Apa Saja yang Termasuk Aset? Ini Daftar Lengkapnya!

Pada dasarnya, aset adalah seluruh kekayaan yang dimiliki oleh individu atau kelompok yang memiliki wujud ataupun tidak berwujud. Lantas, apa saja yang termasuk aset itu? Hal tersebut harus Anda ketahui sebagai seorang pebisnis.

Anda juga harus tahu bahwa persamaan dasar akuntansi adalah Harta atau Aset = utang atau kewajiban + modal. Bila kita lihat berdasarkan persamaan tersebut, aktiva atau aset mempunyai keterkaitan yang erat dengan modal dan juga utang.

Hal tersebut karena untuk bisa mendapatkannya, Anda bisa menggunakan utang, modal atau kombinasi dari keduanya. Selain itu, ketiga jenis akun tersebut juga adalah berbagai unsur yang terdapat di dalam laporan neraca.

Jadi, bisa dipastikan bahwa seluruh perusahaan mempunyai aset untuk aktivitas operasionalnya. Selain itu, kegiatan lain seperti pembiayaan ataupun investasi juga akan berkaitan dengan modal. Tanpanya, operasional perusahaan tidak akan berjalan dengan baik.

Untuk sebagian orang yang bergelut dalam bidang akuntansi, aset ataupun modal pasti bukan hal yang asing. Nah, pada kesempatan kali ini, mari kita mengenal tentang aset dan apa saja yang termasuk ke dalamnya.

Apa itu Aset?

Berdasarkan PSAK No. 16 Revisi Tahun 2011, aset adalah seluruh kekayaan yang dimiliki oleh individu atau kelompok yang memiliki wujud ataupun tidak berwujud, serta yang mempunyai nilai manfaat untuk setiap perusahaan ataupun individu.

Sedangkan berdasarkan Ikatan Akuntansi Indonesia atau IAI, aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan karena akibat dari kejadian yang terjadi pada masa lalu dan juga berasal dari datangnya manfaat ekonomi pada masa depan yang diharapkan mempunyai manfaat untuk perusahaan.

Pengertian tersebut sejalan dengan yang dijelaskan dalam IFRS (International Financial Reporting Standar), yang mana Aset adalah “an asset is a resource controlled by the enterprise as a result of past events and from which future economic benefits are expected for flow to the enterprise”.

Berdasarkan pengertian di atas, bisa kita simpulkan bahwa aset adalah seluruh kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan atau individu yang mempunyai potensi manfaat ekonomi untuk masa depan.

Baca juga: Apa itu Aset? Berikut adalah Pengertian Aset dan Jenisnya dalam Bisnis

Karakteristik Aset

Aset mempunyai karakteristik yang berbeda dengan komponen laporan keuangan lain. Sehingga, Anda bisa dengan sangat mudah mengenali aktiva hanya dari karakteristiknya saja.

Nah, karakteristik dari aset adalah mempunyai manfaat ekonomi yang didapat untuk masa depan, dikuasai dan juga dikenali oleh perusahaan, serta hasil dari peristiwa ataupun transaksi yang terjadi di masa lalu.

Baca juga: Mengenal Perbedaan Aset Tetap Berwujud dan Tidak Berwujud

Lantas, Apa Saja yang Termasuk Aset?

Lalu pertanyaan terbesarnya, apa saja yang termasuk aset? Perlu Anda ketahui bahwa aset terbagi menjadi aset lancar dan aset tidak lancar. Berikut ini adalah penjelasan singkatnya:

1. Aset Lancar

Aset lancar seringkali dikenal dengan aktiva lancar. Aset lancar adalah jenis aset yang sangat likuid. Artinya, substansinya sangat cepat dan juga mudah untuk diubah menjadi uang tunai. Aktiva lancar ini mempunyai siklus atau perputaran dan manfaat yang sangat singkat.

Biasanya, jangka waktu perputaran dari aset lancar ini adalah satu tahun atau dalam satu siklus normal perusahaan. Karena itu, manfaat dari jenis aktiva ini juga akan cepat habis, tapi bisa segera digantikan dengan modal atau aktiva lainnya. Kondisi tersebut akan terus dilakukan hingga akhir periode perusahaan.

Beberapa hal yang termasuk ke dalam aset lancar adalah kas, wesel tagih, piutang perusahaan, perlengkapan, persediaan, beban yang dibayar di muka, investasi jangka pendek, dan penghasilan yang nantinya masih akan didapat perusahaan.

2. Aktiva Tidak Lancar

Sama seperti namanya, aset tidak lancar adalah jenis aset yang mempunyai siklus dan juga manfaat lebih dari satu tahun. Jenis aset ini terbagi menjadi tiga, yakni:

  • Aset Tetap

Aset tetap adalah modal yang dimiliki perusahaan dalam bentuk fisik atau mempunyai wujud. Aset ini digunakan dan dimanfaatkan perusahaan untuk operasional produksi barang ataupun jasa. Untuk itu, tujuan dari memiliki aset tetap bukan untuk dijual kembali, melainkan digunakan untuk kegiatan bisnis perusahaan.

Aset tetap bisa dijual oleh perusahaan bila masa ataupun umur dari kekayaannya sudah habis, rusak, atau terdapat masalah lainnya.

Beberapa hal yang termasuk ke dalam aset tetap adalah bangunan, gedung, tahan, kendaraan, mesin produksi, dan lain sebagainya.

  • Aset Tidak Berwujud

Aset tetap ataupun aset tidak tidak berwujud pun termasuk ke dalam aset tidak lancar. Kekayaan yang tidak berwujud adalah aset yang tidak terlihat secara fisik namun tetap mempunyai manfaat dan nilai untuk perusahaan.

Beberapa hal yang termasuk ke dalam aset tidak berwujud adalah hak cipta, hak paten, hak sewa, hak guna bangunan, goodwill, dan lain sebagainya.

  • Investasi Jangka Panjang

Investasi adalah salah satu modal yang berguna untuk memperoleh perkembangan kekayaan. Dalam hal ini, investasi yang dimaksud mencakup seluruh investasi jangka panjang yang dilakukan oleh pihak perusahaan, baik itu di masa sebelumnya, atau di masa depan.

Misalnya, perusahaan PT ABC melakukan investasi untuk perusahaan PT XYZ, maka perusahaan PT ABC harus mencatat aset dalam bentuk investasi tersebut ke dalam laporan neraca yang dimilikinya.

Baca juga: Aset Tetap: Pengertian, Karakteristik, Contoh dan Relevansinya dalam Laporan Keuangan

Penutup

Demikianlah penjelasan singkat dari kami tentang aset dan apa saja yang termasuk aset. Jadi, aset adalah bagian penting dari individu ataupun perusahaan. Nah, modal bisa digunakan sebagai indikator performa kerja perusahaan.

Mengelola kekayaan harta perusahaan adalah hal yang penting agar performa perusahaan bisa semakin berkembang dan bisa mencapai tujuan utama perusahaan. Setelah mengetahui beberapa hal penting terkait aset, maka Anda harus bisa mengelola aset perusahaan Anda dengan baik.

Namun bila Anda mengelolanya secara manual, tentu Anda akan kesulitan. Untuk itu, solusinya adalah dengan menggunakan sistem POS atau aplikasi kasir online dari Accurate POS.

Aplikasi luar biasa ini akan membantu Anda dalam mengelola bisnis secara mudah dengan sistem manajemen aset yang tepat di dalamnya. Nantinya, Anda bisa menghitung nilai penyusutan secara otomatis dan bisa membuat laporan aset secara cepat dan juga akurat. Jadi selain bisa membantu aktivitas di konter kasir, aplikasi ini juga bisa membantu Anda dalam mengembangkan bisnis.

Penasaran dengan Accurate POS? Tenang, Anda bisa mencobanya secara langsung selama 30 hari dengan klik banner di bawah ini.

ayunda tania

Seorang yang memiliki hobi penulisan dan jurnalistik dan sedang mendalami ilmu akuntansi dan bisnis agar bisa memberikan manfaat bagi para pebisnis di Indonesia.