Bagaimana Cara Melakukan Penyusunan Anggaran?

Salah satu hal penting yang harus dilakukan oleh pebisnis adalah melakukan penyusunan anggaran. Berdasarkan suatu penelitian yang dilaporkan dalam laman Cbinsight, salah satu alasan kenapa bisnis kecil mengalami kegagalan adalah salah dalam menetapkan harga dan biaya, kehilangan fokus bisnis, dan kehabisan aliran kas. Berbagai masalah tersebut sebenarnya bisa diantisipasi bila mempunyai anggaran yang realistis.

Tapi sebelum melakukan penyusunan anggaran, Anda harus melakukan identifikasi aspek apa dari bisnis Anda yang ingin Anda tingkatkan.

Hal tersebut akan memungkinkan Anda untuk membuat keputusan secara tepat terkait dana Anda. Nantinya, Anda juga bisa menetapkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang.

Lalu, bagaimana cara melakukan penyusunan anggaran dengan tepat? Baca terus artikel di bawah ini untuk mendapatkan jawabannya.

Cara Melakukan Penyusunan Anggaran

Anggaran terbaik adalah anggaran yang sederhana dan bersifat fleksibel. Bila terdapat perubahan kondisi, maka anggaran harus bisa beradaptasi agar bisa memberikan gambaran yang jelas terkait posisi Anda. Nah, setiap penyusunan anggaran yang baik setidaknya harus mencakup tujuh komponen utama, yakni:

1. Perkiraan Pendapatan

Perkiraan pendapatan adalah jumlah yang ingin Anda dapatkan dari kegiatan penjualan produk barang atau jasa. Komponen ini termasuk seluruh uang yang Anda bawa, terlepas dari apa yang Anda habiskan untuk keperluan operasional bisnis.

Jumlah tersebut harus tercatat pada baris pertama di dalam anggaran dan berdasarkan pada angka tahun lalu atau berdasarkan nilai rata-rata perusahaan.

2. Biaya Tetap

Berdasarkan laman Wikipedia, biaya tetap adalah semua biaya yang tidak mengalami perubahan sesuai dengan berapa banyaknya uang yang Anda hasilkan. Contoh dari biaya tetap adalah biaya asuransi, biaya sewa, dan lain sebagainya.

Baca juga: Prosedur Penerimaan Kas: Fungsi dan Tahapannya

3. Biaya Variabel

Dilansir dari Wikipedia, biaya variabel adalah biaya yang bisa berubah sesuai dengan volume produksi ataupun penjualan. Biaya variabel juga berkaitan erat dengan biaya barang yang Anda jual, yakni berbagai hal yang berkaitan dengan produksi ataupun pengembalian produk yang dijual oleh bisnis Anda.

Beberapa contoh sederhana dari biaya variabel adalah biaya inventaris, bahan baku, pengemasan, biaya produksi, atau biaya pengiriman.

4. Biaya Satu Kali

Biaya ini tidak termasuk ke dalam pekerjaan yang biasa Anda lakukan dalam bisnis. Beberapa contoh dari biaya ini adalah memindahkan kantor, furniture, peralatan dan perangkat lunak, serta biaya lainnya yang berkaitan dengan penelitian dan pengembangan produk.

Baca juga: Apa itu Jurnal Penjualan Aset? Ini Pengertian dan Cara Membuatnya!

5. Arus kas

Masih dari laman Wikipedia, arus kas adalah seluruh uang yang masuk dan keluar dari perusahaan Anda. Arus kas Anda akan dinyatakan positif bila terdapat banyak uang yang masuk ke dalam bisnis Anda selama periode waktu tertentu daripada uang yang keluar.

Arus kas paling mudah dihitung dengan mengurangi jumlah uang yang tersedia pada awal periode waktu tertentu dan di akhir. Arus kas ini harus selalu Anda pantau seminggu sekali, atau maksimal sebulan sekali.

6. Keuntungan

Dirangkum dari laman Wikipedia, keuntungan atau laba adalah penghasilan yang Anda bisa bawa pulang setelah berhasil mengurangi pengeluaran dan pendapatan Anda. Jika Anda mengalami keuntungan yang meningkat, artinya bisnis Anda bisa berkembang.

Anda bisa membuat perencanaan terkait banyaknya keuntungan yang bisa Anda raih dengan berdasarkan pengeluaran, pendapatan dan harga pokok penjualan.

Bila selisih pendapatan dan pengeluaran Anda tidak sesuai dengan target, maka Anda harus memikirkan kembali harga pokok penjualan dan Anda bisa mempertimbangkan untuk meningkatkan harga tersebut.

7. Buatlah Kalkulator Anggaran

Kalkulator anggaran ini mampu membantu Anda untuk mengetahui secara tepat di mana posisi Anda dalam sisi perencanaan anggaran bisnis.

Walaupun terdengar klise, tapi memperoleh semua angka di dalam anggaran dalam satu ringkasan akan membantu Anda dalam membacanya.

Anda bisa membuat ringkasan dengan barus pada setiap kategori anggaran di atas pada halaman spreadsheet Anda. Hal tersebut bisa dijadikan kerangka dasar anggaran. Lalu, pada sisi kategori, Anda bisa membuat jumlah total yang sudah Anda rencanakan.

Terakhir, buatlah kolom lain pada sisi kanan saat periode waktu telah berakhir, kolom ini bisa Anda gunakan untuk mencatat jumlah aktual yang harus Anda habiskan dalam setiap kategori. Sehingga, Anda bisa mendapatkan informasi anggaran yang bisa Anda temukan tanpa harus menyelami berbagai laporan spreadsheet yang padat.

Agar lebih mudah memahaminya, Anda bisa memerhatikan contoh di bawah ini

Bagaimana Cara Melakukan Penyusunan Anggaran?

Bagaimana Cara Melakukan Penyusunan Anggaran?

Baca juga: Mengenal Jurnal Pembagian Dividen 

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang cara melakukan penyusunan anggaran. Sekarang, Anda sudah tidak perlu khawatir dan kesulitan lagi dalam membuat atau melakukan penyusunan anggaran. Anda bisa menggunakan cara di atas dan menyesuaikannya dengan data dalam bisnis yang saat ini Anda jalankan.

Tapi jika Anda masih kesulitan untuk melakukan penyusunan Anggaran atau tidak memiliki waktu untuk membuatnya, #lebihbaik Anda mempercayakannya pada aplikasi akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Aplikasi ini mampu membantu Anda dalam mengelola dan membuat anggaran bisnis, karena Anda akan bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara instan, cepat dan akurat. Seluruh transaksi yang terjadi pun akan tercatat secara otomatis.

Lebih dari itu, fitur tersebut juga telah terintegrasi dengan fitur bisnis luar biasa lainnya yang telah dilengkapi oleh Accurate Online, yang mana akan membantu Anda dalam melakukan penjualan dan pembelian, mengelola persediaan di gudang, menyelesaikan urusan perpajakan, dan masih banyak lagi.

Jadi tunggu apa lagi? Ayo segera coba dan gunakan Accurate Online sekarang juga selama 30 hari gratis dengan klik tautan gambar di bawah ini.

footer image blog akuntansi

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Lala

Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.