Apa Itu Bond Yield Formula? Ini Rumus Menghitungnya!

Obligasi tentu sudah tidak asing lagi untuk Anda yang bergerak dalam bidang bisnis, ekonomi, keuangan dan juga investasi. Obligasi adalah salah satu instrumen investasi yang banyak diminati oleh investor. Karena, obligasi cenderung mempunyai risiko yang lebih kecil. Nah, di dalamnya terdapat istilah yang dikenal dengan bond yield formula atau formula hasil obligasi.

Lalu, apa itu bond yield formula? Bagaimana cara menghitungnya? Temukan jawabannya dengan membaca artikel tentang bond yield formula di bawah ini hingga selesai.

Apa itu Bond Yield Formula?

Dilansir dari laman Investopedia, bond yield formula atau formula hasil obligasi adalah tingkat pengembalian dana yang diharapkan para investor atas obligasinya. Saat seorang investor memutuskan untuk membeli obligasi, itu artinya mereka meminjamkan uangnya pada pihak penerbit obligasi.

Karena uangnya sudah dipinjam, maka investor pun mengharapkan adanya imbalan dalam bentuk bunga obligasi yang dibayar oleh pihak penerbit obligasi bersamaan dengan nominal pokoknya ketika tiba jatuh tempo.

Hasil obligasi atau bond yield formula ini bisa didapat dengan beragam cara. Cara yang paling sederhana adalah dengan menetapkan hasil obligasi dengan tingkatan kuponnya. Tingkat kupon adalah hasil dari adanya pembagian pembayaran kupon tahunan dengan nilai nominal obligasi.

Rumusnya adalah sebagai berikut:

Hasil Saat Ini = (Pembayaran Kupon dalam Satu tahun Mendatang : Harga Pasar saat ini) x 100%

Sederhananya, jika nilai obligasi adalah satu juta rupiah dan pembayaran kupon atau bunganya adalah 100 ribu rupiah per tahun, maka tingkatan kuponnya adalah 10%, yang mana perhitungannya adalah sebagai berikut:

Tingkat kupon   = (Rp 100.000 / Rp 1.000.000) x 100%

= 0,1 x 100%

= 10%

Tapi, terkadang obligasi juga bisa lebih tinggi dari nilai nominalnya atau kurang dari nilai nominalnya. Sehingga, akan memberikan dampak pada imbal hasil yang didapat oleh investor atas obligasi itu sendiri.

Penentuan tentang hasil obligasi yang lebih kompleks ini akan menghitung nilai waktu dari uang dan juga pembayaran majemuk. Perhitungan tersebut mencakup Yield to Maturity (YTM), Bond Equivalent Yield (BEY), dan Effective Annual Yield (EAY).

Imbal hasil sampai jatuh tempo atau YTM adalah pengembalian yang diharapkan dari obligasi selama periode waktu investasi sampai dengan jatuh tempo.

YTM digunakan untuk menentukan harga obligasi, yang mana seluruh arus kas masa depan yang mungkin terjadi akan didiskontokan menjadi nilai saat ini berdasarkan YTM. Adapun formula hasil obligasi dengan memanfaatkan YTM adalah sebagai berikut:

Harga Obligasi = Ʃ [Arus Kast / (1 + YTM)t]

Dalam hal ini, t adalah jumlah tahun sampai dengan tanggal jatuh tempo.

Baca juga: Karakteristik Obligasi ini Harus Anda Ketahui sebelum Memulainya

Hubungan antara harga dengan hasil obligasi

Dalam menjalankan investasi di obligasi, terdapat beberapa prinsip dasar yang harus diketahui oleh investor, yakni hubungan antara harga dengan obligasi yang bersifat berlawanan ataupun terbalik. Itu artinya, harga obligasi akan bergerak dengan arah yang berlawan dengan suku bunga serta imbal hasil dari obligasi.

Sebagai suatu instrumen ataupun produk investasi, obligasi pun mempunyai harga. Harga dari obligasi ini bisa mengalami kenaikan ataupun penurunan. Perubahan harga tersebut terjadi karena berbagai faktor, salah satunya adalah suku bunga. Perubahan pada suku bunga ini akan diikuti dengan perubahan hasil obligasi.

Saat harga obligasi meningkat, maka hasil obligasi pun akan turun. Namun ketika obligasi suku bunga naik, maka pemiliknya harus menurunkan harga.

Pun begitu juga saat suku bunga menurun, maka pemilik obligasi bisa menjualnya pada investor lain dengan harga yang lebih tinggi. Oleh karena itu, setiap investor harus bisa membekali dirinya dengan pengetahuan dan ilmu tentang nilai waktu dari uang yang digunakan untuk menentukan harga obligasi.

Baca juga: Pengertian Obligasi: Karakteristik, Jenis dan Keuntungan Memilih Obligasi

Kompleksitas Menentukan Hasil Obligasi

Penentuan bond yield formula memang telah didasarkan pada rumus yang baku. Tapi, terdapat beberapa faktor yang bisa mempersulit penentuan hasil obligasi, salah satunya adalah menghitung imbal hasil dengan periode waktu pecahan.

Contohnya, suatu obligasi yang mempunyai periode selama 4 tahun 8 bulan hingga jatuh tempo. Dalam menghitung hasil obligasi, eksponen bisa diubah hasilnya menjadi desimal agar bisa menyesuaikan tahun parsial.

Tapi dalam hal ini, itu artinya 4 bulan pada periode kupon saat ini sudah berlalu dan masih terdapat dua bulan lagi yang memerlukan penyesuaian bunga yang masih harus dilunasi.

Nah, pembeli obligasi baru akan mendapatkan kupon penuh, sehingga harga obligasi pun nantinya akan mengalami peningkatan sebagai kompensasi penjual selama 4 bulan dalam periode kupon saat ini yang sudah berlalu.

Pembeli obligasi pun bisa menggunakan harga bersih, yaitu harga yang tidak termasuk dalam bunga yang masih harus dibayarkan. Selain itu, pembeli obligasi juga bisa memanfaatkan harga kotor yang di dalamnya mencakup jumlah terutang untuk melakukan rekonsiliasi bunga yang masih harus dilunasi.

Baca juga: Bonds Adalah: Ini Pengertian dan Tipe-Tipenya

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang bond yield formula. Jadi, konsep bond yield formula ini sangat penting sekali untuk dipahami, karena konsep ini sangat berguna untuk menilai performa yang diharapkan. Bond yield formula ini didasarkan pada prinsip walaupun tingkat kupon tetap hingga jatuh tempo, tapi tingkat pengembalian investasi obligasi yang telah diharapkan akan tetap bervariasi, sesuai dengan harga pasar saat itu.

Selain bond yield formula, hal lainnya yang harus dipahami oleh para investor juga adalah terkait mengelola keuangan dan membaca laporan keuangan.

Hal tersebut pun sangat penting untuk dipahami oleh para pebisnis. Tapi, bila Anda adalah pebisnis yang tidak memiliki waktu untuk mengelola keuangan ataupun membuat laporan keuangan, Anda bisa mempercayakannya pada aplikasi bisnis Accurate Online.

Dengan menggunakan Accurate Online, maka Anda bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang akan mempermudah Anda dalam mengelola keuangan.

Selain itu, aplikasi ini juga telah dilengkapi dengan berbagai fitur dan modul bisnis yang sangat luar biasa yang akan membantu Anda dalam melakukan penjualan dan pembelian, menyelesaikan administrasi perpajakan, mengelola persediaan barang digudang, dan masih banyak lagi.

Seluruh keunggulan dan fitur luar biasa dari Accurate Online tersebut bisa Anda coba terlebih dahulu selama 30 hari gratis dengan klik tautan gambar di bawah ini.

footer image blog akuntansi

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia