Apa itu Jurnal Penjualan Aset? Ini Pengertian dan Cara Membuatnya!

Mengenal dan memahami jurnal penjualan aset di dalam pembukuan sangat penting sekali bagi para akuntan atau pebisnis, khususnya bila Anda masih bergantung pada proses pembukuan yang dibuat secara manual.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa setiap perusahaan pasti mempunyai aset tetap berwujud, seperti peralatan kantor atau propertinya, yang mana aset tersebut akan membantu operasional perusahaan dalam memperoleh laba.

Bila aset tersebut sudah mencapai akhir masa manfaatnya, maka perusahaan akan menjual atau melepaskannya. Nah, mengerti dan memahami proses pelepasan aset tetap ini akan membantu perusahaan dalam mendokumentasikan transaksi secara akurat dalam laporan keuangannya.

Jadi, apa itu jurnal penjualan aset tetap? Baca artikel di bawah ini untuk mengetahui pengertian dan cara membuatnya.

Apa itu Penjualan Aset Tetap?

Berdasarkan laman Wikipedia, aset tetap adalah suatu barang yang dibeli oleh perusahaan untuk digunakan dalam ruang lingkup perusahaan tersebut dan tidak berniat menjualnya kembali demi memperoleh laba.

Namun dalam suatu kondisi atau waktu tertentu, perusahaan harus melepas aset tetapnya guna memperoleh aset tetap yang baru. Hal tersebut mengacu pada penjualan aset tetap bekas yang bisa menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.

Penjualan aset tetap juga bisa diartikan sebagai pengalihan aset tetap dari satu entitas ke entitas yang lainnya. Nantinya pihak penerima transfer akan mendapatkan kepemilikan aset dan pihak transferor akan mengakui keuntungan ataupun kerugian atas penjualan tersebut.

Keuntungan ataupun kerugian tersebut akan berdasarkan pada perbedaan yang terjadi pada nilai buku aset dan juga nilai pasar wajarnya.

Namun, terdapat beberapa hal yang harus diperimbangkan dalam menjual aset tetap, yakni nilai buku aset, nilai pasar, dan nilai keuntungan dan kerugian yang harus diterima perusahaan.

Nilai buku aset adalah nilai yang tercatat di dalam neraca. Sedangkan nilai pasar adalah nilai aset bila dijual di pasar. Lalu, nilai keuntungan adalah jumlah kelebihan hasil penjualan yang akan diterima oleh pihak perusahaan lebih dari nilai buku. Hal tersebut akan memberikan dampak dalam laporan laba rugi, sebagai pendapatan lain-lain dan tidak akan menggambarkan performa bisnis perusahaan.

Baca juga: Mengenal Jurnal Pembagian Dividen dan Cara Mencatatnya

Kenapa Perusahaan Harus Melakukan Penjualan Aset?

Terdapat beberapa alasan kenapa perusahaan harus menjual asetnya, yaitu:

1. Nilai Aset Sudah Terdepresiasi

Seringkali perusahaan melakukan penjualan aset ketika masa manfaatnya sudah benar-benar berakhir. Dengan menukar aset lama ke aset baru, maka perusahaan bisa meningkatkan produktivitasnya, karena aset yang lebih baru akan dinilai lebih efisien.

2. Aset Tidak Lagi Berguna

Seringkali perusahaan menjual aset yang sudah tidak memiliki manfaat lagi. Contohnya, perusahaan membuat proses otomatis yang baru pada bagian produksi, dimana mesin-mesin yang memerlukan operator sudah tidak lagi berguna.

Dengan adanya alasan tersebut, maka biasanya perusahaan akan menjual mesin tersebut pada perusahaan lain yang memang lebih membutuhkan.

3. Keadaan yang Tidak Terduga

Ada kalanya perusahaan mengalami kondisi yang tidak terduga, seperti kerusakan pada aset. Tapi, bila mereka tidak menjual aset yang rusak tersebut, maka kejadian ini akan dicatat sebagai pelepasan atau yang banyak dikenal dengan disposal.

4. Penggantian aset

Semakin dengan semakin majunya perkembangan teknologi, maka aset perusahaan pun terus berkembang. Terkadang ada beberapa perusahaan yang memilih untuk menjual aset yang telah usang dengan aset yang mempunyai teknologi lebih canggih dan modern.

5. Biaya Pemeliharaan Melebihi Nilai Aset

Biaya pemeliharaan terkadang akan meningkat seiring dengan bertambahnya umur aset, yang mana hal tersebut akan membuat pengeluaran perusahaan menjadi ikut bertambah.

Nah, perusahaan bisa memilih untuk mengganti mesin atau peralatan saat berbagai biaya pemeliharaan tersebut telah melebihi keuntungan yang mampu dihasilkan oleh aset.

Baca juga: Apa itu Sistem Dana Tetap? Bagaimana Cara Kerjanya?

Metode yang Bisa Digunakan dalam Menentukan Nilai Penjualan Aset

Terdapat dua metode yang banyak digunakan untuk menentukan nilai penjualan aset, yaitu:

1. Metode Garis Lurus

Metode garis lurus adalah metode yang efektif untuk menghitung penyusutan aset. Untuk melakukannya, Anda harus menemukan biaya awal aset dan nilai sisanya. Nilai sisa adalah apa yang diharapkan oleh perusahaan untuk diperoleh saat menjual ataupun melepaskan aset.

Lalu, kurangi nilai sisa tersebut dari biaya awal dan bagi hasilnya dengan tahun manfaat aset atau umur total aset. Berikut ini adalah rumusnya:

Penyusutan aset = (biaya awal aset – nilai sisa) / umur aset

Untuk bisa menentukan nilai aset yang belum mencapai akhir masa manfaatnya, Anda hanya harus mengalikan jumlah penyusutan dengan masa manfaat aset. Di dalamnya akan mencerminkan total akumulasi penyusutan aset. Lalu, kurangilah akumulasi penyusutan dari biaya awal aset. Nah, hal tersebut dikenal dengan nilai sisa aset atau yang banyak dikenal dengan nilai pelepasan aset. Berikut ini adalah rumusnya.

Akumulasi penyusutan = biaya awal aset – (penyusutan aset x masa kerja)

2. Metode Saldo Menurun Ganda

Metode saldo menurun ganda akan mampu membantu Anda dalam menentukan nilai aset yang terdepresiasi dari waktu ke waktu. Untuk bisa menentukan nilai pelepasan aset melalui metode ini, pertama Anda harus membagi 1 dengan masa aset, lalu mengalikan hasilnya dengan dua. Hasilnya akan memberikan tingkat penyusutan aset.

Berikut ini adalah rumusnya:

Tingkat penyusutan = (1 / masa manfaat aset) x 2

Bila sudah, carilah penyusutan tahunan aset, lalu kalikan nilai aset dalam periode tertentu, seperti tahun buku dengan tingkat depresiasi. Nantinya Anda akan memperoleh gambaran penyusutan aset dalam periode tersebut. Berikut ini adalah rumusnya:

Penyusutan tahunan = nilai aset pada awal periode x tarif penyusutan

Bila sudah, kurangilah jumlah depresiasi tahunan dari nilai awal aset. Hasilnya adalah nilai baru dari aset tersebut. Berikut ini adalah rumusnya.

Akumulasi penyusutan = nilai aset pada awal periode – penyusutan tahunan

Tentunya setiap tahun Anda akan mendapatkan nilai awal aset yang berbeda-beda. Anda bisa menggunakan cara tersebut hingga aset Anda bisa mendapatkan nilai sisa atau terdepresiasi secara penuh.

Baca juga: Mengenal Persentase Keuntungan dan Kerugian Serta Cara Menghitungnya

Contoh Kasus dalam Membuat Jurnal Penjualan Aset

Katakanlah PT XYZ mempunyai mobil yang dibeli seharga 50 juta rupiah dan akumulasi penyusutan pada saat ini adalah 20 juta rupiah.

Kemudian, PT XYZ memilih untuk menjual mobil tersebut seharga 35 juta rupiah, sedangkan nilai bukunya adalah 30 juta rupiah, hasil dari 50 juta rupiah – 20 juta rupiah. Jadi, hasil penjualan lebih tinggi daripada nilai buku, sehingga perusahaan bisa memperoleh keuntungan dari penjualan aset tetap.

Keuntungan penjualan aset tetap = Rp 35.000.000 – (Rp 50.000.000 – Rp 20.000.000) = keuntungan Rp5.000.000.

Setelahnya, perusahaan wajib mencatat penerimaan kas sebanyak 35 juta rupiah, dan mengeliminasi biaya tetap sebanyak 50 juta rupiah, akumulasi dari penyusutan sebanyak 20 juta rupiah dan keuntungan sebanyak 5 juta rupiah.

Gambar contoh Membuat Jurnal Penjualan Aset

Baca juga: Rumus Metode Penyusutan Akurat dan Cara Menghitungnya

Penutup

Demikianlah penjelasan lengkap dari kemi tentang jurnal penjualan aset dalam bisnis, lengkap dengan pengertian, metode perhitungan, dan contohnya yang bisa digunakan bila Anda masih memanfaatkan proses pembukuan secara manual.

Namun, cara manual tersebut tentu memerlukan waktu yang lebih lama dan sangat rentan terjadi kesalahan. Belum lagi, kemungkinan atau risiko terjadinya kecurangan juga akan tetap ada.

Oleh karena itu, akan #lebihbaik jika Anda menggunakan software akuntansi dan bisnis berbasis website dari Accurate Online.

Kenapa? Karena Accurate Online akan membantu Anda dalam mencatat setiap kegiatan transaksi dan proses penjurnalan secara otomatis. Bahkan, Anda bisa mendapatkan laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan modal, dan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara akurat.

Aplikasi ini juga sudah terintegrasi dengan fitur bisnis luar biasa lainnya, yang akan membantu Anda dalam melakukan penjualan dan pembelian, mengelola persediaan barang di gudang, menyelesaikan rumitnya urusan perpajakan, dan masih banyak lagi.

Lebih menariknya lagi, dengan hanya mengeluarkan investasi sebesar 200 ribuan saja perbulan, Anda sudah bisa menikmati seluruh kelebihan dan fitur luar biasa dari Accurate Online. Jadi, sudah jelas bahwa Accurate Online #lebihbaik dalam membantu mengelola keuangan dan bisnis Anda secara menyeluruh.

Penasaran dengan Accurate Online? Silahkan coba dulu selama 30 hari gratis dengan klik tautan gambar di bawah ini.

Lala

Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.