saluran yang memang benar-benar terasa menjanjikan dan mampu memberikan para pelanggan baru yang banyak. Optimasi harus dilakukan dengan sangat baik, sehingga channel Anda nantinya mampu menarik konsumen yang lebih banyak.

Carilah berbagai strategi yang bisa Anda coba untuk meningkatkan efektivitas dari saluran tersebut, seperti dengan SEO, SEM, dan lain sebagainya. Sebisa mungkin, hindarilah menggunakan saluran atau channel marketing lain, karena ini hanya akan membuat Anda terganggu dari pengembangan channel yang terbaik ini.

Baca juga: Pengertian Flanking Marketing dan Manfaat Pentingnya untuk Bisnis

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang bullseye framework dan manfaatnya untuk bisnis. Walaupun pada akhirnya memang Anda hanya memiliki beberapa channel marketing saja, tapi pastikanlah mereka bisa saling mendukung satu sama lain dan menjadi channel yang paling baik daripada yang lainnya.

Namun dalam menggunakan berbagai channel marketing tersebut, tentunya Anda memerlukan anggaran yang tepat agar bisa dijalankan. Nah, Anda bisa lebih mudah dan #lebihbaik dalam menyusun anggaran bila Anda menggunakan Accurate Online.

Kenapa? Karena aplikasi ini mampu membuat anggaran bisnis, baik itu secara umum ataupun per departemen. Sehingga, operasional bisnis Anda bisa berjalan lebih lancar.

Selain itu, Accurate Online juga akan menyajikan lebih dari 200 jenis laporan yang bisa Anda akses secara real-time, seperti laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan neraca, dan laporan keuangan lainnya.

Jadi, penasaran dengan Accurate Online? Ayo coba dulu selama 30 hari gratis dengan klik tautan gambar di bawah ini.

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

8 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini 🙁 Jadilah yang pertama!

Cinthya

Artikel Terkait