Apa Itu Average Revenue? Apa Bedanya dengan Total dan Marginal Revenue?

Pendapatan atau revenue adalah suatu istilah yang paling banyak ditemukan dalam dunia keuangan. Setiap pebisnis pasti sudah memahami dengan baik arti dari revenue, termasuk average, total, dan marginal revenue.

Kata pendapatan ini juga bisa ditemukan di dalam laporan laba rugi bisnis atau perhitungan tertentu. Di dalamnya terdiri dari jumlah seluruh uang yang didapat dari penjualan jasa atau barang yang merupakan kegiatan operasional utama dari suatu bisnis.

Hasil yang ditampilkan di dalam laporan umumnya telah dikurangi dengan diskon ataupun retur, sehingga pendapatan adalah penghasilan bersih yang telah didapat perusahaan dalam suatu periode waktu tertentu.

Nah, dalam kesempatan kali ini kami akan membahas tentang revenue berdasarkan para ahli, jenis, serta rumusnya.

Pengertian Revenue Menurut Para Ahli

Beberapa ahli ekonomi memiliki pandangannya sendiri tentang revenue atau pendapatan. John J. Wild di tahun 2003 membagi revenue menjadi dua jenis, yakni berdasarkan ilmu ekonomi dan dalam ilmu akuntansi.

Jika dilihat dari sisi ilmu ekonomi, revenue adalah nilai maksimal yang telah dikonsumsi suatu individu dalam kurun waktu tertentu dan mengharapkan kondisinya akan kembali seperti awal di akhir periode.

Fokus dari pendapatan adalah pada akhir periode, yang mana diharapkan akan terjadi perubahan karena adanya keuntungan, bukan karena kerugian.

Disisi lain, pendapatan dalam ilmu akuntansi adalah peningkatan ataupun perkembangan aktiva sebagai hasil dari kegiatan operasional utama perusahaan dengan pendekatan dan menekankan pada arus kas perusahaan.

Menurut Kieso, Warfield, dan Weygantd (2011), pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang hadir atas kegiatan operasional perusahaan suatu entitas bisnis dalam kurun waktu satu periode yang akan berakibat pada kenaikan ekuitas, tapi tidak berasal dari kegiatan penanaman modal.

Baca juga: Revenue Adalah: Pengertian dan Perbedaannya dengan Income

Jenis-Jenis Revenue dan Bagaimana Cara Menghitungnya

  • Total Penerimaan

Total penerimaan atau total revenue adalah jumlah semua penerimaan yang dihitung dari hasil perkalian antara jumlah barang dan harganya. Untuk bisa menghitungnya, Anda bisa menggunakan rumus di bawah ini:

TR = P x Q

Dalam hal ini, TR adalah Total revenue (penerimaan total), P adalah Price (harga) dan Q adalah Quantity (jumlah barang).

Jenis pendapatan ini bisa berubah-ubah seiring dengan adanya perubahan atas harga dan juga kuantitas barang. Hal tersebut bisa dilihat dalam bentuk grafik dengan kurva permintaan tergambar. Kurva tersebut akan mengindikasikan kuantitas dan harga barang yang bisa memaksimalkan penerimaan total.

Di dalam pasar persaingan sempurna, jenis pendapatan ini akan digambarkan sebagai garis lurus dari titik origin yang disebabkan oleh harga yang terdapat di pasar, berikut dengan seluruh perubahan yang ada adalah suatu hal yang tidak bisa dipengaruhi.

Sehingga, jumlah pendapatan nantinya akan berbanding lurus dengan jumlah jasa dan barang yang dijual. Itu artinya, semakin besar penjualan jasa atau barang, maka akan semakin tinggi juga pendapatan dari perusahaan tersebut.

Hal ini tentunya berbeda dengan kondisi pasar tidak sempurna. Jenis pendapatan ini akan digambarkan sebagai garis melengkung dari titik origin karena harga barang akan bisa ditentukan sendiri oleh setiap perusahaan yang menjualnya.

Pada mulanya, jenis pendapatan ini bisa naik secara cepat karena monopoli, tapi dalam suatu titik kurva jenis pendapatan ini akan mulai menurun karena adanya persaingan dan juga substansi.

  • Marginal Revenue

Jenis kedua yang harus Anda ketahui adalah marginal revenue. Jenis pendapatan ini adalah kenaikan atau penurunan penerimaan karena adanya pengurangan ataupun penambahan satu unit output. Angka marginal ini bisa dihitung dengan menggunakan rumus di bawah ini.

MR = ∆TR / ∆Q

Dalam hal ini TR adalah total revenue, dan Q adalah jumlah barang.

Jenis pendapatan ini akan mengukur terjadinya perubahan pada pendapatan sebagai adanya dampak dari perubahan jumlah barang ataupun jasa yang dijual. Jenis pendapatan ini akan mengindikasikan seberapa besar pendapatan akan meningkat dari penjualan unit tambahan dari penjualan jasa atau barang perusahaan.

Untuk bisa menghitungnya, Anda bisa melakukannya dengan membagi perubahan total revenue dengan perubahan total barang yang akan dijual.

  • Average Revenue

Yang terakhir adalah average revenue, yakni penerimaan per unit dari penjualan output. Penghitungannya bisa dilakukan dengan memanfaatkan rumus di bawah ini.

AR = (P X Q) / P

Dalam hal ini AR adalah Average revenue, P adalah prive, dan Q adalah quantity atau jumlah barang. Jadi, bisa dikatakan bahwa jenis pendapatan ini sama dengan harga produk.

Baca juga:

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari kami tentang revenue. Jadi, revenue adalah suatu konsep penting yang harus dipahami secara baik oleh siapa saja yang terjun ke dalam dunia bisnis. mulai dari badan usaha yang sudah beroperasi cukup lama, seperti perusahaan atau organisasi, hingga bisnis baru yang masih mengalami perkembangan.

Selain itu, bisnis pun perlu memahami dan mengerti cara mengelola bisnisnya secara lebih baik. Untungnya, saat ini sudah ada aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Dengan menggunakan aplikasi ini, maka Anda bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang up to date, melakukan penjualan dan pembelian, secara lebih mudah, mengelola persediaan barang tanpa ada yang salah, menyelesaikan administrasi pajak secara tepat, dan masih banyak lagi.

Lebih menariknya lagi, seluruh kelebihan dan fitur bisnis yang luar biasa dari Accurate Online ini bisa dinikmati dengan biaya investasi yang sangat terjangkau, dan bahkan Anda bisa mencobanya selama 30 hari gratis melalui banner di bawah ini.

Lala

Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.