Workaholic: Ini Pengertian, Ciri-Ciri, Dan Tips Mencegahnya

oleh | Feb 21, 2022

source envato.

Workaholic: Ini Pengertian, Ciri-Ciri, Dan Tips Mencegahnya

Sebagian besar dari Anda pasti masih banyak yang menganggap bahwa workaholic adalah sebutan untuk para pekerja keras. Padahal kenyataannya tidak selalu demikian.

Penasaran tentang apa itu workaholic dan tanda-tandanya? Tenang, karena pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskannya secara lengkap pada Anda pada artikel tentang workaholic di bawah ini.

Apa Itu Workaholic?

Berdasarkan laman American Psychology Association, workaholism adalah suatu kondisi dan situasi yang mana ada seseorang yang merasakan paksaan atau kebutuhan dari dalam dirinya untuk terus-menerus bekerja tanpa bisa dikendalikan. Sederhananya, mereka merasa adanya kecanduan untuk terus-terusan bekerja yang tercipta dalam diri mereka sendiri, bukan karena faktor eksternal lain.

Sedangkan workaholic adalah istilah yang ditujukan untuk mereka yang mempunyai kecanduan untuk terus bekerja atau workaholism. Sebagian besar orang banyak yang menyebut istilah workaholic sebagai orang yang gila kerja.

Terdapat banyak sekali faktor yang membuat seseorang menjadi workaholic, tapi biasanya adalah agar bisa lari dari masalah yang saat itu sedang dihadapi.

Biasanya, mereka akan mengubur diri mereka dalam pekerjaan, sehingga mereka kadang kala lupa bahwa hidup bukan hanya untuk melakukan pekerjaan saja.

Sebagian besar orang juga banyak yang menyamakan workaholic dengan pekerja keras, padahal keduanya memiliki arti yang berbeda.

Salah satu perbedaan antar keduanya adalah perasaan saat bekerja. Seorang pekerja keras umumnya akan menghabiskan banyak waktu untuk bekerja karena memang mereka senang. Sedangkan seorang workaholic lebih cenderung tidak begitu senang dengan pekerjaannya.

Walaupun demikian, para workaholic lebih memilih bekerja karena adanya dorongan dari dalam diri yang seolah-olah memaksa mereka untuk terus melakukan pekerjaan.

Perasaan candu dan kebutuhan untuk terus bekerja yang tidak kenal waktu ini nyatanya bisa berakibat buruk untuk kesehatan mental dan fisik.

Bersumber dari laman Lifehack, workaholic bisa menimbulkan rasa depresi, cemas berlebih, insomnia, penyalahgunaan obat, hingga risiko penyakit jantung.

Baca juga: Serba-Serbi Kerja Kantoran: Plus-Minus Hingga Tipe Pekerja yang Sering Ditemui

Tanda-Tanda Seorang Workaholic

1. Pekerjaan Merupakan Prioritas Utama

Dilansir dari situs resmi The Ladders, salah satu tanda yang paling jelas dari seorang workaholic adalah selalu memprioritaskan pekerjaannya. Mereka akan selalu bekerja tanpa mengenal tempat, apalagi waktu. Di manapun dan kapanpun mereka berada, mereka akan selalu menyempatkan waktu untuk bekerja.

Saat diminta oleh atasannya untuk mengerjakan sesuatu di hari libur atau akhir pekan, para workaholic akan meninggalkan kegiatan apapun yang sedang mereka lakukan dan mereka akan bekerja.

Hal tersebut dikarenakan adanya kebutuhan atau dorongan dalam dirinya sendiri untuk selalu melakukan pekerjaan.

2. Stres Jika Tidak Bisa Bekerja

Dengan adanya dorongan dalam diri yang sangat besar untuk bekerja, seorang workaholic umumnya akan merasa stres bila mereka tidak bisa bekerja. Sehingga, mereka akan terus mencari berbagai hal lain yang bisa dikerjakan, bahkan mereka akan minta tambahan kerjaan.

3. Mudah Sakit

Tanda lain dari seorang workaholic adalah lebih mudah sakit karena bekerja. Hal itu dikarenakan mereka tidak mengenal tempat dan waktu untuk bekerja. Padahal, tubuhnya sudah tidak sanggup lagi untuk bekerja dan memerlukan istirahat yang cukup.

Sehingga, mereka bisa tumbang kapan saja hanya karena bekerja atau tidak melakukan pekerjaan.

Baca juga: Bagaimana Cara Bekerja Lebih Cepat? Berikut Tips dan Contohnya

4. Menjadikan Kerja Sebagai Pelarian

Ciri lainnya dari seorang workaholic adalah menjadikan pekerjaannya sebagai bentuk pelarian. Berdasarkan laman Forbes, para workaholic umumnya akan bekerja untuk mengurangi rasa cemas, depresi, atau rasa bersalah.

Seorang workaholic lebih memilih bekerja untuk mengatasi apapun yang ia rasakan atau masalah apapun yang saat itu sedang terjadi. Cara ini mungkin akan berhasil selama beberapa saat untuk mengurangi apa yang sedang dirasakan.

Tapi ketika tidak ada lagi pekerjaan yang bisa dilakukan, masalah dan perasaan yang dipendam sebelumnya akan muncul lagi dan akan semakin menggunung.

5. Tidak Punya Waktu Untuk Kehidupan Pribadi

Seorang workaholic biasanya tidak mempunyai waktu untuk kehidupan pribadinya sendiri. Semua waktu yang dirinya miliki akan diisi dengan berbagai pekerjaan.

Mereka lebih memilih untuk bekerja daripada berkumpul dengan teman, keluarga, atau menjalankan hobinya sendiri. Pada intinya, mereka tidak mempunyai work-life balance karena pekerjaan sudah mereka jadikan sebagai prioritas utama.

6. Tidak Menyadari Kondisi Ini

Ciri terakhir dari workaholic adalah mereka tidak menyadari atau mengetahui dampak yang bisa terjadi karena kondisinya tersebut. Mereka umumnya akan menganggap bahwa mereka hanya bekerja keras daripada menganggap dirinya gila kerja.

Mereka juga biasanya akan memberikan alasan bahwa mereka ingin mendapatkan gaji yang lebih tinggi, mendapatkan promosi jabatan, atau untuk mendapatkan kesan yang baik di depan teman atau atasan.

Baca juga: Kontrak Kerja Karyawan: Pengertian dan Berbagai Jenisnya dalam Suatu Perusahaan

Lalu, Bagaimana Cara Bekerja Kerjas Tanpa Harus Menjadi Workaholic?

1. Ber-refleksilah!

Sebagian pekerja keras tidak menyadari bahwa dirinya adalah seorang workaholic. Padahal, tahap pertama untuk bekerja keras tanpa harus menjadi workaholic adalah dengan menyadari kondisi diri sendiri. Untuk itu, Anda harus merefleksikan diri Anda terlebih dulu.

2. Ada Banyak Hal yang Dapat Anda Kejar Di Luar Sana

Walaupun membangun karir memang penting, tapi menjaga hubungan baik dengan keluarga dan orang lain yang kita cintai juga sangat penting.

Untuk itu, usahakanlah untuk tidak menjawab panggilan atau chat yang berkaitan dengan kantor di hari libur, terlebih lagi mengerjakannya.

Berada di dekat orang-orang terdekat Anda adalah salah satu hal yang bisa membuat Anda tetap sadar dan termotivasi dalam bekerja daripada menjadi seorang workaholic.

Anda bisa mulai bercerita kepada teman dekat Anda, teman kantor, atau atasan saat Anda merasa bahwa Anda mempunyai banyak hal yang harus dikerjakan dalam waktu yang sama dan saat Anda mulai merasa bahwa Anda adalah seorang workaholic.

3. Tentukan Skala Kesuksesan Anda

Seseorang bisa menjadi workaholic karena dirinya tidak bisa menentukan batasan tentang apa yang harus ia kerjakan dan apa yang ingin dirinya raih di akhir pekerjaan atau karirnya.

Jika Anda merasa bahwa Anda mempunyai banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu yang sama, maka menentukan skala prioritas akan membantu Anda untuk tidak merasa kewalahan.

Selain itu, Anda juga bisa lebih baik dalam mengatur waktu dan mengetahui cara yang baik agar tidak menjadi seorang workaholic. Anda pun bisa memilih pekerjaan yang tidak memakan banyak waktu lebih dulu.

Selain itu, menentukan skala prioritas juga akan membantu Anda untuk menentukan tujuan dari setiap pekerjaan. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui batasan kerja dan terhindar dari menjadi seorang workaholic.

Baca juga: Produktivitas Kerja: Pengertian, Faktor dan Indikator Pengukurannya

4. Miliki Manajemen Waktu yang Baik

Manajemen waktu yang baik adalah salah satu kunci agar Anda tidak menjadi seorang workaholic. Kadang kala, Anda memang harus mengorbankan satu kegiatan agar bisa melakukan hal lain yang lebih penting.

Kemungkinan, Anda juga harus memilih antara mengerjakan pekerjaan yang kurang penting atau ikut meeting agar bisa memberikan keuntungan yang lebih banyak di waktu yang akan datang. Selain itu, Anda juga harus mengimbanginya dengan waktu istirahat.

Dengan mempunyai manajemen waktu yang baik, maka Anda akan bisa menentukan hal apa saja yang menurut Anda lebih penting untung diselesaikan, dan mengesampingkan berbagai pekerjaan yang mungkin tidak memberikan pengaruh yang besar dalam hidup Anda.

5. Gunakan Kalender Untuk Mengorganisasi Pekerjaan

Gunakanlah tools apapun agar bisa membantu Anda untuk bisa lebih ter-update dengan progress dan target pekerjaan Anda, seperti jurnal, agenda, atau kalender.

Dengan menggunakan alat tersebut, maka Anda bisa lebih terorganisasi dan bisa mencapai target secara tepat waktu, bahkan sebelum waktu yang sudah ditentukan tanpa harus menjadi workaholic.

6. Delegasikan Tugas Kepada Orang-Orang Terpercaya

Dalam bekerja di kantor, tentu Anda tidak akan bekerja sendiri. Dari awal, Anda akan mempunyai suatu tim yang bisa menyelesaikan pekerjaan yang ada bersama Anda. Untuk itu, tidak ada alasan untuk menjadi seorang workaholic bila tim Anda bisa bekerja dengan baik.

Suatu tim di lingkungan perusahaan akan membantu Anda untuk membagikan pekerjaan secara adil, terlebih lagi saat pekerjaan sudah terasa berat. Dukungan yang ada dari ium akan membuat Anda bekerja dengan keras tanpa harus membuat Anda menjadi seorang workaholic.

Oleh karena itu, Anda bisa mendelegasikan pekerjaan Anda pada anggota tim bila Anda memiliki posisi sebagai pemimpin. Jika Anda adalah anggota tim, maka Anda bisa mengajukan ide untuk membagi pekerjaan pada anggota yang lain.

Membagikan tugas seperti ini akan menghindari Anda dari memiliki banyak tanggung jawab di satu waktu secara bersamaan. Selain itu, tugas yang dibagi secara rata pun akan membantu Anda dalam menilai target dan bisa dengan mudah melakukan follow up pekerjaan pada anggota tim yang mengerjakannya.

Baca juga: Cari Muka dalam Dunia Kerja, Ini Ciri Cari Muka Karyawan Pada Atasan

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang workaholic. Jadi, apa Anda adalah seorang workaholic? Jika iya, Anda bisa mengikuti ke enam strategi diatas untuk bisa bekerja keras tanpa harus menjadi seorang workaholic.

Manajemen perusahaan pun sebenarnya memiliki peran yang besar dalam membuat seorang karyawan menjadi workaholic. Untuk itu, manajemen perusahaan harus turut mendukung work-life balance dan menghormati waktu privasi karyawannya.

Dengan begitu, karyawan bisa memberikan kontribusi yang besar di waktu kerja dan memiliki motivasi yang tinggi. Sehingga, perusahaan pun bisa mensejahterakan karyawannya dan mendapatkan keuntungan yang besar dari hal tersebut.

Selain itu, perusahaan juga harus mengelola keuangannya dengan tepat agar hak upah bisa diberikan kepada karyawan secara tepat tanpa merugikan karyawan. Nah, saat ini Anda bisa lebih mudah dalam mengelola keuangan perusahaan dengan menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Software akuntansi berbasis cloud ini akan menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan membantu Anda dalam mencatat setiap pengeluaran atau pemasukan secara mudah.

Didalamnya juga terdapat berbagai fitur yang mampu membuat lini bisnis Anda berjalan lebih efisien. Bahkan, di dalamnya terdapat fitur payroll karyawan yang akan membantu Anda dalam menyiapkan upah karyawan

Penasaran? Anda bisa mencoba Accurate Online terlebih dulu selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini.accurate fokus pengembangan

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini 🙁 Jadilah yang pertama!

Vina

Artikel Terkait