Berbagai Istilah Keuangan Bisnis ini Wajib Anda Ketahui

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Small Business Administration, dari tahun 2005 hingga 2017, sebanyak 78,6% bisnis kecil hanya mampu bertahan selama satu tahun saja. Kemungkinan besar, para pebisnis tersebut tidak memahami bagaimana cara mempelajari seluruh hal terkait keuangan bisnis yang mempengaruhi kesuksesan bisnisnya. Oleh karena itu, memahami berbagai istilah keuangan bisnis ini sangat wajib Anda ketahui.

Tujuan utamanya tentu saja adalah untuk mencegah ataupun meminimalisir berbagai hal terkait masalah keuangan dan mampu mengembangkan bisnis di tahun-tahun yang akan datang dengan lebih sukses lagi. Nah, pada kesempatan kali ini kami akan membahas berbagai isitilah dalam keuangan bisnis tersebut. Berikut ini adalah ulasannya.

Istilah Keuangan dalam Bisnis

  • Pembukuan (Bookkeeping)

Pembukuan merupakan suatu dokumentasi transaksi yang dibuat secara kronologis. Sebagai seorang pemilik usaha atau bisnis, Anda harus mencatat dan memantau transaksi bisnis Anda pada jurnal pembukuan. Lebih mudahnya, Anda bisa menggunakan software akuntansi yang mampu melacak dan memantau setiap pergerakan transaksi Anda secara otomatis.

  • Akuntansi (Accounting)

Sebagai salah satu pemilik bisnis atau usaha, Anda bisa menggunakan salah satu dari dua proses bagian pada akuntansi, yaitu akuntansi tunai dan akuntansi akrual.

  • Akuntansi Tunai (Cash Accounting)

Akuntansi tunai merupakan catatan pendapatan yang di dalamnya tidak bisa Anda tambahkan hingga benar-benar sudah menerima cek ataupun uang tunai, dan pengeluarannya tidak bisa dipotong hingga telah terbayar lunas. Uang tunai akan mengabaikan berbagai piutang atau utang apapun, yaitu bentuk tagihan atau pembayaran yang belum dilunasi.

  • Akuntansi Akrual (Accrual Accounting)

Akuntansi akrual merupakan kegiatan menghitung pendapatan dan pengeluaran ketika sedang terjadi, bukan pada saat dibayar. Akuntansi akrual ini paling sering diterapkan pada model bisnis yang menyediakan dan membeli suatu layanan atau produk yang memerlukan kredit.

Baca juga: Tips & Trik Mengatur Keuangan Untuk Freelancer

  • Jurnal Umum (General Ledger)

Jurnal umum atau yang biasa disebut sebagai buku besar berguna untuk melacak dan mencatat saldo akun per periode secara kronlogis. Jadi, Anda wajib memantau akun saldo, kredit dan debit, yang selanjutnya akan digunakan untuk mendapatkan penililaian besar dari bisnis Anda secara menyeluruh.

  • Aktiva (Assets)

Aktiva meurpakan seluruh bentuk kepemilikian perusahaan yang memiliki nilai atau biasa disebut aset. Terdapat beberapa cara untuk mengkategorikan aset bisnis Anda, namun yang paling dasar adalah kategori aktiva lancar dan aktiva tetap.

  • Aktiva Lancar (Current Assets)

Aktiva lancar merupakan aktiva atau aset yang bisa diubah menjadi uang tunai dalam periode satu tahun, seperti barang dagangan, stok, akun bisnis, dll.

  • Aktiva Tetap (Fixed Assets)

Aktiva tetap adalah penggunaan aset dalam jangka waktu panjang dan berulang dengan tanpa tujuan untuk dijual kembali, seperti alat berat atau ruangan kantor.

  • Pendapatan (Income)

Pendapatan, penjualan, penghasilan merupakan satu istilah yang dibayarkan oleh orang lain pada Anda untuk suatu layanan, produk atau investasi yang dilakukan oleh orang lain terhadap bisnis Anda. Apabila Anda memberikan utang pada pelanggan, maka artinya mereka berutang pada perusahaan Anda dan harus dibayarkan di kemudian hari sesuai kesepakatan. Tagihan yang belum terbayar akan masuk dalam suatu kategori piutang.

  • Biaya Penjualan (Cost of Sales)

Biaya penjualan merupakan biaya variabel yang biasanya akan meningkat ketika Anda mengembangkan penjualan Anda. Contohnya adalah, tenaga kerja dan bahan pokok yang terlibat langsung dalam memproduksi suatu barang untuk dijual akan dikalkulasikan pada biaya penjualan.

  • Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin)

Margin laba kotor merupakan suatu jumlah yang Anda buat sebelum terjadi pengurangan biaya barang atau jasa atas pengasilan Anda. Sebagai contoh, saat Anda membeli mainan dari produsen dengan harga Rp 150 ribu, lalu Anda jual kembali dengan harga Rp 170 ribu, maka marjin laba kotor Anda adalah Rp 20 ribu.

  • Margin Laba Bersih (Net Profit Margin)

Margin laba bersih meruapakan banyaknya uang yang Anda hasilkan atas bisnis Anda, atau uang yang Anda dapat setelah Anda mengurangi seluruh pengurangan dan biaya produksi. Hal ini bisa berupa iklan yang Anda buat di media sosial atau tenaga kerja.

Baca juga: Instrumen Investasi Terbaik Saat Pandemi Covid-19

  • Beban (Expenses)

Beban atau expense adalah suatu pengorbanan yang harus dilakukan untuk mendapatkan suatu hasil. Beban sering dikaitkan dengan keuntungan pada periode yang sedang berjalan. Berbagai sesuatu yang dikategorikan pada beban umumnya akan digunakan sebagai suatu sumber pendapatan atau untuk mendapatkan hasil bisnis.

Beban juga akan mengurangi pendapatan dan menghasilkan suatu laba bersih bagi perusahaan sebelum nantinya digunakan untuk membayar pajak. Selain itu, beban juga berfungsi sebagai standar penurunan manfaat ekonomi pada satu periode akuntan dalam bentuk kas keluar.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa beban digunakan untuk memperoleh sebuah aset lain dalam perusahaan dan akan berefek pada untung-rugi nya perusahaan.

  • Kewajiban (Liabilities)

Dalam dunia akuntansi, kewajiban atau liabilitas berbanding terbalik dengan aset atau harta yang dimiliki oleh perusahaan. Bila aset perusahaan adalah suatu hak yang diperoleh perusahaan, maka liabilitas adalah suatu yang harus dibayar pada pihak tertentu atau utang. Oleh karena itu, biasanya utang tidak bisa dimasukkan dalam kategori aset perusahaan.

Selain itu, liabilitas juga berbeda dengan beban. Jika beban adalah pengeluaran yang harus dikeluarkan oleh perusahaan demi mendapatkan penghasilan di masa depan. Maka liabilitas adalah suatu hal yang harus dibayar tanpa menilai terlebih dahulu atas progres pada pemasukan usaha ataupun sebaliknya.

  • Penyusutan (Depreciation)

Berbagai aset yang mahal yang dimiliki oleh perusahaan, seperti komputer, gedung, dll, merupakan salah satu investasi jangka panjang dalam bisnis. Namun, beberapa aset tertentu pastinya akan mengalami penurunan nilai karena faktor usia, usang atau tidak bisa digunakan lagi. Penyusutan ini akan menurunkan nilai aset perusahaan.

  • Ekuitas (Equity)

Ekuitas merupakan suatu bagian yang Anda atau partner bisnis Anda miliki atau sudah diinvestasikan dalam bisnis Anda, dengan dikurangi kewajiban yang akan dibayarkan. Selain itu, ekuitas juga bisa disebut sebagai modal dan bisa termasuk dalam kategori investasi modal dalam aset tetap guna dimanfaatkan dalam kurun waktu yang lama, seperti bangunan atau ruangan yang Anda beli untuk kantor Anda.

Baca juga: Berbagai Istilah Finansial dalam dunia Investasi

  • Neraca Saldo (Trial Balance)

Pada setiap akhir periode akuntansi, suatu bisnis nantinya akan menjumlahkan debit dan kredit yang mereka miliki saat ini ke dalam buku besar. Jika ternyata neracanya tidak seimbang, maka Anda wajib mencari kesalahan dan melakukan penyesuaian.

  • Neraca Keuangan (Balance Sheet)

Neraca keuangan merupakan laporan dari aset, kewajiban, dan ekuitas Anda secara menyeluruh pada satu waktu tertentu setelah dilakukan neraca saldo. Neraca bisnis Anda akan sangat penting jika Anda bertujuan untuk menjual bisnis Anda lagi di waktu yang akan datang. Neraca keuangan harus menunjukkan aset apa saja yang bisnis Anda miliki setelah Anda selesai menambahkan kewajiban dan ekuitas secara keseluruhan.

  • Laporan Laba Rugi (Income Statement)

Laporan laba rugi atau pernyataan untung rugi akan menunjukkan berapa banyak keuntungan yang Anda hasilkan dan berapa banyak dana yang telah Anda habiskan dalam kurun waktu tertentu. Laporan laba rugi merupakan penilaian atas laba dan rugi Anda dalam menentukan laba bersih Anda selama satu kuartal, satu semester, atau satu tahun.

  • Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)

Laporan arus kas merupakan laporan yang disajikan secara real-time yang berguna untuk memantau banyaknya uang masuk dan dari mana uang tersebut berasal, dengan dikurangai uang tunai yang sudah dikeluarkan.

Arus kas masuk merupakan jumlah total dari seluruh uang yang masuk. Sedangkan arus kas keluar merupakan jumlah dana yang Anda keluarkan untuk membangun bisnis Anda.  Dengan mempertahankan arus kas yang sehat, maka akan membantu Anda dalam menghindari kebangkrutan.

Baca juga: Mengetahui Perbedaan Pajak dan Retribusi Secara Mendalam

Kesimpulan

Meskipun kelihatannya berbagai istilah keuangan bisnis di atas terdengar rumit dan sangat memusingkan, namun jika Anda sudah mengerti tentang keuangan, maka Anda akan mampu merencanakan masa depan bisnis yang sukses dan membuat keputusan bisnis yang sehat berdasarkan perhitungan yang matang.

Selain itu, pemahaman yang kuat tentang progres keuangan bisnis juga akan membantu Anda dalam mendapatkan investor, siap membayar pajak, dll. Setelah itu, Anda hanya tinggal membuat laporan pembukuan keuangan yang matang secara akurat dan tepat.  Nah, untuk memudahkan Anda dalam menulis pembukuan keuangan dan hal lainnya terkait akuntansi bisnis, Anda bisa menggunakan software akuntansi dari Accurate Online.

Dengan menggunakan Accurate Online, Anda akan lebih mudah dalam membuat  dan mengecek laporan keuangan bisnis Anda dimanapun dan kapanpun. Selain itu, data laporan juga akan tersimpan dengan aman dan Anda bisa lebih mudah dalam menggunakannya.

Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate1