Pengertian Siklus Akuntansi Biaya dan Fungsinya

oleh | Nov 27, 2023

source envato.

Pengertian Siklus Akuntansi Biaya dan Fungsinya

Siklus akuntansi biaya merupakan proses yang sangat penting dalam mengelola informasi keuangan suatu perusahaan. Dalam dunia bisnis, pengelolaan biaya sangatlah krusial untuk menjaga kelangsungan operasional perusahaan dan meningkatkan profitabilitas.

Dalam artikel ini, kami akan membahas secara rinci mengenai siklus akuntansi biaya, mulai dari pengumpulan data, pengklasifikasian, pengalokasian, hingga pelaporan informasi biaya. Pengetahuan mendalam mengenai siklus ini sangat penting bagi para pemimpin perusahaan dan profesional akuntansi untuk membuat keputusan yang tepat, mengelola sumber daya dengan efisien, dan merencanakan strategi keuangan yang sukses.

Pengertian Siklus Akuntansi Biaya

Pengertian Siklus Akuntansi Biaya

ilustrasi siklus akuntansi biaya. source envato

Siklus akuntansi biaya adalah serangkaian langkah atau prosedur yang digunakan untuk mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengalokasikan, dan melaporkan informasi biaya dalam suatu perusahaan, seperti yang dijelaskan dalam laman Iedunote.

Tujuan utama dari siklus akuntansi ini adalah memberikan pemahaman yang jelas tentang sejauh mana biaya produksi atau operasional suatu perusahaan terkait dengan berbagai aspek bisnisnya.

Dengan informasi ini, manajemen dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam hal pengendalian biaya, perencanaan anggaran, dan mengevaluasi kinerja operasional.

Siklus akuntansi biaya melibatkan beberapa tahapan penting, yaitu:

  • Pengumpulan Data: Langkah pertama dalam siklus ini adalah mengumpulkan data biaya dari berbagai departemen atau unit bisnis. Data ini mencakup biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik.
  • Pengklasifikasian Biaya: Setelah data biaya dikumpulkan, langkah berikutnya adalah mengklasifikasikan biaya tersebut menjadi berbagai kategori yang relevan. Ini termasuk biaya variabel dan biaya tetap.
  • Pengalokasian Biaya: Biaya overhead pabrik (biaya produksi yang tidak dapat diatribusikan langsung ke produk tertentu) perlu dialokasikan kepada produk atau layanan yang dihasilkan. Proses ini melibatkan penggunaan metode alokasi biaya yang sesuai.
  • Perhitungan Harga Pokok: Dengan data biaya yang terklasifikasi dan dialokasikan, perusahaan dapat menghitung harga pokok produk atau layanan yang dihasilkan. Ini merupakan langkah kunci dalam menentukan laba atau kerugian dari penjualan produk atau layanan tersebut.
  • Pelaporan Informasi Biaya: Informasi biaya yang telah diolah dan dihitung kemudian digunakan untuk membuat laporan keuangan internal, seperti laporan laba rugi atau laporan biaya produksi. Laporan-laporan ini memberikan wawasan yang penting bagi manajemen untuk pengambilan keputusan.

Siklus akuntansi biaya penting dalam membantu perusahaan mengelola sumber daya dan meningkatkan efisiensi operasional. Dengan pemahaman yang baik tentang biaya, perusahaan dapat merencanakan strategi bisnis yang lebih efektif dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan profitabilitas.

Baca juga: Apa itu Supplies dalam Akuntansi? Ini Pengertian dan Jenisnya

Tujuan Dilakukannya Siklus Akuntansi Biaya

Tujuan Dilakukannya Siklus Akuntansi Biaya

ilustrasi siklus akuntansi biaya. source envato

Terdapat beberapa tujuan utama dalam pelaksanaan siklus akuntansi biaya dalam suatu perusahaan:

1. Pengendalian Biaya

Salah satu tujuan utamanya adalah membantu perusahaan dalam mengendalikan biaya produksi dan operasional.

Dengan memonitor dan mengidentifikasi komponen biaya, manajemen dapat mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengurangi pemborosan, meningkatkan efisiensi, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya.

2. Pengambilan Keputusan yang Informasional

Siklus akuntansi ini mampu menyediakan informasi yang relevan bagi manajemen untuk mengambil keputusan yang lebih baik. Ini mencakup perencanaan anggaran, penetapan harga produk atau layanan, pemilihan strategi bisnis, dan evaluasi kinerja operasional.

Informasi biaya yang akurat membantu manajemen mengidentifikasi peluang dan mengatasi tantangan dalam lingkungan bisnis.

3. Penilaian Kinerja

Siklus akuntansi biaya memungkinkan perusahaan untuk mengevaluasi kinerja departemen, produk, atau proyek tertentu. Dengan menganalisis data biaya, manajemen dapat menentukan efisiensi dan profitabilitas relatif dari berbagai aspek bisnis, dan dengan demikian, mengambil langkah-langkah perbaikan yang diperlukan.

4. Perencanaan dan Penganggaran

Informasi biaya yang dihasilkan dalam siklus akuntansi ini sangat penting dalam perencanaan dan penganggaran. Perusahaan dapat merencanakan alokasi sumber daya, mengidentifikasi target laba, dan mengelola keuangan secara lebih efektif.

5. Evaluasi Kelayakan Proyek

Sebelum meluncurkan proyek baru atau mengembangkan produk baru, perusahaan dapat menggunakan siklus akuntansi biaya untuk menilai kelayakan ekonomi proyek tersebut. Ini membantu dalam menentukan apakah investasi tersebut akan menghasilkan laba yang memadai.

6. Penciptaan Transparansi

Siklus akuntansi biaya memberikan transparansi dalam hal alokasi biaya, sehingga para pemangku kepentingan seperti pemilik, investor, dan auditor eksternal dapat memahami dengan jelas bagaimana perusahaan mengelola sumber daya finansialnya.

Dengan demikian, siklus akuntansi biaya berperan penting dalam membantu perusahaan dalam pengelolaan keuangan yang efisien, pengambilan keputusan yang bijak, dan peningkatan kinerja bisnis secara keseluruhan.

Baca juga: Pengertian Siklus Akuntansi Pemerintah Daerah dan Cara Membuatnya

Fungsi Siklus Akuntansi Biaya

Fungsi Siklus Akuntansi Biaya

ilustrasi siklus akuntansi biaya. source envato

Siklus akuntansi biaya memiliki beberapa fungsi kunci yang sangat penting dalam pengelolaan finansial dan pengambilan keputusan dalam suatu perusahaan. Berikut adalah beberapa fungsi utama dari siklus akuntansi ini:

1. Pengukuran dan Pelaporan Biaya

Salah satu fungsi utama siklus akuntansi biaya adalah mengukur, mengumpulkan, dan melaporkan semua biaya yang terkait dengan produksi atau operasional perusahaan. Hal ini melibatkan pemantauan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik, serta pengklasifikasian biaya tersebut untuk keperluan pelaporan.

2. Pengendalian Biaya

Siklus akuntansi ini akan membantu perusahaan dalam mengendalikan biaya dengan memantau pengeluaran, mengidentifikasi pemborosan, dan mengambil tindakan korektif yang diperlukan. Dengan demikian, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi pemborosan sumber daya.

3. Pengambilan Keputusan

Informasi biaya yang dihasilkan melalui siklus akuntansi biaya digunakan untuk pengambilan keputusan yang lebih baik. Ini mencakup penetapan harga produk atau layanan, alokasi sumber daya, perencanaan anggaran, dan pemilihan strategi bisnis. Keputusan yang didasarkan pada data biaya yang akurat cenderung lebih tepat.

4. Evaluasi Kinerja

Siklus akuntansi bini memungkinkan perusahaan untuk mengevaluasi kinerja departemen, produk, atau proyek tertentu. Dengan membandingkan biaya aktual dengan target atau standar yang telah ditetapkan, manajemen dapat mengidentifikasi area-area yang memerlukan perbaikan atau peningkatan.

5. Perencanaan dan Penganggaran

Informasi biaya digunakan dalam perencanaan dan penganggaran, memungkinkan perusahaan untuk mengalokasikan sumber daya dengan bijak. Ini membantu dalam merencanakan anggaran operasional dan menetapkan tujuan keuangan yang realistis.

6. Evaluasi Kelayakan Proyek

Sebelum meluncurkan proyek baru atau produk baru, perusahaan menggunakan siklus akuntansi biaya untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi proyek tersebut. Dengan menganalisis biaya yang terkait, perusahaan dapat menentukan apakah proyek tersebut akan menghasilkan keuntungan yang memadai.

7. Pemantauan Kinerja Keuangan

Siklus akuntansi ini akan membantu perusahaan dalam pemantauan kinerja keuangan secara keseluruhan. Ini melibatkan pemantauan margin keuntungan, rasio biaya, dan berbagai metrik keuangan lainnya yang penting bagi manajemen dan pemangku kepentingan.

Dengan demikian, fungsi siklus akuntansi biaya sangat penting dalam mengelola keuangan perusahaan, meningkatkan efisiensi, dan membuat keputusan yang tepat. Dengan data biaya yang akurat dan terorganisir, perusahaan dapat merencanakan strategi bisnis yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Baca juga: Siklus Akuntansi : Pengertian dan Penjelasan yang Lengkap

Penutup

Dalam kesimpulan, siklus akuntansi biaya merupakan proses yang sangat penting dalam pengelolaan finansial dan pengambilan keputusan di suatu perusahaan. Dengan memahami tujuan dan fungsi siklus akuntansi biaya, perusahaan dapat mengendalikan biaya, membuat keputusan yang lebih tepat, dan meningkatkan kinerja operasional secara keseluruhan.

Informasi biaya yang akurat dan terorganisir memainkan peran kunci dalam membantu manajemen merencanakan strategi bisnis yang efisien, merespons tantangan ekonomi, dan mencapai tujuan keuangan perusahaan.

Oleh karena itu, siklus akuntansi biaya merupakan komponen integral dalam pengelolaan keuangan yang berkelanjutan dan sukses dalam dunia bisnis.

Nah, untuk lebih mudah lagi dalam menyelesaikan akuntansi dalam bisnis, Anda bisa coba menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Aplikasi yang sudah dipercaya oleh ratusan ribu pengguna ini mampu membantu Anda dalam menyelesaikan berbagai urusan akuntansi, mulai dari mencatat transaksi bisnis, melakukan rekonsiliasi bank, mengelola utang piutang, hingga membuat laporan keuangan.

Dengan begitu, Anda bisa memiliki waktu yang lebih banyak untuk fokus pada mengembangkan bisnis.

Klik tautan gambar di bawah ini untuk langsung mencoba Accurate Online selama 30 hari, Gratis!

akuntansibanner

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

Konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi

artikel-sidebar

Download Template Pembukuan Bisnis

Template pembukuan untuk bisnismu dengan format Excel.

Khaula Senastri
Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.

Artikel Terkait