Poin Penting
- Orderan adalah permintaan pembelian produk atau jasa yang dilakukan pelanggan kepada penjual.
- Dalam bisnis, terdapat berbagai jenis orderan seperti pre order, open order, bulk order, repeat order, hingga close order.
- Pada bisnis restoran, orderan dapat berasal dari dine in, takeaway, delivery, pick up, maupun drive thru.
- Kelola orderan bisnis lebih mudah dengan Accurate POS! Catat pesanan, pantau transaksi, dan proses orderan secara real-time dalam satu aplikasi. Coba gratis sekarang!
Pernah mendengar kalimat seperti “hari ini orderan sedang ramai”, “ada orderan masuk dari marketplace”, atau “orderan GoFood meningkat”?
Secara sederhana, orderan adalah pesanan atau permintaan pembelian produk maupun jasa yang dilakukan oleh pelanggan kepada penjual.
Dalam dunia bisnis, orderan menjadi indikator penting karena menunjukkan adanya transaksi yang berpotensi menghasilkan pendapatan.
Semakin banyak orderan yang berhasil diproses dan diselesaikan dengan baik, semakin besar pula peluang bisnis memperoleh keuntungan.
Karena itu, kemampuan mengelola orderan dengan cepat dan akurat menjadi salah satu kunci keberhasilan bisnis modern.
Apa itu orderan?
Orderan adalah pesanan atau permintaan pembelian produk maupun layanan yang dilakukan oleh pelanggan kepada penjual.
Dalam bisnis, orderan menjadi tanda bahwa pelanggan ingin melakukan transaksi dan membeli produk yang ditawarkan.
Setelah orderan masuk, penjual akan memproses pesanan tersebut, mulai dari menyiapkan produk, menerima pembayaran, hingga mengirimkan barang atau memberikan layanan kepada pelanggan.
Orderan dapat berasal dari berbagai channel, seperti toko fisik, marketplace, media sosial, website, maupun aplikasi pesan antar.
Baca juga: Cara Daftar Jualan di GrabFood untuk Usaha Rumahan dan Restoran
Jenis-jenis orderan dalam bisnis
Setiap bisnis dapat memiliki jenis orderan yang berbeda tergantung model operasionalnya.
Berikut beberapa jenis orderan yang paling umum ditemukan:
1. Pre order (PO)
Pre order adalah sistem pemesanan yang dilakukan sebelum produk tersedia atau diproduksi.
Jenis orderan ini banyak digunakan pada bisnis makanan, fashion, hingga produk custom untuk mengurangi risiko stok berlebih.
2. Open order
Open order adalah periode ketika bisnis membuka penerimaan pesanan dari pelanggan.
Biasanya digunakan pada bisnis yang memproduksi barang dalam jumlah tertentu atau memiliki jadwal produksi khusus.
3. Close order
Close order merupakan kondisi ketika periode pemesanan telah ditutup sehingga pelanggan tidak dapat lagi melakukan pemesanan.
Tujuannya agar bisnis dapat fokus memproses orderan yang sudah masuk.
4. Bulk order
Bulk order adalah pesanan dalam jumlah besar yang biasanya dilakukan oleh perusahaan, reseller , atau pelanggan korporasi.
Jenis orderan ini sering memperoleh harga khusus karena volume pembeliannya lebih besar dibanding pesanan biasa.
5. Repeat order
Repeat order adalah pesanan berulang dari pelanggan yang pernah melakukan pembelian sebelumnya.
Bagi bisnis, repeat order menjadi indikator bahwa pelanggan merasa puas terhadap produk maupun layanan yang diberikan.
6. Custom order
Custom order merupakan pesanan yang dibuat sesuai permintaan khusus pelanggan.
Contohnya seperti add-on tertentu pada menu minuman/makanan hingga produk dengan spesifikasi khusus.
Baca juga: Rekomendasi Aplikasi Kasir Restoran Terbaik untuk Bisnis F&B
Jenis-jenis orderan restoran
Dalam bisnis kuliner, orderan memiliki karakteristik yang lebih beragam karena pelanggan dapat memesan melalui berbagai channel.
Berikut beberapa jenis orderan restoran yang paling umum:
1. Dine in
Dine in adalah orderan dari pelanggan yang datang langsung ke restoran dan menikmati makanan di tempat.
Pada jenis pesanan ini, kasir atau pelayan akan mencatat orderan lalu meneruskannya ke dapur untuk segera diproses.
Pengelolaan dine in yang rapi sangat penting agar pesanan pelanggan dapat disajikan dengan cepat dan sesuai permintaan.
Untuk membantu pengelolaan orderan dine in menjadi lebih teratur, banyak restoran kini menggunakan aplikasi kasir seperti Accurate POS.
Dengan fitur table management dan kitchen display system, pesanan dapat langsung diteruskan ke dapur secara real-time sehingga mengurangi risiko salah order, mempercepat pelayanan, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
2. Take away
Take away merupakan orderan yang dibeli pelanggan untuk dibawa pulang.
Meski terlihat sederhana, pesanan take away tetap membutuhkan pencatatan yang baik agar tidak terjadi kesalahan menu, jumlah pesanan, maupun proses pembayaran.
Jenis orderan ini banyak ditemui di restoran cepat saji, kafe, bakery, dan berbagai usaha kuliner lainnya.
3. Delivery order
Delivery order adalah pesanan yang diantar langsung ke lokasi pelanggan. Orderan ini bisa berasal dari telepon, WhatsApp, website, maupun aplikasi pesan antar.
Karena melibatkan proses pengiriman, bisnis perlu memastikan alamat, detail pesanan, dan waktu pengantaran tercatat dengan jelas agar pelanggan menerima pesanan sesuai harapan.
4. Pick up order
Pick up order memungkinkan pelanggan memesan terlebih dahulu lalu mengambil pesanan secara mandiri di outlet.
Model pemesanan ini semakin populer karena dapat menghemat waktu pelanggan sekaligus mengurangi antrean di lokasi usaha.
Bagi bisnis, sistem ini juga membantu mempercepat proses pelayanan saat jam sibuk.
5. Drive thru
Drive thru adalah sistem pemesanan yang memungkinkan pelanggan membeli makanan atau minuman tanpa harus turun dari kendaraan.
Karena mengutamakan kecepatan layanan, setiap orderan harus diproses secara cepat dan akurat agar antrean kendaraan tetap lancar.
Jenis layanan ini banyak digunakan oleh restoran cepat saji dan gerai minuman modern.
6. Online Food Delivery
Online food delivery merupakan orderan yang berasal dari platform digital seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood.
Saat ini, banyak restoran menerima pesanan dari beberapa platform sekaligus sehingga volume orderan bisa meningkat secara signifikan.
Tanpa sistem yang terintegrasi, risiko pesanan terlewat, salah input, atau keterlambatan proses akan semakin besar.
Karena itu, banyak bisnis kuliner mulai menggunakan aplikasi kasir dengan food delivery service yang dapat membantu mengelola orderan lebih mudah.
Baca juga: Dine In vs Take Away: Mana yang Lebih Menguntungkan?
Tips mengelola orderan dengan lebih efisien
Semakin banyak orderan yang masuk, semakin penting pula sistem pengelolaan yang digunakan.
Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:
1. Gunakan sistem pencatatan digital
Hindari mencatat orderan secara manual karena berisiko menimbulkan kesalahan dan pesanan yang terlewat.
Sistem digital seperti aplikasi kasir dapat membantu seluruh orderan agar tercatat secara otomatis.
2. Pisahkan orderan berdasarkan channel
Bedakan orderan yang berasal dari toko offline, marketplace, website, maupun aplikasi delivery agar proses pemantauan lebih mudah dilakukan.
3. Pantau status pesanan secara real-time
Pastikan tim dapat mengetahui orderan mana yang sedang diproses, sudah selesai, atau masih menunggu pembayaran.
4. Kelola stok secara otomatis
Banyak bisnis kehilangan penjualan karena menerima orderan saat stok sebenarnya sudah habis.
Karena itu, integrasi antara orderan dan manajemen stok sangat penting.
5. Gunakan laporan penjualan
Analisis data orderan dapat membantu mengetahui produk terlaris, jam penjualan tertinggi, hingga perilaku pelanggan.
Informasi tersebut sangat berguna untuk strategi bisnis ke depan.
6. Manfaatkan aplikasi kasir terintegrasi
Aplikasi kasir modern dapat membantu mengelola orderan dari berbagai channel dalam satu dashboard sehingga operasional menjadi lebih efisien.
Baca juga: 10 Tugas Kasir Restoran dan Peran Pentingnya Bagi Bisnis
Kelola orderan lebih mudah dengan Accurate POS
Semakin banyak orderan yang masuk, semakin besar pula tantangan dalam mengelola transaksi, stok, dan operasional bisnis.
Jika masih menggunakan pencatatan manual, risiko kesalahan pesanan, stok tidak akurat, hingga orderan yang terlewat akan semakin tinggi.
Karena itu, banyak pelaku usaha mulai menggunakan aplikasi kasir seperti Accurate POS untuk membantu pengelolaan orderan secara lebih terstruktur.
Accurate POS dapat membantu mencatat setiap orderan secara otomatis, baik dari transaksi langsung di kasir maupun berbagai channel penjualan yang digunakan bisnis.
Sistem ini juga mendukung pengelolaan stok real-time, pembayaran digital, multi outlet, hingga laporan penjualan yang dapat diakses kapan saja.
Bagi bisnis restoran dan kafe, Accurate POS juga mendukung berbagai jenis orderan seperti dine in, takeaway, dan delivery sehingga operasional menjadi lebih rapi dan efisien.
Dengan sistem yang terintegrasi dengan Accurate Online, seluruh transaksi dan orderan dapat langsung tercatat ke laporan bisnis tanpa perlu input ulang secara manual.
Jadi, jika Anda ingin mengelola orderan dengan lebih cepat, akurat, dan profesional, Accurate POS bisa menjadi solusi yang layak dipertimbangkan untuk mendukung pertumbuhan bisnis Anda.
Coba gratis Accurate POS sekarang juga dengan klik banner di bawah!








