Apa itu Picking? Ini Pengertian, Jenis dan Strateginya untuk Manajemen Pergudangan Anda!

oleh | Des 21, 2022

source envato.

Apa itu Picking? Ini Pengertian, Jenis dan Strateginya untuk Manajemen Pergudangan Anda!

Pada dasarnya, picking adalah suatu proses pengembalian barang di gudang. Saat melakukan proses picking, maka akan diperlukan pengaturan suatu strategi, terlebih lagi jika Anda sedang kebanjiran orderan.

Melakukan strategi picking yang tidak tepat tentunya akan bisa menghambat waktu dalam menyelesaikan orderan. Hal tersebut biasanya terjadi bersamaan saat Anda sedang mengalami banyak orderan.

Lantas, bagaimana cara melakukan sistem picking yang tepat? Tenang, kami sudah merangkum berbagai hal yang harus Anda ketahui tentang strategi picking dalam gudang di bawah ini.

Apa itu Sistem Picking dalam Manajemen Persediaan Barang?

Bila Anda ingin mendapatkan informasi terkait prosedur pengambilan barang di gudang secara tepat, maka Anda harus mengetahui sistem picking atau sistem pengambilan barang. Dengan begitu, Anda tidak lagi harus kebingungan dalam melakukan pengambilan barang di gudang.

Berdasarkan laman embalex, Sistem picking atau pengambilan barang di dalam gudang adalah suatu cara dalam mengambil barang di gudang yang tujuannya adalah agar bisa memenuhi pesanan konsumen secara baik.

Sistem picking yang baik adalah langkah yang penting dalam proses memenuhi peralatan dengan menggunakan peralatan berteknologi tinggi dan prosesnya fokus pada tenaga kerja agar bisa memertahankan tingkat akurasi pesanan yang tinggi dalam seluruh pesanan yang keluar dari gudang.

Jadi, menentukan sistem picking secara tepat adalah suatu hal yang penting. Pasalnya, hal tersebut mampu meningkatkan efisiensi, meningkatkan akurasi pemesanan, dan bisa meningkatkan rasa puas dari konsumen.

Beberapa keuntungan lainnya dalam menerapkan proses picking yang tepat adalah mengurangi pengeluaran biaya, meningkatkan kepuasan para pelanggan, serta membuat para staf gudang untuk bekerja lebih mudah dan efisien.

Selain itu, tujuan dalam menentukan sistem picking yang baik adalah untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam jumlah yang banyak dengan cara yang cepat, memastikan ketersediaan barang dan pengiriman barang secara tepat waktu, serta meningkatkan performa dan produktivitas karyawan

Baca juga: Mengenal Metode FEFO dan Perbedaannya dengan FIFO, LIFO dan Average

Jenis Picking dalam Warehouse Management System

Setelah kita mengetahui pengertian, fungsi dan tujuan dalam menentukan sistem picking yang tepat, ternyata dalam mencapainya Anda harus bisa memilih beberapa jenis picking. Nah, jenis-jenis picking tersebut adalah sebagai berikut:

1. Picker to Goods

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa manajemen gudang adalah suatu hal yang sangat penting. Nah, salah satu metode picking yang bisa Anda gunakan adalah picker to goods. Jenis picking ini dilakukan saat picker berjalan menghampiri lokasi untuk mengambil produk sesuai dengan pesanan pelanggan satu per satu.

Namun, cara ini adalah cara tradisional dan banyak yang menilai kurang efisien.

2. Pick to Order

Pick to order menjadi jenis picking yang banyak digunakan oleh para pebisnis. Hal ini bisa dilihat ketika picker mencari produk barang yang sesuai dengan pesanan pelanggan dan berjalan ke lokasi penyimpanan untuk mengambil barang hingga seluruh pesanan terselesaikan.

Cara ini bisa meminimalisir kegiatan handling karena barang akan berpindah dari area penyimpanan hingga pengiriman dengan satu kali penanganan saja.

3. Batch Picking

Batch picking adalah metode picking yang mana staf gudang akan berjalan ke lokasi penyimpanan lalu mengambil barang untuk beberapa pesanan dalam waktu yang bersamaan. Lalu, staf tersebut akan menempatkannya pada suatu tempat tertentu berdasarkan pesanan.

Keunggulan dari jenis picking ini adalah mampu mengurangi waktu dan juga jarak tempuh, serta meningkatkan akurasi dalam proses alokasi pengambilan produk.

4. Zone Picking

Zone picking adalah suatu cara dalam mengelompokkan produk pada area tertentu yang terdapat di dalam gudang. Selanjutnya, setiap staf gudang akan ditugaskan untuk mengambil produk per area secara spesifik, sesuai dengan pesanan yang diterimanya.

5. Cluster Picking

Cluster picking merupakan proses pengambilan beberapa produk dari beberapa pesanan dalam satu kali perjalanan. Lalu, staf gudang akan menempatkannya dalam suatu wadah yang berbeda. Keunggulan dari metode ini adalah mampu mempermudah pengambilan barang dalam satu kali perjalanan saja.

Baca juga: Tips Layout Gudang yang Baik Demi Manajemen Persediaan yang Rapi

6. Wave Picking

Wave picking adalah suatu metode dalam menjadwalkan pengambilan barang pada waktu tertentu saja. Sehingga, dalam waktu hari, staf gudang bisa mengambil produk atau barang yang sudah ditentukan secara spesifik. Metode ini juga bisa disesuaikan dengan waktu kedatangan kurir pengiriman barang dan jadwal pergantian shift karyawan.

7. Goods to Picker

Sebutan dari jenis metode ini memang sekilas hampir sama dengan picker to goods. Tapi, goods to picker ternyata mempunyai kelebihan yang jauh lebih banyak dan bisa disesuaikan dengan sistem yang sudah dibuat oleh perusahaan.

Metode ini mampu menyesuaikan area tempat penyimpanan dengan area kerja para petugas gudang, sehingga petugas gudang sudah tidak perlu lagi berjalan mengelilingi gudang untuk mengambil barang.

Selain itu, metode goods to picker ini mempunyai beberapa kelebihan lain, yaitu:

  • Meminimalisir waktu tempuh staf gudang dan mengurangi beban kerjanya.
  • Mengurangi footprint pegawai dalam sistem gudang.
  • Pemilihan produk bisa dilakukan secara lebih cepat dan teratur.
  • Mampu meningkatkan akurasi pemesanan dan juga pengambilan barang di gudang.
  • Meningkatkan pemanfaatan ruang kerja di dalam gudang.
  • Meningkatkan efisiensi sistem yang sudah digunakan di dalam gudang.

8. Automated Picking

Saat memulai suatu bisnis, perusahaan akan mempunyai kebutuhannya masing-masing, seperti kecepatan, akurasi dan juga produktivitas. Terlebih lagi, para staf gudang biasanya akan memerlukan proses orderan dengan volume yang tinggi mencapai ribuan atau bahkan lebih dari itu per harinya.

Nah, metode automated picking ini memiliki beberapa kelebihan, yaitu:

  • Pemanfaatan tata ruang gudang bisa ditingkatkan.
  • Membantu operasional bagian lorong gudang yang sempit.
  • Menghemat biaya konsumsi energi untuk gudang yang memanfaatkan ruangan pendingin atau frozen.
  • Bisa beroperasi selama 24 jam penuh selama seminggu bila dibandingkan dengan memanfaatkan tenaga manual.

Baca juga: Apa itu Batch Picking? Ini Pengertian dan Sistem Kerjanya!

Tips Pengambilan Barang di Gudang

Perlu Anda ketahui bahwa picking adalah suatu strategi dalam mensukseskan sistem manajemen pergudangan. Nah, bila Anda ingin bisa mencapai kesuksesan tersebut, Anda bisa menggunakan tips di bawah ini:

1. Menata Gudang Secara Baik

Menata gudang secara baik akan membantu Anda dalam melakukan pencarian produk atau barang. Bayangkan bila Anda harus mencari produk atau barang yang mana penataannya sangat berantakan. Tentunya Anda akan memerlukan waktu yang lebih lama daripada memiliki penataan gudang yang baik.

2. Mengelompokkan Barang Sesuai Kategori

Perlu Anda ketahui bahwa mengelompokkan barang sesuai kategori sangat efektif dan juga efisien. Contohnya, berbagai barang berat bisa Anda tempatkan di bagian bawah. Kemudian, berbagai barang yang fast moving bisa Anda tempatkan pada bagian depan. Sehingga, ketika Anda mengambil produk barang tersebut, rute pengambilan barangnya akan jauh lebih cepat.

Selain itu, Anda juga bisa mengelompokkan produk berdasarkan fungsi, merek, kategori, dan lain sebagainya. Untuk mempermudah Anda dalam membuat kategorinya, Anda bisa membuat tanda pada setiap kategori, contohnya rak A untuk kategori barang elektronik, dan rak B untuk kategori produk furniture

3. Melakukan Stock Opname Secara Rutin

Melakukan stock opname secara rutin nyatanya mampu membantu Anda dalam sisi validasi jumlah barang yang tersedia di gudang, apakah sesuai dengan yang ada dalam catatan pembukuan atau tidak.

Tapi, banyak yang menganggap bahwa melakukan stock opname secara manual sangatlah merepotkan. Solusinya, Anda bisa menggunakan suatu aplikasi yang bisa mempermudah Anda dalam melakukan hal tersebut. Nah, aplikasi tersebut adalah Accurate Online.

Accurate Online adalah aplikasi akuntansi dan bisnis yang telah dilengkapi dengan fitur persediaan. Dengan adanya fitur ini, Anda bisa melakukan stock opname secara otomatis dan lebih mudah. Fitur ini juga akan memudahkan Anda dalam membuat nomor seri atau batch, menyesuaikan persediaan, mengatur persediaan barang, menyesuaikan harga pemasok, dan masih banyak lagi.

Lebih menariknya lagi, fitur tersebut sudah terintegrasi dengan fitur akuntansi, sehingga Anda bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, mudah dan akurat.

Accurate Online pun sudah dilengkapi dengan fitur bisnis lainnya, seperti fitur penjualan dan pembelian, fitur perpajakan, fitur aset tetap, fitur manufaktur, dan masih banyak lagi.

Seluruh kelebihan dan fitur bisnis luar biasa dari Accurate Online ini bisa Anda nikmati dengan mengeluarkan biaya investasi yang sangat terjangkau. Bahkan, Anda bisa mencobanya lebih dulu selama 30 hari gratis dengan hanya mendaftarkan bisnis Anda pada tautan gambar di bawah ini.

marketingmanajemenbanner

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

Konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi

artikel-sidebar

Anggi
Seorang wanita lulusan sarjana manajemen bisnis dan akuntansi yang hobi menulis blog tentang manajemen bisnis secara spesifik.

Artikel Terkait