Apa itu Total revenue? Berikut Pengertian dan Rumus Menghitungnya

Memastikan bahwa bisnis Anda menguntungkan dan sukses bukan dilihat dari sekadar hubungan klien yang baik atau branding yang sangat baik. Anda juga perlu mengetahui cara yang benar untuk mengetahui data kesehatan keuangan bisnis Anda. Salah satu ukuran untuk mengetahui kesehatan keuangan yang paling penting bagi perusahaan adalah mengetahui total revenue atau pendapatan totalnya.

Dalam artikel ini, kami akan membahas apa itu total revenue, mengapa hal ini penting, dan menjelaskan kepada Anda cara dan tahapan menghitung total revenue dalam sebuah bisnis.

Apa Itu Total Revenue?

Total revenue, juga disebut pendapatan total atau total penjualan, adalah jumlah pendapatan yang diperoleh bisnis dari semua penjualan sebelum dikurangi biaya dan beban dalam sebuah bisnis.

Bergantung pada bisnis Anda, total pendapatan juga dapat mencakup bunga dan dividen dari investasi.

Semakin tinggi total pendapatan Anda, semakin juga banyak pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan Anda.

Jika Anda melihat penurunan total pendapatan, mungkin ada masalah dengan strategi penjualan, penetapan harga, dan lainnya dalam bisnis Anda.

Anda dapat menggunakan nilai total pendapatan untuk melakukan:

  • Evaluasi kesehatan keuangan bisnis
  • Menentukan area masalah
  • Melakukan penyesuaian pada harga

Anda dapat menemukan total pendapatan pada laporan laba rugi. Laporan laba rugi akan melaporkan keuntungan dan kerugian perusahaan Anda selama periode waktu tertentu.

Baca juga: Mengetahui 7 Tugas Akuntan dan Berbagai Pekerjaan dalam Akuntansi

Kapan Harus Menggunakan Rumus Menghitung Total Revenue?

Bisnis menggunakan rumus total revenue untuk menghitung total pendapatan dalam sebuah bisnis untuk periode tertentu.

Seperti yang kami bahas diatas, pendapatan total atau pendapatan kotor adalah total pendapatan yang diterima perusahaan melalui penjualan barang atau jasa selama periode akuntansi.

Semua bunga dan dividen yang diperoleh perusahaan selama waktu itu juga merupakan bagian dari total pendapatan.

Meskipun banyak pemilik bisnis menganggap istilah “penjualan kotor” dan “pendapatan total” adalah istilah yang sama, kedua hal ini sebenarnya adalah dua ukuran pendapatan yang berbeda.

Penjualan kotor mencakup semua penjualan jasa atau barang selama periode pelaporan, sedangkan total pendapatan adalah nilai dari penjualan kotor ditambah bunga dan dividen yang diperoleh.

Perusahaan perlu mengetahui total pendapatan untuk periode pelaporan sebelum mereka dapat menghitung pendapatan marginal.

Pendapatan marginal menunjukkan bagaimana pendapatan meningkat per setiap penjualan tambahan.

Anda juga harus menghitung total pendapatan dalam periode pelaporan saat ini sebelum Anda dapat menentukan laba bersih perusahaan.

Laba bersih adalah laba yang diperoleh perusahaan selama periode pelaporan, dan Anda menghitungnya dengan mengurangi semua biaya dari total pendapatan. Pendapatan total juga merupakan metrik penting jika Anda ingin menghitung margin laba atau rasio keuangan perusahaan Anda seperti persentase margin laba kotor.

Perbedaan Pendapatan Total Dan Pendapatan Bersih

Jadi, apa perbedaan antara pendapatan total atau total revenue dengan pendapatan bersih?

Pendapatan bersih atau net revenue, adalah jumlah nilai yang tersisa setelah Anda mengurangi pengeluaran bisnis, seperti harga pokok penjualan dari pendapatan kotor.

Sekali lagi kami ingatkan bahwa total pendapatan adalah pendapatan bisnis Anda sebelum dikurangi biaya.

Agar bisnis menguntungkan dan memastikan keuangan Anda sehat, lihatlah total pendapatan Anda dan juga pendapatan bersih Anda.

Pendapatan total akan memberi tahu lebih banyak tentang kemampuan Anda untuk menghasilkan pendapatan. Disisi lain, penghitungan pendapatan bersih akan membuat Anda mengetahui berapa biaya yang Anda keluarkan dalam sebuah bisnis.

Mengapa Total Revenue Penting Dalam Sebuah Bisnis?

Total revenue adalah metrik keuangan penting karena mampu menunjukkan dengan jelas berapa banyak nilai yang dihasilkan perusahaan dari penjualan atau layanannya.

Pembuat keputusan dapat mempelajari perubahan pendapatan untuk berbagai keperluan atau pengambilan keputusan, seperti apakah strategi pemasaran mereka efektif atau bagaimana perubahan harga mempengaruhi permintaan.

Sederhananya, perusahaan bisa dikatakan menguntungkan jika pendapatannya melebihi pengeluarannya. Artinya, hubungan antara pendapatan dan biaya merupakan pertimbangan utama dalam semua keputusan bisnis.

Pengambil keputusan menggunakan metrik keuangan ini untuk membuat keputusan penting mengenai harga barang atau jasa mereka.

Misalnya, jika biaya yang dikeluarkan melebihi pendapatan total, bisnis dapat mencoba memperbaiki situasi tersebut dengan mengurangi biaya atau menaikkan harga.

Bisnis juga menggunakan pendapatan total untuk menentukan apakah mereka harus tetap beroperasi atau bangkrut.  Jika total pendapatan secara konsisten lebih kecil daripada biaya yang dikeluarkan, mungkin bisnis tidak layak untuk tetap beroperasi.

Cara Menghitung Total Revenue

Untuk menghitung total revenue perusahaan, Anda cukup mengalikan jumlah produk yang terjual dengan harga rata-rata per unit yang terjual selama periode waktu tertentu.

Jika Anda memiliki perusahaan berbasis layanan, Anda perlu mengalikan jumlah pelanggan dengan harga rata-rata untuk layanan yang diberikan.

Berikut adalah panduan langkah demi langkah yang dapat Anda ikuti untuk mengetahui total pendapatan pada periode pelaporan:

1. Tentukan Jumlah Unit yang Terjual

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menentukan jumlah unit yang telah Anda jual.

Namun, jika Anda memiliki perusahaan berbasis layanan, Anda perlu menentukan jumlah klien atau konsumen yang telah menggunakan layanan Anda selama periode waktu tertentu.

Di mana Anda akan menemukan informasi ini bergantung pada cara Anda mengetahui nilai persediaan, kontrak layanan, dan data pelanggan Anda.

Caranya bisa melalui spreadsheet, laporan inventaris, software CRM, atau software akuntansi.

2. Tentukan Harga Jual Rata-Rata

Langkah selanjutnya melibatkan penentuan harga rata-rata per unit yang terjual atau jasa yang diberikan.

Untuk menemukan harga rata-rata per unit yang terjual, misalnya, Anda cukup membagi nilai penjualan kotor dengan jumlah unit yang terjual.

3. Gunakan Rumus Total Pendapatan

Setelah Anda mengumpulkan semua data yang diperlukan, Anda dapat menggunakan salah satu dari dua rumus di bawah ini untuk menghitung pendapatan total.

Jika bisnis Anda melibatkan penjualan produk, gunakan rumus berikut:

Total revenue = jumlah unit yang terjual x harga rata-rata unit yang terjual

Jika perusahaan Anda berbasis layanan, Anda dapat menggunakan rumus ini:

Total revenue = jumlah pelanggan x harga rata-rata layanan

4. Tambahkan Pendapatan Non Operasional

Jika perusahaan Anda juga memperoleh pendapatan non operasional, seperti pendapatan dividen atau bunga yang diperoleh dari investasi, Anda harus ingat untuk menambahkannya ke pendapatan penjualan yang telah Anda hitung.

Hal tersebut akan memberi Anda total pendapatan yang diperoleh selama periode waktu tertentu.

Contoh Kasus Menghitung Total Revenue Dalam Sebuah Bisnis

Berikut adalah contoh bagaimana Anda dapat menggunakan rumus pendapatan total untuk membantu bisnis Anda membuat keputusan yang tepat:

Pemilik Sepatu Trendy khawatir penjualannya akan berkurang dan berencana menjual semua sepatu dengan harga diskon untuk menarik lebih banyak pelanggan agar melakukan pembelian.

Selama bulan lalu, ia menjual 50 pasang sepatu dengan harga rata-rata Rp 100.000 per pasang, yang ia masukkan ke dalam rumus pendapatan total di bawah ini::

Rp 5.000.000 = 50 x Rp 100.000

Untuk menarik lebih banyak pembeli dan meningkatkan basis pelanggan, dia memutuskan untuk menjual semua sepatu dengan harga diskon 20%. Artinya, harga jual rata-rata sepasang sepatu akan menjadi sekitar Rp 80.000.

Untuk menghitung berapa pasang sepatu yang harus dijual untuk mempertahankan pendapatan seperti bulan sebelumnya, ia menggunakan perhitungan berikut:

Rp 5.000.000 = jumlah unit x Rp 80.000

Untuk menentukan jumlah unit yang harus dia jual, dia membagi Rp 5.000.000 dengan Rp 80.000, yang sama dengan 62,5.

Artinya, dia harus menjual sekitar 63 pasang sepatu untuk menyamai total pendapatan bulan sebelumnya.

Lalu dia melakukan riset pasar dan berpikir bahwa menurunkan harga sepatu kemungkinan besar akan meningkatkan penjualan, dan dia melanjutkan rencana tersebut.

Bahkan jika dia tidak meningkatkan total pendapatan dengan nilai seperti bulan sebelumnya, dia berharap akan mendapatkan pelanggan baru yang dapat dia coba pertahankan dengan menawarkan produk terbaik dengan harga diskon.

Lalu, jika dia menambahkan detail pelanggan ke basis data yang sudah miliki, dia dapat mencoba membangun hubungan baru dengan memberitahu mereka tentang diskon penjualan selanjutnya dan insentif lainnya di kemudian hari.

Baca juga: Value Proposition: Pengertian Lengkap dan Cara Membangunnya

Apa yang Harus Dilakukan Sesudah Menghitung Total Revenue?

Setelah Anda menghitung total revenue, Anda dapat menghitung metrik keuangan lainnya yang akan berguna untuk bisnis Anda, misalnya pendapatan bersih.

Anda juga dapat menggunakan metrik keuangan ini untuk menentukan apakah bisnis Anda mengalami peningkatan pendapatan dari tahun ke tahun atau dari periode ke periode.

Lalu pada akhirnya, Anda bisa membuat penyesuaian yang diperlukan pada harga dan strategi bisnis untuk meningkatkan penjualan dan meningkatkan pendapatan total.

Butuh bantuan menghitung total revenue pada bisnis Anda? Software akuntansi seperti Accurate Online bisa memudahkan pengumpulan informasi transaksi, membuat laporan keuangan dengan mudah, serta melacak pengeluaran dan pendapatan bisnis secara lebih cepat.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun dan digunakan oleh lebih dari 370 ribu pengguna dari berbagai jenis bisnis di Indonesia.

Dengan menggunakan Accurate Online, Anda bisa dengan mudah menghitung dan melacak pendapatan bisnis kapanpun dan dimanapun Anda mau.

Tidak hanya itu Accurate Online juga memiliki fitur lainnya seperti manajemen aset dan persediaan, proses rekonsiliasi otomatis, pengelolaan dan pelaporan pajak, otomasi lebih dari 200 jenis laporan keuangan, pencatatan alur manufaktur, dan masih banyak lagi fitur di Accurate Online yang akan membuat bisnis Anda menjadi jauh lebih mudah.

Jadi tunggu apalagi? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate fokus pengembangan