Mengenal Strategi Operasi yang Efektif Dalam Pengembangan Bisnis

Strategi operasi merupakan komitmen terhadap seluruh kegiatan yang direncanakan ataupun yang ada di dalam lingkup perusahaan saat ini. Kegiatan yang akan dilaksanakan disini memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada secara maksimal dan melakukan proses informasi demia mencapai distinctive competence serta tujuan operasi perusahaan.

Pengertian secara umum tersebut menunjukkan jika strategi operasi sangat dibutuhkan dalam perusahaan jauh sebelum melakukan proses operasional. Tanpa adanya komitmen terhadap rencana yang sudah disusun, tentu akan menjadi sebuah kemustahilan untuk mencapai tujuan operasional perusahaan.

Pengertian Strategi Operasi Menurut Para Ahli

Selain pengertian secara umum di atas, beberapa ahli ini juga memaparkan pengertian strategi operasi dalam pengembangan bisnis.

1. Anderson et.al (1984)

Strategi operasional merupakan visi jangka panjang, terdiri atas misi, tujuan, kebijakan dan distinctive competence suatu perusahaan.

2. Hill (1989)

Strategi merupakan suatu cara yang menekankan hal-hal yang berkaitan, dengan kegiatan manufaktur dan pemasaran. Semuanya bertujuan untuk mengembangkan perspektif korporat melalui agensi.

3. Skinner (1978)

Strategi merupakan filosofi yang berkaitan dengan alat untuk mencapai tujuan.

4. Hayes dan Wheel Wright (1978)

Strategi mengandung arti semua kegiatan yang ada dalam lingkup perusahaan, termasuk di dalamnya pengalokasian semua sumber daya yang dimiliki perusahaan.

Indikator yang Bermanfaat Membentuk Pengertian Strategi Operasi

Dari paparan di atas, bisa disimpulkan jika pengertian strategi operasi memiliki beberapa indicator yang mampu membentuk strategi operasional. Apa sajakah indikator-indikator tersebut? Berikut beberapa diantaranya:

  • Komitmen pada kegiatan yang ada di dalam lingkup perusahaan
  • Kondisi saat ini dan yang telah direncanakan
  • Proses transformasi, yakni kegiatan organisasi yang bisa mengubah masukan menjadi nilai tambah keluaran
  • Distinctive competence, yakni kemampuan spesifik yang ada pada perusahaan tersebut untuk menghasilkan nilai tambah melalui proses transformasi serta mengandung tujuan perusahan secara keseluruhan.

Perumusan strategi operasi jelas terlihat sangat merujuk dan berkaitan erat dengan strategi unit bisnis serta strategi korporat. Menurut Taylor, Richardson dan Gordon (1985), perusahaan yang mampu mengembangkan keterkaitan ini sangat berpotensi menjadi perusahaan yang sukses dan menguntungkan.

Baca juga : Mengetahui Pengertian Perencanaan Produksi Lengkap dan Mendalam

Perencanaan Strategi Operasional yang Khas

Dalam praktiknya, strategi operasi bisa dikelompokkan menjadi beberapa bagian yang masing-masing memiliki peran tersendiri dalam mengembangkan bisnis. Berikut ini pengelompokkan perencanan operasional yang khas

Perencanaan Produksi

Perencanaan Produksi (Production Plans) yakni perencanaan yang berhubugan langsung dengan metode dan teknologi yang dibutuhkan pada pekerjaa.

Perencanan Keuangan

Perencanan Keuangan (Financial Plans) ialah perencanaan yang berhubungan dengan dana yang digunakan dan dibutuhkan untuk kegiatan/aktivitas operasional.

Perencanaan Fasilitas

Perencanaan Fasilitas (Facilities Plans) ialah perencanaan yang berhubungan dengan fasilitas serta layout pekerjaan yang dibutuhkan guna mendukung tugas pekerjaan.

Baca juga : Psikologi Marketing : Pengertian dan 10 Tipsnya untuk Bisnis

Perencanaan Pemasaran

Perencanaan pemasaran (Marketing Plans) yakni perencanaan yang berhubungan dengan keperluan penjualan serta distribusi produk baik barang maupun jasa.

Perencanaan Sumber Daya Manusia

Perencanaan sumber daya manusia (Human Resource Plans) yakni perencanaan yang berhubungan dengan rekruitmen, penyeleksian dan penempatan orang-orang dalam berbagai pekerjaan.

Penyusunan Strategi Operasi Untuk Mengembangkan Bisnis

Penyusunan strategi operasi harus dilakukan sesuai dengan kondisi perusahan, sehingga tujuan yang ditetapkan bisa tercapai lebih mudah. Nah berikut adalah cara menyusun strategi operasional sebagai bagaian dasar penyusunan rencana kerja.

1. Strategi Operasi Sebagai Dasar Penyusunan Rencana Kerja

Ada dua langkah yang bisa Anda lakukan untuk menyusun strategi operasional sebagai patokan dasar dalam menyusun rencana kerja, yakni melakukan pendekatan pengembangan yang menguntungkan, pendekatan SWOT, pendekatan sistem, dan pendekatan kesenjangan perencanaan.

  • Pendekatan Pengembangan yang Menguntungkan

Yakni upaya untuk menyusun sebuah program kerja yang berpotensi mendatangkan banyak keuntungan dan laba dalam jumlah besar. Perekmbangan yang menguntungkan bisa mewujudkan keseimbangan yang sangat menguntungkan antara lingkungan perusahaan dan saran yang tersedia.

  • Pendekatan SWOT

SWOT atau Strenghts, Weaknesses, Opportunities, dan Threats atau yang lebih dikenal dengan kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman.

Pendekatan SWOT ialah suatu bentuk pendekatan perusahaan yang harus seimbang dengan kekuatan yang dimiliki, kelemahan apa saja yang ada, melihat kesempatan yang ada di depan mta dan perusahaan juga harus paham akan ancaman, gangguan, tantangan serta hambatan yang mungkin menghadang di masa mendatang.

  • Pendekatan Sistem

Pendekatan ini termasuk pendektan yang menitikberatkan pada pengertian sistem yang kemudian dikembangkan untuk membentuk rencana strategis.

  • Pendekatan Kesenjangan Perencanaan

Pendekatan kesenjangan perencanaan akan dimulai dengan berpikir secara tradisional dalam melakukan perencanaan, kemudian dikembangkan lagi dengan pemikiran yang lebih maju, dinamis dan produktif.

Baca juga : Pengertian Lengkap Manajemen Risiko, Komponen, Jenis, Dan Tujuannya Dalam Bisnis

2. Sasaran

Sasaran ialah hasil akhir yang didapatkan dari kegiatan operasional. Sasaran juga menjadi penggambaran hal yang hendak diwujudkan melalui strategi operasi yang diambil untuk mencapai tujuan perusahaan (sebagai target terukur).

Dalam praktiknya, sasaran merupakan hasil yang dicapai secara nyata dalam rumusan yang lebih terukur, spesifik dalam kurun waktu satu tahun.

Disini perumusan strategi operasi harus sesuai dengan spesifiksi produk, pasar serta pemasarannya, teknologi dan sumber daya organisasi.

3. Pencapaian Strategi

Indikator kinerja dalam sebuah perusahan ialah kuatitatif maupun kaulitatif yang menggambarkan level pencapaian sebuah sasaran atau tujuan yang sudah ditetapkan. Indikator kerja harus berupa sesuatu yang bisa dihutung, diukur dan digunkan menjadi dasar penilaian atau untuk melihat tingkat kinerja yang baik pada tahap perencanaan, pelaksanan, dan tahap lanjut setelah kegiatan.

Indikator kerja juga bisa menjadi sumber untuk meyakinkan jika kinerja hari demi hari dari perusahan tersebut menunjukkan kemajuan dalm rangka mencapai tujuan dan sasaran yang sudah ditetapkan. Tanpa adanya indicator kerja, maka perusahaan akan sulit menilai kierja (kebersihan atau ketidakbersihan) unit kerja.

Tahapan di atas harus dilakukan beruntut dan saling berkesinambungan satu sama lain, sehingga tujuan atau sasaran akan dicapai dengan lebih mudah.

Dalam proses managemen strategi operasi, perusahaan juga perlu membandingkan hasil yang didapatkan dan tingkat pencapaian tujuan. Proses ini juga termasuk tahap evaluasi, dan mencakup empat hal utama yakni:

  • Menetapkan target sasaran kerja, batas toleransi untuk target, standar, strategi serta rencana operasional.
  • Mengukut posisi yang berhubungan langsung dengan sasaran pada periode waktu tertentu. Jika hasilnya di luar batas tersebut, maka dibutuhkan tindakan perbaikan.
  • Menganalisa penyimpangan pada batas toleransi yang telah ditetapkan.
  • Melaksanakan modifikasi jika dibutuhkan.

Baca juga : Mengenal Pengertian Motivasi Kerja dan Cara Efektif Meningkatkannya

Pengaruh Strategi Operasi Pada Perkembangan Bisnis

Setelah memahami pengertian serta tata cara penyusunan strategi untuk mencapai sasaran, terlihat jelas bagaiamana pengaruh strategi operasi pada perkembangan bisnis.

Ketika penyusunan strategi dilakukan dengan baik dan diimbangi dengan pelaksanaan yang sesuai perencaan, maka sasaran atau target perusahaan akan lebih mudah dicapai. Berbanding terbalik dengan perusahan yang tak memiliki perencanaan strategi operasi. Seluruh kegiatan tak akan terkoordinasi dengan baik. Alhasil pencapaian target pun akan sulit diraih.

Pada tahap akhir yakni proses evaluasi, perusahaan juga bisa melakukan modifikasi atau sedikit perubahan pada strategi operasi yang sudah ditetapkan. Tentunya modifikasi hanya perlu dilakukan jika dirasa layak dan harus, demi tercapainya sasaran perusahaan.

Baca juga : Mengenal Target Pasar, Faktor Penentu, dan Tips Untuk Menentukannya

Laporan Keuangan juga Mempengaruhi Strategi Operasi

Perencanaan Strategi operasi tidak terlepas dari data keuangan yang sesuai realita perusahan. Tanpa data keuangan yang faktual, tentunya Anda bisa membuat rencana dan strategi operasional bagi bisnis Anda. Buatlah laporan keuangan berdasarkan data transaksi yang real dan minim kesalahan.

Untuk membuat laporan kaeuangan dan proses pembukuan yang efisien, Anda bisa mencoba menggunakan software akuntansi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, mudah digunakan, dan juga menjamin keamanan data Anda, contohnya adalah Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang sudah digunakan oleh lebih dari 300 ribu pengguna dari berbagai jenis bisnis di Indonesia. Hanya dengan 200 ribu perbulan, Anda bisa mendapatkan fitur terlengkap untuk kemudahan pembukuan bisnis Anda. Tidak ada biaya tambahan, tidak ada perbedaan fitur.

Jadi tunggu apalagi? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama sebulan dengan mengklik tautan di bawah ini :

accurate 200 ribu perbulan