Laporan Keuangan Konsolidasi: Fungsi, Manfaat, dan Bedanya

Diterbitkan: 01 Mar 2024 | Diperbarui: 11 Mar 2026 | Ditulis oleh: Ibnu Ismail

Poin penting


  • Laporan keuangan konsolidasi adalah laporan yang menggabungkan data keuangan perusahaan induk dan seluruh anak perusahaan sehingga ditampilkan sebagai satu entitas bisnis.

 

  • Komponen laporan keuangan konsolidasi umumnya meliputi neraca konsolidasi, laporan laba rugi konsolidasi, laporan arus kas konsolidasi, dan laporan perubahan modal konsolidasi.

 

  • Laporan keuangan konsolidasi membantu meningkatkan transparansi, memudahkan analisis kinerja perusahaan, memenuhi regulasi, serta mendukung pengambilan keputusan investasi.

 

  • Laporan keuangan konsolidasi membantu perusahaan menyajikan gambaran keuangan grup secara menyeluruh dan dapat dikelola lebih mudah dengan bantuan software akuntansi seperti Accurate Online. Coba gratis di sini!

Laporan Keuangan Konsolidasi adalah salah satu alat penting yang digunakan oleh perusahaan yang memiliki anak perusahaan atau investasi saham dalam entitas lain.

Laporan ini memberikan gambaran komprehensif tentang performa keuangan perusahaan dan semua anak perusahaan atau investasi yang dimilikinya.

Laporan Keuangan Konsolidasi sering kali menghadirkan tantangan tersendiri karena melibatkan berbagai elemen dari entitas yang berbeda.

Bagi investor, pemilik perusahaan, atau pemangku kepentingan lainnya, pemahaman yang kuat tentang laporan ini adalah kunci untuk membuat keputusan bisnis yang cerdas.

Mari kita mulai artikel ini dengan menjelaskan dasar-dasar Laporan Keuangan Konsolidasi dan mengapa mereka diperlukan dalam dunia bisnis.

Pengertian Laporan Keuangan Konsolidasi

Pengertian Laporan Keuangan Konsolidasi

ilustrasi Laporan Keuangan Konsolidasi. source envato

Laporan keuangan konsolidasi adalah laporan keuangan yang menyajikan informasi keuangan dari perusahaan induk dan entitas anak yang dimilikinya sebagai satu entitas bisnis yang terintegrasi.

Perusahaan yang memiliki satu atau lebih anak perusahaan biasanya akan menyajikan laporan keuangan dalam bentuk laporan keuangan konsolidasi.

Dilansir dari Kemenkeu Learning Center, laporan keuangan konsolidasi adalah penyajian laporan keuangan yang isinya gabungan dari laporan milik perusahaan induk dan entitas anak perusahaan dalam satu laporan sehingga seolah-olah mereka adalah satu entitas.

Tujuan dari penyusunan adalah untuk memberikan gambaran objektif secara keseluruhan mengenai posisi keuangan dan aktivitas dari suatu kelompok perusahaan (induk dan anaknya) sehingga bisa dipahami oleh pihak-pihak yang berkepentingan (investor, auditor, dsb).

Bentuk laporan tersebut dibutuhkan jika perusahaan induk memiliki kendali atas perusahaan lain (anak perusahaan).

Syarat Pembuatan Laporan Keuangan Konsolidasi

  • Mempunyai satu atau lebih anak perusahaan yang dibuktikan dengan kepemilikan saham
  • Kepemilikan saham induk perusahaan terhadap anak perusahaan lebih dari 50%
  • Kepemilikan saham induk perusahaan terhadap anak perusahaan kurang dari 50% namun perusahaan induk memiliki kendali penuh

Jika syarat di atas tidak terpenuhi, perusahaan cukup membuat laporan keuangan masing-masing secara mandiri.

Kalimat diatas sekaligus menjawab pertanyaan yang sering diajukan mengenai apakah laporan konsolidasi hanya dapat dibuat oleh perusahaan yang memiliki anak perusahaan.

Baca juga : Jurnal Eliminasi Konsolidasi: Pengertian dan Peran Pentingnya

Komponen Utama Laporan Keuangan Konsolidasi

Laporan keuangan konsolidasi terdiri dari beberapa komponen utama yang menyajikan kondisi keuangan gabungan antara perusahaan induk dan seluruh entitas anak.

Berikut beberapa komponen penting yang biasanya terdapat dalam laporan keuangan konsolidasi:

1. Neraca Konsolidasi

Neraca konsolidasi menampilkan posisi keuangan gabungan dari perusahaan induk dan anak perusahaan pada periode tertentu.

Laporan ini mencakup informasi mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas yang disajikan sebagai satu kesatuan entitas bisnis.

2. Laporan Laba Rugi Konsolidasi

Laporan ini menunjukkan kinerja keuangan seluruh kelompok perusahaan selama periode tertentu.

Informasi yang disajikan meliputi pendapatan, beban, serta laba atau rugi yang dihasilkan oleh perusahaan induk dan entitas anak setelah dilakukan proses eliminasi transaksi internal.

3. Laporan Arus Kas Konsolidasi

Laporan arus kas konsolidasi menggambarkan aliran kas masuk dan keluar dari seluruh entitas dalam kelompok perusahaan.

Laporan arus kas membantu pemangku kepentingan memahami bagaimana kas dihasilkan dan digunakan dalam aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan.

4. Laporan Perubahan Modal Konsolidasi

Laporan perubahan modal konsolidasi menunjukkan perubahan ekuitas yang terjadi pada kelompok perusahaan selama satu periode.

Laporan perubahan modal mencakup informasi seperti penambahan modal, pembagian dividen, serta laba atau rugi yang mempengaruhi total ekuitas perusahaan.

Baca juga: Neraca Keuangan: Pengertian, Cara Menyusun dan Membacanya

Manfaat Laporan Keuangan Konsolidasi

Manfaat Laporan Keuangan Konsolidasi

ilustrasi Laporan Keuangan Konsolidasi. source envato

Jika digunakan sesuai dengan ketentuan, laporan keuangan konsolidasi memiliki beberapa manfaat diantaranya:

1. Transparansi dan Akuntabilitas

Laporan keuangan konsolidasi meningkatkan tingkat transparansi dan akuntabilitas dengan menyediakan informasi yang lengkap dan terperinci tentang kinerja keuangan perusahaan dan entitas anak.

2. Pembandingan dan Analisis

Perusahaan dapat membandingkan kinerja keuangan dari periode ke periode serta melakukan analisis vertikal dan horizontal untuk mengidentifikasi tren dan pola yang relevan.

3. Pemenuhan Persyaratan Hukum dan Regulasi

Banyak yurisdiksi memerlukan laporan keuangan konsolidasi untuk memenuhi persyaratan hukum dan regulasi yang berlaku.

Sehingga memastikan bahwa perusahaan beroperasi sesuai dengan standar yang ditetapkan.

4. Pengambilan Keputusan Investasi

Laporan keuangan konsolidasi membantu investor dan kreditur dalam pengambilan keputusan investasi dengan memberikan informasi yang dapat diandalkan tentang kinerja finansial dan stabilitas perusahaan.

Baca juga: Konsolidasi: Pengertian dan Bedanya Dengan Merger Serta Akuisisi

Contoh Penerapan Laporan Keuangan Konsolidasi

Laporan keuangan konsolidasi biasanya digunakan oleh organisasi yang memiliki lebih dari satu entitas atau unit usaha. Berikut beberapa contoh penerapannya:

1. Grup Perusahaan atau Holding

Perusahaan induk yang memiliki beberapa anak perusahaan perlu menyusun laporan keuangan konsolidasi.

Laporan ini menggabungkan aset, kewajiban, pendapatan, dan laba dari seluruh perusahaan dalam grup sehingga mencerminkan kondisi keuangan secara keseluruhan.

2. Sektor Pemerintahan

Dalam pemerintahan, laporan keuangan dari berbagai unit kerja atau dinas digabungkan untuk menghasilkan laporan keuangan daerah secara menyeluruh. Konsolidasi ini membantu proses pengawasan dan evaluasi penggunaan anggaran.

3. Perusahaan Publik di Bursa

Perusahaan yang terdaftar di pasar modal biasanya memiliki beberapa anak usaha. Oleh karena itu, laporan keuangan yang dipublikasikan kepada investor disajikan dalam bentuk konsolidasi agar menggambarkan kinerja seluruh kelompok perusahaan.

Baca juga: Apa itu Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP)?

Prinsip Kerja Laporan Keuangan Konsolidasi

Prinsip Kerja dan Cara Pembuatan Laporan Keuangan Konsolidasi

ilustrasi Laporan Keuangan Konsolidasi. source envato

Secara umum, bagian-bagian yang harus dibuat pada laporan keuangan konsolidasi sama dengan laporan keuangan biasa yaitu adanya laporan neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, serta laporan arus kas.

Di Indonesia, standar pembuatan laporan keuangan mengikuti PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan).

Cara menyusun laporan keuangan konsolidasi adalah dengan meletakkan laporan-laporan keuangan entitas induk dan entitas anak secara bersisian dalam sebuah kertas kerja konsolidasi.

Anda bisa menggunakan aplikasi Microsoft Excel atau gunakan Software Akuntansi dengan fitur pembuatan laporan keuangan secara otomatis guna mempermudah perhitungan Anda.

Hal yang perlu diperhatikan adalah penyesuaian dan eliminasi dari saldo akun tertentu yang memang perlu disesuaikan.

Pahami sifat transaksi yang diringkas dari tiap akun dan coba untuk menganalisis bentuk penggabungan usaha yang terkonsolidasi.

Penyesuaian dan eliminasi ini sebaiknya dilakukan dengan sangat teliti supaya saldo akhir yang dihasilkan dapat dibaca secara bermakna.

Baca juga : Cara Mudah Membuat Laporan Keuangan dengan Software Akuntansi

Cara Membuat Laporan Keuangan Konsolidasi

Berikut adalah langkah-langkah membuat laporan keuangan konsolidasi:

  1. Periksa laporan keuangan entitas induk dan entitas anak secara keseluruhan. Identifikasi jika ada kesalahan atau kelalaian dalam pencatatan lalu lakukan koreksi dan penyesuaian.
  2. Sesuaikan laporan untuk melakukan eliminasi terhadap laba-rugi antar masing-masing perusahaan.
  3. Eliminasi penghasilan dan dividen dari anak perusahaan serta kembalikan saldo akun investasi di anak perusahaan ke saldo ketika awal periode.
  4. Lakukan penyesuaian untuk membuat catatan dari bagian kepentingan non pengendali atas laba dan dividen anak perusahaan.
  5. Pada laporan entitas anak, eliminasi saldo resiprokal investment yang tadinya dilaporkan dalam laporan keuangan entitas induk. Sebaliknya, eliminasi ekuitas yang tadinya dilaporkan pada keuangan entitas anak.
  6. Jika ada selisih-selisih nilai wajar, lakukan alokasi dan amortisasi.
  7. Lakukan eliminasi pada saldo-saldo resiprokal lainnya (utang piutang, pendapatan dan beban, dll).

Dari langkah-langkah di atas, terlihat bahwa penyusunan laporan keuangan konsolidasi memerlukan proses yang cukup kompleks, mulai dari penggabungan laporan, penyesuaian akun, hingga eliminasi transaksi antar perusahaan.

Agar proses ini lebih mudah dan akurat, banyak bisnis kini menggunakan software akuntansi seperti Accurate Online.

Dengan fitur pencatatan transaksi, pembuatan laporan keuangan otomatis, serta pengelolaan data berbasis cloud, Accurate Online membantu Anda mengelola keuangan bisnis secara lebih efisien dan terstruktur.

Coba gratis Accurate Online sekarang juga dan nikmati kemudahan urus bisnis!

Baca juga: Pengertian Konsolidasi Utang dan 7 Hal Penting di Dalamnya

Contoh Laporan Keuangan Konsolidasi

Contoh Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi

Contoh Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi

Contoh Laporan Laba Rugi Konsolidasi

contoh laporan laba rugi konsolidasi

Contoh Laporan Arus Kas Konsolidasi

contoh laporan arus kas konsolidasi

Contoh Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi (BUMD)

Contoh Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi (BUMD)

Baca juga: Mengenal Siklus Akuntansi, Tahapan, Jenis, Tujuannya

Siapa yang Menyusun Laporan Keuangan Konsolidasi?

Laporan keuangan konsolidasi umumnya disusun oleh tim atau departemen keuangan perusahaan induk yang memiliki satu atau lebih anak perusahaan.

Dalam prosesnya, tim keuangan perusahaan induk akan mengumpulkan laporan keuangan dari setiap entitas anak, lalu menggabungkannya menggunakan metode konsolidasi menjadi satu laporan keuangan terpadu.

Dengan laporan ini, perusahaan dapat melihat kondisi keuangan seluruh grup secara menyeluruh, baik untuk kebutuhan manajemen maupun bagi pihak eksternal seperti investor.

Apa yang dimaksud dengan masa konsolidasi?

Masa konsolidasi adalah periode ketika perusahaan melakukan penyesuaian setelah proses penggabungan atau restrukturisasi bisnis.

Pada tahap ini, sistem operasional, manajemen, dan laporan keuangan mulai disatukan agar seluruh entitas dapat berjalan sebagai satu kesatuan.

Perbedaan Laporan Keuangan Biasa dengan Konsolidasi

Secara umum, laporan keuangan biasa, laporan gabungan, dan laporan konsolidasi memiliki fungsi yang sama yaitu menyajikan informasi keuangan. Namun, ketiganya berbeda dalam cakupan entitas dan cara penyajiannya.

Laporan keuangan biasa hanya menampilkan kondisi keuangan dari satu entitas atau satu perusahaan saja, mulai dari aset, kewajiban, hingga kinerja operasionalnya.

Laporan keuangan gabungan menyajikan laporan dari beberapa entitas yang berbeda dalam satu dokumen, tetapi setiap perusahaan tetap menyajikan laporan keuangannya secara terpisah tanpa digabungkan secara penuh.

Sementara itu, laporan keuangan konsolidasi menggabungkan laporan keuangan perusahaan induk dan seluruh anak perusahaan menjadi satu kesatuan laporan, sehingga mencerminkan posisi keuangan dan kinerja keseluruhan dari kelompok perusahaan.

Baca juga : Laporan Keuangan: Pengertian, Contoh, dan Fungsinya Untuk Bisnis Anda

Kesimpulan

Pembuatan laporan keuangan pada suatu bisnis adalah suatu keharusan.

Dengan laporan keuangan yang terperinci, pemilik bisnis bisa dengan mudah melakukan improvisasi atau perencanaan pengembangan bisnis secara berkesinambungan berdasarkan data keuangan yang faktual.

Untuk bisnis kecil dan UKM mungkin akan mudah untuk membuat laporan keuangan dengan pembukuan manual, namun saat terdapat banyak transaksi dan pengelolaan data keuangan yang semakin kompleks.

Anda bisa mencoba menggunakan software akuntansi yang mudah digunakan dan memiliki fitur yang lengkap seperti Software Akuntansi dan Bisnis Accurate Online.

Mari bergabung bersama ratusan ribu pengguna lainnya dalam kemudahan bisnis dengan pembukuan yang lebih baik.

Coba Accurate Online secara gratis selama 30 hari dengan klik gambar di bawah!

akuntansifooter-copy

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

Konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi
artikel-sidebar

Download E-Book Mengenal Kewajiban Pajak Perusahaan

Hindari masalah pajak dengan pahami pajak perusahaan di ebook ini!

Ibnu Ismail
Berawal dari hobi berkembang hingga profesi, tak sekedar fokus menulis di bidang ekonomi dan keuangan, saat ini Saya juga menggeluti SEO dan SEM secara lebih mendalam.

Artikel Terkait