Apa itu Prinsip Akuntabilitas? Ini Pengertian dan Berbagai Jenisnya!

Secara umum, akuntabilitas merupakan bentuk pertanggungjawaban dari individu ataupun perusahaan yang berhubungan dengan kegiatan, seperti administrasi, laporan dan juga pembukuan. Didalamnya terdapat prinsip akuntabilitas yang penting dalam siklus akuntansi perusahaan.

Untuk itu, penerapannya harus dilakukan dan dipegang erat oleh setiap perusahaan, bahkan tujuan dari akuntabilitas adalah agar setiap karyawan mampu menjalankan setiap tugasnya.

Nah, pada kesempatan kali ini, mari kita bahas secara lengkap tentang prinsip akuntabilitas dan berbagai hal penting di dalamnya.

Apa itu Akuntabilitas?

Berdasarkan laman Investopedia, akuntabilitas adalah memberikan pertanggungjawaban atau suatu kondisi yang mana seseorang akan diminta untuk bisa melaporkan pertanggungjawabannya.

Lawton and rose menjelaskan bahwa akuntabilitas adalah suatu proses terjadinya seseorang ataupun suatu organisasi untuk membuat laporan kegiatan yang menjadi bentuk tanggung jawabnya sendiri.

Mardiasmo (2006) menambahkan bahwa akuntabilitas adalah suatu bentuk kewajiban yang mempertanggungjawabkan suatu keberhasilan maupun kegagalan dalam melaksanakan misi organisasi agar bisa mencapai tujuan sebelumnya sudah ditetapkan.

Selain itu, akuntabilitas dengan responsibilitas mempunyai arti yang berbeda. Akuntabilitas adalah suatu etika yang berkaitan dengan kemampuan seseorang ataupun tanggung jawab pimpinan dalam keputusan ataupun hasil yang dicapai di dalam menjalankan tugasnya.

Disisi lain, responsibilitas adalah tanggung jawab pihak perusahaan sebagai anggota masyarakat agar bisa mematuhi hukum yang berlaku dan menjalankan kegiatan berdasarkan ketentuan yang sesuai dengan norma masyarakat.

Jadi, akuntabilitas adalah suatu sistem yang mampu mengontrol tanggung jawab seseorang, yakni fungsi, tugas, ataupun dari setiap jabatannya.

Sedangkan akuntabilitas keuangan adalah suatu tanggung jawab atas laporan keuangan yang sesuai dengan prinsip keuangan, pengungkapan dan ketaatan atas berbagai peraturan, seperti penyajian laporan keuangan yang sesuai dengan persamaan dasar akuntansi.

Baca juga: Apa itu Lean Accounting? Ini Pengertian dan Penerapannya di Perusahaan!

Mengetahui Jenis-Jenis Akuntabilitas

Mardiasmo menjelaskan bahwa akuntabilitas terdiri dari dua jenis, yaitu:

1. Akuntabilitas Vertikal

Akuntabilitas vertikal adalah suatu kondisi yang mana seseorang wajib mempertanggungjawabkan suatu keputusan yang diambil dari jabatan otoritas tinggi. Contoh sederhananya seperti seseorang dari pemerintah daerah pada pemerintah pusat, ataupun kepala cabang perusahaan pada direktur, dan lain sebagainya.

2. Akuntabilitas Horizontal

Akuntabilitas horizontal adalah bentuk pertanggungjawaban pada masyarakat ataupun lingkungan yang lebih luas serta tidak memiliki hubungan antara pihak atasan dan juga bawahan. Contohnya, tanggung jawab yang berkaitan dengan penyelesaian tugas dalam melayani dan juga membantu masyarakat.

Baca juga: Apa itu Financial Accounting? Ini Pentingnya Untuk Perusahaan Anda!

Lantas, Apa Saja Prinsip Akuntabilitas?

Beragam prinsip akuntabilitas yang bisa diketahui adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan jaminan dalam menggunakan sumberdaya secara konsisten yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  2. Mempunyai komitmen dari pimpinan pada semua staf dalam melakukan kegiatan organisasi yang mempunyai nilai akuntabel.
  3. Melakukan tujuan dari visi, misi, hasil, dan manfaat yang didapat melalui kegiatan organisasi.
  4. Memberikan informasi terkait tingkat pencapaian atas tujuan ataupun saran yang sebelumnya sudah ditentukan.
  5. Mempunyai prinsip yang transparan, jujur, objektif, dan juga inovatif.

Dengan menyajikan prinsip akuntabilitas, tentunya Anda harus bisa menyajikan hasil laporan kegiatan secara transparan tanpa perlu dibuat-buat, bahkan Anda pun harus bisa membuat laporan akuntabilitas keuangan sebagai salah satu bentuk laporan keuangan yang sesuai dengan siklus akuntansi atas suatu kegiatan dari sumber pendanaan yang dilakukan.

Baca juga: Apa itu Akuntansi Konvensional? Apa Bedanya dengan Akuntansi Syariah?

Fungsi Prinsip Akuntabilitas

Bowen menjelaskan bahwa terdapat 3 fungsi prinsip akuntabilitas, yaitu:

1. Sebagai Alat Monitor Tugas dan Kegiatan

Berdasarkan fungsinya, akuntabilitas adalah suatu cara agar bisa memonitor tugas dan juga program kegiatan yang dilakukan oleh atasan pada bawahan atau pada jabatan tertinggi.

Akuntabilitas bisa juga dijadikan sebagai alat untuk mengukur keberhasilan yang dicapai oleh pemimpin dalam masa jabatan tertentu. Selain itu, jabatan tertinggi, dewan pengawas atau pihak yang berkepentingan nantinya bisa menjalankan evaluasi kinerja secara baik.

2. Menghindari Penyalahgunaan Kekuasaan atau Jabatan

Prinsip akuntabilitas juga sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan ataupun jawaban dari tugas ataupun wewenangnya yang mengacu pada aktivitas korupsi.

Saat sistem yang digunakan oleh perusahaan tidak beraturan, maka peluang terjadinya korupsi, bahkan budaya korupsi akan sangat besar. Karena terdapat keinginan untuk memperkaya diri sendiri melalui cara yang instan, sehingga tindakan tersebut akan ditemukan saat terjadi proses audit keuangan.

Dengan adanya akuntabilitas kinerja ini, maka dibuatlah laporan pertanggungjawaban untuk diberikan pada pihak direksi ataupun pihak kepentingan lainnya agar bisa mengetahui potensi ataupun tindakan korupsi dalam suatu perusahaan.

3. Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas Kinerja Bisnis

Kegiatan perusahaan bisa dikatakan berjalan secara efektif dan efisien bila perusahaan mampu mencapai keberhasilan serta keuntungan yang besar.

Contohnya seperti perusahaan yang mampu memproduksi barang sebanyak 2 ribu secara tepat dan cepat, maka keuntungan tersebut dikatakan mampu menghasilkan pendapatan yang besar.

Kehadiran sistem yang efisien dalam proses dan evaluasi ini harus dilakukan secara kontinyu, sehingga prinsip akuntabilitas nantinya mampu membantu atasan tertinggi untuk melakukan evaluasi masalah kegiatan yang belum efisien.

Sistem tersebut berhubungan dengan hasil kepuasan yang berasal dari stakeholder ataupun masyarakat, untuk itu sangat penting sekali dalam berhati-hati dalam menjalankan kegiatan bisnis.

Melalui kehadiran proses dan prinsip akuntabilitas, maka perusahaan akan lebih mudah dalam mengetahui kebutuhan masyarakat dan pihak stakeholder. Sehingga akan mampu menyajikan laporan keuangan yang mampu membantu efektivitas dalam menilai akuntabilitas perusahaan.

Namun bila saat ini Anda tidak memiliki waktu atau merasa kesulitan dalam membuat laporan keuangan, Anda bisa menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Aplikasi ini mampu menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat dan akurat. Sehingga, Anda bisa lebih menghemat biaya dan waktu, serta mampu melakukan tugas penting lainnya untuk mengembangkan bisnis Anda.

Selain itu, Accurate Online juga telah dilengkapi dengan berbagai fitur dan modul bisnis luar biasa yang akan memudahkan Anda dalam melakukan kegiatan jual beli, mengelola stok, melakukan perpajakan, dan masih banyak lagi.

Penasaran dengan benefit lainnya yang bisa dihadirkan Accurate Online? Ayo coba sendiri selama 30 hari gratis dengan klik tautan gambar di bawah ini.

Lala

Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.