Berbagai Sumber Tenaga Kerja dan Cara untuk Memperolehnya

Setiap perusahaan tentu akan sangat memerlukan tenaga kerja atau karyawan. Jumlahnya tergantung dari skala perusahaan. Untuk perusahaan kecil tentu jumlah karyawannya sedikit, begitu juga sebaliknya. Namun, dari manakah sumber tenaga kerja tersebut berasal?

Biasanya, mereka yang akan merekrut karyawan adalah tim divisi personalia atau HRD. Perusahaan akan menetapkan karakteristik, ciri-ciri, dan jumlah karyawan yang dibutuhkan pada tim HRD. Selanjutnya, perusahaan akan berusaha untuk memperoleh karyawan tersebut.

Nah, personalia atau HRD pun biasanya sudah memiliki sumber tersendiri dalam mencari tenaga kerja. Pada kesempatan kali ini, kami sudah merangkum beberapa sumber tenaga kerja yang biasanya dimiliki oleh tim HRD.

8 Jenis Sumber Tenaga Kerja

1. Sumber Internal

Sumber tenaga kerja internal adalah tenaga kerja yang diambil dari sumber internal, yakni menempatkan karyawan diantara karyawan yang sebelumnya sudah ada. Pemanfaatan sumber internal ini dilakukan dengan cara menempatkan karyawan yang sudah ada pada jabatan yang kebetulan tidak terisi atau tugas baru yang diperlukan oleh perusahaan.

2. Menggunakan Jasa Karyawan atau Pegawai Lama

Terkadang, suatu perusahaan membutuhkan karyawan dari luar lingkungan perusahaan. Nah, cara yang praktis dan ekonomis adalah dengan menggunakan jasa yang berasal dari karyawan lama mereka.

Karyawan lama tersebut nantinya akan diminta oleh perusahaan tempatnya bekerja untuk mencari teman, tetangga, ataupun saudara mereka untuk mau bekerja di perusahaan tersebut.

Baca juga: Apa itu Tenaga Kerja Langsung dan Bagaimana Menghitungnya dalam Akuntansi?

3. Melalui Berbagai Lembaga Pendidikan

Suatu perusahaan terkadang memerlukan karyawan baru yang memerlukan beberapa syarat pendidikan tertentu, seperti sarjana muda atau sarjana yang berasal dari fakultas khusus. Untuk bisa mendapatkannya, beberapa perusahaan ada yang secara langsung menghubungi berbagai lembaga pendidikan tersebut.

Bahkan, beberapa perusahaan ada yang secara langsung memberikan ikatan dinas atau beasiswa pada mahasiswa, seperti perusahaan Bank Indonesia, Pertamina, Caltex, dan lain sebagainya.

4. Mengambil dari Perusahaan Lain

Cara ini biasanya dilakukan oleh perusahaan yang baru merintis atau perusahaan startup. Mereka lebih mengutamakan karyawan yang telah memiliki pengalaman dan mereka umumnya mengambil karyawan dari perusahaan lain.

5. Mencari Langsung ke Tempat Sumber Tenaga Kerja

Sebagian perusahaan ada juga yang memiliki tim khusus pencari tenaga kerja dengan mendatangi ke tempat sumber tenaga kerja agar bisa mempengaruhi penduduk setempat untuk suka bekerja di dalam suatu perusahaan tertentu.

6. Melalui Media Periklanan Online

Dengan perkembangan dan kemajuan teknologi seperti saat ini, sudah banyak juga perusahaan yang menggunakan media periklanan online untuk mencari karyawan, karena media ini mampu mencapai tempat yang lebih luas. Sehingga, akan membantu mereka untuk memperoleh karyawan yang lebih baik.

Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Tenaga Kerja di Indonesia

7. Memanfaatkan Kantor Penempatan Tenaga

Sebenarnya, pemerintah Indonesia sendiri memiliki kantor penempatan tenaga kerja agar bisa menyalurkan tenaga kerja yang masih belum kerja atau menganggur. Kantor penempatan tenaga kerja ini akan menerima pendaftaran dari mereka yang memang memerlukan pekerjaan.

Kantor penempatan tenaga kerja ini akan mencatat alamat, nama, pendidikan, umur, pengalaman, dan lain sebagainya dari pelamar tersebut. Nantinya, kantor tersebut akan menghubungi pelamar bila ada perusahaan yang mencari karyawan sesuai dengan data pelamar.

8. Seleksi

Seleksi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk bisa memilih karyawan yang paling tepat dan juga dalam jumlah yang tepat dari berbagai calon karyawan. Untuk bisa memilih karyawan yang paling tepat dengan jumlah yang tepat, maka dibutuhkan suatu metode seleksi khusus.

Seleksi tersebut berkaitan dengan analisa jabatan. Hal tersebut terjadi karena karyawan ataupun pegawai yang diseleksi harus bisa disesuaikan lagi dengan jabatan yang sudah dilakukan sebelumnya.

Nah, beberapa hal yang diseleksi tersebut mencakup pendidikan, pengetahuan, pengalaman, kesehatan, kecerdasan, bakar, umur, jenis kelamin, kepribadian, dan lain sebagainya.

Setiap perusahaan harus bisa melakukan seleksi secara efisien dan efektif. Sehingga, metode seleksi yang dilaksanakan tersebut harus bisa memilih ataupun menetapkan karyawan yang paling tepat. Meskipun begitu, masalah efisiensi dalam pelaksanaan metode seleksi ini harus bisa diperhatikan dengan baik.

Dalam hal ini, efisiensi mencakup energi, pengorbanan uang, waktu, dan lain sebagainya.

Nah, dalam melakukan seleksi, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

  • Dilakukan secara efektif dan efisien
  • Memerhatikan dengan baik tentang ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku
  • Petugas yang melakukan seleksi harus efektif dan juga jujur.
  • Tidak boleh mengabaikan keahlian petugas seleksi
  • Harus mengartikan secara dinamis tentang pengertian “orang yang tepat pada tempat yang tepat”

Namun sebaik apapun usaha yang dilakukan dalam seleksi ini tentu masih akan ada kemungkinan terjadinya kesalahan. Untuk itu, diperlukan adanya masa percobaan untuk bisa mengurangi risiko yang mungkin terjadi.

Baca juga: Pengertian Tenaga Kerja Tidak Langsung dan Cara Menghitungnya

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang berbagai sumber tenaga kerja yang sering dimiliki oleh para tim HRD.

Beberapa sumber tenaga kerja tersebut adalah sumber internal, memanfaatkan jasa karyawan atau karyawan lama, bekerjasama dengan lembaga pendidikan, mengambil dari perusahaan lain, mencari ke sumber tenaga kerja, menggunakan metode periklanan online, melalui kantor penempatan tenaga kerja, dan seleksi

Anda bisa memilih salah satu atau beberapa sumber di atas untuk mendapatkan karyawan yang kompeten. Namun, Anda harus bisa mengelola anggaran keuangan Anda untuk proses perekrutan dan menyiapkan anggaran untuk membayar upah karyawan. Hal tersebut juga nantinya harus Anda catat di dalam laporan keuangan.

Tapi jika Anda menggunakan aplikasi bisnis dari Accurate Online, Anda bisa membuat anggaran dan mencatat berbagai kegiatan transaksi yang terjadi di dalam bisnis secara otomatis.

Selain itu, Accurate Online juga akan memudahkan Anda untuk melakukan kegiatan penjualan dan pembelian, mengelola persediaan barang di gudang, menyelesaikan urusan perpajakan, dan masih banyak lagi.

Penasaran dengan Accurate Online? Anda bisa mencobanya lebih dulu selama 30 hari gratis dengan klik tautan gambar di bawah ini.

anggimo

Seorang wanita lulusan sarjana manajemen bisnis dan akuntansi yang hobi menulis blog tentang manajemen bisnis secara spesifik.