Konselor adalah Profesional yang Bertugas Melakukan Konseling, Apa Bedanya dengan Konsultan?

Konselor adalah seorang profesional yang tugasnya melakukan konseling dengan klien yang membutuhkan. Profesi ini tidak bisa dijalankan oleh semua orang karena harus memiliki sertifikat khusus dan pendidikan khusus pula.

Dalam bidang yang dijalankannya, konselor sering dianggap sama dengan konsultan. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang sangat mencolok.

Oleh karena itu, artikel berikut ini akan membahas lebih lanjut mengenai bidang profesi konselor, serta perbedaannya dengan konsultan.

Apa Itu Konselor?

Menurut Hartono dan Boy Soedarmadji, konselor adalah tenaga profesional yang memberikan pelayanan dalam bidang konseling. Di mana konseling sendiri diartikan sebagai sebuah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui diskusi antara konselor dengan seorang klien yang tengah menghadapi situasi sulit.

Dalam pengertian lain, konselor adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk melakukan analisis dan memberikan saran kepada seorang klien yang sedang mengalami masalah. Mereka akan terlibat dalam beragam metode percakapan guna mengidentifikasi dan memberi masukan untuk memecahkan masalah tersebut.

Namun, apabila masalah yang dialami terlalu berat dan mendalam, serta membuat mental klien terganggu, konselor bisa memberikan rujukan kepada psikiater untuk penanganan lebih lanjut. Jadi, akan sangat mungkin terjadi kerja sama di antara konselor, psikolog, dan psikiater dalam upaya penanganan masalah dan penyembuhan klien.

Adapun konselor biasanya dibutuhkan dalam beberapa bidang, seperti pendidikan, organisasi sosial, organisasi nonprofit, dan perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan.

Baca juga: Manfaat dan Cara Menerapkan Afirmasi Positif di Dunia Kerja

Tugas dan Tanggung Jawab Konselor

Apabila Anda ingin menjadi konselor, tugas dan peran yang akan diemban adalah mendengarkan cerita klien. Namun, tugas mendengarkan ini akan masuk ke tahap deep listening sampai klien merasa terbebas dari masalahnya.

Lebih lengkapnya, tugas dan tanggung jawab konselor adalah sebagai berikut.

  • Memberikan konseling secara tatap muka, melalui telepon, ataupun online
  • Mendengarkan permasalahan klien, berempati dengan mereka, dan membantu klien untuk melihat masalah secara lebih jelas dengan cara berbeda
  • Melakukan diagnosis atau identifikasi terkait permasalahan yang dihadapi klien
  • Mencari tahu lebih dalam tentang klien untuk memberi pandangan atau perspektif tentang hal-hal yang bisa dicoba untuk menyelesaikan masalah
  • Bekerja sama dengan keluarga dan rekan klien lainnya untuk lebih maksimal dalam membantu permasalahan klien
  • Menjaga kerahasiaan klien dan permasalahannya
  • Membantu klien untuk mencari bantuan lebih lanjut jika permasalahan yang dihadapi sangat rumit
  • Membangun hubungan dengan rasa saling percaya dan menghargai satu sama lain
  • Mengevaluasi keefektifan konseling yang dilakukan

Baca juga: Deep Work dan Cara Mempraktikkannya

Skill yang Harus Dimiliki oleh Konselor

Untuk menjadi konselor profesional, kandidat harus memenuhi syarat pendidikan tertentu dan memiliki sertifikat konselor LK3. Selain itu, konselor juga harus memiliki skill atau keterampilan yang mumpuni, yang meliputi:

  • Kemampuan komnikasi yang baik
  • Mampu melakukan analisis dan observasi terhadap suatu permasalahan secara mendalam dan menyeluruh
  • Teliti, cekatan, dan detail
  • Jujur dan bertanggung jawab
  • Manajemen emosi yang baik
  • Deep listening
  • Rasa empati

Baca juga: Associate adalah Jabatan untuk Karyawan Entry Level

Perbedaan Konselor dengan Konsultan

Karena memiliki ranah kerja yang hampir sama, konselor dan konsultan sering kali disamakan. Padahal, kedua profesi ini memiliki perbedaan yang signifikan, baik dari segi masalah yang ditangani, cara menghadapi masalah, dan jangka waktu.

1. Masalah yang Ditangani

Konsultan biasanya akan mendampingi klien untuk menangani masalah yang berkaitan dengan bidang tertentu, seperti keuangan, IT, hingga manajemen perusahaan. Berbeda dengan konselor yang lebih ke ranah pribadi, di mana akan mendampingi klien dengan masalah personal atau masalah kesehatan mental.

2 Cara Menghadapi Masalah

Perbedaan lain di antara konsultan dan konselor adalah bagaimana mereka dalam menghadapi masalah klien. Konsultan biasanya akan memberi masukan secara langsung, beserta kemungkinan atau hal-hal yang akan terjadi di masa depan dan bagaimana cara menghadapinya.

Sementara itu, konselor akan menghadapi masalah klien dengan menanyakannya terlebih dahulu. Mereka akan cenderung menahan diri untuk memberikan arahan bagi klien dalam menghadapi masalah.

Mereka juga akan berdiskusi dengan klien tentang apa yang diinginkan dan membantu klien untuk memahami dirinya dengan lebih baik lagi. Dengan begitu, klien dapat menyelesaikan masalah dengan caranya sendiri. Dengan kata lain, konselor hanya akan memancing jawaban tersebut, bukan memberi perintah.

3. Jangka Waktu

Perbedaan terakhir di antara konsultan dan konselor adalah mengenai jangka waktu. Konsultan cenderung memiliki jangka waktu bekerja yang sedikit karena hanya berfokus pada masalah yang dihadapi klien pada saat itu saja. Sedangkan konselor akan menangani klien dalam jangka waktu yang lebih lama karena masalah yang dihadapi bersifat personal dan dari pengalaman klien langsung.

Baca juga: Sales Promotor: Perwakilan yang Bertugas Mempromosikan Produk Perusahaan

Penutup

Konselor adalah profesi yang cukup rumit karena harus masuk ke ranah pribadi klien. Namun, dengan ilmu yang dimiliki, konselor dapat membantu seseorang untuk menghadapi masalahnya bahkan mengenal dirinya dengan lebih baik lagi.

Tentunya, untuk bisa menjadi konselor profesional, Anda harus memenuhi kualifikasi pendidikan tertentu dan sertifikasi khusus. Apabila Anda berencana untuk mendapatkan sertifikasi tersebut, Anda bisa menyiapkan anggarannya terlebih dahulu. Dalam hal ini, Anda bisa menggunakan aplikasi bisnis seperti Accurate Online yang mudah untuk digunakan dan bisa diakses secara fleksibel.

Accurate Online merupakan software berbasis cloud yang menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis. Berbagai fitur di dalamnya ditujukan untuk mempermudah proses pengelolaan keuangan menjadi lebih cepat, akurat, dan otomatis.

Jika tertarik untuk mencobanya, silahkan klik tautan gambar di bawah ini dan nikmati Accurate Online secara gratis selama 30 hari.