Contoh Kelangkaan Ekonomi di Indonesia dan Dampak Buruk yang Ditimbulkannya

Secara harfiah, kelangkaan adalah keterbatasan sumber daya yang menyebabkan kebutuhan masyarakat tidak bisa tercukupi. Lebih rinci, Investopedia mengartikan kelangkaan ekonomi sebagai masalah ekonomi dasar yang merujuk pada kesenjangan antara sumber daya yang terbatas dan keinginan masyarakat yang secara teoritis tidak terbatas.

Mengapa kelangkaan tergolong sebagai suatu masalah ekonomi dasar? Jawabannya jelas karena kelangkaan bisa menjadi awal dari timbulnya permasalahan lain yang lebih buruk. Apa sajakah itu?

Artikel berikut ini akan menguraikan dampak buruk yang bisa ditimbulkan dari kelangkaan ekonomi beserta contoh kelangkaan ekonomi yang terjadi di Indonesia.

Contoh Kelangkaan Ekonomi di Indonesia

Kelangkaan bisa terjadi karena banyak faktor, mulai dari keadaan geografis, perubahan iklim, bencana alam, pertumbuhan penduduk yang pesat, hingga meningkatkan permintaan akan barang atau jasa. Di Indonesia sendiri, terdapat faktor penyebab tersebut menimbulkan beberapa kelangkaan ekonomi, seperti:

1. Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM)

Seperti diketahui, BBM telah mengalami kenaikan harga selama beberapa kali, dan bahkan baru kembali naik pada September 2022 ini. Di beberapa daerah, BBM bahkan tidak mudah ditemukan seperti di kota-kota besar dan tergolong langka.

Kelangkaan BBM ini biasanya terjadi karena penggunaan bahan bakar yang berlebihan atau memang kurangnya pasokan yang dikirim. Akibatnya, harga BBM menjadi lebih mahal dibanding harga umum di daerah lain yang tidak mengalami kelangkaan.

Untuk dapat mengatasi kelangkaan ekonomi ini, pemerintah perlu mencari sumber daya lain yang bisa digunakan untuk mengurangi penggunaan BBM.

2. Kelangkaan Air Bersih di Beberapa Daerah

Ketika musim kemarau, banyak daerah di Indonesia yang mengalami kekurangan air bersih karena sumur mereka yang kering. Kelangkaan ini sering terjadi, di mana tidak hanya di daerah pelosok Indonesia, melainkan juga di perkotaan.

Di beberapa daerah, kelangkaan air bersih umumnya karena kebiasaan buruk membuang sampah di sungai. Akibatnya, air menjadi tercemar dan tidak bisa digunakan. Dalam hal ini, dibutuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan serta sumber daya alam agar dapat mengatasi kelangkaan tersebut.

3. Kelangkaan Batu Bara

Indonesia merupakan salah satu negara dengan sumber daya fosil yang melimpah, yang telah lama dieksploitasi keberadaannya, yakni mulai dari jaman kolonial hingga saat ini. Karena itu, Indonesia menjadi salah satu produsen dan eksportir batu bara terbesar di dunia.

Kelangkaan batu bara berawal dari meningkatnya permintaan batu bara di tengah krisis energi yang melanda beberapa negara, seperti kawasan Eropa, China, dan India. Tingginya permintaan ini menjadikan harga batu bara melambung tinggi dan para pengusaha batu bara di Indonesia pun secara ‘jor-joran’ mengekspornya ke luar negeri tanpa memenuhi pasokan dalam negeri.

Hingga kini, batu bara pun masih menjadi salah satu sumber daya untuk pembangkit tenaga listrik dan bahan bakar. Karena tingginya penggunaan itu, batu bara menjadi langka. Terlebih karena batu bara termasuk dalam sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Karena itu, diperlukan alternatif energi pengganti batu bara agar tidak semakin langka.

4. Kelangkaan Bahan Pangan

Kelangkaan bahan pangan bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari permainan pasar, perubahan iklim, hingga infrastruktur yang belum memadai. Contohnya adalah yang belum lama ini terjadi, yaitu kelangkaan minyak goreng. Selain mengakibatkan harganya yang melambung, masyarakat pun terkena serangan panik untuk berbondong-bondong membeli minyak di berbagai gerai yang menyediakan.

Begitu pun kelangkaan yang terjadi akibat perubahan iklim seperti kemarau, yang mana membuat petani cabai gagal panen, sehingga harga jual cabai melambung tinggi. Kemudian, pembangunan infrastruktur yang belum merata juga bisa menyebabkan kelangkaan bahan pangan di beberapa daerah karena kurangnya pendistribusian.

5. Kelangkaan Lapangan Kerja

Sebenarnya, berbagai lapangan pekerjaan terbuka setiap waktu di seluruh Indonesia. Namun, jumlah pencari kerja jauh lebih banyak dibandingkan kuota yang tersedia.

Salah satu penyebab ketidakseimbangan jumlah pencari kerja dan kuota pekerjaan ini adalah karena pertumbuhan penduduk yang sangat cepat dan masih rendahnya tingkat pendidikan.

Upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi ini adalah dengan mensosialisasikan pentingnya pendidikan dan program KB agar tidak terjadi ledakan jumlah penduduk.

Baca Juga: Kelangkaan Adalah: Pengertian, Penyebab, dan Cara Mengatasi Kelangkaan Barang

Dampak Buruk Kelangkaan Ekonomi

Pada dasarnya, setiap kegiatan yang dilakukan oleh manusia, pasti akan membawa dampak. Begitu pun kelangkaan ekonomi yang membawa dampak buruk terhadap pemenuhan kebutuhan manusia, yang termasuk memicu permasalahan ekonomi negara yang lebih serius.

1. Kenaikan Harga

Ketika permintaan lebih besar dari ketersediaan sumber daya, harga akan otomatis naik. Hal ini bisa terjadi karena barang atau jasa yang tidak tersedia dalam jumlah banyak, sementara mayoritas orang membutuhkannya. Sehingga, siapa yang lebih cepat dan berani membayar tinggi, maka mereka lah yang akan mendapatkannya. Apabila tidak diatasi, kelangkaan ini akan menimbulkan krisis ekonomi atau permasalahan lainnya.

2. Tidak Terpenuhinya Kebutuhan

Kelangkaan ekonomi juga akan berdampak pada tidak terpenuhinya keinginan dan kebutuhan. Belum lagi dampak lain berupa kenaikan harga seperti yang disebutkan di atas, yang mana bisa menimbulkan persaingan untuk mendapatkannya.

3. Pengangguran Meningkat

Alat pemuas kebutuhan dihasilkan melalui kegiatan produksi, disalurkan oleh distributor, yang kemudian dikonsumi oleh masyarakat. Jika kelangkaan terjadi, akan ada masalah yang ditimbulkan dalam kegiatan ekonomi.

Misalnya, kelangkaan minyak goreng yang menghambat proses produksi makanan. Di mana permasalahan ini dapat berujung pada naiknya angka pengangguran. Hal ini disebabkan karena kelangkaan sumber daya dan minimnya pendapatan untuk menggaji karyawan.

4. Kriminalitas Meningkat

Untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan, seseorang harus memiliki alat tukar yang seimbang. Untuk memperoleh alat tukar, diperlukan suatu usaha dan pengorbanan. Ketika usaha yang dilakukan tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan pekerjaan, maka usaha ini tidak akan menghasilkan nilai tukar.

Ketika seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhannya karena tidak memiliki alat tukar, mereka berpotensi untuk melakukan segala cara, termasuk tindak kejahatan. Sehingga, dapat dikatakan bahwa salah satu dampak dari kelangkaan ekonomi adalah peningkatan angka kriminalitas.

5. Angka Kemiskinan Bertambah

Minimnya sumber daya yang mampu menghadirkan daya beli, berdampak pada ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan. Tidak terbelinya alat pemuas kebutuhan pokok, dapat diindikasikan sebagai munculnya kemiskinan. Dalam hal ini, angka kemiskinan yang muncul akibat kelangkaan dapat berdampak pada sulit majunya sebuah negara berkembang.

Baca Juga: Inti Masalah Ekonomi yang Harus Anda Pahami

Penutup

Demikianlah dampak dari kelangkaan ekonomi beserta contoh kelangkaan yang terjadi di Indonesia. Mengetahui dampak buruk yang bisa ditimbulkan tersebut, perlu adanya kerja sama antar sesama manusia, terutama pemerintah, agar semua kebutuhan bisa tercukupi tanpa menimbulkan masalah yang lebih besar ke depannya.

Bagi masyarakat sendiri, mereka bisa memulai dari hal kecil seperti menjaga lingkungan hingga meningkatkan keterampilan dan bekerja keras. Dengan begitu, masyarakat dapat memperbaiki hidupnya ke arah yang lebih baik.

Untuk membantu mereka mencapai kesuksesan finansial, mereka juga harus memperhatikan pengelolaan keuangannya agar tidak mengeluarkan uang untuk hal-hal yang tidak perlu. Dalam hal ini, Anda bisa menggunakan aplikasi bisnis seperti Accurate Online.

Accurate Online menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis yang mudah untuk digunakan dan bisa diakses kapan saja serta di mana saja. Beragam fitur di dalamnya juga ditujukan untuk membuat proses pengelolaan dan pembukuan keuangan menjadi lebih cepat, akurat, dan otomatis.

Nah, jika Anda tertarik untuk menggunakannya, silahkan klik banner di bawah ini dan nikmati Accurate Online secara gratis selama 30 hari.

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia