Apa saja Jenis-jenis Gudang? Ini Penjelasan dan Fungsinya!

Dilansir dari Wikipedia, warehouse atau gudang adalah bagian yang sangat penting di dalam operasional bisnis, apapun bidang bisnisnya. Gudang juga adalah suatu tempat yang berfungsi untuk menyimpan barang keperluan produksi dalam jumlah dan batasan waktu tertentu. Namun, apa saja jenis-jenis gudang?

Jenis-jenis gudang ini dibedakan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Namun, kita bisa mengelompokkannya ke dalam beberapa hal, seperti jenis warehouse berdasarkan barang, kepemilikan, wilayah geografis, luas gudang, dan lain sebagainya. Tapi secara umum, warehouse terbagi menjadi lima jenis.

Apa saja jenis-jenis gudang tersebut? Temukan jawabannya dengan membaca artikel di bawah ini hingga selesai.

Apa Saja Jenis-Jenis Gudang di dalam Bisnis?

Di dalam bisnis, jenis warehouse bisa dibagikan secara umum dan berdasarkan karakteristik dari penyimpanannya. Nah, berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.

  • Jenis Gudang Secara Umum

Jenis warehouse secara umum terbagi menjadi lima jenis. Nah, berikut ini adalah kelima jenis warehouse tersebut.

1. Gudang Pribadi atau Swasta

Gudang pribadi atau swasta adalah suatu sistem yang dijalankan oleh pihak penyalur atau pemasok. Jenis warehouse ini digunakan untuk kegiatan distribusi perusahaan itu sendiri. Di dalamnya terjadi suatu proses penerimaan dan juga pendistribusi barang ataupun produk.

Contoh sederhana dari warehouse pribadi atau swasta adalah perusahaan retail berskala besar yang memiliki warehouse utama untuk keperluan grosirnya.

2. Gudang Publik atau Umum

Gudang publik atau umum adalah suatu jenis warehouse yang bisa disewa untuk keperluan pendistribusian barang dalam kurun waktu tertentu. Umumnya, jenis warehouse yang satu ini digunakan dalam jangka waktu yang singkat.

Contohnya adalah saat suatu perusahaan memperoleh permintaan produk yang lebih banyak dari kapasitas warehouse yang dimiliki, maka mereka akan menyewa warehouse untuk sementara waktu.

3. Gudang Otomatis

Berdasarkan alat yang digunakan oleh perusahaan, terdapat gudang otomatis dan manual. Gudang otomatis adalah suatu inovasi terbaru dalam jenis teknologi. Jenis warehouse ini dijalankan dengan menggunakan bantuan teknologi tinggi dan bisa dijalankan secara otomatis dengan berdasarkan sistem yang ingin digunakan.

Misalnya, suatu warehouse otomatis yang memanfaatkan conveyor belt untuk mengangkut barang secara otomatis dan bisa mengurangi tenaga manusia.

4. Distributor Center

Gudang pusat distribusi atau distributor center ini bisa digunakan untuk menyimpan beberapa produk secara sementara. Jenis warehouse ini berguna sebagai tempat distribusi yang singkat. Contoh sederhana dari penggunaan warehouse ini adalah saat suatu produk datang dari banyak distributor dan wajib dikirim sesegera mungkin ke banyak pelanggan.

5. Climate-Controlled Warehouse

Climate-controlled warehouse atau yang banyak dikenal dengan warehouse pengaturan suhu adalah jenis warehouse yang berguna untuk menangani beragam jenis produk atau barang yang memerlukan bantuan khusus. Jenis warehouse ini memiliki sistem tersendiri untuk mengatur suhu dan juga kelembaban udara di dalamnya.

Contohnya seperti warehouse produk atau bahan baku yang wajib disimpan di freezer agar kualitasnya bisa tetap terjaga dengan baik.

Baca juga: Stock Take Adalah: Pengertian, Manfaat, dan Tips Ampuh Untuk Melakukannya

  • Jenis Gudang Berdasarkan Karakteristik Penyimpanan

Selain jenis warehouse secara umum, ada juga warehouse berdasarkan karakteristik tempat penyimpanannya, atau bisa juga dikenal sebagai jenis warehouse dan berbagai fungsinya. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.

1. Gudang Bahan Baku

Bila dilihat dari sisi karakteristik pasokan produk, terdapat tiga jenis warehouse, yakni warehouse bahan baku, warehouse setengah jadi, dan warehouse hasil jadi. Gudang bahan baku adalah warehouse yang digunakan untuk menyimpan berbagai bahan baku produksi.

Beberapa jenis bahan baku yang disimpan ini mencakup logam, beton, pasir, plastik, kako, dan lain sebagainya, tergantung dari industri yang dijalankan. Areanya pun umumnya berdekatan dengan tempat produksi.

Gudan ini bisa melakukan penyimpanan dalam bentuk tangki, bangunan, atau tempat terbuka. Hal tersebut dipengaruhi dengan jenis bahan baku yang disimpan oleh perusahaan.

2. Gudang Bahan Setengah Jadi

Fungsi gudang bahan setengah jadi adalah sebagai tempat penyimpanan barang yang masih dalam proses pembuatan. Barang yang sudah melalui proses produksi dan di dalamnya masih menunggu tahap produksi berikutnya akan disimpan di dalam warehouse ini.

Contoh sederhananya adalah proses pembuatan kemasan produk tertentu, merakit komputer atau laptop, produk bundling, pemasangan label, dan lain sebagainya.

3. Gudang Hasil Produksi

Sama seperti namanya, gudang hasil produksi digunakan untuk menyimpan barang jadi ataupun produk jadi yang telah siap untuk dijual atau disalurkan ke pelanggan lain. Di dalamnya bisa dalam bentuk warehouse pribadi ataupun sewa yang dibayar secara mingguan ataupun bulanan.

4. Gudang Pusat Konsolidasi dan Transit

Jenis warehouse yang selanjutnya adalah gudang pusat transit dan konsolidasi. Fungsi utamanya adalah untuk menerima produk barang dari berbagai supplier, lalu nantinya akan dilakukan proses penggabungan agar bisa dikirim lagi ke konsumen akhir.

5. Gudang Pusat Transhipment

Gudang pusat transhipment adalah jenis warehouse yang digunakan untuk bisa menerima barang dengan jumlah yang banyak lalu dibagi lagi ke dalam bagian yang terkecil lalu dikirim ke berbagai tujuan pelanggan.

Baca juga: Warehouse Management System (WMS): Pengertian, Konsep dan Kelebihannya

6. Gudang Cross Docking

Biasanya, jenis warehouse ini diperlukan oleh jasa ekspedisi sebagai suatu tempat pemindahan barang, contohnya dari satu truk ke truk yang lainnya. bila diperlukan penyewaan, maka warehouse ini pun relatif lebih murah, karena hanya akan digunakan dalam kurun waktu yang singkat saja.

7. Gudang Pusat Sortir

Gudang pusat sortir digunakan agar bisa menyalurkan pengiriman parcel ataupun surat dokumen. Di dalamnya, seluruh barang akan terlebih dahulu dikumpulkan untuk proses sortir dengan berdasarkan kode pos ataupun zona tujuan pengiriman barang.

8. Gudang Fulfillment

Warehouse fulfillment adalah sebuah warehouse yang dibuat secara khusus untuk kebutuhan mengelola pesanan yang lebih kecil namun dalam jumlah yang sangat banyak. Selain itu, jenis warehouse ini juga bisa digunakan dalam proses reverse logistics.

Warehousefulfillment pun bisa digunakan untuk menyimpan barang yang masih dalam proses retur atau dalam proses pengembalian produk.

9. Gudang untuk Kepentingan Publik

Perlu Anda ketahui bahwa tidak semua warehouse bisa digunakan untuk penjualan produk secara mandiri. Ada juga jenis warehouse yang digunakan untuk kepentingan publik. Biasanya, jenis warehouse ini akan dikelola oleh negara, contohnya seperti warehouse bulog yang digunakan untuk menyimpan beras atau barang bantuan bencana.

Proses pengelolaan dan juga pemeliharaan warehouse ini harus didukung dengan menggunakan sistem dan sumber daya manusia yang baik.

Namun, apapun jenisnya, setiap warehouse harus memiliki sistem manajemen yang baik. salah satu sistem yang kerap kali digunakan agar sistem operasional pergudangan bisa berjalan dengan lancar adalah Warehouse Management System atau WMS.

Warehouse Management System adalah suatu sistem manajemen pergudangan yang digunakan untuk mengontrol dan juga memantau beragam proses yang terjadi di dalam warehouse. Di dalamnya berkaitan dengan proses pengiriman barang, penerimaan barang, dan juga penyimpanan barang.

Warehouse management system pun umumnya telah dilengkapi dengan sistem teknologi serta fitur yang canggih demi mendukung pekerjaan staff warehouse.

Baca juga: Apa itu Dead Stock? Bagaimana Cara Mengatasinya?

Penutup

Demikianlah beberapa jenis gudang yang harus Anda ketahui sebagai pebisnis atau pemilik perusahaan. Pemilihan warehouse di atas harus Anda sesuaikan kembali berdasarkan kebutuhan bisnis Anda.

Namun, yang paling penting adalah Anda harus bisa mengelola dan mengatur arus keluar dan masuk warehouse. Hal ini akan memberikan dampak yang serius untuk perkembangan bisnis Anda di masa depan. Tapi, mengelolanya secara manual tentu akan sangat sulit, memakan banyak waktu, dan rentan sekali terjadi kesalahan.

Nah, solusinya Anda bisa menggunakan aplikasi bisnis yang telah disediakan oleh Accurate Online. Kenapa? Karena selain mampu menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan, Accurate Online juga telah dilengkapi dengan fitur persediaan yang akan membantu Anda dalam mengelola warehouse.

Dengan fitur ini, Anda bisa mengatur banyak urusan terkait warehouse dan mengelola multi lokasi warehouse pada perusahaan yang Anda miliki. Selain itu, terdapat juga multi satuan, nomor seri atau nomor batch, transfer barang, job costing, penyesuaian persediaan, stok opname, pengaturan persediaan, dan juga penyesuaian harga pemasok.

Soal keandalan aplikasi, Accurate Online pun sudah tidak perlu diragukan lagi. Kenapa? Karena aplikasi ini telah dipercaya oleh ratusan ribu pebisnis di Indonesia dan telah berhasil mendapatkan penghargaan TOP Brand Award sejak tahun 2016 lalu.

Masih ada banyak lagi fitur dan kelebihan dari Accurate Online, dan Anda bisa lebih dulu mencobanya selama 30 hari gratis melalui banner di bawah ini.