Apa itu Sales Canvassing? Ini Tujuan, Karakteristiknya!

Dalam menjalankan kegiatan bisnis, penjualan menjadi suatu hal yang sangat penting, baik itu menjual barang ataupun menjual jasa. Terdapat banyak sekali metode yang bisa dilakukan agar bisa meningkatkan penjualan, salah satunya adalah sales canvassing. Pada dasarnya, cara ini dilakukan dengan meningkatkan minat dari pembeli atas suatu produk yang dibutuhkannya.

Biasanya, sales canvassing adalah suatu aktivitas penjualan yang dilakukan dengan cara melakukan komunikasi pada pembeli. Komunikasi yang dilakukan ini bisa dalam bentuk kontak langsung atau berhubungan dengan media lainnya.

Hal yang unik dari kegiatan ini adalah pihak penjual sebelumnya tidak melakukan perjanjian apapun dengan pihak pembeli.

Ingin mengetahui lebih dalam tentang sales canvassing? Baca terus artikel tentang sales canvassing di bawah ini hingga selesai.

Apa itu Sales Canvassing?

Dilansir dari laman Hubspot, sales canvassing adalah suatu cara yang banyak dilakukan oleh perusahaan dalam meningkatkan penjualannya. Kegiatan ini pada dasarnya dilakukan dan direncanakan untuk menawarkan, melakukan distribusi, dan juga mencari pembeli. Orang atau pihak yang melakukan kegiatan sales canvassing ini dikenal dengan canvasser.

Dalam melakukan kegiatan ini, canvasser akan bekerja dengan menjual produk barang ataupun jasa secara langsung pada pihak pembeli. Contohnya seperti seorang atau tim canvasser yang menawarkan produk barang atau jasa perusahaannya secara door to door.

Lain halnya dengan sales lain, tim atau seorang canvasser akan diberikan beban tanggung jawab dan juga target yang lebih besar utamanya dalam hal pemasaran dan juga distribusi produk.

Baca juga: Apa itu Target Penjualan? Ini Pengertian dan Jenis-jenisnya!

Karakteristik Sales Canvassing

Seorang atau tim canvassing memiliki empat karakteristik utama. Nah, keempat karakteristik dari sales canvassing tersebut adalah sebagai berikut:

1. Memanfaatkan Operasional Perusahaan

Karena kegiatan ini dilakukan oleh orang atau tim yang ditunjuk secara langsung sebagai canvasser, maka perusahaan akan menggunakan operasional mereka sendiri.

Hal tersebut dilakukan agar memperkenalkan dan juga melancarkan proses yang dilakukan oleh canvasser. Contohnya, perusahaan akan menggunakan kendaraan operasionalnya dalam memberikan fasilitas pada canvasser saat akan melakukan kegiatan door to door.

2. Mengenalkan Produk Baru

Sales canvassing mempunyai tujuan dalam meningkatkan penjualan. Salah satu hal yang harus ditingkatkan di dalamnya adalah penjualan produk barang atau jasa yang masih baru diluncurkan pada publik.

Selain itu, tujuan dari sales canvassing adalah agar bisa memperkenalkan dan juga menjual produk tersebut agar pihak pembeli bisa memahami dan membeli produk secara langsung.

3. Menjual Barang Sesuai Jenis

Tentunya setiap barang yang dijual oleh perusahaan memiliki jenis dan karakteristik khusus. Salah satu yang istilah yang banyak digunakan adalah slow dan fast moving goods.

Karakteristik barang tersebut juga menjadi ukuran tentang bagaimana metode penjualan yang sesuai untuk bisa dilakukan. Contohnya, target dari penjualan tersebut adalah agar bisa meningkatkan penjualan dan memperoleh perhatian, sehingga akan berakhir pada jumlah pemesanan kembali yang lebih besar.

4. Menjual dengan Harga Sesuai Target

Dengan melakukan metode penjualan seperti ini, maka perusahaan bisa dengan mudah dalam menentukan harga. Pasalnya, sales canvassing harus dilakukan terlebih dahulu dengan membuat perencanaan harga jual produk dan juga jasa.

Agar bisa menambahkan jumlah penjualan, maka perusahaan umumnya akan menetapkan harga barang yang lebih murah.

Baca juga: Sales Adalah: Istilah, Pekerjaan, dan Fungsi Sales dalam Perusahaan

Tujuan Sales Canvassing

Tentunya kegiatan metode penjualan ini dilakukan oleh perusahaan dengan tanpa alasan. Selain agar bisa meningkatkan penjualan, beberapa tujuan dari sales canvassing adalah sebagai berikut:

1 Mengembangkan Potensi Pasar

Metode penjualan dengan cara canvassing ternyata mampu mengembangkan potensi pasar dalam industri perusahaan Anda. Hal ini dikarenakan bahwa perusahaan bisa menentukan target dari pembeli sesuai dengan keinginan.

Jika perusahaan Anda telah membangun komunikasi yang baik dengan pembeli baru, maka hal tersebut kemungkinan bisa menjadi pasar yang potensial bagi Anda.

2 Penetrasi Produk

Sales canvassing juga mampu membuat produk bersaing di pasar secara lebih cepat. Nantinya, proses penetrasi produk akan mampu menghemat lebih banyak waktu, karena metode ini akan melakukan kegiatan distribusi, penawaran, dan juga penjualan secara langsung pada waktu yang bersamaan.

sehingga, perusahaan mampu menghemat biaya dan memperluas wilayah cakupan bila penjualannya dilakukan secara maksimal.

3 Distribusi Produk yang Merata

Metode penjualan yang dilakukan secara canvass ini mampu mendukung pemerataan distribusi produk. Lewat cara ini, maka perusahaan akan bisa menyebarkan produk secara merata agar bisa dijual secara langsung.

Tapi untuk bisa merealisasikan hal tersebut, perusahaan harus bisa melakukan perencanaan distribusi yang matang agar pihak pembeli bisa memperoleh produk secara cepat dan tepat.

Baca juga: Sales Management: Pengertian dan Aspek Penting di Dalamnya

Kekurangan Sales Canvassing

Terlepas dari adanya potensi hasil yang diperoleh ketika menggunakan metode penjualan ini dalam meningkatkan penjualan, sebagai pebisnis Anda tetap harus memerhatikan hal lainnya. Nah, berikut ini adalah beberapa kekurangan yang kemungkinan harus Anda pertimbangkan ketika ingin menggunakan metode canvassing.

1. Proses yang Panjang dan Melelahkan

Perlu Anda ketahui bahwa sales canvassing akan melakukan tiga kegiatan utama, yaitu penawaran, distribusi dan juga penjualan. Hal tersebut akan membuat cara ini harus dilakukan secara tepat agar bisa melakukan penjualan langsung pada pembeli. Anda juga harus memastikan proses tersebut berjalan dengan lancar agar tidak banyak memakan waktu dan tenaga yang berlebih.

2. Pembengkakan Biaya Operasional

Menggunakan metode penjualan seperti ini akan memakan lebih banyak biaya operasional karena proses komprehensif di dalamnya. Selain itu, perusahaan pun harus mempertimbangkan biaya tambahan untuk setiap canvasser yang terjun secara langsung.

Biaya operasional tersebut mencakup biaya gaji, insentif, upah lembur, kendaraan, bahan bakar, dan biaya lainnya.

3. Tingkat Keberhasilan yang Rendah

Salah satu kekurangan yang terdapat pada metode penjualan ini adalah tingkat keberhasilannya yang rendah. Pasalnya, seluruh kegiatan penjualan yang dilakukan didalamnya tidak memiliki consent dari pembeli.

Sehingga, peluang produk untuk bisa berhasil dijual bisa dikatakan kecil, karena pengetahuan pembeli pada produk sangatlah beragam. Ada yang kemungkinan tidak tertarik ketika ditawarkan oleh sales kanvas produk, dan ada juga yang tertarik.

4. Memerlukan Pengawasan yang Lebih Ketat

Ketika melakukan metode lain saat menjual atau menawarkan produk, maka perusahaan kemungkinan tidak harus mengawasinya, seperti ketika mengawasi proses penjualan kanvas. Metode ini mengharuskan Anda sebagai pebisnis untuk selalu melakukan pemeriksaan yang sangat ketat.

Pada proses penawaran, Anda harus memastikan bahwa harga barang tidak dimainkan oleh pihak kanvaser, saat melakukan distribusi di waktu yang bersamaan, Anda juga harus melakukan kontrol kualitas yang tepat agar bisa menekan terjadinya risiko kesalahan.

Lalu, Anda juga harus memastikan bahwa kegiatan pembelian sudah dilakukan sesuai dengan perencanaan dan target, karena canvaser kemungkinan tidak memaksimalkan hal tersebut akibat dari panjangnya proses di dalamnya dan kegiatan didalamnya juga yang melelahkan.

Baca juga: Apa itu Sales Mix dan Bagaimana Cara Menghitungnya

Penutup

Sales canvassing umumnya dilakukan oleh perusahaan agar bisa meningkatkan penjualan secara langsung melalui rangkaian kegiatan agar bisa menawarkan, mendistribusikan, dan mencari pembeli atau menjual produk dan dijalankan oleh pihak perusahaan melalui tim atau seorang kanvaser.

Dalam melakukan kegiatan sales canvassing, canvasser akan bekerja dengan melakukan penjualan produk barang atau jasa secara langsung pada pembeli, seperti dengan berjualan secara door to door.

Sales canvassing juga dilakukan dengan menjalin komunikasi pada pihak pembeli secara langsung atau berhubungan dengan menggunakan media lainnya tanpa harus melakukan perjanjian terlebih dahulu.

Kegiatan ini akan memungkinkan perusahaan untuk bisa mencapai tujuan, seperti mengembangkan potensi pasar dari produk perusahaan, mempercepat produk untuk bisa masuk ke pasar, dan memastikan distribusi produk yang lebih merata di pasar.

Namun, pencatatan dan perhitungan yang dilakukan secara manual tentunya akan memakan waktu yang dan tenaga kerja yang lebih banyak. Nah oleh karena itu, akan #lebihbaik bila Anda menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Kenapa? Karena di dalamnya Anda bisa menentukan harga pokok sementara dan juga harga pokok yang telah final. Di dalamnya juga Anda bisa mencatat dan membuat lebih dari 200 jenis laporan keuangan, seperti laporan laba rugi, laporan penjualan, laporan perubahan modal, laporan neraca, dan laporan lainnya.

Accurate Online juga telah terintegrasi dengan fitur bisnis lainnya, yang akan memudahkan Anda untuk bisa melakukan penjualan dan pembelian, mengelola persediaan barang di gudang, menyelesaikan urusan perpajakan, dan masih banyak lagi.

Bagaimana, tertarik menggunakan Accurate Online? Anda bisa mencobanya lebih dulu selama 30 hari gratis dengan klik tautan gambar di bawah ini.

cinthya

Seorang wanita lulusan ilmu marketing. Di Accurate Online, wanita ini akan membagikan berbagai hal yang sudah dipelajarinya tentang strategi dan tips marketing, digital marketing, serta berbagai hal yang berkaitan di dalamnya.