6 Langkah Menerapkan Lean Manufacturing Secara Mudah

Berdasarkan laman Wikipedia, lean manufacturing adalah suatu optimasi proses, praktik, dan kebiasaan pekerja dengan menggunakan berbagai prinsip lean. Tujuan dari lean manufacturing adalah agar bisa bekerja secara lebih efisien, bisa berinovasi secara cepat, dan mampu menghasilkan berbagai nilai lebih untuk para pelanggan.

Lean manufacturing memerlukan proses penerapan yang panjang. Tapi, Anda bisa lebih mudah menerapkannya dengan melakukan 6 langkah di bawah ini.

Cara Menerapkan Lean Manufacturing

1. Menemukan Motivasi

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengetahui apa yang Anda lakukan. Anda harus melakukan rutinitas produks tapi apakah Anda sudah mengetahui rutinitas tersebut secara detail atau belum? Pertanyaan tersebut kemungkinan besar akan sangat sulit dijawab, tapi Anda akan sangat memerlukan penjabarannya.

Ingatlah selalu bahwa lean mampu mengubah cara kerja sampai dengan struktur organisasi. Jadi, Anda harus meyakinkan tim, departemen, dan semua internal perusahaan kenapa mereka harus mengubah berbagai hal yang mendasar dalam bisnis.

Kenapa diperlukan perubahan? Apakah Anda ingin menemukan suatu cara baru dalam berhubungan dengan pelanggan, menjadi lebih inovatif, meningkatkan keuntungan, atau memenangkan persaingan secara global. Temukanlah apa yang perusahaan Anda perlukan dan ingin sosialisasikan

2. Melakukan Evaluasi Kesiapan Perusahaan

Bila Anda sudah menemukan objektif yang perusahaan Anda ingin capai, maka lakukanlah peninjauan ulang pada kondisi perusahaan Anda. Tujuannya adalah agar melihat kesanggupan perusahaan Anda dalam menerapkan prinsip lean.

Peninjauan tersebut termasuk ketersediaan mesin dan line, stabilitas dan juga kualitas produk serta proses produksi, dan karyawan yang mampu berperan sebagai problem solver. Umumnya, orang yang mempunyai kemampuan Statistical Process Control atau SPC dan Measurement System Analysis akan sangat diperlukan.

Setelah itu, coba tentukanlah orang-orang utama yang akan terlibat di dalam proses perubahan tersebut. Bila Anda juga belum pernah menerapkan lean manufacturing, cobalah untuk meminta pendampingan dari orang yang sudah berpengalaman.

Baca juga: Lean Management: Pengertian, Manfaat Dan 5 Prinsip Utamanya

3. Mulai Mensosialisasikan Program Lean Manufacturing

Secara formal, sekarang Anda harus menyampaikan program yang sudah disusun ke semua lapisan organisasi. Proses ini kemungkinan besar akan memerlukan waktu yang lama, terutama saat menyampaikannya ke jajaran tinggi perusahaan.

Mereka harus bisa memahami bagian apa saja yang harus dipotong, OEE, kalkulasi takt, penyesuaian line, dan lain sebagainya.

Bila sudah, berikanlah pelatihan yang memerlukan pelaksana program memadai. Karena, akan ada banyak hal yang nantinya harus Anda kuasai. Pelatihan harus Anda lakukan dengan baik, bila tidak, maka akan ada banyak sekali yang terlupa.

4. Membuat Value Stream Mapping

Fungsinya adalah agar Anda bisa memahami alur kerja baru Anda. Flowchart ini juga akan mendokumentasikan seluruh tahapan didalam proses lean dan juga akan melakukan identifikasi waste, mengurangi cycle times, serta menerapkan berbagai perbaikan baru.

Value stream map ini terdiri dari berbagai kegiatan. Cara yang efektif dalam melakukannya adalah dengan menggunakan metode Kanban, tools yang mampu memvisualisasikan proses, akuntabilitas, serta struktur kerja.

Baca juga: Lean Canvas: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Contoh dan Komponennya

5. Menerapkan Strategi Lean 

Di dalam value stream mapping Anda harus menerapkan strategi yang menjelaskan bagaimana:

  • Melakukan sinkronisasi supply produk ke pelanggan secara sesuai tanpa produksi dan inventaris yang berlebih.
  • Melakukan sinkronisasi dengan cara membagi work in progress secara lebih efektif agar bisa memenuhi permintaan dengan waktu lead produksi secara minimal.
  • Membuat alur produksi baru dan juga mereduksi inventaris, jarak antar stasiun produksi, kecacatan pada produksi, dan berbagai pekerjaan yang tidak dibutuhkan.
  • Menerapkan sistem pull-demand yang mana suatu proses produksi baru bisa dilakukan saat terdapat permintaan dari pelanggan. Sistem tersebut akan membantu Anda dalam meminimalisir overhead, memaksimalkan inventaris, dan juga menghemat ruang di gudang.

Dalam proses pelaksanaannya, gunakan suatu sistem yang bisa memberikan Anda informasi terkait performa mesin, inventaris, dan lamanya proses produksi.

Dengan begitu, Anda bisa lebih mudah dalam menerapkan sistem pull demand dengan mengelola permintaan pelanggan dan menjadwalkan proses produksi. Oleh karenanya, sangat penting sekali dalam menerapkan strategi lean guna mengembangkan bisnis manufaktur.

Jangan lupa juga untuk mendokumentasikan seluruh proses ini dalam bentuk Gantt chart.

6. Mempertahankan peningkatan yang telah dicapai

Prinsip lean termasuk ke dalam konsep tentang bagaimana memastikan peningkatan secara lebih berkelanjutan. Tujuannya adalah memertahankan berbagai proses agar bisa tetap fokus pada kegiatan yang mampu memberikan banyak nilai dan membuang pekerjaan yang tidak perlu.

Pengembangan yang dilakukan secara berkelanjutan bisa dicapai dengan menggunakan metode PDCA atau plan do check act. Metode ini mampu meningkatkan manajemen proyek, SDM, product lifecycle, dan juga manajemen supply chain.

Selain itu, Anda juga harus memimpin bawahan dengan baik agar mereka mempunyai rasa tanggung jawab atas tugas yang mereka lakukan dan berilah mereka kepercayaan dalam mengerjakannya.

Baca juga: Lean Startup, Metode Mendirikan Bisnis dengan Berdasarkan Kebutuhan Audiens

Penutup

Lean manufacturing harus diterapkan secara sistematis, mulai dari perencanaan, eksekusi, sampai dengan sustaining. Dalam menerapkan implementasi ini, ada baiknya Anda lakukan dengan bertahap.

Pahamilah berbagai konsep lean secara baik agar bisa terhindar dari implementasi yang gagal. Namun jika Anda bisa melakukan semua tahapan secara baik dengan pemahaman yang maksimal, maka perusahaan Anda akan memiliki peluang keberhasilan yang tinggi.

Nah, aplikasi bisnis dari Accurate Online akan membantu proses manufaktur Anda dengan fitur manufaktur yang tersemat di dalamnya. Dengan menggunakan fitur ini, maka Anda bisa meningkatkan efisiensi operasional bisnis secara maksimal.

Selain itu, Accurate Online juga mampu menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan, memudahkan Anda dalam mengelola persediaan, melakukan penjualan, dan menyelesaikan administrasi perpajakan.

Ayo coba dan gunakan Accurate Online sekarang juga selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini, Gratis!

Nat

Wanita lulusan S1 Bisnis Manajemen yang sering membagikan berbagai ilmunya dalam bidang bisnis secara menyeluruh kepada masyarakat, mulai dari tips, ide bisnis, dan masih banyak lagi.