6 Ciri-Ciri Pinjaman Online Ilegal yang Harus Anda Waspadai

Mengajukan pinjaman seringkali menjadi pilihan untuk sebagian orang yang tengah memerlukan uang, baik itu untuk keperluan sehari-hari, mengembangkan bisnis, atau untuk membeli barang. Saat ini, kegiatan pinjaman uang tersebut pun sudah berkembang dan bisa dilakukan secara online. Untuk Anda yang tertarik mengajukan pinjaman online, Anda harus waspada pada pinjaman online ilegal dan risiko yang ada dibelakangnya.

Nah, pada kesempatan kali ini kami akan membagikan beberapa ciri-ciri pinjaman online ilegal yang harus Anda waspadai.

Ciri-ciri Pinjaman Ilegal

Karena risiko dari pinjaman online ilegal itu sangatlah menakutkan, tentu Anda tidak ingin terlibat di dalamnya. Nah agar bisa mencegahnya, Anda harus mengetahui ciri-ciri pinjaman online ilegal seperti yang sudah dirangkum dalam laman Kompas di bawah ini:

1. Tidak Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ciri pertama dari pinjaman online ilegal adalah tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Tapi, biasanya perusahaan pinjaman online ilegal akan memasang logo OJK di dalam situs webnya seperti pinjaman online legal yang lain.

Oleh karena itu, Anda tidak boleh lengah dan harus langsung memeriksa perusahaan pinjaman online tersebut secara langsung di situs resmi OJK atau disini. Anda harus sangat waspada sebelum mengajukan pinjaman online dan jangan sampai Anda menyesal karena memilih pinjaman online ilegal.

Baca juga: Ingin Mengaktifkan Shopee Paylater? Pahami Hal Ini Terlebih Dahulu!

2. Bunga yang Tinggi

Selanjutnya, ciri-ciri dari pinjaman online ilegal adalah memberikan bunga yang tinggi dan bahkan tidak masuk akal. Lebih parahnya lagi, di dalamnya tidak ada batasan akumulasi bunga secara jelas.

Hal tersebut berbeda dengan pinjaman online legal yang pada umumnya mempunyai besaran bunga dan waktu pinjaman yang sangat jelas. Batasan bunga mereka adalah 100 dan akumulasi pinjaman bisa sampai 90 hari.

Di sisi lain, pinjaman online ilegal mempunyai besaran bunga yang tidak jelas dan bunganya tidak terbatas. Selain itu, terdapat denda pembayaran yang telat dan sangat tinggi, hingga tidak bisa dijelaskan secara transparan oleh pihak perusahaan pemberi pinjaman.

Untuk itu, pinjaman online ilegal sama seperti lintah darat atau rentenir, bedanya hanya bentuknya saja yang online. Oleh karenanya, Anda tidak boleh tergiur dengan pinjaman yang mampu memberikan kemudahan, karena dibaliknya terdapat risiko besar yang akan menghantui Anda.

3. Informasi Perusahaan Tidak Lengkap

Perusahaan pemberi pinjaman yang legal akan memberikan informasi terkait struktur organisasi perusahaan secara transparan, seperti dewan direksi, pengelola, dan alamatnya dengan jelas.

Nah, bila perusahaan pemberi pinjaman tidak bisa memberikan informasi tersebut secara transparan, maka Anda wajib waspada. Transparansi dalam hal keuangan sangatlah diperlukan. Hal tersebut akan Anda perlukan ketika Anda mengalami masalah dan memerlukan pertanggungjawaban dari manajemen perusahaan.

Baca juga: Apa itu Microfinancing? Kenali Pengertian dan Manfaatnya di Sini!

4. Uang Pinjaman yang Mudah Dicairkan

Anda tidak boleh langsung tergiur dengan pinjaman online yang mampu mempermudah Anda dalam mencairkan dana, karena pinjaman online tersebut termasuk ilegal.

Pinjaman online yang legal umumnya memerlukan waktu hingga beberapa hari dalam memproses pencairan dana, karena di dalamnya diperlukan verifikasi data pada beberapa bagian.

Lebih dari itu, pinjaman yang resmi atau legal juga umumnya akan memberikan syarat jaminan yang harus diberikan oleh pihak peminjam. Bila ada perusahaan pinjaman yang tidak memberikan berbagai syarat di atas, maka Anda harus waspada.

5. Adanya Pelanggaran Kode Etik

Pemberian izin pada aplikasi yang ingin dipasang di smartphone akan membuat aplikasi tersebut mampu mengakses berbagai data pribadi Anda. Melalui berbagai data tersebut, perusahaan pemilik aplikasi bisa menggunakannya untuk melakukan teror dan intimidasi pada peminjam yang tidak bisa melunasi pembayaran secara tepat waktu.

Dalam aplikasi pinjaman yang legal, aplikasi hanya akan meminta izin pada tiga akses saja, yakni kamera, lokasi, dan mikrofon. Jadi, bila ada aplikasi pinjaman yang memanfaatkan berbagai data di smartphone untuk melakukan teror, maka hal tersebut telah melanggar kode etik pada pelanggan.

6. Aplikasi Tidak Terdapat di Playstore

Terakhir, pinjaman online yang tidak terdaftar OJK umumnya tidak mendaftarkan aplikasinya di Appstore ataupun Playstore. Umumnya, pengguna bisa memperoleh aplikasi tersebut melalui tautan yang dikirim via WhatsApp atau SMS.

Untuk bisa mencegah hal tersebut, Anda harus memeriksanya berulang kali. Jangan sampai Anda merasa menyesalinya di kemudian hari.

Baca juga: Apa itu Surat Tagihan? Ini Fungsi dan Komponen di Dalamnya!

Penutup

Di tengah maraknya perkembangan teknologi digital seperti saat ini, ada banyak sekali kemudahan yang bisa Anda raih. Salah satunya adalah dalam segi mengajukan pinjaman uang. Bila umumnya pengajuan pinjaman harus Anda lakukan dengan cara mendatangi bank, maka pinjaman online ini bisa mempermudah hal tersebut.

Tapi di balik kemudahan tersebut, Anda harus mewaspadai pinjaman online ilegal. Anda bisa memahami ciri-ciri pinjaman online ilegal di atas untuk menghindari risiko yang ada dibaliknya.

Selain harus mewaspadai pinjaman online ilegal, Anda juga harus bisa memerhatikan pengelolaan finansial, terutama untuk Anda yang memiliki bisnis. Agar lebih mudah dalam melakukan hal tersebut, akan #lebihbaik jika Anda menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Aplikasi ini mampu mencatat berbagai kegiatan transaksi yang terjadi pada bisnis Anda dan mampu menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat dan akurat.

Fitur ini juga telah dilengkapi dengan berbagai fitur bisnis luar biasa lain yang akan memudahkan Anda dalam melakukan penjualan dan pembelian, mengelola persediaan barang di gudang, menyelesaikan urusan perpajakan, dan masih banyak lagi.

Tertarik dengan Accurate Online? Anda bisa mencobanya lebih dulu selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini.

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia