Insentif Adalah: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya

Sebagian para pekerja atau karyawan pasti sudah mengetahui pengertian dari insentif. Pada dasarnya, insentif adalah bonus yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya karena sudah mencapai target tertentu atau melakukan dedikasi yang tinggi.

Namun, pemberian insentif ini harus dilakukan dengan pertimbangan yang matang karena harus bisa disesuaikan dengan kondisi perusahaan dan pencapaian karyawan tersebut.

Nah, pada kesempatan kali ini, mari bersama-sama kita bahas lebih dalam tentang pengertian insentif, jenis, dan manfaatnya untuk perusahaan dan karyawan.

Insentif Adalah

Seperti yang sudah bersama kita bahas secara singkat di atas, insentif adalah bonus atau kompensasi yang diberikan oleh pihak manajemen perusahaan kepada karyawannya.

Pemberian insentif ini diluar dari gaji pokok yang memang sudah menjadi hak yang harus diperoleh karyawan. Tujuan dari adanya pemberian insentif ini agar para karyawan bisa bekerja lebih maksimal karena mereka merasa hasil usahanya lebih dihargai.

Dengan meningkatnya semangat dan motivasi karyawan dalam bekerja, maka perusahaan pun akan mendapatkan manfaat lain yang sangat besar.

Yang paling jelas terlihat adalah produktivitas perusahaan akan menjadi lebih baik dan lebih berkembang pesat dari yang sudah diprediksi. Untuk itu, jangan anggap manfaat insentif hanya bisa dirasakan oleh karyawan saja.

Pemberian gaji atau insentif ini juga harus bisa dibedakan, karena walaupun berupa imbalan atau tanda jasa, keduanya mempunyai fungsi dan peran yang jelas berbeda.

Gaji adalah hak pokok karyawan yang sudah bekerja pada suatu perusahaan. Sedangkan insentif adalah lebih ke arah motivasi atau stimulus bagi karyawan untuk mampu meningkatkan performanya dalam bekerja.

Jumlahnya pun tidak tetap dan dipertimbangkan berdasarkan pencapaian dan upah pokok karyawannya. Pemberiannya juga hanya dilakukan dalam satu waktu saja dan bisa dicairkan di luar jadwal rutin pemberian gaji.

Baca juga: Pitch Deck Adalah Presentasi Singkat dan Menarik untuk Pengembangan Bisnis, Ini Penjelasannya!

Tujuan serta Manfaat Insentif 

Para ahli sudah banyak yang sepakat bahwa pemberian insentif ini mempunyai banyak sekali manfaat dan tujuan yang bisa didapatkan oleh pihak karyawan dan perusahaan.

Hal yang paling utama dari pemberian insentif adalah meningkatnya performa dan juga produktivitas dari para karyawan ataupun tim dalam suatu perusahaan.

Dengan adanya tujuan tersebut, maka pihak karyawan dan perusahaan akan bisa merasakan manfaat yang sama-sama menguntungkan. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.

1. Manfaat Bagi Perusahaan

Seperti yang sudah kita singgung sedikit di atas, insentif mampu memberikan banyak keuntungan untuk perusahaan dan karyawan. Dengan memberikan insentif kepada karyawan, maka perusahaan juga bisa mendapatkan keuntungan berupa produktivitas dan kemampuan karyawan untuk berkembang lebih pesat.

  • Karyawan Akan Bekerja Lebih Giat 

Ketika perusahaan rutin memberikan insentif kepada karyawan yang mempunyai performa terbaik, maka pekerja lainnya pun akan turut berlomba-lomba dalam meningkatkan performanya. Hal tersebut tentunya akan membuat karyawan bekerja lebih keras, semangat dan lebih cepat secara langsung.

  • Karyawan Akan Lebih Disiplin

Ketika karyawan sudah mempunyai etos kerja yang baik, maka persaingan untuk bisa memperoleh insentif adalah dengan meningkatkan performa yang lebih disiplin dan kreatif. Sehingga, perusahaan akan mempunyai sumber daya manusia yang bersaing dan mampu meningkatkan produktivitas perusahaan secara lebih signifikan.

2. Manfaat Bagi Karyawan

  • Motivasi

Manfaat yang jelas akan akan dirasakan oleh karyawan karena mendapatkan insentif adalah meningkatnya pemasukan dari perusahaan.

Tapi, pemberian insentif itu juga tidak hanya terbatas pada bidang keuangan saja. Dalam etos kerja, insentif juga mampu memotivasi karyawan untuk bekerja lebih keras dalam memberikan yang terbaik pada perusahaan.

  • Tanda Balas Jasa

Manfaat lainnya yang akan dirasakan karyawan adalah prestasi dan usaha yang mereka lakukan bisa diukur secara kualitatif dan kuantitatif.

Insentif juga menjadi tanda bukti atas balas jasa atas kerja keras yang dilakukan oleh karyawan dalam bentuk bonus tertentu. Sehingga, pihak karyawan juga tidak akan segan untuk bekerja lebih keras pada perusahaan dan meningkatkan kemampuannya demi mendapatkan insentif tersebut.

Jadi, insentif tidak hanya akan memberikan dorongan ataupun motivasi karyawan agar bisa bekerja lebih keras. Namun, insentif juga akan membantu perusahaan untuk meningkatkan para karyawannya agar bisa meraih tujuan perusahaan secara lebih cepat dan tepat.

Jenis Insentif yang Biasa Diterima Karyawan

Berdasarkan pemberiannya, maka insentif terbagi menjadi dua jenis, yaitu insentif finansial dan insentif non finansial:

  • Insentif Finansial

Dalam hal ini, insentif finansial diberikan dalam wujud keuangan yang diberikan di luar dari gaji pokok yang diterima oleh pihak karyawan.

Selain itu, pemberian insentif ini juga diberikan berdasarkan keuntungan atau laba perusahaan dan melalui berbagai hal yang menyangkut tingkat kesejahteraan karyawan, seperti kesehatan, rekreasi, jaminan hari tua, dll.

  • Insentif Non-Finansial

Seperti namanya, insentif non-finansial ini diberikan dalam bentuk lain selain uang, seperti promosi jabatan, lingkungan kerja yang lebih positif, hingga hubungan yang lebih baik dengan para atasannya.

Selain itu, ada juga insentif lain yang secara tidak langsung dirasakan oleh karyawan. Jenis insentif ini disebut dengan insentif sosial, yang mana hubungannya dengan rekan kerja akan semakin lebih baik.

Jadi, tidak selamanya insentif harus berupa uang kepada para karyawan, tapi juga bisa ke dalam bentuk lainnya.

Berdasarkan proses pemberiannya, insentif juga bisa diberikan kepada individu ataupun tim di dalam perusahaan. Sesuai dengan namanya, pemberian insentif kepada individu akan diberikan jika individu tersebut mampu menunjukan performa yang baik.

Sedangkan pemberian insentif tim atau divisi akan diberikan jika divisi tersebut mampu mencapai target atau melebih target yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.

Potensi Kerugian dalam Memberlakukan Sistem Insentif

Selain mampu memberikan keuntungan untuk pihak perusahaan dan karyawan, ternyata pemberian insentif juga mempunyai resiko kerugian apabila dilakukan secara keliru.

Hal tersebut tentunya akan menciptakan lingkungan kerja dan bisnis dalam mencapai tujuan tidak bisa berjalan sebagaimana seharusnya.

Potensi kerugian dari adanya pemberlakuan insentif adalah standar kompensasi yang akan menjadi sulit diukur dan menimbulkan rasa ketidakadilan untuk para karyawan.

Selain itu, pemberian kompensasi juga kemungkinan akan berjalan tidak maksimal karena adanya faktor internal dan eksternal dari perusahaan, seperti kerusakan mesin produksi, atau permintaan pasar yang memang sedang menurun.

Untuk perusahaan yang belum memiliki pengalaman dalam menerapkan sistem insentif, umumnya para serikat kerja akan menentang penerapan sistem insentif terlebu. Hal tersebut dikarenakan adanya potensi perubahan pada standar dan pemberian insentif.

Karena insentif ini lebih berfokus pada produktivitas ataupun hasil dalam jangka pendek saja, maka perusahaan yang menerapkan sistem insentif umumnya akan mengesampingkan kualitas, jasa, dan tujuan jangka panjangnya.

Untuk itu, jika tidak dilakukan dengan baik dan dibiarkan dalam kurun waktu yang lama, maka sistem insentif bisa menyebabkan kerugian untuk perusahaan.

Cara Memberikan Insentif Secara Efektif 

Agar perusahaan bisa mengurangi potensi kerugian karena pemberian insentif, maka ada beberapa indikator yang bisa dijadikan parameter perusahaan dalam memberikan insentif, yaitu:

  • Kinerja atau Prestasi Karyawan. Parameter pertama dan paling utama dalam memberikan insentif adalah harus berdasarkan performa atau prestasi yang mampu dicapai oleh karyawan.
  • Efisiensi Pekerjaan. Lalu, efisiensi pekerjaan yang dilakukan oleh para karyawan akan menjadi tanggung jawab mereka, apakah pekerjaannya bisa dilakukan lebih cepat ataukah tidak.
  • Jabatan atau Senioritas. Nominal insentif juga ada baiknya dihitung dengan berdasarkan senioritas atau masa bakti karyawan bekerja di perusahaan tersebut. Keperluan dan kebutuhan karyawan dalam meningkatkan kualitas hidupnya juga bisa dijadikan parameter lain bagi perusahaan dalam memberikan insentif.
  • Keadilan dan Kelayakan. Selain itu, perusahaan juga harus memerhatikan secara cermat terkait keadilan dan kelayakan karyawan dalam menerima insentif. Jika hal ini diabaikan, maka pemberian insentif justru akan memberikan kerugian bagi perusahaan.

Baca juga: Rebranding: Pengertian, Alasan, Contoh, dan Tips Sukses Rebranding

Penutup

Seperti yang sudah bersama kita bahas di atas, bahwa pemberian sistem insentif ini mampu memberikan manfaat kepada karyawan dan perusahaan. Namun, jika dilakukan secara tidak cermat, maka perusahaan dan karyawan justru akan mendapatkan kerugian yang sangat fatal.

Untuk itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menjalankan sistem insentif, terlebih lagi jika insentif yang akan diberikan adalah insentif finansial. Karena terdapat beberapa pertimbangan yang harus dilakukan, salah satunya adalah harus dilakukan dengan pencapaian karyawan dalam menghasilkan laba dan kondisi keuangan perusahaan saat itu.

Oleh karena itu, kondisi keuangan perusahaan harus dikelola dengan rapi dan tepat agar pemberian insentif tidak merugikan perusahaan. Nah, untuk memudahkan Anda, sebagai pebisnis dalam mengelola keuangan perusahaan Anda, disarankan agar Anda menggunakan software akuntansi dari Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang mampu membantu Anda dalam mengelola keuangan secara lebih mudah dan praktis. Accurate online juga memiliki tampilan yang sederhana sehingga akan memudahkan Anda dalam membuat berbagai laporan keuangan perusahaan, bahkan oleh Anda yang tidak memiliki background akuntansi sekalipun.

Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate1