Brand Recall: Jenis, Manfaat, Cara Meningkatkannya

oleh | Jun 19, 2024

source envato.

Pengertian Brand Recall dan 3 Tips Meningkatkan Strateginya

Anda pasti sering melihat banyak brand yang berbeda setiap hari, bahkan untuk jenis produk yang juga serupa.

Tapi, Anda bisa mengenali setiap brand tersebut dengan adanya pengukuran yang dikenal dengan brand recall.

Pengukuran atau penilaian ini memiliki peran yang penting dalam hal menarik konsumen yang lebih banyak untuk mengenal brand atau produk yang mereka tawarkan.

Lalu, apa itu brand recall? Bagaimana cara memanfaatkan brand recall untuk bisa mendapatkan konsumen yang lebih banyak? Dapatkan jawabannya dengan klik tautan gambar di bawah ini hingga selesai.

Apa itu Brand Recall?

Brand recall adalah pengukuran yang dilakukan secara kualitatif terkait seberapa baiknya nama brand Anda bila dikaitkan dengan kelas atau jenis produk oleh konsumen.

Umumnya, penilaian ini dilakukan melalui wawancara atau survei.

Pertanyaan yang paling banyak diajukan adalah “bisakah Anda menjelaskan tentang iOS”, atau “sebutkanlah model bisnis sebanyak-banyaknya.

Baca juga: Apa itu Branding? 5 Fungsi dan Bedanya dengan Marketing

Jenis-jenis Brand Recall

Secara umum brand recall terbagi menjadi dua, yaitu:

1. Aided Brand Call

Jenis brand recall yang satu ini akan menyajikan daftar kompetitor pada responden survei.

Pengukuran ini dilakukan agar bisa memberikan pertanyaan pada mereka atau pungujian baik atau tidaknya mereka dalam melakukan identifikasi yang satu ini, dan juga kompeten yang hilang di dalamnya.

2. Unaided Brand Recall

Jenis brand recall yang satu ini akan melibatkan kategori produk pada responden survei Anda dan mendorong mereka untuk mau membuat daftar brand yang muncul di dalam pikiran mereka.

Barang pertama yang diingat, atau yang dikenal dengan “top of mind” mempunyai keunggulan tersendiri daripada kompetitor.

Berdasarkan laman MBA Skool, keunggulan yang satu ini mampu memberikan peluang pada produk untuk bisa dibeli oleh konsumen.

Bila sebuah brand telah mengantongi brand recall yang tinggi, maka kemungkinan besar saat ini audiens akan lebih sering untuk mengingatnya.

Sehingga, konsumen pun akan lebih cenderung membeli produk yang lebih banyak dari brand tersebut.

Bila siklus menguntungkan ini terus berlanjut, maka akan ada banyak pembelian berulang. Loyalitas konsumen pun nantinya akan meningkat.

Untuk itu, brand recall memiliki peranan yang penting dalam kegiatan strategi marketing.

Baca juga: Apa Itu Brand Experience? Ini Pengertian dan 4 Strategi Jitu Dalam Memaksimalkannya

Manfaat Brand Recall

Tingginya brand recall dapat memberikan berbagai manfaat bagi bisnis, yang secara langsung berdampak positif terhadap kinerja dan daya saing perusahaan.

Berikut adalah beberapa manfaat utama dari brand recall:

1. Peningkatan Penjualan

  • Memudahkan Konsumen dalam Memilih: Konsumen yang dapat dengan mudah mengingat merek cenderung memilih produk tersebut saat melakukan pembelian.
  • Pembelian Ulang: Konsumen yang mengingat merek lebih mungkin untuk melakukan pembelian ulang, sehingga meningkatkan loyalitas pelanggan dan penjualan jangka panjang.

2. Keunggulan Kompetitif

  • Dominasi Pasar: Merek yang diingat dengan baik oleh konsumen lebih mungkin untuk mendominasi pasar dibandingkan dengan merek yang kurang dikenal.
  • Mengurangi Dampak Persaingan: Ketika konsumen mengingat merek tertentu, mereka cenderung kurang terpengaruh oleh promosi atau kampanye dari pesaing.

3. Biaya Pemasaran yang Lebih Rendah

  • Efektivitas Iklan: Iklan untuk merek yang sudah dikenal cenderung lebih efektif karena konsumen sudah memiliki kesadaran dan kepercayaan terhadap merek tersebut.
  • Word-of-Mouth yang Lebih Kuat: Konsumen yang ingat dengan baik sebuah merek lebih mungkin untuk merekomendasikannya kepada orang lain, mengurangi kebutuhan untuk kampanye pemasaran yang mahal.

4. Penguatan Brand Equity

  • Nilai Merek yang Lebih Tinggi: Brand recall yang tinggi berkontribusi pada peningkatan brand equity, yang mencerminkan nilai keseluruhan dari merek di mata konsumen.
  • Aset Tak Berwujud: Brand equity yang kuat menjadi aset tak berwujud yang berharga bagi perusahaan, menarik investor dan pemegang saham.

5. Peningkatan Kepercayaan dan Loyalitas Pelanggan

  • Kepercayaan Konsumen: Merek yang sering diingat cenderung mendapatkan lebih banyak kepercayaan dari konsumen, karena dianggap lebih familiar dan andal.
  • Loyalitas Pelanggan: Brand recall yang tinggi membangun loyalitas pelanggan, karena konsumen lebih cenderung setia pada merek yang mereka kenal dan percayai.

Baca juga: Pengertian Brand Visibility dan 8 Strategi Jitu Melakukannya

Cara Mengukur Brand Recall

Cara Mengukur Brand Recall

ilustrasi Brand Recall. source envato

Mengukur brand awareness adalah langkah penting untuk memahami sejauh mana konsumen mengenal dan mengingat merek Anda.

Berikut adalah beberapa metode yang efektif untuk mengukur brand awareness:

1. Survei dan Kuesioner

  • Top-of-Mind Awareness: Mengajukan pertanyaan terbuka kepada responden tentang merek pertama yang mereka pikirkan dalam kategori produk tertentu.
  • Aided Awareness: Menanyakan apakah responden mengenali merek tertentu ketika disebutkan dalam daftar pilihan.
  • Unaided Awareness: Meminta responden untuk menyebutkan merek yang mereka ketahui tanpa bantuan daftar.

2. Analisis Media Sosial

  • Mention Analysis: Melacak seberapa sering merek disebut di media sosial, forum, dan blog.
  • Engagement Metrics: Mengukur likes, shares, comments, dan retweets yang berkaitan dengan konten merek di platform media sosial.
  • Sentimen Analisis: Menganalisis nada atau sentimen dari mention dan diskusi terkait merek untuk memahami persepsi umum.

3. Website Analytics

  • Traffic Source Analysis: Menganalisis sumber lalu lintas website untuk melihat seberapa banyak pengunjung yang datang melalui pencarian merek langsung.
  • Search Volume Data: Menggunakan alat seperti Google Trends untuk melihat seberapa sering nama merek dicari secara online.

4. Brand Tracking Studies

  • Longitudinal Surveys: Melakukan survei secara berkala untuk melacak perubahan dalam brand awareness dari waktu ke waktu.
  • Panel Surveys: Menggunakan panel konsumen yang sama untuk mendapatkan data yang konsisten dan dapat dibandingkan.

Mengukur brand awareness melibatkan kombinasi metode kualitatif dan kuantitatif untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif tentang seberapa baik konsumen mengenal dan mengingat merek Anda.

Baca juga: Brand Awareness: Pengertian, Fungsi, Strateginya

3 Tips Meningkatkan Brand Recall

Untuk meningkatkan brand recall, terdapat dua hal penting yang harus Anda ingat, yaitu reach dan impression.

Reach adalah jumlah orang yang melihat iklan Anda minimal satu kali. Sedangkan impression adalah berapa kali iklan Anda sudah ditayangkan secara menyeluruh.

nah, berikut ini adalah beberapa tips untuk meningkatkan brand recall.

1. Narrative Marketing

Iklan yang dibuat dalam bentuk naratif atau cerita biasanya lebih menarik di mata pelanggan. Suatu cerita mampu menangkap mereka dan akan membawanya dalam perjalanan produk.

Terdapat setidaknya tiga narasi yang bisa Anda gunakan untuk membangun loyalitas pelanggan.

Biasanya, hal tersebut tidak jauh dari narasi yang fokus pada produk, peran, sampai yang narasi yang fokus pada emosi.

Dengan menceritakan narasi secara baik, maka Anda bisa membangun brand sesuai dengan kepribadian audiens.

Anda bisa menampilkannya sebagai persona yang bisa dihubungkan dengan konsumen Anda, bukan hanya dari sebagai perusahaan saja.

2. Remarketing

Tips selanjutnya dalam meningkatkan brand recall adalah menargetkan mereka yang sudah mengunjungi situs Anda. Anda bisa melakukannya dengan menggunakan Google AdSense.

Nah, cara yang paling ampuh untuk menjangkau mereka yang sudah menampilkan minat pada brand dengan mengunjungi situs Anda adalah pemasaran ulang atau remarketing.

Itu artinya, mereka mempunyai peluang yang lebih tinggi dalam melakukan konversi ketika pemasaran dilakukan secara tepat.

Umumnya, diperlukan minimal tujuh eksposur pada suatu brand agar bisa diingat secara mudah.

Hal tersebut nantinya akan membuat remarketing menjadi cara yang paling efektif dalam menjangkau audiens yang telah kena dengan brand Anda.

Strategi ini juga akan benar-benar menanamkan ingatan brand pada konsumen.

3. SEO

SEO menjadi salah satu cara yang paling terkenal untuk bisa menarik pengunjung website melalui pencarian organik.

Anda hanya harus memperkaya konten di situs Anda agar bisa memastikan bahwa audiens yang mengunjungi situs Anda saat mencari topik yang relevan.

Hal yang harus Anda perhatikan adalah saat Anda sudah melakukan optimalisasi konten, maka Anda tidak bisa menggandakannya lagi di tempat lain.

Google akan mengenal konten Anda sebagai konten yang dibuat ulang, dan akan mengurangi efektivitas SEO Anda.

Untuk itu, dalam halaman website, Anda harus menulis tag judul secara berbeda, meta deskripsi, teks alt gambar, halaman arahan, dan lain sebagainya. Sehingga, keberadaan sistem Anda di situs harus bisa sangat unik.

Baca juga: Mengenal Strategi Brand Positioning dalam Marketing

Perbedaan Brand Recall dan Brand Recognition

Brand recall dan brand recognition adalah dua konsep penting dalam pemasaran yang berkaitan dengan sejauh mana konsumen dapat mengingat dan mengenali suatu merek.

Meskipun keduanya berhubungan dengan kesadaran merek (brand awareness), mereka memiliki perbedaan yang signifikan.

  • Brand Recall adalah kemampuan konsumen untuk mengingat sebuah merek tanpa bantuan ketika memikirkan kategori produk tertentu.
  • Brand Recognition adalah kemampuan konsumen untuk mengenali sebuah merek ketika diberikan petunjuk atau melihatnya dalam konteks tertentu.

Brand recall mengukur kemampuan konsumen untuk mengingat merek secara spontan tanpa bantuan, yang menunjukkan tingkat kesadaran dan keterlibatan yang lebih tinggi.

Di sisi lain, brand recognition mengukur apakah konsumen dapat mengenali merek ketika diberikan petunjuk atau melihat visualnya, yang penting untuk memastikan bahwa upaya branding berhasil menjangkau konsumen.

Memahami perbedaan ini membantu pemasar merancang strategi yang tepat untuk meningkatkan kesadaran dan ingatan merek di benak konsumen.

Baca juga: Pengertian Brand Consideration dan 5 Strateginya

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang brand recall dan cara untuk meningkatkannya.

Anda bisa menggunakan pengukuran yang satu ini agar bisa memahami posisi produk Anda di mata pelanggan.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan brand recall dalam membuat strategi kampanye marketing pada produk Anda.

Namun untuk bisa melakukannya dengan lancar, tentu Anda membutuhkan alat atau tools khusus. Nah dalam hal ini, Anda bisa mempercayakannya pada Accurate Online.

Sebagai penyedia software akuntansi dan bisnis terlengkap di Indonesia, Accurate Online akan memudahkan Anda dalam membuat anggaran perusahaan dan memasukkannya pada pos tertentu.

Anda pun bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang bisa diakses di mana saja dan kapan saja secara real time.

Jadi bagaimana? Tertarik menggunakan Accurate Online? Silahkan coba dulu selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini.

bisnisukmbanner

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi

artikel-sidebar

Natalia
Wanita lulusan S1 Bisnis Manajemen yang sering membagikan berbagai ilmunya dalam bidang bisnis secara menyeluruh kepada masyarakat, mulai dari tips, ide bisnis, dan masih banyak lagi.

Artikel Terkait