Contoh Laporan Keuangan Neraca Perusahaan Dagang

Contoh laporan keuangan neraca kali akan fokus pada perusahaan dagang. Di dalamnya harus bisa menyajikan aset, kewajiban, dan modal perusahaan dagang di tanggal tertentu. Dari laporan tersebut, nantinya kita bisa mengetahui kondisi aset, kewajiban, dan juga modal perusahaan.

Ketiga hal tersebut adalah komponen yang sangat penting yang mampu mempengaruhi perjalanan perusahaan kedepannya. Tidak perlu panjang lebar lagi, inilah contoh laporan keuangan neraca perusahaan dagang.

Format Penyajian Contoh Laporan Keuangan Neraca

Format yang harus digunakan pada laporan neraca adalah sebagai berikut ini:

Bagian paling atas adalah identitas perusahaan, judul, dan periode laporan perusahaan. cobalah perhatikan contoh dibawah ini.

PT Bening Xidev Jaya

Neraca

Untuk tahun yang berakhir di tanggal 31 Desember 20XX

Selanjutnya, kita harus menyajikan berbagai elemen laporan neraca seperti yang sudah kita singgung sebelumnya.

Format dalam menyajikan berbagai elemen yang ada pada laporan neraca harus disusun secara berurutan berdasarkan tingkat likuiditas elemen itu sendiri atau berdasarkan lamanya waktu dalam merubah pos menjadi kas, atau masa manfaat.

Sehingga, elemen paling pertama yang dilaporkan didalam laporan aset lancar adalah kas dan juga setara kas. Selanjutnya, diiringi dengan piutang, dan persediaan barang dagang.

Pun sama halnya dengan elemen utang, di dalamnya harus disusun secara berurutan dengan berdasarkan waktu dalam membayar utang tersebut, yang dimulai dari utang lancar dan utang jangka panjang.

Bentuk Laporan Neraca

Bentuk laporan neraca bisa disajikan ke dalam dua bentuk, yakni:

1. Neraca Bentuk Staffel

Bentuk laporan neraca ini disajikan dengan aktiva yang berada pada sisi kiri dan kewajiban dan juga modal yang berada di sisi kanan. Berikut ini gambaran sederhananya.

2. Neraca Bentuk Skontro

Bentuk skontro akan menyajikan berbagai elemen neraca dengan melajur, dari atas ke bawah. Berikut ini adalah contoh neraca bentuk skontro.

Cara Menentukan Tingkat Likuiditas

Seperti yang sudah kita pahami bersama bahwa urutan dalam penyajian laporan neraca dibuat berdasarkan tingkat likuiditas elemennya sendiri.

Selain digunakan untuk keperluan penyajian laporan neraca, tingkat likuiditas juga dibutuhkan oleh perusahaan saat mengelola kas dan juga aset lancar lainnya guna melunasi berbagai tagihan lain yang jatuh tempo. Pun sama halnya dengan pihak pemberi pinjaman, pemasok, dan pemeringkat obligasi, mereka akan memperhatikan tingkat likuiditas tersebut.

Salah satu ukuran yang bisa digunakan dalam menentukan tingkat likuiditas adalah dengan menghitung modal kerja bersih. Modal kerja bersih adalah aset lancar yang dikurangi dengan kewajiban lancar. Berikut ini adalah cara menghitungnya.

Modal Kerja Bersih = Aset Lancar – Kewajiban Lancar

Agar lebih jelas, cobalah perhatikan contoh laporan keuangan neraca perusahaan pengelolaan dan distribusi makanan di bawah ini.

 

Berdasarkan contoh laporan keuangan neraca di atas yang terjadi pada akhir tahun 2004 dan 2005, diketahui bahwa aset perusahaan tersebut adalah 2 miliar di tahun 2006, nilai kewajiban lancar sebesar 310 juta, utang jangka panjang 750 juta dan Ekuitas sebesar 940 juta yang mencerminkan 50 juta saham beredar.

Selain itu, diketahui pula bahwa modal kerja bersih di tahun 20055 sebesar $690 juta. Nilai tersebut didapat berdasarkan perhitungan:

= Aset lancar – Kewajiban Lancar

= 1 M – 310 juta = 690 juta.

 Cara Membuat Laporan Neraca

Hal paling penting dalam membuat laporan neraca ada tiga, yakni memahami format laporan neraca, bentuk laporan neraca, dan berbagai komponen di dalamnya. Selain itu, Anda juga harus memahami ukuran likuiditas.

Dengan komponen tersebut, maka Anda sudah bisa membuat laporan neraca yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan.

Berikut ini kamis sajikan cara membuat dan contoh laporan keuangan neraca. Paca contoh kali ini, kami akan menyajikan langkahnya secara bertahap agar kita bisa benar-benar memahami maknanya.

Agar lebih memudahkan kita semua, kami akan menggunakan tiga komponen pokok saja dari laporan neraca, yaitu kas, utang usaha, dan juga modal disetor.

Diketahui di tanggal 1 Februari 2019, Doni membuka usaha rumahan dan membuat perusahaan dengan nama PT Berkah Termaju. Perusahaan ini bergerak dalam bidang konsultan arsitektur. Selama bulan Februari 2019, perusahaan tersebut melakukan berbagai transaksi keuangan dengan detail sebagai berikut:

  • Tanggal 01 Februari 2019:

Doni menyetorkan uang untuk bisnisnya senilai Rp 50.000.000

  • Tanggal 10 Februari 2019:

Perusahaan tersebut melakukan pembelian alat-alat kantor, seperti komputer, meja, dan kursi sebesar Rp 10.000.000 dengan uang muka sebanyak Rp 5.000.000 dan sisanya dikredit.

  • Tanggal 15 Februari 2019:

Perusahaan memperoleh pesanan desain untuk pembangunan properti villa di Dago, Bandung senilai Rp 10.000.000 dan dibayar tunai.

  • Tanggal 25 Februari 2019:

Perusahaan melakukan pembayaran gaji karyawan customer service freelance senilai Rp 2.000.000

Berdasarkan transaksi tersebut, mari kita buat laporan neracanya.  Terdapat beberapa proses yang harus dilakukan dalam membuat laporan keuangan yang mana terangkum dalam suatu siklus akuntansi.

Terdapat beberapa langkah untuk membuat jenis laporan keuangan neraca, yakni:

  • Melakukan analisis transaksi dan pencatatannya pada jurnal umum dan jurnal khusus

Tanggal 01 Februari 2019:

(Debit) Kas = Rp 50.000.000

(Kredit) Modal disetor = Rp 50.000.000

Tanggal 10 Februari 2019:

(Debit) Peralatan = Rp 10.000.000

(Kredit) Kas = Rp 5.000.000

(Kredit) Utang Usaha = Rp 5.000.000

Tanggal 15 Februari 2019:

(Debit) Kas = Rp 10.000.000

(Kredit) Pendapatan Jasa = Rp 10.000.000

Tanggal 25 Februari 2019:

(Debit) Beban Gaji = Rp 2.000.000

(Kredit) Kas = Rp 2.000.000

  • Memindahkan catatan tersebut ke buku besar

Setelah semua transaksi dicatat kedalam jurnal, maka kita akan memindahkan setiap posnya ke dalam buku besar. Berikut ini adalah ringkasan saldo buku besar milik perusahaan tersebut:

 

Ringkasan saldo buku besar

  • Memindahkan setiap akun di buku besar ke neraca saldo

Setelah selesai membuat buku besar dengan cara memindahkan berbagai pos di dalam jurnal, maka selanjutnya kita harus membuat neraca saldo dari buku besar. Caranya sangat mudah, yakni dengan memindahkan akun besar saldo dari buku besar yang sebelumnya sudah dibuat. Berikut ini adalah hasilnya

PT Berkah Termaju

Neraca Saldo

Untuk tahun yang berakhir di tanggal 28 Februari 2019

4 Membuat Laporan Neraca

Terakhir, kita harus membuat laporan neraca yang sesuai dengan format yang ada. Caranya adalah dengan memindahkan setiap akun dan saldo yang sudah kita buat di dalam neraca saldo ke dalam format dan juga bentuk yang sudah ditentukan sebelumnya. Berikut ini adalah hasilnya:

·         Laporan neraca bentuk staffel:

Berkah Termaju

Neraca

Untuk tahun yang berakhir di tanggal 28 Februari 2019

  •         Laporan neraca bentuk skontro:

PT Bening Xidev Jaya

Neraca

Untuk tahun yang berakhir pada 28 Februari 2019

Berdasarkan contoh laporan keuangan neraca perusahaan di atas, kita bisa ketahui bahwa ada laba ditahan sebesar Rp 8.000.000. Jumlah tersebut didapat dari laporan laba rugi nama PT Berkah Termaju di bulan Februari 2019. Perhatikanlah laporan laba rugi dari nama PT Berkah Termaju di bawah ini.

PT Bening Xidev Jaya

Laporan Laba Rugi

Untuk tahun yang berakhir pada 28 Februari 2019

 

Baca juga: Apa itu Cost Center? Berikut Pengertian, Fungsi dan Contohnya

Penutup

Demikianlah contoh laporan keuangan neraca perusahaan dagang yang bisa kami sajikan. Semoga bisa jelas dan mampu meningkatkan pengetahuan Anda tentang laporan keuangan neraca.

Bila Anda tidak memiliki waktu yang banyak untuk mencatat dan melakukan perhitungan yang rumit seperti contoh laporan keuangan neraca di atas, maka gunakanlah software akuntansi dari Accurate Online.

Kenapa? Dengan menggunakan Accurate Online, Anda sudah tidak perlu lagi mencatat dan melakukan perhitungan yang rumit di atas. Anda hanya harus memasukkan beberapa data yang diperlukan dan lebih dari 200 jenis laporan keuangan bisa Anda miliki dengan mudah, cepat, serta akurat. Terlebih lagi, laporan keuangan tersebut bisa Anda dapatkan secara real-time.

Selain itu, Accurate Online juga sudah dilengkapi dengan berbagai fitur canggih yang akan semakin memudahkan Anda dalam berbisnis, contohnya seperti fitur persediaan, pembelian, penjualan, perpajakan, perbankan, dan masih banyak lagi.

Menariknya, seluruh keunggulan dan fitur canggih dari Accurate Online tersebut bisa Anda miliki dengan biaya investasi sebesar 200 ribu rupiah perbulan saja.

Tertarik? Penasaran? Anda bisa mencoba Accurate Online terlebih dulu secara gratis selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini.