Segmentasi Psikografis yang Tepat Demi Kegiatan Marketing Efektif

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa strategi marketing yang tepat sasaran adalah salah satu kunci keberhasilan suatu bisnis. Nah, segmentasi psikografis adalah suatu segmentasi yang mampu membantu strategi pemasaran agar tidak meleset.

Lantas, apa pengertian dari segmentasi psikografis tersebut? Bagaimana cara mengetahuinya, dan cara memanfaatkannya dalam dunia pemasaran? Berikut ini adalah jawabannya.

Apa itu Psikografis?

Dikutip dari laman Hotjar, segmentasi psikografis adalah suatu cara kualitatif yang lebih berfokus dalam mempelajari sikap pelanggan. Cara ini memanfaatkan karakter psikologis manusia, seperti keinginan, nilai, ketertarikan, tujuan, dan pilihan gaya hidup untuk dijadikan sebagai parameter segmentasi.

Tujuan utamanya adalah untuk bisa memahami perasaan konsumen secara lebih baik, sehingga pemasaran bisa dilakukan secara lebih tepat.

Umumnya, psikografis sering dianggap mirip seperti demografis. Jika dianalogikan, maka demografi mampu menjelaskan siapa konsumen potensial dari produk ANda, sedangkan psikografis lebih cenderung menjelaskan kenapa mereka mau melakukan pembelian.

Dalam dunia marketing dan sales, demografis dan psikografis akan saling melengkapi dan saling membutuhkan antara satu sama lain.

Baca juga: Niche Market: Pengertian dan 11 Rencana dalam Membuat Niche Marketing

Mengapa Segmentasi Psikografis Penting

Secara umum, tujuan segmentasi pasar adalah untuk bisa memahami keperluan dan juga kebutuhan pelanggan dengan menghubungkannya bersama berbagai variabel demografis, geografis, dan juga psikografis.

Hal tersebut sangat penting dalam hal penargetan pemasaran. Pihak perusahaan bisa lebih memahami latar belakang atau alasan konsumen membeli suatu produk. Sehingga, pihak perusahaan bisa membuat strategi dan marketing mix yang lebih sesuai.

Di dalam segmentasi demografis dan juga geografis, perusahaan bisa menghubungkan perilaku pembelian dengan suatu karakteristik yang mampu diukur dan terlihat adalah pendapatan dan tempat tinggal konsumen.

Nah dalam segmentasi psikografis, maka akan lebih fokus pada karakteristik intrinsik, seperti gaya hidup, kepribadian, dan nilai tertentu.

Kelemahan yang paling utama dalam segmentasi psikografis adalah berbagai variabel tersebut akan sulit untuk diukur karena didalamnya melibatkan penilaian yang subjektif.

Kepribadian

Seorang ahli dalam bidang marketing bernama Isabel Myers and Katharine Briggs lantas membagi kepribadian seseorang menjadi enam belas jenis, yaitu healer, mastermind, counselor, architect, champion, commander, visionary, teacher, protector, composer, inspector, craftsperson, provider, performer, supervisor, dan dinamo.

Dilain sisi, Joseph Chris Partner lantas membagi kepribadian menjadi tujuh jenis, diantaranya adalah:

  • Belongers

Mereka adalah kelompok orang yang dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya, mau mencari penerimaan, dan tidak suka terlihat lebih menonjol.

  • Achievers

Mereka adalah kelompok orang yang lebih suka dalam mengejar target dan tidak suka menyia-nyiakan waktunya. Mereka akan selalu sibuk dan juga ambisius dalam meraih kesuksesan dan mempunyai uang yang banyak. Motif utama mereka dalam membeli barang adalah karena mereka ingin menunjukan kesuksesannya dan mereka juga menyukai barang-barang mewah.

  • Emulators

Mereka adalah kelompok orang yang sangat ambisius dalam meraih kesuksesan walaupun tidak mempunyai keahlian dalam meraihnya. Motivasi mereka dalam membeli produk adalah karena ingin terlihat sukses, dan ada kemungkinan mereka membeli barang yang diluar kemampuannya atau membeli produk palsu untuk bisa memberikan kesan pada orang lain tentang pencapaiannya.

  • Juru Selamat (saviors)

Mereka adalah kelompok orang yang mengejar kesuksesan untuk dunia sekitarnya. Mereka akan bekerja keras untuk mewujudkan kesuksesan bersama tanpa meminta imbalan dari berbagai pihak.

  • Doomsdayers

Mereka adalah kelompok campuran dari kelompok saviors dan belongers. Mereka memiliki suatu cara hidupnya sendiri dan cenderung tidak ingin bergantung pada orang lain. Apabila mereka menyukai suatu produk, maka mereka akan menjadi pelanggan yang sangat loyal.

  • Integrators

Mereka adalah kelompok orang yang memiliki kepribadian achievers dan saviors. Mereka mau bekerja keras dan memiliki rasa ambisius yang tinggi, mereka melakukannya untuk diri sendiri dan juga untuk orang-orang yang ada disekitarnya.

  • Survivalists

Mereka adalah kelompok orang yang selalu berjuang dalam mengumpulkan pundi-pundi uang. Mereka juga akan lebih banyak menghabiskan uangnya untuk keperluannya saja, dan akan lebih berpikir panjang sebelum mengeluarkan uang.

Karakteristik Psikografis

Di dalam segmentasi psikografis, terdapat lima karakteristik konsumen yang paling banyak diteliti. Kelima karakteristik ini digadang-gadang memiliki berbagai aspek yang paling mampu memberikan pengetahuan yang berguna untuk calon konsumen lain.

1. Kepribadian

Dalam psikografis, kepribadian adalah sifat yang ditonjolkan oleh seseorang dari masa ke masa. Umumnya, hal tersebut bisa diukur dengan memanfaatkan model 5 faktor.

Jika hasil dari pemodelan ini ternyata menunjukkan bahwa kebanyakan konsumen produk Anda mempunyai nilai skor ekstrovert yang rendah, maka bisa dipastikan mereka memiliki kepribadian introvert.

Nah, gambar atau desain grafis yang Anda gunakan dalam memasarkan produk harus bisa disesuaikan dengan profil tersebut. Contohnya dengan menggunakan desain grafis yang menampilkan seseorang dalam menggunakan produk Anda secara sendirian, menikmati unsur ketenangan, dll, sesuai dengan kepribadian mereka.

2. Gaya Hidup

Gaya hidup adalah berbagai pilihan yang ditentukan oleh kegiatan sehari-hari setiap orang. Hal tersebut termasuk apa yang diasosiasikan dengan kepribadian mereka, tempat tinggal mereka, dan apa saja yang mereka lakukan untuk menghabiskan waktunya, dll.

Jika hasil riset menunjukkan bahwa kebanyakan pelanggan Anda adalah mereka yang gemar berpesta pada akhir pekan atau lebih menyukai gaya hidup yang mewah, maka gaya pemasaran yang Anda lakukan harus bisa disesuaikan dengan kondisi tersebut.

3. Ketertarikan

Maksud ketertarikan dalam psikografis adalah hobi, kebiasaan saat memanfaatkan suatu media, dan juga apa saja yang dilakukan seseorang saat mengisi waktu luangnya.

Jadi, jika target pelanggan Anda lebih banyak menyukai olahraga, maka pemasaran atau iklan yang Anda tonjolkan lebih baik menggunakan elemen olahraga agar bisa lebih dekat dan juga menarik perhatian mereka.

4. Opini, sikap, dan kepercayaan

Jenis psikografis ini lebih sering berkaitan dengan sudut pandang politik atau sudut pandang lainnya pada berbagai hal yang terjadi di dunia. Sebagai contoh, jika target pasar Anda adalah mereka yang sangat religius, maka ANda bisa menampilkan pakaian yang sesuai dengan apa yang para audiens yakini.

5. Nilai

Dalam hal ini, maksud dari nilai adalah suatu penilaian baik maupun buruk. Sebagai contoh, jika target pasar Anda adalah mereka yang lebih peduli dan mendukung anti kekerasan pada hewan, maka tunjukkanlah bahwa produk Anda memiliki kelebihan sesuai dengan apa yang target pasar Anda percayai.

Cara Mengumpulkan Data Psikografis

Dilansir dari laman Oberlo, terdapat beberapa cara dalam memperoleh data psikografis, yakni dengan melakukan survey dan juga melakukan wawancara langsung kepada konsumen. Berikut ini adalah penjelasannya.

1. Survei

Melakukan survei kepada konsumen adalah cara yang paling banyak digunakan untuk mendapatkan data psikografis dari para konsumen. Dengan kemajuan teknologi seperti saat ini, survei bisa dilakukan secara online dengan memanfaatkan berbagai alat yang mudah digunakan.

Buatlah suatu pertanyaan tertutup untuk para responden agar preferensi dari mereka bisa dilihat secara lebih jelas.

Selain itu, sebagai pebisnis, Anda juga akan lebih mudah dalam memahami mereka dengan cara jawaban yang mereka dapatkan secara lebih terfokus.

2. Wawancara Konsumen

Dilansir dari laman Hubspot, wawancara harus dilakukan untuk konsumen yang sebelumnya sudah pernah mencoba produk Anda. pertanyaan yang diajukan kepada konsumen harus mampu menceritakan diri mereka secara lebih dalam, sehingga psikografis mereka akan lebih mudah untuk diketahui secara lebih dalam.

Apabila bisnis Anda adalah bisnis yang terbilang baru dan belum dimiliki oleh konsumen, maka wawancara bisa dilakukan pada konsumen dengan demografi yang mendekati audiens target Anda.

3. Diskusi dengan Customer Service

Cara lain yang bisa dilakukan untuk memahami psikografis pelanggan adalah dengan berbicara langsung dengan tim yang memang berhadapan langsung dengan konsumen, yakni customer service atau sales Anda.

Tanyakanlah pada mereka dengan kata kunci yang sering digunakan oleh para pelanggan, apa saja yang sering mereka pertanyakan dan bahasa atau istilah apa yang sering mereka gunakan saat membicarakan produk atau brand perusahaan Anda.

Berbagai informasi ini mampu memberikan data psikografis yang cukup untuk Anda.

4. Facebook dan Google

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, teknologi memiliki peranan yang sangat penting untuk mengumpulkan data. Nah, Facebook dan Google akan membantu Anda dalam memperoleh data psikografis pada bisnis Anda secara lebih mudah.

Keduanya bahkan memiliki fitur tracking yang mampu mengumpulkan berbagai data pengguna dari seluruh dunia.

Beberapa alat yang bisa Anda gunakan adalah Google Analytics, Google AdSense, Facebook Connect, Facebook Custom Audience, dll.

Baca juga: Mengenal Media Promosi dan Metode Periklanan untuk Bisnis Anda

Penutup

Demikianlah penjelasan tentang segmentasi psikografis, lengkap dengan jenis dan cara menerapkannya. Jika bisa Anda terapkan dengan baik, maka bukan tidak mungkin bisnis Anda akan menjadi lebih sukses dari pada saat ini.

Namun, Anda tetap harus mengatur anggaran dana pemasaran dalam melakukan segmentasi psikografis ini, agar setiap kegiatan iklan yang dilakukan bisa berjalan tepat sasaran sesuai dengan anggaran yang tersedia.

Nah untuk lebih memudahkan Anda dalam membuat anggaran dana perusahaan, maka Anda bisa menggunakan aplikasi akuntansi dari Accurate Online.

Accurate online adalah aplikasi akuntansi yang memiliki tampilan sederhana sehingga akan memudahkan Anda dalam membuat berbagai anggaran dana pada bisnis Anda. Selain itu, Accurate Online juga mampu membantu Anda dalam membuat berbagai laporan keuangan secara lebih mudah dan tepat.

Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate1