Aset Lancar dan Tidak Lancar: Pengertian, Perbedaan, dan Jenisnya

Orang-orang mengenal aset sebagai sesuatu yang bernilai dan berharga dimiliki oleh sebuah perusahaan. Aset atau yang lebih sering disebut aktiva pada bidang akuntansi merupakan salah satu komponen penting di sebuah laporan keuangan. Karena aset lancar dan tidak lancar yang tertera di dalam suatu laporan keuangan menunjukkan kekayaan perusahaan tersebut.

Terdapat dua macam aset yaitu aset lancar dan tidak lancar. Kedua aset ini merupakan hal yang penting bagi sebuah perusahaan secara konkret. Hal ini dikarenakan sebuah perusahaan dikatakan berkembang bila memiliki aset yang selalu bertambah setiap tahunnya.

Di dalam neraca laporan keuangan tahunan, aset sebuah perusahaan menjadi poin penting bagi para investor, kreditur dan analis. Bagi para investor, aset perusahaan yang bertambah setiap tahunnya menunjukkan bahwa perusahaan tersebut layak untuk diberi investasi.

Kemudian bagi para kreditur, nilai aset menjadi jaminan kolateral jika perusahaan tidak mampu membayar hutangnya. Maka jaminan tersebut dapat menjadi alat bayar utang perusahaan. Sedangkan bagi para analis ekonomi,  untuk memberikan penilaian objektif yang akan dipublikasikan ke masyarakat sebagai acuan dalam berinvestasi.

Pengertian Aset Secara Umum

Aset secara garis besar dapat diartikan sebagai seluruh kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan. Baik berupa uang, barang, gedung, dan sebagainya yang dapat dinilai dengan satuan mata uang. Kekayaan ini didapat dari transaksi yang terjadi di masa lampau akibat yang ditimbulkan adalah kekayaan perusahaan bisa bertambah ataupun berkurang.

Aset biasanya digunakan sebagai modal dalam menjalankan perusahaan. Dalam praktiknya, aset ini sering diidentikan dengan modal awal berupa uang. Namun pada kenyataannya semua yang digunakan dalam aktivitas perusahaan merupakan aset.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan agensi periklanan. Secara kasat mata, modal berupa uang yang tersimpan di bank merupakan aset perusahaan. Namun, jika diperhatikan dengan seksama, gedung, mobil perusahaan, bahkan komputer perusahaan merupakan aset. Hanya saja, aset berupa barang tersebut nilai ekonominya bisa turun sewaktu-waktu. Sedangkan, uang yang tersimpan di dalam bank nilai ekonominya tidak turun.

Aset sendiri terbagi dua macam berdasarkan likuiditasnya, yakni aset lancar dan tidak lancar. Likuiditas adalah kemampuan sebuah aset untuk digunakan dalam kurun waktu tertentu.

Jika aset tersebut dapat diubah menjadi mata uang tertentu dalam waktu yang relatif singkat, maka likuiditasnya tinggi. Sedangkan, jika untuk mengubah sebuah aset menjadi uang tunai memerlukan waktu yang cukup lama (biasanya lebih dari 1 tahun), maka likuiditasnya rendah.

Baca juga: Mengetahui Jenis Aktiva dalam Bisnis Secara Lengkap

Aset Lancar

Aset lancar adalah kekayaan perusahaan yang mudah untuk diubah menjadi uang tunai. Jenis aset ini dapat diukur secara pasti dengan satuan nilai mata uang. Biasanya, aset lancar menjadi komponen dasar perusahaan dalam melaksanakan aktivitas perusahaannya. Karena biaya operasional perusahaan berasal dari aset lancar yang mudah untuk dicairkan sewaktu-waktu. 

Aset lancar umumnya memiliki 4 ciri khas. Ciri khas tersebut adalah sebagai berikut:

  • mudah untuk diperjualbelikan dan digunakan dalam kurun waktu kurang dari 12 bulan.
  • disimpan agar dapat diperjualbelikan lagi.
  • pencairan yang relatif singkat, sehingga dapat dimunculkan dalam 12 bulan setelah akhir periode neraca.
  • biasanya berbentuk uang tunai atau kas.

Aset lancar ada beragam jenisnya. Selama memenuhi 4 ciri khas tersebut, maka produk tersebut merupakan aset lancar. Berikut beberapa contoh aset lancar:

1. Uang Tunai

Uang tunai atau yang lebih dikenal dengan sebutan kas dan bank dalam akuntansi. Kas digunakan dalam operasional perusahaan. Sedangkan, uang yang tersisa dalam rekening disebut bank. 

Dalam akuntansi, kas dan bank dapat digunakan secara langsung. Proses pencairannya pun relatif singkat. Berbeda dengan uang yang tersimpan pada rekening giro di bank, yang harus menunggu tanggal tertentu agar dapat dicairkan. 

Download eBook Panduan dan Template Pembukuan Sederhana dengan Excel untuk Bisnis Kecil

2.  Surat Berharga

Surat berharga merupakan surat yang dikeluarkan oleh instansi sebagai bukti kepemilikan suatu kekayaan yang bernilai. Sifat dari surat berharga ini dapat diperdagangkan sewaktu-waktu sehingga bisa langsung memperoleh dana tunai.  Berikut berbagai macam contoh surat berharga seperti:

  • Deposito Bulanan
  • Obligasi
  • Saham
  • Wesel tagih
  • dan surat berharga lainnya yang mudah diperdagangkan

3. Piutang

Piutang adalah tagihan kepada pelanggan yang membeli barang secara kredit. Biasanya piutang dibayarkan dalam tempo waktu tertentu. Pembayaran dengan tempo telah disepakati sebelumnya oleh kedua belah pihak.

4. Persediaan

Persediaan merupakan jumlah barang yang belum terjual dan bernilai ekonomi. Sehingga, jika barang tersebut terjual, maka uang hasil penjualan tersebut dapat mengisi kas perusahaan. 

5. Biaya Dibayar di Muka

Biaya dibayar dimuka merupakan aset lancar karena pembayaran dilakukan di awal oleh perusahaan, sehingga tidak membebani perusahaan di akhir periode.

Kewajiban yang telah dibayar di awal membantu perusahaan tetap menjalankan aktivitas ekonominya tanpa membebani kas berjalan perusahaan. Contoh dari biaya dibayar dimuka adalah premi asuransi, alat tulis kantor, serta bunga.

Baca juga: 5 Rasio Keuangan Lengkap Beserta Rumus Penghitungannya

aset lancar dan tidak lancar 1

Aset Tidak Lancar

Aset lancar dan tidak lancar menjadi hal yang penting di dalam perusahaan. Setelah membahas aset lancar, saatnya membahas mengenai aset tidak lancar.

Dalam praktiknya, aset tidak lancar adalah aset yang tidak dapat langsung dicairkan menjadi uang tunai. Biasanya, aset ini membutuhkan waktu yang relatif lama untuk diperdagangkan. Untuk aset tidak lancar tidak dapat diukur dalam satuan nilai mata uang seperti aset lancar.

Aset tidak lancar ada tiga macam. Ketiga macam aset tidak lancar tersebut adalah aset tetap, aset tidak berwujud, dan investasi jangka panjang. Setiap jenis aset tidak lancar akan dibahas sebagai berikut:

1. Aset Tetap

Aset tetap adalah aset yang dibeli oleh perusahaan untuk modal menjalankan aktivitas perusahaan. Biasanya, aset ini berwujud, jika diukur dalam satuan nilai mata uang nilainya berubah-ubah seiring berjalannya waktu.

Umumnya, aset tetap akan dijual kembali ketika perusahaan mengalami perubahan yang signifikan seperti semakin berkembang atau semakin menurun bahkan bangkrut. Contoh dari aset tetap adalah gedung, mobil perusahaan, mesin-mesin, tanah, dan sebagainya.

2. Aset Tidak Berwujud

Aset tidak berwujud adalah aset yang tidak dapat dilihat bentuknya secara fisik, namun dapat dirasakan manfaat yang diberikan olehnya. Dalam praktiknya, aset ini sering disebut hak istimewa yang dimiliki perusahaan agar dapat dirasakan manfaat ekonominya. Berikut beberapa contoh dari aset tidak berwujud:

  • Hak cipta, hak yang diberikan oleh pemerintah akan sebuah karya intelektual yang diciptakan oleh individu ataupun perusahaan.
  • Hak paten, hak yang diberikan pemerintah atas penemuan yang bermanfaat bagi masyarakat.
  • Hak merek dagang, hak yang diberikan pemerintah terkait penggunaan nama dan lambang usaha.
  • Hak kontrak, hak yang diberikan oleh pihak tertentu kepada pihak lain selama jangka waktu tertentu agar dapat menggunakan asetnya.
  • Franchise, hak yang diperoleh dari kesepakatan antara dua pihak terkait penggunaan nama merek dagang, lambang usaha, dan resep khusus atas suatu produk.
  • Goodwill, nilai-nilai baik perusahaan yang memberikan keistimewaan bagi perusahaan.

Baca juga: Sistem Akuntansi: Pengertian, Unsur, Contoh, dan Manfaatnya

3. Investasi Jangka Panjang

Investisi ini bisa berupa aset tetap dan tidak tetap yang disertakan dalam aktivitas ekonomi perusahaan yang bertujuan untuk menambah keuntungan usaha kedepannya contohnya pembelian Surat utang Negara, obligasi, atau pembelian saham perusahaan lain.

Baca juga: 5 Cara Untuk Mengetahui Kesalahan Akuntansi dalam Bisnis Anda

Perbedaan Aset Lancar dan Tidak Lancar

Perbedaan antara aset lancar dan tidak lancar terdapat tiga macam yaitu jangka waktu, tujuan, dan manfaat. Penggolongan sebuah aset diklasifikasikan ke dalam aset lancar atau tidak lancar bergantung pada tiga hal ini. 

Pertama, jangka waktu untuk mengubahnya menjadi uang tunai. Aset lancar termasuk aset yang mudah dan cepat  sekitar kurang dari 12 bulan untuk diubah menjadi dana tunai dengan cara diperdagangkan ke dalam pasar tertentu. Sedangkan untuk aset tidak tetap membutuhkan waktu lebih dari 12 bulan untuk diperdagangkan.

Kedua, tujuan dari pembelian aset tersebut. Jika aset lancar dibeli sebagai simpanan untuk membiayai operasional perusahaan, perputaran kas perusahaan dan sebagai investasi. Berbeda dengan aset tidak lancar, aset ini dibeli dengan sengaja untuk menunjang proses produksi.

Ketiga, manfaat dari pembelian aset tersebut. Aset lancar dimiliki untuk menjadi alat pembayaran langsung dalam aktivitas perusahaan. Sedangkan, aset tidak tetap biasanya menjadi kolateral atau jaminan perusahaan ketika meminjam modal di bank.

Baca juga: Petty Cash Adalah Hal Penting dalam Pembukuan. Mari Pelajari Lebih Dalam

Kesimpulan

Kesimpulannya, aset tetap dan tidak tetap menjadi hal yang penting bagi perusahaan. Karena aset-aset tersebut merupakan kekayaan perusahaan yang menunjang keberlangsungan perusahaan. Sehingga penting bagi perusahaan untuk memelihara asetnya sebaik mungkin.

Perhitungan aset tetap dan tidak tetap juga penting dalam melakukan penilaian valuasi perusahaan. Hal ini penting jika perusahaan ingin melakukan kerjasama dengan investor atau proses merger untuk membuat bisnis yang lebih besar.

Kesalahan yang sering terjadi dalam penghitungan aset bisa menyebabkan nilai valuasi perusahaan bisa menjadi lebih rendah dari seharusnya atau lebih tinggi dari seharusnya. Jika ini terjadi maka bisa dipastikan bahwa tidak akan ada investor atau perusahaan lain yang akan tertarik dengan bisnis Anda.

Untuk pengelolaan data aset yang mudah dan faktual, ada baiknya Anda menggunakan software akuntansi yang memiliki fitur penghitungan aset secara otomatis seperti Accurate Online.

Dengan menggunakan Accurate Online, laporan keuangan dan penghitungan nilai aset dapat terpantau dimanapun dan kapanpun Anda mau. Hal ini dikarenakan Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang sudah teruji selama 20 tahun dan digunakan oleh lebih dari 300 ribu pengguna dari berbagai jenis bisnis.

Jadi apalagi yang masih Anda ragukan? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate berhenti membuang waktu