Apa itu Customer Willingness to Pay? Ini Pengertian dan 5 Faktor yang Memengarhuinya!

oleh | Mar 2, 2023

source envato.

Apa itu Customer Willingness to Pay? Ini Pengertian dan 5 Faktor yang Memengarhuinya!

Ketika Anda memang harus menaikkan harga dari produk Anda, maka kesediaan membayar atau willingness to pay (WTP) adalah dasar yang bisa Anda gunakan agar penetapan harga tersebut tidak terlalu mahal.

Dengan mengetahui angka tersebut, maka keuntungan yang bisa Anda dapatkan pun bisa tetap maksimal. Selain itu, risiko menetapkan harga yang terlalu tinggi juga nantinya bisa Anda tekan. Tentunya hal ini sangat penting sekali dalam mengembangkan bisnis.

Lantas, apa itu willingness to pay? Tenang, karena pada kesempatan kali ini kami akan membahas berbagai hal yang harus Anda ketahui tentang willingness to pay.

Apa itu Willingness to Pay?

accurate.id gambar wtp-1

Berdasarkan laman resmi 3dcart, kesediaan untuk membayar atau willingness to pay adalah harga paling tinggi yang rela dikeluarkan oleh seorang pelanggan atau konsumen dalam membeli produk Anda.

Sebagai contoh, Anda menjual jasa akuntansi, nah harga yang Anda tetapkan adalah sebesar 250 ribu rupiah per konsultasi selama 2 jam. Nah bila Anda menaikkan tarif, maka pelanggan tidak akan lagi mau menggunakan jasa Anda. Inilah yang dikenal dengan willingness to pay.

Angka tersebut bisa dalam bentuk tarif mutlak, seperti 350 ribu rupiah. Tapi bisa juga dalam bentuk kisaran atau range, seperti dari mulai 400 ribu rupiah sampai dengan 800 ribu rupiah.

Baca juga: Apa itu Free Trial? Ini Pengertian dan 5 Manfaat Besarnya untuk Bisnis

5 Faktor yang Memengaruhi Willingness to Pay

accurate.id gambar wtp-2

1. Kondisi Ekonomi

Bila suatu negara tengah mengalami masalah perekonomian, tentu akan berdampak pada pelanggan. Nah, mereka tentunya tidak akan mau berbelanja seperti biasa.

Untuk itu, pergerakan ekonomi yang dinamis ini akan memengaruhi willingness to pay. Namun bila kondisi ekonomi suatu negara sedang baik, maka willingness to pay produk Anda kemungkinan akan menurun.

Kenapa, karena akan semakin banyak orang yang ingin mengurangi pengeluaran mereka, dan mereka akan lebih suka dengan produk atau jasa yang lebih murah.

2. Tingkat Tren Produk

Selain trending topic, willingness to pay dari kehadiran produk atau layanan jasa Anda adalah salah satu yang dipengaruhi oleh isu panas.

Sebagai contoh, pada masa awal pandemi Covid-19 lalu, harga sabun cuci tangan tiba-tiba meningkat. Namun, setiap orang tetap rela membeli sabun tersebut walaupun harganya sedang tinggi. Nah, ini adalah salah satu bukti bahwa tren mampu memengaruhi kesediaan seseorang untuk membayar lebih banyak.

Sabun cuci tangan ini hanyalah salah satunya saja. Di luar sana, masih ada banyak contoh lainnya, seperti harga daging dan berbagai bahan baku yang meningkat jelang idul fitri, harga sepeda yang meningkat karena tren kesehatan, dan lain sebagainya.

Tapi, laman Price Intelligently mengatakan bahwa pengaruh musim ini akan sangat sulit untuk dipantau.

3. Faktor Internal Pelanggan

Kesediaan pelanggan untuk membayar juga akan dipengaruhi oleh pengalaman mereka. Jika mereka pernah membeli daging seharga 70 ribu rupiah per kilogram, tentu mereka akan berpikir ulang untuk membelinya ketika harga daging tersebut menjadi 80 ribu rupiah per kilogram.

Jadi, bisa kita tarik kesimpulan bahwa faktor internal adalah unsur yang mampu memberikan pengaruh pada willingness to pay.

Selain itu, masih ada juga faktor kebutuhan pelanggan, produk prioritas, sampai lokasi geografis pelanggan. Untuk itu, menciptakan buyer persona akan sangat penting. Karena, hal tersebut akan bisa lebih mudah memahami para pelanggan dan pola pikir mereka.

4. Kelangkaan Produk

Bila Anda perhatikan, berbagai barang koleksi yang langka seringkali mempunyai harga yang lebih mahal daripada biasanya. Tapi, masih banyak orang di luar sana yang bersedia untuk membayarnya.

Dengan menggunakan alasan yang langka dan juga unik, kesediaan pelanggan untuk membeli produk ini pun meningkat. Para pelanggan harus bersedia untuk mengeluarkan dana yang lebih besar dalam memperoleh barang yang langka tersebut.

5. Kualitas Produk

Ada harga, ada rupa. Kata-kata ini memang benar adanya. Banyak sekali orang yang bersedia untuk membayar lebih mahal bila produk Anda memiliki kualitas atau pelayaan yang prima.

Baca juga: Pelayanan Prima: Pengertian dan Cara Menghadirkannya dalam Bisnis

Cara Meriset Willingness to Pay

accurate.id gambar wtp-3

Lantas, bagaimana cara untuk menentukan angka willingness to pay? Dirangkum dari laman SendCloud, setidaknya terdapat tiga cara untuk menentukan angka willingness to pay, yaitu analisis data pasar, melakukan eksperimen, dan melakukan survei.

Baca juga: Mengenal Seasonal Product dan 3 Manfaatnya untuk Strategi Sales

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang willingness to pay. Tentunya, WTP ini adalah suatu konsep yang harus bisa Anda pahami dan bisa Anda tentukan dengan berbagai metode yang sudah kami sebutkan di atas. Karena berdasarkan laman Harvard Business School, angka kesediaan membayar ini sangat penting sekali untuk Anda ketahui.

Selain itu, jangan lupa juga untuk mencatat setiap transaksi keuangan yang terjadi dalam bisnis Anda dan menghitung setiap anggaran.

Jika Anda kesulitan atau tidak memiliki waktu untuk melakukan hal tersebut, maka akan #lebihbaik jika Anda menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Kenapa? Karena aplikasi ini mampu mencatat seluruh kegiatan transaksi pada bisnis Anda dan mampu menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang penting untuk menentukan setiap keputusan bisnis.

Selain itu, Accurate Online juga telah dilengkapi berbagai jenis fitur bisnis luar biasa yang akan memudahkan Anda dalam melakukan penjualan dan pembelian, mengelola persediaan barang digudang, menyelesaikan urusan perpajakan, dan masih banyak lagi.

Bahkan, Anda bisa mencoba seluruh kelebihan dan fitur bisnis luar biasa dari Accurate Online dengan klik tautan gambar di bawah ini.

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

8 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini 🙁 Jadilah yang pertama!

Natalia

Artikel Terkait