Strategi Business Development yang Wajib Diterapkan Dalam Bisnis

Pada dasarnya, berdasarkan laman Investopedia, business development adalah suatu proses dalam menerapkan strategi yang efektif dalam semua unsur perusahaan agar bisa mendorong perkembangan dan meningkatkan omset. Di dalam prosesnya akan melibatkan tim untuk bisa mengejar peluang agar bisa membantu bisnis untuk berkembang, memperoleh prospek baru, dan juga mengonversi lebih banyak prospek ke para pelanggan.

Sistem POS atau point of sales juga kerap kali digunakan dalam berbagai kebutuhan bisnis agar bisa lebih memudahkan proses jual beli secara cepat, aman dan juga sistematis dalam mengembangkan kemajuan bisnis.

Nah, business development sangat erat kaitannya dengan sales, karena tim business development bisa memberikan dampak yang besar dalam perkembangan sales. Namun, pada kesempatan kali ini kami akan fokus membagikan beberapa hal tentang strategi business development yang wajib Anda terapkan dalam bisnis.

Strategi Business Development yang Perlu Diterapkan

Beberapa strategi business development yang bisa Anda coba terapkan untuk perkembangan bisnis adalah sebagai berikut:

1. Menjalin Hubungan dengan Prospek dan Pelanggan

Kegiatan komunikasi yang dilakukan via telepon terbukti bukanlah suatu metode networking yang efektif. Terdapat dua cara lain yang lebih efektif untuk menjalin hubungan yang kuat dengan pelanggan atau prospek bisnis, yaitu dengan menemui mereka secara langsung dan berhubungan via media sosial.

Anda juga bisa menemukan prospek atau pelanggan Anda secara langsung di pameran, konferensi, atau acara lain yang berkaitan dengan industri Anda. Pertimbangkan juga untuk menyelenggarakan acara Anda sendiri dan mengundang semua prospek dan pelanggan Anda pada saat ini.

Usahakan juga untuk tetap terhubung dengan mereka via media sosial profesional lain, seperti Linkedin agar bisa mengetahui kabar terbaru dari mereka dan agar bisa membagikan informasi penting terkait produk ataupun jasa Anda.

Baca juga: Bagaimana Cara Mengembangkan Bisnis Restoran? Baca Tips Ini!

2. Sediakan Konsultasi Gratis 

Jelaskanlah suatu hal terkait bagaimana produk barang atau layanan jasa Anda mampu membantu calon pelanggan untuk bisa mengambil keputusan secara tepat dan cepat. Hal ini nantinya akan membantu Anda untuk lebih memahami prospek lebih dalam, sehingga Anda bisa menilai mereka secara ideal dan membantu Anda untuk lebih fokus pada prospek yang berkualitas.

3. Siapkan Demo Gratis 

Berikanlah prospek Anda demo penjualan agar mereka mampu mengetahui tentang produk atau layanan Anda bisa bekerja secara nyata.

Pastikanlah demo ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan prospek agar bisa menunjukkan bagaimana suatu produk barang atau layanan jasa mampu membantu mengatasi masalah mereka. Anda juga bisa membagikan demo secara langsung atau via obrolan video.

4. Tingkatkanlah Pemeliharaan Prospek

Ingatlah untuk bisa tetap memelihara prospek Anda, baik itu melalui email, panggilan telepon, meeting atau menggunakan metode lainnya. Tujuannya adalah agar bisa meningkatkan prospek pada produk baru atau layanan Anda.

Saat Anda menghubungi mereka lebih awal, mereka akan sangat mungkin belum memerlukannya. Sehingga, tidak ada salahnya untuk kembali menawarkan apa yang Anda jual kepada mereka.

Agar bisa mempermudah Anda dalam melakukan kegiatan follow up dan juga membuat penawaran pada setiap prospek, maka Anda harus mempunyai sistem atau aplikasi bisnis yang bisa Anda andalkan dengan baik.

5. Buat Konten yang Relevan

Cobalah untuk membuat berbagai jenis konten, seperti video, blog dan postingan di media sosial untuk prospek bisnis Anda, sehingga mereka bisa mempelajari lebih dalam tentang brand dan juga produk barang atau layanan jasa Anda.

Pastikan juga konten Anda bukan hanya sekedar promosi saja, tapi juga informasi dan juga tips yang berguna untuk prospek bisnis Anda. Selain itu, pertimbangkan juga untuk membuat e-book yang bisa didownload melalui situs website Anda.

6. Jalin Komunikasi yang Baik dengan Tim Marketing

Walaupun biasanya tim business development atau pengembangan bisnis berada di dalam divisi sales, tapi bukan artinya pekerjaan internal mereka hanya melibatkan anggota tim sales saja. Tim pengembangan bisnis juga harus menjalin komunikasi yang baik dengan divisi lain, khususnya divisi marketing.

Divisi marketing memiliki peran yang besar dalam menciptakan konten untuk target audiens Anda. Untuk itu, tim pengembangan bisnis akan sangat disarankan untuk bisa bekerja sama dengan tim marketing untuk membuat marketing campaign, blog, postingan media sosial, dan konten situs website lainnya agar bisa semakin relevan dengan prospek bisnis Anda.

Baca juga: Apa itu EVA? Apa Bedanya dengan ROI?

Tanggung Jawab Business Development

Berikut ini adalah tugas dan tanggung jawab dari tim business development yang harus Anda ketahui dengan baik:

  • Melaksanakan riset pasar
  • Mencari peluang pada pelanggan baru dan menjaga hubungan dengan pelanggan ataupun klien
  • Menjalin kerja sama dengan tim lain agar bisa memenuhi kebutuhan pasar atau klien
  • Menjalin dan mempresentasikan rencana pengembangan bisnis perusahaan
  • Melakukan kegiatan riset pengembangan bisnis perusahaan secara berkala
  • Memahami dengan baik produk yang dihasilkan dari kompetitor, perusahaan, dan juga posisi bisnis di dalam pasar.
  • Menjalin kerja sama dengan bagian sales agar bisa memperoleh calon pelanggan baru yang lebih menjanjikan.

Baca juga: Apa itu Digital Business? Ini Pengertian dan Manfaatnya!

Skill yang Dibutuhkan Oleh Seorang Business Development

JIka Anda memang tertarik untuk menjadi seorang business development, maka kemampuan yang Anda perlukan adalah sebagai berikut:

1. Motivasi Tinggi

Menjadi seorang pengembangan bisnis wajib mempunyai motivasi yang tinggi dan disiplin dalam bekerja. Seorang business development juga tidak boleh mudah menyerah dan harus bisa memenuhi target dalam keterbatasan dan memenuhi deadline.

2. Management

Dengan adanya fokus yang sangat beragam, kemampuan dalam mengatur waktu dan juga prioritas juga harus dimiliki oleh seorang business development. Selain itu, seorang business development pun harus lebih pintar dalam mengelola sumber daya yang ada di dalam tim dan perusahaan, sehingga bisa mendukung perkembangan bisnis.

3. Komunikasi

Selain bekerja di balik layar, seorang business development pun wajib mempunyai keterampilan komunikasi yang baik. Karena, mereka harus menjalin komunikasi dengan calon klien, calon pelanggan, tim dan juga presentasi di hadapan klien atau kolega.

4. Marketing

Selain tim sales, tim pengembangan bisnis juga harus banyak bekerja dengan tim marketing dalam mempromosikan brand perusahaan. Untuk itu, seorang business development sebaiknya memiliki skill dasar dalam bidang marketing.

5. Negosiasi

Dalam pekerjaannya, seorang business development akan dihadapkan untuk melakukan negosiasi dengan klien yang sudah ada atau calon klien yang memiliki potensi untuk bekerja sama dengan perusahaan.

Dalam hal ini, seorang business development harus bisa mengasah skill untuk bernegosiasi agar seluruh proyek berhasil tercapai.

6. Analisis Data

Akan ada banyak sekali data yang harus dianalisa oleh seorang business development. Dari mulai data penjualan per bulan, data klien, data investor, hingga data kompetitor, semuanya harus dianalisis dan dipelajari.

Dari hal tersebut, ketelitian dan juga kemampuan analisa data akan sangat diperlukan. Data tersebut tidak hanya sekedar tulisan saja. Banyak juga data yang berisi angka, pola gambar, pola angka, dan operasi matematika.

Seorang business development pun harus bisa membuat data dan menyajikannya pada atasan dengan menggunakan bahasa yang mudah untuk dimengerti. Bila Anda yakin dengan kemampuan analisa data, kemungkinan Anda akan sangat cocok sekali bekerja sebagai business development.

7. Project Management

Menjadi orang yang bertugas mengembangkan bisnis bukanlah hal yang mudah dan memiliki risiko tinggi. Seorang business development harus memiliki tanggung jawab yang tinggi, karena perusahaan akan sangat menggantungkan keberlangsungan bisnis di tangannya.

Untuk menjadi seorang business development, maka Anda harus siap dalam menghadapi berbagai kemungkinan terbaik dan terburuk. Selain harus mengurus proyek, Anda juga harus menjalin kerja sama tim, mendukung tim, dan menemukan jalan keluar dari suatu masalah.

Dalam hal ini, Anda harus menanamkan kemampuan leadership dalam mental Anda agar seluruh proyek yang Anda pimpin bisa berjalan dengan lancar dan selaras dengan tim.

Baca juga: Apa itu Harga Psikologi? Bagaimana Cara Menerapkannya?

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang business development. Sebagai pemilik bisnis atau pemilik perusahaan, Anda bisa turut membantu performa business development dengan cara menyediakan aplikasi bisnis dari Accurate Online.

Dengan Accurate Online, Anda bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat dan akurat. Accurate Online juga akan membantu tim business development untuk menjalin kerja sama dengan tim purchasing, tim gudang dan tip finansial untuk lebih mudah dalam mengembangkan bisnis Anda.

Penasaran dengan Accurate Online? Anda bisa mencobanya lebih dulu selama 30 hari gratis dengan klik tautan gambar di bawah ini.

Nat

Wanita lulusan S1 Bisnis Manajemen yang sering membagikan berbagai ilmunya dalam bidang bisnis secara menyeluruh kepada masyarakat, mulai dari tips, ide bisnis, dan masih banyak lagi.