Market Share : Pengertian, Tujuan, dan Jenisnya

Pada dasarnya, market share adalah suatu bagian atas semua permintaan terhadap sebuah produk yang menggambarkan golongan pelanggan berdasarkan ciri-ciri tertentu. Penggolongan pelanggan ini bisa dikelompokkan atas dasar penghasilan, jenis kelamin, usia, status sosial, dan pendidikan.

Pangsa pasar atau market share juga bisa diartikan sebagai bagian dari suatu pasar yang dipimpin oleh suatu perusahaan dan semua potensi jualnya, yang biasanya akan disebutkan dalam persentase. Market share juga berarti suatu nilai total persentase penjualan pada suatu perusahaan yang berasal dari berbagai sumber dengan nilai total produk dalam suatu industri tertentu.

Tujuan Market Share

Market share atau pangsa pasar seringkali dikaitkan dan dijadikan sebagai suatu indikator khusus daya saing pasar yang bertujuan dalam mencatat seberapa baik dan berkembangnya performa perusahaan atas kompetitornya. Alat metrik ini juga berguna untuk melengkapi pengukuran suatu perubahan dalam pendapatan penjualan, yang berguna untuk membantu manajer dalam mengevaluasi permintaan utama pada pasarnya.

Dengan menggunakan cara ini, maka akan memungkinkan mereka dalam menilai banyak hal, termasuk adanya perkembangan pasar, tren pasar, pelanggan, atau kompetitor dalam bidang bisnis yang sama.

Pada umumnya, suatu perkembangan penjualan yang berasal dari permintaan utama akan menjadi lebih murah dan sangat menguntungkan perusahaan daripada pasar yang diperoleh dari mengambil bagian atas kompetitor yang sama.

Disisi lain, kerugian yang didapat dalam pangsa pasar tentunya akan menjadi suatu indikasi masalah serius yang berjangka panjang sehingga harus merubah kembali strategi yang sebelumnya digunakan.

Suatu bisnis yang pangsa pasarnya berada di bawah rata-rata kemungkinan tidak akan bertahan lama, karena produk perusahaan dan tren dari pangsa pasar atas setiap produk pun termasuk menjadi indikator awal terhadap adanya peluang atau permasalahan yang bisa timbul di masa depan.

Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa pangsa pasar bisa berupa suatu aset yang dibutuhkan dan diinginkan oleh banyak perusahaan yang sedang bersaing. Walaupun begitu, banyak para ahli yang menyarankan untuk tidak menjadikan pangsa pasar sebagai suatu tujuan atau kriteria dasar dalam mengambil kebijakan ekonomi perusahaan.

Pemanfaatan market share ini hanya bisa dijadikan sebagai dasar utama dalam mengukur performa perusahaan yang tengah bersaing untuk dapat membantu membangun sistem perusahaan dalam membuat dan merumuskan kebijakan dengan berlandaskan pertimbangan yang matang terkait efek atas setiap kebijakan terhadap market share kompetitornya.

Baca juga: Konsinyasi: Pengertian, Kelebihan, Kekurangan, Contoh dan Tips dalam Mengembangkannya

Mengukur Keberhasilan Perusahaan Dalam Market Share

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, market share atau pangsa pasar adalah salah satu indikator yang bisa digunakan oleh perusahaan dalam mengukur performa perusahaan dibandingkan dengan kompetitornya.

Contohnya, suatu perusahaan ABC pada tahun 2018 memiliki target pangsa pasar sebanyak 10% dari total keseluruhan pasar. Untuk bisa mencapai target pasar itu, maka perusahaan ABC memerlukan biaya iklan sebanyak Rp 40 juta.

Apabila nantinya perusahaan ABC mendapatkan pangsa pasar lebih dari 10%, maka performa perusahaan tersebut dinilai baik. Sebaliknya, jika perusahaan ABC hanya mendapatkan pangsa pasar sebanyak 9%, maka performa pemasaran mereka akan dinilai kurang baik, dan mereka akan mengalami masalah efektifitas dan efisiensi.

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan perusahaan tidak bisa mencapai pangsa pasarnya, yaitu terlalu tingginya pangsa pasar, semakin bertambahnya kompetitor bisnis, adanya penurunan daya saing perusahaan, serta promosi yang tidak mampu menyentuh target pasar, atau target pasarnya yang tidak tepat.

Cara Mengetahui Ukuran Pasar

Agar bisa mengetahui serta menetapkan ukuran pasar dan juga pangsa pasar, maka dibutuhkan riset pasar yang sangat mendalam. Untuk itu, setiap pengusaha harus mampu menentukan pasar yang akan dituju, sehingga mampu melihat potensi pasar tersebut.

Setelah itu, para pengusaha juga harus mempelajari siapa saja kompetitor yang ada pada pasar tersebut, dan berapa banyak pasar yang sudah dikuasai oleh kompetitor.

Dalam hal ini, perusahaan harus merencanakan strategi yang matang untuk mengembangkan strategi pemasaran dan juga mempersempit segmen produk, sehingga kegiatan promosi bisa lebih tepat sasaran.

Contohnya, perusahaan XYZ yang bergerak dalam industri minuman, perusahaan tersebut tidak hanya harus menjelaskan minumannya, namun juga harus lebih fokus pada jenis penjualan bisnis minumannya, apakah minuman teh, kopi, jus, atau minuman lain.

Jenis-Jenis Market Share

Agar bisa mengenal lebih detail tentang market share, maka Anda harus mengetahui jenis-jenis market share yang tepat untuk diterapkan dalam perusahaan Anda. Kenapa? karena, setiap perusahaan akan bisa memperoleh informasi yang berhubungan dengan pangsa pasarnya sebelum dan setelah mereka melakukan analisa penjualan produk.

Market share atau pangsa pasar ini bisa kita bagi menjadi dua jenis yang berbeda, yaitu pangsa pasar yang didapat berdasarkan nilai dan volume, keduanya mempunyai indikator sendiri dalam mengukurnya.

Untuk jenis pangsa pasar nilai, maka keseluruhan dari pangsa pasarnya akan dihitung berdasarkan total segmentasi penjualan. Dalam hal ini bisa diartikan bahwa perusahaan akan menghitung seluruh data berdasarkan pencapaian harganya.

Pada jenis pangsa pasar berbentuk nilai, maka keseluruhan dari pangsa pasar tersebut akan dikalkulasikan berdasarkan total segmen penjualan. Dari hal tersebut, perusahaan bisa menghitung seluruh data berdasarkan pencapaian harga.

Sedangkan jenis market share volume akan menggunakan seluruh data berdasarkan data penjualan yang mengacu pada jumlah unit. Jadi, jenis market share ini akan lebih fokus pada total barang yang sekarang sudah terjual di pasar saja.

Biasanya, kedua jenis market share di atas tidak bisa ditempatkan pada titik linier yang sama, karena bisa saja perusahaan memiliki nilai yang lebih tinggi, tapi volume market share nya rendah.

Baca juga: Business Plan Adalah : Pengertian, Jenis, dan Cara Membuatnya

Cara Meningkatkan Market Share

Dengan memahami pengertian market share yang akan dibidik oleh suatu perusahaan, maka Anda akan mengerti kekuatan dan kelemahan perusahaan, serta mampu mengantisipasi kebutuhan pasar.

Untuk bisa mengetahui kelebihan dan juga kekurangan suatu perusahaan, maka Anda bisa analisa dengan metode SWOT. Sehingga, Anda bisa mengetahui hal apa saja yang diperlukan untuk peningkatan produktivitas perusahaan.

Namun, untuk meningkatkan market share atau pangsa pasar suatu perusahaan, Anda harus melakukan cara lain. Cara yang bisa Anda coba pilih adalah sebagai berikut:

  • Memilih jenis bisnis yang baru dan belum banyak memiliki kompetitor.
  • Harus yakin bahwa Anda mampu berhasil dalam menjalankan bisnis.
  • Menentukan visi dan misi perusahaan terkait bisnisnya
  • Menganalisa kekuatan kompetitor.
  • Memantau pergerakan harga industri yang sedang dituju, serta menentukan harga yang paling pas.
  • Membangun dan menciptakan jaringan pasar yang luas agar perusahaan bisa menjadi lebih besar.

Kelebihan dan Kekurangan Market Share

  • Kelebihan Market Share

Seperti yang sudah kita bahas bersama, bahwa market share adalah alat yang bisa digunakan untuk merancang strategi, untuk itu perusahaan harus mengetahui keunggulan market share sebagai suatu indikator nilai.

Keunggulan market share yang utama adalah mampu dijadikan sebagai pembanding dua perusahaan atau lebih yang saling bersaing dalam pasar yang sama, dan juga mampu menampilkan tingkat persaingan secara total terhadap seluruh perusahaan yang berada dalam satu industri yang sama.

Sehingga, nantinya market share atau pangsa pasar akan mampu menampilkan perkembangan perusahaan. Jika perusahaan tersebut mengalami peningkatan pangsa pasar dalam beberapa kuartal berturut-turut, maka perusahaan tersebut berarti sudah mengetahui cara yang tepat dalam membuat dan memasarkan produk sesuai permintaan pasarnya.

  • Kekurangan Market Share

Sebagai alat yang mampu membantu mengembangkan gambaran awal terhadap suatu perusahaan, market share atau pangsa pasar pun memiliki kekurangan tersendiri. Nilai suatu pangsa pasar akan menjadi tidak berarti jika hanya berdiri sendiri saja.

Pendapatan dari jumlah total sebagai sebuah faktor utama dalam menentukan pangsa pasar akan bisa memberikan sedikit informasi yang berhubungan dengan pemasukan keuntungan perusahaan.

Jika, perusahaan telah menyentuh sebagian besar pangsa pasar, namun hanya memiliki laba yang sedikit dibandingkan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama, maka pangsa pasar bisa indikator yang kurang substansial untuk menentukan keberhasilan perusahaan saat ini dan seterusnya.

Pangsa pasar juga mampu menampilkan informasi terkait pasar dibandingkan dengan perusahaan sendiri karena beberapa pasar sudah didominasi dengan satu atau kelompok perusahaan yang membuat perusahaan lain tidak bisa ikut bersaing dalam industri tersebut.

Kuatnya monopoli yang mereka bangun hampir mustahil untuk diruntuhkan oleh perusahaan kecil lain, sehingga analisa pangsa pasar hanya akan memperkuat fakta bahwa perusahaan kecil hanya mampu mendapatkan peluang dengan profit keuntungan yang sedikit.

Baca juga: Apa itu Bisnis Dropshipping dan Bagaimana Cara Memulainya?

Kesimpulan

Market share atau pangsa pasar adalah suatu bagian atas semua permintaan terhadap sebuah produk yang menggambarkan golongan pelanggan berdasarkan ciri-ciri tertentu.  Jenis pangsa pasar dibedakan menjadi dua, yaitu berdasarkan nilai dan volumenya.

Namun terlepas dari jenis market share, pada dasarnya pangsa pasar digunakan untuk mengukur daya saing pasar yang bertujuan dalam mencatat seberapa baik dan berkembangnya performa perusahaan atas kompetitornya.

Tapi, tidak selamanya pangsa pasar memiliki kelebihan untuk dijadikan sebagai indikator performa perusahaan, karena terdapat kekurangan lain yang tidak bisa ditutupi oleh indikator ini. Meskipun begitu, terdapat beberapa cara dalam meningkatkan pangsa pasar seperti yang sudah kita jelaskan di atas.

Untuk mengukur performa perusahaan, hal lain yang bisa dijadikan acuan adalah bagaimana perusahaan mampu melakukan manajemen keuangan dan akuntansinya secara baik dan tepat. Nah, agar Anda lebih mudah dalam mengatur manajemen keuangan dan akuntansi perusahaan, maka Anda bisa menggunakan software akuntansi dari Accurate Online.

Dengan Accurate Online, Anda bisa mengatur biaya produk, mengontrol stok barang, dan memantau laporan keuangan bisnis Anda secara mudah dan real time.  Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate1