6 Strategi Menerapkan Lean Manufacturing Secara Mudah

oleh | Jul 9, 2024

source envato.

6 Langkah Menerapkan Lean Manufacturing Secara Mudah

Berdasarkan laman Wikipedia, lean manufacturing adalah suatu optimasi proses, praktik, dan kebiasaan pekerja dengan menggunakan berbagai prinsip lean.

Tujuan dari lean manufacturing adalah agar bisa bekerja secara lebih efisien, bisa berinovasi secara cepat, dan mampu menghasilkan berbagai nilai lebih untuk para pelanggan.

Lean manufacturing memerlukan proses penerapan yang panjang. Tapi, Anda bisa lebih mudah menerapkannya dengan melakukan 6 langkah di bawah ini.

Apa itu Lean Manufacturing?

Lean Manufacturing adalah metodologi produksi yang berfokus pada peningkatan efisiensi dan pengurangan pemborosan dalam proses manufaktur.

Konsep ini berasal dari sistem produksi Toyota (Toyota Production System) dan bertujuan untuk menghasilkan produk dengan kualitas tinggi menggunakan sumber daya seminimal mungkin.

Tujuan Penerapan Lean Manufacturing:

  • Meningkatkan Efisiensi
  • Mengurangi Pemborosan
  • Meningkatkan Kualitas
  • Mengurangi Waktu Produksi
  • Mengoptimalkan Sumber Daya

Manfaat Penerapan Lean Manufacturing

  • Pengurangan Biaya
  • Peningkatan Produktivitas
  • Peningkatan Kualitas Produk
  • Peningkatan Kepuasan Pelanggan
  • Peningkatan Keunggulan Kompetitif
  • Penggunaan Sumber Daya yang Lebih Efisien
  • Peningkatan Motivasi dan Keterlibatan Karyawan

Baca juga: Lean Management: Pengertian, Manfaat Dan 5 Prinsip

Prinsip-prinsip Lean Manufacturing

Dalam melakukan lean manufacturing terdapat beberapa prinsip yang menjadi pedoman dalam menjalankannya, berikut adalah prinsip-prinsipnya:

1. Identifikasi Nilai

Memahami apa yang benar-benar bernilai bagi pelanggan dan fokus pada kegiatan yang menambah nilai tersebut.

2. Pemetaan Aliran Nilai (Value Stream Mapping)

Menganalisis semua langkah dalam proses produksi untuk mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan.

3. Aliran (Flow)

Mengatur proses produksi sedemikian rupa sehingga produk dapat bergerak lancar tanpa hambatan atau penundaan.

4. Penarikan (Pull)

Menghasilkan produk sesuai dengan permintaan pelanggan untuk menghindari overproduction.

5. Penyempurnaan Berkelanjutan (Continuous Improvement atau Kaizen)

Melibatkan semua anggota organisasi dalam proses perbaikan berkelanjutan untuk mengoptimalkan efisiensi dan mengurangi pemborosan.

Baca juga: Pengertian Waste Manufacturing dan 7 Jenisnya

Alat dan Teknik dalam Lean Manufacturing

Berikut adalah beberapa alat dan teknik utama dalam Lean Manufacturing yang digunakan untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi pemborosan, dan mengoptimalkan proses produksi:

1. 5S

5S adalah metode organisasi tempat kerja yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih, teratur, dan efisien melalui lima langkah:

  • Sort (Seiri): Menyortir semua barang di tempat kerja dan memisahkan yang diperlukan dari yang tidak diperlukan. Barang yang tidak diperlukan dibuang.
  • Set in Order (Seiton): Merapikan dan menata barang-barang yang diperlukan sehingga mudah ditemukan dan diakses.
  • Shine (Seiso): Membersihkan area kerja secara menyeluruh untuk menjaga kebersihan dan kerapihan.
  • Standardize (Seiketsu): Menstandarkan praktik terbaik yang ditemukan selama tiga langkah pertama untuk menjaga keteraturan.
  • Sustain (Shitsuke): Memelihara praktik 5S dengan disiplin dan komitmen. Ini mencakup pelatihan terus-menerus dan audit rutin untuk memastikan kepatuhan.

2. Kanban

Kanban adalah sistem penjadwalan produksi yang menggunakan sinyal visual untuk mengelola aliran produksi dan memastikan bahan dan produk diproduksi sesuai permintaan.

  • Pull System: Produksi dimulai hanya ketika ada permintaan, menghindari overproduction dan mengurangi persediaan berlebih.
  • Visual Management: Menggunakan kartu Kanban atau tanda visual lainnya untuk menunjukkan status produksi, kebutuhan material, dan on going work.
  • Continuous Flow: Mendorong aliran kerja yang lancar dan menghindari penumpukan persediaan di berbagai tahap proses produksi.

3. Just-In-Time (JIT)

Just-In-Time (JIT) adalah sistem produksi yang memastikan bahwa bahan dan produk diproduksi dan dikirim tepat pada waktunya sesuai kebutuhan.

  • Reducing Inventory: Mengurangi jumlah inventaris dengan hanya memesan dan memproduksi barang yang diperlukan pada saat dibutuhkan.
  • Improving Efficiency: Meningkatkan efisiensi produksi dengan menghilangkan waktu tunggu dan penundaan dalam proses produksi.
  • Flexibility: Memberikan fleksibilitas untuk menyesuaikan produksi dengan permintaan pelanggan, mengurangi pemborosan dan biaya penyimpanan.

4. Total Productive Maintenance (TPM)

Total Productive Maintenance (TPM) adalah pendekatan pemeliharaan yang melibatkan semua karyawan dalam usaha untuk mencegah kegagalan mesin dan meningkatkan efisiensi peralatan.

  • Preventive Maintenance: Melakukan pemeliharaan rutin untuk mencegah kerusakan mesin dan memperpanjang umur peralatan.
  • Autonomous Maintenance: Memberikan tanggung jawab pemeliharaan dasar kepada operator mesin, seperti pembersihan dan pelumasan.
  • Focused Improvement: Mengajak semua karyawan untuk berpartisipasi dalam upaya perbaikan terus-menerus, mencari cara untuk meningkatkan kinerja mesin dan proses.

5. Value Stream Mapping (VSM)

Value Stream Mapping (VSM) adalah teknik visual untuk memetakan aliran material dan informasi yang diperlukan untuk membawa produk dari awal hingga akhir proses produksi.

  • Identifying Value: Mengidentifikasi kegiatan yang menambah nilai pada produk dan menghilangkan pemborosan dalam proses produksi.
  • Current State Mapping: Memetakan proses produksi saat ini untuk memahami aliran kerja dan menemukan area yang memerlukan perbaikan.
  • Future State Mapping: Merancang proses produksi yang diinginkan untuk mencapai efisiensi yang lebih tinggi, mengurangi pemborosan, dan meningkatkan nilai tambah bagi pelanggan.

Baca juga: Hubungan manufaktur dan produksi dalam bisnis

Cara Menerapkan Lean Manufacturing

cara menerapkan lean manufacturing

ilustrasi lean manufacturing. source envato

Dalam dunia bisnis yang kompetitif, menerapkan Lean Manufacturing menjadi strategi penting untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi pemborosan.

Lean Manufacturing adalah pendekatan sistematis yang berfokus pada peningkatan nilai bagi pelanggan dengan mengurangi aktivitas yang tidak menambah nilai.

Berikut adalah tahapan dalam menerapkan lean manufacturing di perusahaan:

1. Menemukan Motivasi

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengetahui apa yang Anda lakukan.

Anda harus melakukan rutinitas produks tapi apakah Anda sudah mengetahui rutinitas tersebut secara detail atau belum?

Pertanyaan tersebut kemungkinan besar akan sangat sulit dijawab, tapi Anda akan sangat memerlukan penjabarannya.

Ingatlah selalu bahwa lean mampu mengubah cara kerja sampai dengan struktur organisasi.

Jadi, Anda harus meyakinkan tim, departemen, dan semua internal perusahaan kenapa mereka harus mengubah berbagai hal yang mendasar dalam bisnis.

Kenapa diperlukan perubahan? Apakah Anda ingin menemukan suatu cara baru dalam berhubungan dengan pelanggan, menjadi lebih inovatif, meningkatkan keuntungan, atau memenangkan persaingan secara global.

Temukanlah apa yang perusahaan Anda perlukan dan ingin sosialisasikan

2. Melakukan Evaluasi Kesiapan Perusahaan

Bila Anda sudah menemukan objektif yang perusahaan Anda ingin capai, maka lakukanlah peninjauan ulang pada kondisi perusahaan Anda.

Tujuannya adalah agar melihat kesanggupan perusahaan Anda dalam menerapkan prinsip lean.

Peninjauan tersebut termasuk ketersediaan mesin dan line, stabilitas dan juga kualitas produk serta proses produksi, dan karyawan yang mampu berperan sebagai problem solver.

Umumnya, orang yang mempunyai kemampuan Statistical Process Control atau SPC dan Measurement System Analysis akan sangat diperlukan.

Setelah itu, coba tentukanlah orang-orang utama yang akan terlibat di dalam proses perubahan tersebut.

Bila Anda juga belum pernah menerapkan lean manufacturing, cobalah untuk meminta pendampingan dari orang yang sudah berpengalaman.

3. Mulai Mensosialisasikan Program Lean Manufacturing

Secara formal, sekarang Anda harus menyampaikan program yang sudah disusun ke semua lapisan organisasi.

Proses ini kemungkinan besar akan memerlukan waktu yang lama, terutama saat menyampaikannya ke jajaran tinggi perusahaan.

Mereka harus bisa memahami bagian apa saja yang harus dipotong, OEE, kalkulasi takt, penyesuaian line, dan lain sebagainya.

Bila sudah, berikanlah pelatihan yang memerlukan pelaksana program memadai. Karena, akan ada banyak hal yang nantinya harus Anda kuasai.

Pelatihan harus Anda lakukan dengan baik, bila tidak, maka akan ada banyak sekali yang terlupa.

4. Membuat Value Stream Mapping

Fungsinya adalah agar Anda bisa memahami alur kerja baru Anda. Flowchart ini juga akan mendokumentasikan seluruh tahapan didalam proses lean dan juga akan melakukan identifikasi waste, mengurangi cycle times, serta menerapkan berbagai perbaikan baru.

Value stream map ini terdiri dari berbagai kegiatan. Cara yang efektif dalam melakukannya adalah dengan menggunakan metode Kanban, tools yang mampu memvisualisasikan proses, akuntabilitas, serta struktur kerja.

Baca juga: Lean Canvas: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Contoh dan Komponennya

5. Menerapkan Strategi Lean 

Di dalam value stream mapping Anda harus menerapkan strategi yang menjelaskan bagaimana:

  • Melakukan sinkronisasi supply produk ke pelanggan secara sesuai tanpa produksi dan inventaris yang berlebih.
  • Melakukan sinkronisasi dengan cara membagi work in progress secara lebih efektif agar bisa memenuhi permintaan dengan waktu lead produksi secara minimal.
  • Membuat alur produksi baru dan juga mereduksi inventaris, jarak antar stasiun produksi, kecacatan pada produksi, dan berbagai pekerjaan yang tidak dibutuhkan.
  • Menerapkan sistem pull-demand yang mana suatu proses produksi baru bisa dilakukan saat terdapat permintaan dari pelanggan. Sistem tersebut akan membantu Anda dalam meminimalisir overhead, memaksimalkan inventaris, dan juga menghemat ruang di gudang.

Dalam proses pelaksanaannya, gunakan suatu sistem yang bisa memberikan Anda informasi terkait performa mesin, inventaris, dan lamanya proses produksi.

Dengan begitu, Anda bisa lebih mudah dalam menerapkan sistem pull demand dengan mengelola permintaan pelanggan dan menjadwalkan proses produksi.

Oleh karenanya, sangat penting sekali dalam menerapkan strategi lean guna mengembangkan bisnis manufaktur.

Jangan lupa juga untuk mendokumentasikan seluruh proses ini dalam bentuk Gantt chart.

6. Mempertahankan peningkatan yang telah dicapai

Prinsip lean termasuk ke dalam konsep tentang bagaimana memastikan peningkatan secara lebih berkelanjutan.

Tujuannya adalah memertahankan berbagai proses agar bisa tetap fokus pada kegiatan yang mampu memberikan banyak nilai dan membuang pekerjaan yang tidak perlu.

Pengembangan yang dilakukan secara berkelanjutan bisa dicapai dengan menggunakan metode PDCA atau plan do check act.

Metode ini mampu meningkatkan manajemen proyek, SDM, product lifecycle, dan juga manajemen supply chain.

Selain itu, Anda juga harus memimpin bawahan dengan baik agar mereka mempunyai rasa tanggung jawab atas tugas yang mereka lakukan dan berilah mereka kepercayaan dalam mengerjakannya.

Baca juga: Lean Startup, Metode Mendirikan Bisnis dengan Berdasarkan Kebutuhan Audiens

Penutup

Lean manufacturing harus diterapkan secara sistematis, mulai dari perencanaan, eksekusi, sampai dengan sustaining.

Dalam menerapkan implementasi ini, ada baiknya Anda lakukan dengan bertahap.

Pahamilah berbagai konsep lean secara baik agar bisa terhindar dari implementasi yang gagal.

Namun jika Anda bisa melakukan semua tahapan secara baik dengan pemahaman yang maksimal, maka perusahaan Anda akan memiliki peluang keberhasilan yang tinggi.

Nah, aplikasi bisnis dari Accurate Online akan membantu proses manufaktur Anda dengan fitur manufaktur yang tersemat di dalamnya.

Dengan menggunakan fitur ini, maka Anda bisa meningkatkan efisiensi operasional bisnis secara maksimal.

Selain itu, Accurate Online juga mampu menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan, memudahkan Anda dalam mengelola persediaan, melakukan penjualan, dan menyelesaikan administrasi perpajakan.

Ayo coba dan gunakan Accurate Online sekarang juga selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini, Gratis!

bisnisukmbanner

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi

artikel-sidebar

Natalia
Wanita lulusan S1 Bisnis Manajemen yang sering membagikan berbagai ilmunya dalam bidang bisnis secara menyeluruh kepada masyarakat, mulai dari tips, ide bisnis, dan masih banyak lagi.

Artikel Terkait