Unit Testing: Pengertian dan Bedanya Dengan Metode Testing Lainnya

Unit testing adalah suatu pekerjaan yang harus dilakukan ketika mengembangkan suatu produk, terutama produk software. Kenapa? Karena pekerjaan ini sangat penting untuk memastikan kualitas setiap komponen yang ada di dalamnya.

Umumnya, unit testing dikerjakan oleh seorang software tester atau software developer. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas secara lengkap tentang unit testing dan berbagai tools yang biasa digunakan.

Apa Itu Unit Testing?

Software bukanlah suatu produk yang bisa berdiri sendiri. Di dalamnya terdapat berbagai komponen yang saling terintegrasi antara satu dan yang lainnya. Anggap saja produk software itu seperti suatu sepeda yang mempunyai roda, stang, saddle, rantai, dan rem.

Sebelum bisa dijual, setiap komponen tersebut tentu harus dipastikan setiap kualitasnya. Jangan sampai ada satu bagian pun yang tidak memenuhi standar.

Sama seperti sepeda, setiap komponen yang ada pada software pun harus dilakukan uji coba terlebih dahulu., suatu software harus melalui suatu proses yang dikenal dengan sebutan unit testing.

Dilansir dari laman Guru99, unit testing adalah suatu jenis software testing yang dilakukan untuk menguji coba suatu bagian ataupun komponen yang ada pada software. Unit tersebut bisa berbentuk fungsi, kode, metode, prosedur, modul ataupun objek itu sendiri.

Unit testing sendiri adalah termasuk salah satu tahapan di dalam software development. Umumnya, pengujian tersebut dilakukan sebelum dilakukan system integration testing.

Baca juga: Beta Testing Adalah: Pengertian dan Bedanya dengan Alpha Testing

Fungsi Unit Testing

Unit testing dilakukan agar bisa memastikan setiap unit kode yang terdapat pada software bisa berjalan sebagaimana mestinya. Laman resmi SmartBear menjelaskan “smaller is better”, maksudnya, semakin kecil unit yang diuji, maka Anda akan melihat dan juga memastikan kinerja software tersebut semakin detail.

Mengapa Unit Testing Penting?

Guru99 menjelaskan terdapat beberapa alasan yang menjadikan unit testing menjadi suatu kegiatan yang penting untuk dilakukan.

Pertama, untuk bisa membantu memperbaiki bug yang berada di awal siklus software development dan juga agar bisa menghemat biaya. Kedua, untuk bisa membantu para developer dalam memahami basis kode dan juga memungkinkan mereka untuk bisa melakukan perubahan secara cepat.

Ketiga, untuk dokumentasi proyek. Terakhir, untuk membantu penggunaan kembali kode dalam proyek yang baru.

Teknik Unit Testing

Berdasarkan Tutorialspoint, setidaknya terdapat tiga teknik yang umumnya digunakan dalam melakukan unit testing. Ketiga nya adalah black box testing, white box testing, dan gray box testing.

1. Black Box Testing

Black box testing adalah suatu pengujian yang dilakukan agar bisa meninjau input dan juga output dalam suatu sistem software tanpa mendalami internal program software itu sendiri. Jadi, sama seperti suatu kotak hitam, anda hanya bisa melihat apa yang akan masuk dan juga keluar dari kotak itu sendiri.

Ketiga hal yang biasanya dilakukan uji coba dalam black box testing adalah user interface, input, dan output.

2. White Box Testing

White box testing atau yang biasa disebut dengan transparent box testing atau glass box testing adalah suatu pengujian struktur internal, desain, fungsi, dan juga detail implementasi pada suatu aplikasi. Beberapa hal yang umumnya diuji coba di dalamnya adalah keamanan, struktur, loop, dan juga data flow.

3. Grey Box Testing

Grey box testing adalah gabungan dari black box testing dan white box testing. Bentuk pengujian ini dilakukan dengan meninjau kesalahan ataupun konteks tertentu yang terdapat pada suatu sistem website.

Tools Unit Testing

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, unit testing adalah suatu pengujian software yang dilakukan secara manual ataupun otomatis dengan menggunakan alat bantu atau tools khusus. Tapi, kebanyakan developer saat ini lebih memilih metode otomatis. Berikut ini adalah beberapa tools yang bisa Anda pilih untuk melakukan unit testing.

  1. JUnit: tools unit testing untuk aplikasi yang menggunakan bahasa pemrograman Java
  2.  NUnit: framework unit testing untuk aplikasi yang menggunakan bahasa pemrograman .NET
  3.  JMockit: tools unit testing untuk aplikasi yang berbasis open source
  4. EMMA: tools untuk menganalisis dan melaporkan kode yang menggunakan bahasa pemrograman  Java
  5. PHPUnit: tools unit testing untuk PHP programmer

Lalu, Apa Bedanya Bedanya Unit Testing Dengan Gamma Testing

Gamma testing adalah suatu tahap pengujian yang dilakukan setelah suatu aplikasi lolos pengujian alpha testing dan beta testing. Tahap ini dilakukan setelah tidak ada lagi perubahan dalam suatu sistem aplikasi.

QATestLab menjelaskan bahwa pengujian ini dilakukan agar bisa memastikan suatu produk sudah benar-benar siap untuk dipasarkan. Untuk itu, fokus utamanya adalah pada keamanan dan juga fungsionalitas produk.

Dalam fase ini, suatu produk tidak boleh mengalami berbagai perubahan selain perbaikan kritis yang bisa berdampak pada fungsi dan juga keamanan produk. Jadi, jika ditemukan masalah yang tidak penting, maka tim akan melakukan perbaikan pasca aplikasi tersebut dirilis.

Fase yang berada pada urutan ketiga setelah alpha testing dan beta testing ini dilakukan secara langsung dengan melewatkan berbagai pengujian secara in-house. Untuk itu, setiap penguji tidak anggal peserta penguji, tapi lebih dianggap sebagai pengguna.

Apa Bedanya Dengan Unit Testing Dengan Beta Testing?

Berdasarkan Product Plan, beta testing merupakan suatu rangkaian dalam user acceptance test yang dilakukan sebelum suatu produk aplikasi dirilis ke pasar. Tujuan dari dilakukannya pengujian ini adalah agar bisa menemukan dan juga mengidentifikasi bug sebanyak-banyaknya.

Kegiatan ini dilakukan dengan melibatkan beberapa pengguna yang disebut dengan beta tester. Dalam pengerjaannya, setiap pengguna tersebut akan menguji kondisi dan karakteristik yang sama, mulai dari hardware sampai kondisi internet yang memang sedang digunakan.

Tahapan dalam pengujian ini juga akan memungkinkan setiap tim product development untuk melakukan tes keamanan dan kendala yang tidak bisa dilakukan di dalam proses alpha testing.

Kedua pengujian tersebut dilakukan agar bisa mengetahui tingkat keamanan produk dan juga kemampuan produk software tersebut

Apa Bedanya Unit Testing  Dengan Alpha Testing

Alpha testing adalah suatu kegiatan pengujian yang dilakukan pada aplikasi menjelang akhir dari proses product development saat suatu produk aplikasi sudah dalam kondisi siap digunakan. Dilansir dari laman India Times, bentuk pengujian ini tidak akan melibatkan pengujian fungsional dalam sebuah aplikasi.

Sebaliknya, proses ini adalah tahap pengujian untuk dapat memahami setiap perilaku dan juga pengalaman pengguna aplikasi. Umumnya, pengujian ini dilakukan secara langsung oleh tim developer, karyawan, dan bisa juga teman atau keluarga dengan tujuan menguji coba pada sekitar 80% pelanggan.

Apa Bedanya Unit Testing dengan A/B Testing

Berdasarkan pendapat Neil Patel, A/B testing adalah salah satu metode terbaik yang bisa Anda lakukan untuk mengetahui strategi promosi dan juga penjualan online terbaik dari bisnis yang Anda jalankan.

Sedangkan jika kita kutip dari Harvard Business Review, A/B testing adalah salah satu cara yang bisa dilakukan dengan melakukan uji coba pada dua hal berbeda di dalam dua kelompok. Sehingga, Anda bisa melihat strategi apa yang sebenarnya lebih disukai oleh para pelanggan.

Umumnya, eksperimen ini dilakukan dengan melakukan uji coba pada dua hal yang berbeda di dua kelompok. Sehingga, Anda bisa melihat strategi seperti apa yang nantinya lebih disuka oleh para pelanggan. Lantas apa saja yang bisa dibandingkan di dalam A/B testing? Sangat banyak.

Seluruh hal hal yang terkait dengan strategi promosi dan juga pemasaran online bisa dilakukan dengan cara menggunakan eksperimen. Sebagai contoh, Anda sedang membuat landing page untuk suatu situs perusahaan. lalu, Anda ingin melakukan perbandingan pada dua warna tombol yang berbeda.

Anda bisa membuat landing page dengan tombol CTA “subscribe now!” dengan warna biru dan satunya memiliki warna putih. Lalu, Anda bisa melakukan perbandingan landing page mana yang lebih banyak untuk mendorong orang untuk melakukan subscribe newsletter pada website Anda.

Biasanya, A/B testing ini bisa dilakukan dengan melakukan perbandingan antara satu sampai dua hal minor dalam suatu strategi pemasaran online. Bila melakukan perbandingan pada dua hal yang berbeda, malah Anda tidak bisa melihat bagian mana yang paling berdampak untuk keputusan pelanggan Anda.

Setelah mengetahui hasil A/B testing yang Anda lakukan, maka Anda bisa mengumpulkan data tersebut dan menjadikannya sebagai basic dalam membuat landing page yang sesuai. Sehingga, bisa kita artikan bahwa A/B testing adalah sesuatu yang berkaitan erat dengan data.

Baca juga: Apa itu AB Testing dan Bagaimana Penggunaannya dalam Marketing?

Penutup

Demikianlah penjelasan lengkap dari kami tentang unit testing dan berbagai perbedaannya dengan gamma testing, alpha testing, beta testing dan juga beta testing.

Dengan memahami pengertian unit testing dan berbagai perbedaannya dengan testing lainnya, diharapkan produk software yang Anda produksi bisa diterima oleh para pengguna dengan baik tanpa adanya kendala apapun.

Selain itu, satu hal lagi yang harus Anda perhatikan pada perusahaan Anda selain melakukan berbagai kegiatan testing tersebut adalah mengelola keuangan bisnis perusahaan Anda. Caranya adalah dengan mencatat laporan keuangan secara rapi, tepat, dan juga akurat.

Namun, bila Anda kesulitan dan tidak memiliki banyak waktu untuk mencatat laporan keuangan, maka Anda bisa menggunakan software akuntansi dari Accurate Online.

Accurate Online mampu menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang rapi, akurat, dan bisa Anda akses dimana saja dan kapan saja. Selain itu, Accurate Online juga sudah dilengkapi dengan berbagai fitur canggih yang mampu membantu Anda dalam menjalankan kegiatan bisnis.

Penasaran? Anda bisa mencoba Accurate Online selama 30 hari gratis dengan cara klik tautan gambar di bawah ini.

accurate fokus pengembangan