Standar Audit: Pengertian Audit dan 10 Standar Lengkapnya

Salam sebuah laporan keuangan, standar audit menjadi bagian terpenting untuk mengetahui bagaimana kondisi sebuah perusahaan. Hal ini akan menjadi sarana melakukan strategi dan juga mengevaluasi setiap hal yang diambil dalam keputusan perusahaan tersebut.

Agar mampu mengetahui bagaimana kondisi sebuah perusahaan tersebut, tentu dibutuhkan laporan keuangan yang disusun oleh bagian staf keuangan. Laporan tersebut berisi sebuah rincian dan juga transaksi perusahaan dalam jangka

waktu tertentu. Tentunya laporan tersebut yang akan mempengaruhi kemajuan perusahaan. Hal ini menjadikan salah satu alasan mengapa menggunakan proses audit bagi perusahaan sangat penting. Untuk lebih Lanjut akan standar audit perusahaan tersebut, simak ulasannya berikut!

Pengertian Dari Standar Audit

Berbicara mengenai standar audit, ini merupakan sebuah aturan yang ditetapkan agar bisa dijadikan sebagai pedoman khusus untuk menilai dan melakukan evaluasi. Evaluasi tersebut merupakan evaluasi mengenai laporan keuangan perusahaan tersebut.

Proses auditing ini juga bisa dianggap sebagai sebuah proses melakukan pemeriksaan dan juga penilaian serta evaluasi mengenai hasil laporan keuangan. Proses tersebut dilakukan oleh seseorang baik internal maupun eksternal.

Langkah melakukan penilaian terhadap laporan keuangan tersebut tentu berpegang pada standar auditing yang ada untuk dijadikan acuannya. Acuan tersebut ditetapkan dan juga disahkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) dengan beberapa standar yang ada. Standar tersebut meliputi standar umum, pekerjaan lapangan, dan juga pelaporan interpretasinya.

standar audit 2

Standar Dalam Audit

Ketika hendak menjalankan sebuah audit dalam perusahaan, harus menerapkan pedoman audit atas laporan keuangan yang ada. Standar audit tersebut terdiri dari 10 standar yang mana dirinci dan membentuk sebuah pernyataan standar auditing (PSA). Beberapa standar ini mengharuskan agar hasil dari audit benar-benar berimbas pada kemanfaatan untuk perusahaan. Adapun beberapa standar tersebut diantaranya:

1. Competence atau Suatu Hal yang Mengharuskan Keahlian

Point standar audit yang pertama ini masuk dalam standar umum. Dalam melakukan sebuah audit, tentu harus dilakukan oleh seseorang dengan keahlian dan juga pelatihan teknis yang cukup. Seorang auditor diharuskan untuk bertindak sebagai seorang yang benar mahir dalam bidang akuntansi.

Keahlian tersebut bisa dengan menempuh pendidikan formal maupun dengan pengalaman dalam mengikuti pelatihan. Adapun bentuk pelatihan yang ada mencakup sebuah pelatihan kesadaran untuk mengembangkan keterampilan dalam berbisnis maupun kegiatan perusahaan. Seorang auditor diharuskan untuk mempelajari, memahami, dan menerapkan ketentuan baru yang ada pada prinsip akuntansi dan juga standar auditing.

Baca juga: Auditor Keuangan: Pengertian, Tanggung Jawab, Jenis, Opini, dan Prosedurnya

2. Independence atau Tidak Terpengaruh

Bagi seorang auditor, sangat penting untuk bersikap independen. Independen dalam hal ini yaitu tidak mudah terpengaruh oleh pihak manapun. Adanya sikap intelektual dan jujur perlu dijunjung tinggi oleh seorang auditor. Sebuah profesi akuntan publik biasanya telah mengetahui kode etik akuntan Indonesia agar bisa mendapat sebuah kepercayaan.

Meskipun sikap independensi ini masuk dalam kategori mutu pribadi dan tidak masuk dalam hal yang tercantum khusus dalam persepsi auditing, namun sikap ini sangat penting untuk dipertahankan. Semakin seorang auditor memiliki sikap baik, tentu hal tersebut berimbas pada kualitas yang ada.

Baca juga: Koreksi Fiskal: Pengertian, Penyebab, Jenis dan Tujuannya

3. Due Professional Care atau Tingkat Keprofesionalan

Maksud dari standar yang satu ini yaitu adanya sebuah sikap cermat dan seksama. Seorang auditor harus memiliki keterampilan dan mampu mengembangkan keterampilan tersebut.

Keterampilan dalam hal cermat dan seksama tersebut untuk bisa mencerminkan seorang auditor yang profesional. Keprofesionalan akan menunjang keyakinan dalam melakukan evaluasi dalam laporan keuangan.

4. Adequate Planning dan Proper Supervision

Pada bagian standar audit ini termasuk dalam standar pekerjaan lapangan. Standar audit dalam kategori ini berisi mengenai sikap dan juga pengetahuan seorang akuntan publik. Tentunya hal ini bersangkutan dengan skill yang ada.

Maksud dari standar ini yaitu sebuah pekerjaan harus memiliki rencana yang sangat baik. Point ini menjelaskan bahwa seorang auditor memiliki penyerahan tanggung jawab. Pada poin ini menjelaskan tentang penyerahan tanggung jawab untuk merencanakan hal-hal yang terkait dengan pekerjaan.

Baca juga: Sistem Ekonomi Tradisional: Pengertian, Ciri, Contoh, Kelebihan dan Kekurangannya

5. Pemahaman yang Memadai Atas Struktur Pengendalian Intern

Standar pekerjaan lapangan yang satu ini berhubungan langkah atau strategi dalam melakukan pekerjaan. Ilmu yang ada akan membedakan hasil dari audit yang dilakukan.

Seorang auditor tentu harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang pengendalian intern baik itu prosedur maupun desain tentang laporan keuangan. Seperti halnya arus kas yang mampu menjadi sarana perencanaan perusahaan dalam pengendalian aktivitasnya.

6. Bukti Audit yang Kompeten

Sebagai hasil untuk melakukan evaluasi harus ada sebuah bukti. Dari analisis laporan keuangan, tentu akan menghasilkan suatu pendapat.

Pekerjaan oleh auditor untuk memberikan pendapat terhadap laporan keuangan tentunya berdasarkan evaluasi bukti audit. Bukti tersebut bersifat variatif dan tentu harus benar-benar objektif, relevan, dan tepat waktu.

Baca juga: Penyebab Inflasi dan Cara Mengatasi Inflasi untuk Bisnis yang Lebih Baik

7. Financial Statements Presented in Accordance atau Sesuai Dengan Prinsip Akuntansi

Pada poin ini sudah memasuki tahap pelaporan. Pelaporan ini menjadi hasil akhir dari rangkaian standar audit. Maksud dari standar ini yaitu laporan audit harus menyatakan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Hal tersebut mencakup konvensi, aturan dan prosedur yang dibutuhkan untuk membatasi praktik dalam akuntansi yang berlaku.

Untuk standar pelaporan yang satu ini mengharuskan auditor menyajikan fakta dengan memberikan pendapat mengenai penyusunan laporan keuangan. Hal tersebut untuk memberikan gambaran terhadap perusahaan dalam hal finansial.

8. Consistency In The Application atau Harus Konsistensi

Hasil laporan auditor tentu harus menunjukkan, apabila ada ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi. Adapun tujuan dari konsistensi ini yaitu untuk memberikan jaminan daya banding terhadap laporan keuangan.
Tujuan dari konsistensi ini untuk mengungkapkan perubahan yang terjadi dalam laporan keuangan. Hal ini ditulis dalam sebuah paragraf penjelasan dalam laporan keuangan yang ada.

Download eBook Panduan dan Template Pembukuan Sederhana dengan Excel untuk Bisnis Kecil

9. Isi Laporan Harus Dipandang Memadai dan Mencakup Semua Hal

Mengenai standar audit yang ini merupakan bentuk laporan keuangan harus sesuai dengan prinsip akuntansi yang memadai. Baik itu dari segi susunan, bentuk, isi laporan, serta catatan atas laporan keuangan.

Seorang auditor harus memastikan tentang beberapa hal yang diungkapkan dan berhubungan dengan fakta-fakta saat dilaksanakan audit. Hal tersebut bisa menjadi bahan peetimbanhan dengan pernyataan klien dan mampu merahasiakan informasi yang masuk.

10. Expression of Opinion atau Pendapat yang Sesuai

Laporan audit harus memuat secara keseluruhan dalam standar yang telah ditentukan. Hal ini untuk menghindari kesalahan penafsiran seseorang. Bahkan standar pelaporan ini harus dikaitkan dengan laporan keuangan yang ada.

Keterkaitan tersebut bisa dilakukan ketika akuntan memberikan izin untuk memberikan dokumen atau laporan komunikasi tertulis. Ketika seorang akuntan menyerahkan hasil laporan yang disusun kepada pihak lain, maka akuntan tersebut dianggap terkait.

Baca juga: Peran Akuntansi dalam Lingkup yang Lebih Luas


Beberapa standar adit tersebut wajib untuk diterapkan agar memiliki perencanaan yang matang untuk perusahaan. Laporan keuangan yang baik akan menunjukkan stabilitas dan perkembangan perusahaan. Berbagai standar yang ada sebagai langkah dan juga pedoman yang harus diterapkan dalam melakukan audit terhadap perusahaan.Dari ketiga pengelompokkan standar, tentu tidak boleh terlewat satupun agar hasil audit benar-benar maksimal.

Agar laporan keuangan dalam bisnis bisa sesuai dengan standar audit, ada baiknya untuk tidak menggunakan pembukuan manual. Selain memakan waktu, melakukan proses pembukuan manual juga berisiko pada kesalahan pencatatan informasi keuangan Anda.

Sebagai solusinya, Anda bisa mencoba menggunakan software akuntansi online yang mudah digunakan dan memiliki fitur yang sesuai dengan kebutuhan usaha Anda, salah satunya adalah Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang sudah dipercaya oleh lebih 300 ribu pengguna dari berbagai jenis bisnis dan memiliki fitur terlengkap di Indonesia.

Dengan menggunakan Accurate Online Anda bisa mendapatkan kemudahan dalam pencatatan pengeluaran dan pemasukan, pengelolaan dan pencatatan stok, pemantauan banyak cabang dan gudang, penghitungan aset secara keseluruhan, payroll, proses rekonsiliasi otomatis, integrasi ke aplikasi bisnis lain, otomasi lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan masih banyak lagi.

Coba semua fitur tersebut secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate berhenti membuang waktu