Data Diskrit: Pengertian Dan Perbedaannya Dengan Data Kontinyu

Pada dasarnya, data diskrit adalah salah satu bagian di dalam data kuantitatif. Seperti yang kita ketahui pula bahwa data adalah fakta dan atau angka yang dihimpun untuk tujuan analisis di dalam statistik. Nah, data kuantitatif adalah satu dari dua jenis data. Selain data kuantitatif, ada juga data kualitatif.

Data kualitatif ini tidak bisa diukur dengan menggunakan angka, sedangkan data kuantitatif hanya bisa diukur dengan menggunakan angka atau lebih bersifat numerik.

Nah selain data diskrit, di dalam data kuantitatif juga terdapat data kontinyu. Walaupun keduanya sama-sama masih berupa angka, namun kedua data ini tetap mempunyai perbedaan dalam menggunakannya.

Lalu, apa pengertian yang sebenarnya dari data diskrit? Apa yang membedakannya dengan data kontinyu? Pada kesempatan kali ini, kami sudah menyiapkan jawaban lengkap tentang kedua pertanyaan tersebut. Untuk itu, baca artikel tentang data diskrit di bawah ini hingga selesai.

Pengertian Data Diskrit 

Data diskrit adalah data dalam bentuk angka yang di dalamnya hanya menampilkan angka dan dihitung dengan jumlah bilangan yang bersifat bulat. Informasi di dalam data diskrit adalah sejumlah angka atau nilai yang terbatas dan juga tidak bisa dipecah menjadi lebih presisi, sepertinya angka yang terdapat di dalam dadu, yang hanya bisa menampilkan angka dari satu sampai dengan enam.

Kenapa kita menganalogikannya dengan dadu? Karena kehadiran angka saat kita melemparkan dadu tidak akan muncul angka pecahan ataupun desimal, seperti 3.5, 4.5, dan lain sebagainya. Angka yang muncul di dalam dadu hanya bilangan bulat saja, yaitu 1, 2, 3, 4, 5 ataupun 6. Data ini tidak mempunyai titik yang tetap dan tidak terdapat ukuran peralihan.

Contoh lainnya yang bisa kita ambil dari data diskrit selain dari dadu adalah jumlah pasien yang terdapat di rumah sakit, ukuran sepatu, jumlah ikan di dalam kolam akuarium, jumlah kelereng di dalam tas, jumlah kendaraan di parkiran, dan lain sebagainya.

Untuk menyatakan jumlah pasien yang terdapat di rumah sakit, jumlah yang akan dihasilkan bisa dipastikan bilangan bulat. Kita tidak bisa menyatakan bahwa di dalam rumah sakit ABC jumlah pasiennya adalah sebanyak 155.7 pasien, karena jumlah manusia hanya kita bisa hitung per kepala.

Bila jumlahnya adalah berupa angka desimal, data tersebut akan dinilai tidak valid, karena tidak mengikuti perhitungan dasar dan tidak bisa dijelaskan secara logis.

Baca juga: Apa Itu Profesi Data Entry? Simak Tanggung Jawab dan Kualifikasi Skillnya!

Pengertian Data Dontinyu

Kebalikan dari data diskrit, data kontinyu adalah data yang bisa mengambil apapun nilai numerik, umumnya dalam batasan tertentu, dan bisa dibagi menjadi nilai yang lebih presisi. Lalu, data kontinyu tersebut akan menggambarkan satu set pengamatan yang tidak akan terputus dan bisa diukur dengan menggunakan skala.

Berbeda dengan data diskrit, di dalam data kontinyu kita tidak akan hanya menemukan bilangan bulat saja. Di dalamnya terdapat angka yang bisa dipecah menjadi angka desimal atau angka pecahan. Untuk itu, data kontinyu bisa dibagi menjadi suatu nilai yang lebih presisi, karena kita bisa menyesuaikannya dengan pengukuran hingga mendapatkan nilai yang lebih detail.

Data kontinyu juga mempunyai nilai kemungkinan yang tidak terbatas dan bisa dipilih dan ditentukan dengan rentang waktu tertentu. Secara statistik, rentang pada data kontinyu ini lebih mengacu pada perbedaan antara pengamatan terendah dan tertinggi.

Contoh sederhananya adalah umur atau usia manusia, tinggi dan berat badan manusia, waktu yang diperlukan untuk bisa menyelesaikan suatu pekerjaan, nominal uang, suhu ruangan, dan lain sebagainya.

Untuk bisa menyatakan waktu, jumlah yang bisa ditampilkan sangatlah beragam. Di dalamnya tidak selalu berada dalam bilangan bulan seperti halnya di dalam data diskrit.

Contohnya saat kita ingin menghitung jumlah waktu yang diperlukan untuk bisa menyelesaikan suatu pekerjaan, kita bisa mengatakan bahwa waktu yang diperlukan untuk bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut adalah selama 2,5 jam.

Berdasarkan data tersebut, nantinya orang lain akan mengerti bahwa 2,5 jam adalah selama 2 jam 30 menit. Nilai desimal di dalam data tersebut juga bisa kita jelaskan secara logis dan akan dianggap sebagai data yang valid untuk orang lain.

Baca juga: Data Science Adalah Profesi yang Makin Dibutuhkan Perusahaan, Ini Perannya!

Lalu, Apa Bedanya Data Diskrit Dengan Data Kontinyu?

Setelah kita mengetahui bersama tentang pengertian dari data diskrit dan data kontinyu di atas, maka kita harus sama-sama mengetahui perbedaan dari data diskrit dan data kontinyu.

Secara garis besar, beberapa perbedaan besar dari diskrit dan data kontinyu adalah sebagai berikut:

  1. Data diskrit adalah suatu jenis data yang mempunyai ruang dan juga titik yang lebih jelas antara berbagai nilai di dalamnya. Sedangkan data kontinyu adalah data yang jatuh dalam urutan yang lebih berkelanjutan, sama seperti namanya.
  2. Kita bisa menghitung data diskrit dengan sangat mudah, sedangkan data kontinyu tidak bisa kita ukur atau kita nilai.
  3. Di dalam diskrit, terdapat nilai yang berbeda ataupun terpisah. Sedangkan data kontinyu, lebih mencakup berbagai nilai yang terdapat di dalam kisaran.
  4. Data diskrit akan diwakili secara grafis oleh grafik atau di dalam diagram batang, sedangkan data kontinyu akan lebih diwakili secara grafis dengan menggunakan histogram.
  5. Tabulasi di dalam data diskrit dilakukan terhadap nilai tunggal dan bisa kita sebut sebagai distribusi frekuensi yang tidak bisa dikelompokkan. Sedangkan tabulasi untuk data kontinu bisa dilakukan pada sekelompok nilai, dan bisa disebut sebagai suatu frekuensi yang bisa dikelompokkan.
  6. Klasifikasi yang saling eksklusif atau saling tumpang tindih, seperti 10 hingga 20, 20 hingga 30 dan seterusnya, bisa kita aplikasikan untuk data kontinyu. Sedangkan klasifikasi yang tidak inklusif atau tidak tumpang tindih, seperti 10 hingga 19, 20 hingga 29, dan lain seterusnya, bisa kita aplikasikan untuk data diskrit.
  7. Grafik fungsi yang terdapat dalam data diskrit akan menunjukkan titik yang tidak terhubung dan bersifat tetap. Sedangkan grafik fungsi di dalam data kontinyu akan menampilkan titik-titik yang terhubung dengan garis yang tidak terputus atau terhubung.

Baca juga: Apa Itu Data Breach? Dan Bagaimana Cara Menghindarinya?

Contoh Sederhana dari Data diskrit

Agar lebih mudah dalam memahami dan membayangkan tentang data kuantitatif jenis diskrit, kami akan memberikan contohnya yang sangat mudah untuk dipahami.

  • Jumlah paket barang yang rusak di dalam pengiriman
  • Jumlah pegawai di dalam suatu perusahaan.
  • Jumlah pelanggan toko yang datang berbelanja di Bulan Desember
  • Jumlah siswa SMP di suatu kecamatan
  • Jumlah pimpinan di dalam suatu organisasi
  • Jumlah tools yang dimiliki oleh suatu tim di dalam perusahaan.
  • Jumlah pegawai yang tidak masuk kerja dalam kurun waktu satu bulan.

Dari contoh diatas, bisa kita pastikan bahwa contoh tersebut adalah data yang harus menggunakan bilangan bulat, dan tidak bisa menggunakan bilangan desimal. Berbagai peristiwa dan kondisi di atas harus bisa disajikan dengan menggunakan data kuantitatif yang bisa dihitung.

Lain halnya bila kita memanfaatkan data kontinyu untuk menghitung jumlah anggota yang terdapat di dalam suatu organisasi. Karena, hal tersebut adalah data yang wajib dihitung dan bukanlah data yang berkelanjutan di dalam suatu rentang periode.

Selain itu, hasilnya juga harus dinyatakan dengan jelas dan tegas serta sebenar-benarnya. Untuk itu, perhitungan yang bisa dilakukan dengan mudah dan praktis adalah dengan menggunakan data diskrit.

Baca juga: Data Modeling: Pengertian, Fungsi, Jenis dan Manfaatnya

Penutup

Demikianlah penjelasan singkat dari kami tentang data diskrit, mulai dari pengertian, perbedaannya dengan data kontinyu, serta contoh sederhananya. Data kontinyu dan data diskrit tentu memiliki perbedaan dalam menyajikan informasi untuk digunakan oleh penggunanya.  Pada intinya, data tersebut harus disajikan secara tepat dan akurat.

Pun sama halnya dengan data yang terdapat di dalam laporan keuangan, di dalamnya harus dihitung secara akurat dan tidak boleh ada sedikitpun kesalahan. Nah, hal tersebut hanya bisa dilakukan dengan menggunakan tools atau software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Karena, Accurate Online akan menghitung dan menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat, serta akurat. terlebih lagi, aplikasi berbasis web dan cloud ini bisa Anda akses dimana saja dan kapan saja Anda butuhkan.

Lebih dari itu, di dalamnya juga sudah dibekali berbagai fitur yang akan meningkatkan efisiensi bisnis Anda, seperti fitur persediaan, manufaktur, penjualan, pembelian, perpajakan, dan masih banyak lagi.

Untuk itu, segeralah tinggalkan cara yang manual dalam membuat laporan keuangan dan gunakanlah software akuntansi Accurate Online sekarang juga secara gratis selama 30 hari melalui banner di bawah ini

anggimo

Seorang wanita lulusan sarjana manajemen bisnis dan akuntansi yang hobi menulis blog tentang manajemen bisnis secara spesifik.