Reorder Point Adalah: Pengertian dan Rumus Reorder Point

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa bahan baku adalah salah satu faktor yang mampu menunjang kelancaran proses produksi pada sebuah barang. Nah, reorder point adalah suatu keadaan di mana bahan baku harus kembali di pesan sebelum persediaannya habis digunakan.

Setiap perusahaan manufaktur harus bisa memastikan bahan bakunya tersedia dengan baik agar tidak menimbulkan kesalahan dalam menentukan jumlah pesanan pelanggan dan reorder point suatu bahan baku. Kenapa? karena kesalahan ini akan mengakibatkan perusahaan mengalami kerugian.

Pengertian Reorder Point Adalah

Tim produksi dalam perusahaan, terutama Production planning and inventory control atau PPIC, harus terus mengontrol persediaan bahan baku agar memiliki kemampuan memonitor bahan baku supply chain untuk menekan biaya yang berhubungan dengan inventory.

Jika terjadi kekurangan persediaan bahan baku, maka tim PPIC akan mengajukan pengadaan bahan baku pada tim purchasing. Agar bisa mengetahui kapan waktu yang tepat dalam membeli bahan baku, maka tim PPIC harus bisa menentukannya dengan menggunakan reorder point atau ROP.

Reorder point adalah suatu kondisi dimana bahan baku harus kembali dipesan sebelum kehabisan persediaan. Perhitungan di dalamnya harus menggunakan jumlah angka minimal tertentu sebagai batas untuk segera melakukan tingkat pemesanan lagi.

Reorder point adalah komponen yang sangat diperlukan dalam manajemen stok, tujuannya adalah agar bisa menentukan batas minimal persediaan yang ada di gudang. Sebagai seorang pebisnis yang profesional, pastinya Anda ingin menentukan permintaan konsumen secara tepat waktu.

Seperti misalnya Anda adalah salah satu seorang pebisnis pakaian muslim. Saat hampir menjelang hari raya, penjualan baju muslim Anda tentu akan mengalami peningkatan dan toko Anda mengalami kebanjiran pesanan.

Sebagai pebisnis, pasti Anda akan panik bila persediaan baju muslim di gudang tidak bisa memenuhi tingkat pemesanan. Sehingga, akan ada banyak sekali pelanggan yang kecewa karena mereka tidak bisa mendapatkan produk yang Anda jual.

Namun, untuk membuat produk tersebut, tentunya Anda memerlukan waktu yang lama. Bisa jadi setelah produknya itu sudah tersedia, pelanggan sudah kehilangan minatnya atau bahkan mereka sudah membeli produk baju muslim tersebut dari toko poin.

Reorder point adalah suatu komponen yang mampu membantu Anda dalam memantau stok barang, sehingga tidak ada lagi produk yang melimpah di gudang ketika tingkat permintaan sedang menurun.

Contohnya, Anda mempunyai persediaan baju muslim dengan jumlah ratusan dan berbagai variasi model. Namun setelah dipasarkan, ternyata tidak banyak memperoleh penjualan karena hari Rayanya sudah lewat. Sehingga, persediaan baju muslim pun menjadi mangkrak di gudang, dan bisa membuat Anda mengalami kerugian.

Untuk bisa mengatasi dan juga mencegah kondisi tersebut pada perusahaan Anda, maka Anda harus menggunakan reorder point.

Perhitungan reorder point yang tepat akan membuat pesanan suatu produk barang menjadi lebih lancar. Seorang pebisnis profesional tidak akan menggunakan instingnya dalam menambah persediaan barang. Mereka harus bisa bertindak secara profesional untuk menambah persediaan barang.

Mereka akan menyetok barang di gudangnya kembali untuk mengantisipasi lonjakan high season seperti dalam momen hari raya. Jadi prinsipnya, lebih baik mampu mencapai kuota, tidak peduli barangnya habis atau tidak.

Baca juga: Manajemen Data: Peran Penting dan Fungsinya Untuk Perusahaan

Manfaat Reorder Point

Manfaat yang paling utama dari reorder point adalah agar setiap pergerakan barang bisa bergerak lebih efisien. Beberapa manfaat lainnya dari reorder point adalah sebagai berikut:

  1. Agar mampu memenuhi tingkat permintaan pelanggan ketika high season dan tidak ada lagi persediaan yang berlebih di dalam gudang.
  2. Perusahaan mampu mengantisipasi pembelian bahan baku yang berlebih
  3. Menekan biaya produksi dan mengoptimalkan sumber daya milik perusahaan
  4. Menentukan batas aman safety stock, karena persediaan adalah salah satu aset penting perusahaan.

Rumus Reorder Point

Sebelumnya sudah kita bahas bersama bahwa terdapat angka tertentu yang bisa digunakan dalam menghitung reorder point. Nah, rumus untuk menentukan reorder point adalah sebagai berikut ini:

Reorder point = lead time demand + safety stock

  • Lead Time Demand

Lead time adalah sebuah rentang waktu antara pemesanan sampai barang tersebut bisa tiba di tangan konsumen. Sedangkan lead time demand yang terdapat di dalam reorder point adalah jumlah perkiraan permintaan yang ada dalam jeda waktu tersebut.

Lamanya reorder point akan sangat bergantung pada jumlah produk barang, tingkat kesulitan barang tersebut, tempat, dll. Rumus lead time demand adalah lead time dikali jumlah rata-rata penjualan setiap hari.

  • Safety Stock

Safety stock adalah jumlah stok barang yang dilakukan perusahaan agar bisa mengantisipasi potensi jumlah permintaan barang yang meningkat tinggi atau pengiriman barang yang terjadi sangat lama. Cara menghitungnya adalah dengan menggunakan rumus (penjualan harian yang paling tinggi x lead time paling lama) – (rata-rata penjualan setiap hari x rata-rata waktu lead)

Agar bisa lebih memahaminya, mari kita gunakan langsung rumus tersebut dalam suatu contoh kegiatan perusahaan manufaktur.

Katakanlah PT ABS adalah salah satu perusahaan yang membuat pakaian dan ingin memesan suatu kain sebagai salah satu bahan produksi perusahaan tersebut. Kapasitas produksi yang mampu mereka buat dalam waktu satu hari adalah sebanyak 3000 pcs. Lead time ataupun waktu yang mereka butuhkan untuk memesan bahan baku dari pemasok adalah selama 20 hari.

Perusahaan tersebut mempunyai kebijakan untuk melebihkan persediaan bahan baku sebanyak 10% sebagai safety stock. Lantas, berapakan nilai reorder point untuk bisa memesan kembali kain untuk bahan baku produksi perusahaan PT ABS tersebut?

Nah, berdasarkan penjelasan di atas, kita harus menghitung terlebih dahulu nilai lead time demand dari perusahaan PT ABS. Berikut ini adalah perhitungannya:

20 hari x 3.000 pcs = 60.000 pcs

Safety stock: 10% x 60.000 pcs = 6.000 pcs

Jadi, lead time demand-nya adalah 6000 pcs. Lalu, kita bisa langsung menghitung reorder point dari perusahaan tersebut dengan menggunakan rumus:

ROP = lead time demand + safety stock

ROP = 60.000 pcs + 6.000 pcs = 66.000 pcs

Jadi, PT ABS akan melakukan reorder point ke pihak pemasok ketika jumlah persediaannya 66.000 pcs agar tingkat persediaannya bisa cukup hingga pesanan selanjutnya sudah tiba.

Dalam sistem persediaan, proses reorder point dan juga safety stock bisa kita lakukan dengan mudah dan otomatis melalui set up yang sebelumnya sudah ditentukan.

History dari selisih usage date dengan waktu mengirim barang bisa membuat jumlahnya lebih kecil dan akan memberikan keuntungan yang maksimal untuk perusahaan.

Baca juga: Management Trainee Adalah Manajemen Terbaik Untuk Fresh Graduate

Kesimpulan

Reorder point adalah suatu kondisi yang mana bahan baku perusahaan harus kembali dipesan sebelum persediaan yang ada di gudang habis. Penentuan jumlah reorder point akan sangat bergantung pada nilai lead time demand dan juga safety stock setiap perusahaan.

Saat ini, sudah banyak teknologi terbaru yang mampu membantu perusahaan dalam mempermudah kegiatan manufaktur. Selain itu, sudah banyak perusahaan manufaktur yang meninggalkan cara yang tradisional dan juga manual, karena dianggap tidak efisien dan memerlukan waktu lama.

Kegiatan produksi akan terhambat bila terjadi kesalahan dan terjadi ketidakakuratan dalam setiap data yang digunakan. Kini, banyak perusahaan manufaktur yang mulai menggunakan aplikasi canggih untuk membantu proses PPIC. Nah, software akuntansi dari Accurate Online mampu membantu Anda dalam melakukan hal tersebut.

Kenapa? karena Accurate Online lebih dari sekedar software akuntansi biasa. Accurate Online adalah software bisnis yang mampu mempermudah Anda dalam melakukan segala macam kegiatan bisnis.

Di dalamnya, terdapat Add On manufaktur yang akan memudahkan Anda dalam melihat seluruh purchase order  yang sudah masuk dan juga tingkat ketersediaan bahan baku produksi bisnis Anda.

Dengan adanya fitur ini, Anda akan lebih mudah dalam menentukan harga pokok produksi sementara dan final setelah memperoleh semua biaya pasti, seperti bahan baku, tenaga kerja karyawan, dan pemasaran.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan tracking umur piutang pelanggan Anda dengan menggunakan fitur reminder untuk suatu piutang yang jatuh tempo setiap harinya, sehingga Anda bisa melakukan penagihan dengan tepat waktu dan menjaga arus kas bisnis Anda.

Lebih dari itu, Anda juga bisa menikmati beragam fitur lainnya yang ada di Accurate Online, seperti fitur penjualan, pembelian, perpajakan, rekonsiliasi, dan masih banyak lagi.

Penasaran? Anda bisa langsung mencoba fitur tersebut secara gratis selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini.

accurate1