Opini Audit: Pengertian, Tahapan dan 5 Jenisnya

oleh | Mei 30, 2024

source envato.

Opini Audit: Pengertian, Tahapan dan 5 Jenisnya

Pada sebuah perusahaan biasanya sering dilakukan proses audit yang berfungsi menjaga stabilitas keberlangsungan hidup perusahaan.

Laporan keuangan sudah seperti alat terjemahan yang telah digunakan oleh seorang pengguna laporan keuangan untuk mengambil keputusan yang berdampak pada perusahaan itulah yang memunculkan opini audit.

Sebuah opini audit memiliki nilai manfaat untuk perusahaan maupun instansi pemerintah. Karena opini tersebut memberikan pernyataan secara profesional berdasarkan informasi dari laporan keuangan.

Pengertian Opini Audit

Pengertian Opini Audit

ilustrasi opini audit. source envato

Ada beberapa pengertian dari audit yang bisa dipahami. Berikut ini penjelasan dari para ahli tentang adanya opini auditor.

Pada kamus standar akuntansi, Ardiyos Tahun 2007 menyatakan bahwa

Pengertian dari opini merupakan suatu laporan yang diberikan seorang akuntan publik terdaftar. Yang merupakan hasil adanya penilaian sebuah kewajaran dari laporan yang telah tersaji oleh perusahaan kepada akuntan publik.

Pada kamus istilah akuntansi, Tobing Tahun 2004 menyatakan bahwa

adanya opini auditor merupakan suatu laporan yang diberikan auditor terdaftar. Pernyataan tersebut bahwa adanya pemeriksaan yang sudah dilakukan sesuai dengan norma serta aturan sebuah pemeriksaan akuntan.

Dan diikuti dengan adanya laporan keuangan yang sudah diperiksa menghasilkan kewajaran berpendapat.

Biasanya opini auditor akan diberikan oleh auditor melalui beberapa tahapan audit dan audit tersebut mampu memberikan kesimpulan opini yang wajib diberikan berdasarkan laporan keuangan yang diaudit oleh seorang auditor.

Baca juga : Auditor Keuangan: Pengertian, Tanggung Jawab, dan Jenisnya

Tahapan dalam Memberikan Opini Audit

Tahapan dalam Memberikan Opini

ilustrasi opini audit. source envato

Seorang auditor tentu harus harus melakukan tahapan sebelum memberikan opini pada audit yang dilakukannya.

Karena sebuah tahapan dalam opini auditor akan berpengaruh pada kesimpulan yang telah diambil berdasarkan laporan keuangan.

Selain itu tahap demi tahap yang dilakukan seorang auditor wajib dilakukan untuk menghasilkan tingkat ketelitian serta pengaruh dari opini auditor nantinya bagi perusahaan.

Beberapa tahapan tersebut harus diperhatikan dalam melaksanakan opini audit hal tersebut berdasar kepada Arens Et al Tahun 2018:132, yaitu:

  1.  Adanya perencanaan serta perancangan sebuah pendekatan dalam melakukan audit.
  2. Lakukan pengujian pengendalian serta transaksi yang dilakukan.
  3. Adanya pelaksanaan sebuah prosedur analitik dan pengujian secara terperinci terhadap saldo pelaporan keuangan.
  4. Tahap penyelesaian serta diterbitkannya laporan audit.

Baca juga : Unqualified Opinion Adalah: Pengertian dan Contohnya

Jenis-jenis Opini Audit

 Jenis Dari Opini Audit

ilustrasi opini audit. source envato

Laporan keuangan yang telah usai diperiksa oleh auditor maka akan menghasilkan opini auditor.

Pada laporan keuangan tersebut akan ada opini pada audit tentang nilai kewajaran atau tidak.

Berikut adalah 5 jenis opini audit yang umum dikemukakan:

1. Unqualified Opinion / Opini Wajar Tanpa Pengecualian

Jika auditor tidak menemukan adanya kesalahan pada keseluruhan laporan keuangan dan laporan keuangan dibuat berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku atau SAK.

Dengan syarat laporan keuangan mampu memenuhi hal berikut ini maka akan terjadi opini wajar tanpa pengecualian.

  • Laporan keuangan pada proses audit disajikan secara lengkap dan baik.
  • Semua bukti audit keuangan yang dibutuhkan juga lengkap serta memenuhi standar yang ditetapkan.
  • Standar umum telah dipenuhi dalam kinerja yang mengikat secara penuh dalam mewujudkan laporan keuangan yang lengkap.
  • Adanya sajian lampiran yang didasarkan pada konsistensi serta prinsip akuntansi yang berlaku.
  • Pada perkembangan di masa depan tidak ditemukan ketidakpastian yang cukup berarti.

Baca juga :  Pengertian Laporan Audit dan 6 Tahapan Penting dalam Audit

2. Qualified Opinion atau Opini Wajar Dengan Pengecualian

Seorang auditor akan menyatakan opini wajar dengan Pengecualian jika adanya hal berikut ini :

  • Adanya bukti yang telah didapatkan oleh auditor secara tepat dan cukup untuk memberikan kesimpulan terjadinya kesalahan penyajian yang dilakukan secara individual ataupun secara agregasi.
    Pengaruh dari hasil audit, adanya material yang tidak preventif terhadap laporan keuangan yang disajikan.
  • Tidak diperolehnya bukti secara cukup dan tepat oleh auditor untuk mendukung opininya. Namun, auditor melakukan penyimpulan adanya pengaruh kesalahan penyajian tidak terdeteksi pada laporan keuangan yang muncul.
    Kalaupun terjadi maka adanya material tapi tidak pervasif.

3. Modified Unqualified Opinion Atau Opini Wajar Tanpa Pengecualian Dengan Paragraf Penjelasan

Pada jenis opini wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan didasarkan pada suatu keadaan tertentu yang tidak berdampak langsung pada opini auditor.

Penjelasan paragraf akan diberikan auditor berkaitan dengan situasi tertentu yang sebelumnya sudah disebutkan. Beberapa keadaan tersebut menjadi pemicu adanya modified unqualified opinion.

  • Adanya beberapa pendapat dari auditor diambil dari pendapat auditor independen yang lain.
  • Tidak ada aturan jelas laporan keuangan sehingga bisa menyimpang dari Standar Akuntansi Keuangan.
  • Terjadinya pengaruh dari ketidakpastian keadaan masa yang akan datang serta hasil yang tidak terprediksi.

Baca juga : Audit Keuangan: Pengertian, Tujuan, dan 4 Tahapannya

4. Adverse Opinion Atau Opini Tidak Wajar

Adverse Opinion Atau Opini Tidak Wajar

ilustrasi opini audit. source envato

Opini auditor dinyatakan tidak wajar jika pada saat auditor melakukan pemeriksaan terhadap laporan keuangan mendapatkan bukti yang tepat dan cukup.

Selanjutnya auditor akan menyimpulkan adanya kesalahan yang terjadi pada laporan keuangan, seperti kesalahan penyajian.

Kesalahan penyajian ini bisa juga karena individual atau secara agregasi. Yang merupakan material serta pervasif dihadapkan pada laporan keuangan.

Pervasif berarti bahwa adanya kesalahan yang berdampak kemana pun serta mendalam.

5. Disclaimer Of Opinion Atau Opini Tidak Menyatakan Pendapat

Seorang auditor tidak akan melakukan penyimpulan terhadap pengaruh penyajian kesalahan material yang tidak terdeteksi pada laporan keuangan. Jikalau ada tentu bersifat preventif dan material.

Ketika ruang lingkup audit terbatas, seorang auditor tentu tidak akan melakukan pemeriksaan berdasarkan standar audit yang sudah ditetapkan maka terjadilah disclaimer of opinion tersebut.

Dalam memahami opini audit serta jenis opini auditor tersebut merupakan hal penting yang dilakukan untuk mengaudit laporan keuangan.

Contoh Opini Audit

Opini audit adalah pendapat resmi yang diberikan oleh auditor independen mengenai kewajaran dan kebenaran laporan keuangan suatu entitas.

Berikut adalah jenis-jenis opini audit beserta contoh masing-masing:

1. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion)

Opini ini diberikan jika auditor yakin bahwa laporan keuangan telah disusun dengan benar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum tanpa penyimpangan material.

Contoh Opini Audit Wajar Tanpa Pengecualian:

“Setelah melakukan pemeriksaan terhadap laporan keuangan PT. ABC untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2023, kami menyatakan bahwa laporan keuangan tersebut memberikan gambaran yang wajar, dalam semua hal yang material, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.”

2. Opini Wajar dengan Pengecualian (Qualified Opinion)

Opini ini diberikan jika ada satu atau lebih hal yang tidak material yang mempengaruhi laporan keuangan, namun secara keseluruhan laporan tersebut masih dapat diterima.

Contoh Opini Audit Wajar dengan Pengecualian:

“Dalam pemeriksaan kami terhadap laporan keuangan PT. XYZ, kami menemukan bahwa persediaan tidak dinilai sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Kecuali untuk dampak penyesuaian yang mungkin diperlukan terkait dengan hal tersebut, laporan keuangan memberikan gambaran yang wajar, dalam semua hal yang material, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.”

3. Opini Tidak Wajar (Adverse Opinion)

Opini ini diberikan jika auditor menemukan bahwa laporan keuangan secara keseluruhan tidak menyajikan informasi yang wajar dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Contoh Opini Audit Tidak Wajar:

“Setelah melakukan pemeriksaan terhadap laporan keuangan PT. DEF, kami menemukan bahwa laporan keuangan tidak menyajikan informasi yang wajar, dalam semua hal yang material, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Banyak penyesuaian yang diperlukan untuk menyajikan laporan keuangan secara wajar.”

4. Opini Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer of Opinion)

Opini ini diberikan jika auditor tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk memberikan opini, sehingga tidak bisa menyatakan pendapat atas kewajaran laporan keuangan.

Contoh Opini Audit Tidak Memberikan Pendapat:

“Karena keterbatasan ruang lingkup pemeriksaan yang signifikan, kami tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk memberikan dasar bagi opini audit. Oleh karena itu, kami tidak menyatakan pendapat atas laporan keuangan PT. GHI untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2023.”

Baca juga : Laporan Keuangan: Pengertian, Contoh, dan Fungsinya Untuk Bisnis Anda

Kesimpulan

Dengan adanya auditing maka sangat bermanfaat bagi perusahaan dalam melakukan evaluasi ke depan agar bisnis perusahaan makin berkembang.

Selain itu opini audit mampu meningkatkan kredibilitas perusahaan, kejujuran serta efisiensi. Setelah auditing tentu akan muncul evaluasi yang akan mendorong adanya efisiensi di pasar modal.

Untuk menghasilkan opini audit terbaik, lakukanlah pembukuan pada setiap transaksi yang bisnis Anda lakukan.

Simpan juga setiap bukti transaksi dengan aman, karena nantinya auditor akan  meminta bukti setiap transaksi yang dilakukan oleh perusahaan Anda.

Untuk menghasilkan laporan keuangan dan pencatatan transaksi yang optimal, gunakanlah software yang memiliki fitur terlengkap dan memiliki keamanan penyimpanan data yang terjamin seperti Software Akuntansi dan Bisnis Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang bisa Anda gunakan dimana saja, kapan saja dan juga sesuai dengan seluruh kebutuhan bisnis Anda.

Tertarik menggunakan Accurate Online? Anda bisa mencoba Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini.

akuntansibanner

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

Konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi

artikel-sidebar

Download Template Pembukuan Bisnis

Template pembukuan untuk bisnismu dengan format Excel.

Khaula Senastri
Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.

Artikel Terkait