Apa itu Aset Produktif? Ini Pengertian dan Jenisnya!

Seringkali, aset produktif terdengar di kalangan masyarakat Indonesia, terlebih lagi saat membicarakan suatu hal yang berkaitan dengan finansial perusahaan. Lantas, apa itu aset produktif?

Nah pada kesempatan kali ini, kami telah merangkum pengertian dan berbagai jenis aset produktif yang harus Anda ketahui sebagai pebisnis.

Apa itu Aset Produktif?

Berdasarkan laman Fool, aset produktif adalah salah satu istilah kata di dalam akuntansi yang kerap kali digunakan untuk menjelaskan barang fisik maupun non fisik milik perusahaan.

Aset produktif adalah suatu aset, baik itu kekayaan ataupun harta yang digunakan untuk menunjang operasional kegiatan perusahaan. Seluruh aset produktif ini bisa ditukarkan dalam bentuk uang tunai. Beberapa contoh aset produktif adalah sumber daya yang memiliki bentuk fisik ataupun tidak memiliki bentuk fisik.

Kedua jenis barang tersebut bisa tetap dimanfaatkan untuk kegiatan transaksi dan menyebabkan kegiatan pada masa lalu.

Selain itu, aset produktif adalah kumpulan unsur penting yang digunakan untuk menunjang operasional perusahaan. Jadi, perusahaan atau bisnis tidak akan bisa melakukan operasionalnya tanpa menggunakan aset ini.

Sehingga, sebesar apapun bisnis yang dijalankan oleh perusahaan, aset produktif sangat diperlukan untuk menunjang operasional usaha bisnis tersebut.

Baca juga: Apa itu Aset? Berikut adalah Pengertian Aset dan Jenisnya dalam Bisnis

Apa Saja Jenis dari Aset Produktif Ini?

Berikut ini adalah beberapa jenis aset produktif yang harus Anda ketahui sebagai seorang pebisnis.

1. Aset Lancar

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa aset lancar adalah aset yang memiliki sifat mudah untuk ditukar atau dicairkan. Proses penukaran ataupun pencairan aset ini sepenuhnya dengan menggunakan transaksi uang tunai.

Selain itu, aset lancar juga lebih mudah untuk diuangkan, karena tidak memerlukan waktu yang lama saat dilakukan proses pencairan. Bahkan dalam kurun waktu satu tahun, uang tunai yang diperoleh dari aset lancar ini juga tidak bisa dihabiskan.

Terdapat beberapa jenis aset lancar yang harus Anda ketahui, seperti:

  • Kas: Seluruh aset milik perusahaan bisa disimpan dalam bentuk kas perusahaan, tempat penyimpanannya bisa di bank atau beberapa lembaga keuangan lainnya.
  • Piutang penghargaan: Seluruh jenis keuntungan ataupun pemasukan milik perusahaan berdasarkan transaksi yang belum dilunasi oleh pihak pelanggan, klien, atau pihak lain yang bersangkutan dengan perusahaan.
  • Surat berharga: Tidak semua perusahaan memiliki surat berharga, hanya beberapa perusahaan saja yang memilikinya. Namun, surat bergara ini hanya bisa digunakan dalam kurun waktu tertentu saja. beberapa kegiatan yang bisa menggunakan surat berharga adalah seperti penerbitan saham dan obligasi.
  • Piutang dagang: Seluruh kegiatan ataupun tagihan ini akan dibebankan oleh pihak debitur.
  • Piutang wesel: Semua transaksi yang berkaitan dengan tagihan ini hanya dibebankan pada individu saja. untuk menyelesaikan masalah tersebut, umumnya bisa dilakukan dengan mengajukan pinjaman dana untuk melakukan kegiatan pembayaran.
  • Beban dibayar di awal: adalah seluruh kewajiban yang belum dipenuhi untuk proses pembayaran yang dilakukan di muka.
  • Seluruh peralatan penunjang perusahaan dan jumlah persediaan produk yang akan dijual oleh perusahaan.

Baca juga: Mengenal Perbedaan Aset Tetap Berwujud dan Tidak Berwujud

2. Aset Tetap atau Tidak Lancar Berwujud

Jenis aset produktif yang selanjutnya adalah aset tetap yang memiliki wujud. Jenis aset ini telah ditetapkan dan tidak bisa lagi berubah. Untuk dilakukan perubahan pun tidak bisa dilakukan saat aset tersebut sudah ditetapkan.

Untuk itu, aset tetap ataupun tidak lancar yang memiliki wujud ini adalah salah satu jenis barang yang tidak bisa dicairkan, karena tidak mempunyai bentuk fisik. Ada juga beberapa barang yang tergolong jenis aset tetap atau tidak lancar memiliki wujud, seperti kendaraan, bangunan, mesin, dan lain sebagainya.

3. Aset Tetap atau Tidak Lancar Tidak Berwujud

Jenis aset ini tidak bisa diubah lagi, baik itu wujud maupun bentuknya. Umumnya, aset tetap tidak lancar tidak berwujud ini hanya bisa disimpan dalam suatu bentuk dokumen saja.

Oleh karena itu, beberapa dokumen yang terdapat didalamnya ini harus terus dilakukan pembaruan, setidaknya satu tahun sekali. Walaupun begitu, untuk berubahnya menjadi kas pun tidak bisa dilakukan. Beberapa contoh dari jenis aset ini adalah hak cipta, hak paten, hak merek dengan, hak sewa, dan lain sebagainya.

4. Aset Investasi Jangka Panjang

Jenis aset produktif yang selanjutnya adalah jenis aset yang digunakan untuk melakukan kegiatan investasi jangka panjang. Jenis aset ini seringkali disebut sebagai alat suntikan dana atau penanaman modal untuk pihak perusahaan.

Suntikan modal atau penanaman modal ini tentunya memiliki tujuan yang penting, yakni untuk memperoleh keuntungan sebanyak mungkin. Tapi untuk bisa merasakan berbagai hal tersebut, memerlukan waktu yang cukup lama. Oleh karenanya, periode investasi ini bisa lebih dari satu tahun lamanya.

Baca juga: Apa Saja yang Termasuk Aset? Ini Daftar Lengkapnya!

Penutup

Demikianlah penjelasan singkat dari kami tentang apa itu aset produktif dan berbagai jenisnya. Sebagai pebisnis, Anda harus mengetahui dan bisa menghitung setiap aset Anda, termasuk aset produktif.

Namun bila Anda masih merasa kesulitan untuk menghitung aset atau tidak memiliki waktu yang cukup untuk menghitungnya, maka Anda bisa menggunakan bantuan aplikasi bisnis dari Accurate Online.

Aplikasi yang telah dipercaya oleh ratusan ribu pebisnis di Indonesia ini akan mencatat dan menghitung seluruh aset perusahaan Anda. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan laporan aset dan lebih dari 200 jenis laporan keuangan lainnya secara cepat, mudah, dan otomatis.

Accurate Online pun telah dilengkapi dengan berbagai fitur dan modul bisnis luar biasa lainnya yang akan membantu Anda dalam mengelola dan mengembangkan bisnis.

Masih ragu dengan Accurate Online? Tenang, Anda bisa lebih dulu menggunakan dan mencobanya selama 30 hari gratis melalui banner di bawah ini.

Lala

Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.