Smart Manufacturing: Arti, Manfaat, & Contohnya

oleh | Jun 27, 2024

source envato.

Mengenal Smart Manufacturing dan Cara Mudah Mewujudkannya

Di zaman yang sudah serba digital seperti saat ini, terdapat konsep baru yang dikenal dengan smart manufacturing.

Konsep ini pun dijadikan sebagai revolusi industri yang selanjutnya. Perusahaan yang lambat dalam menerapkan teknologi dan proses baru bisa tertinggal.

Setiap industri manufaktur bisa menerapkan smart manufacturing dengan menerapkan teknologi digital yang disertai dengan praktik dan juga prosedur cerdas, sehingga bisa meningkatkan kualitas produksi.

Apa itu Smart Manufacturing?

Smart Manufacturing atau manufaktur cerdas sendiri sebenarnya mempunyai pengertian yang luas dan bukanlah suatu penerapan yang bisa diterapkan secara langsung di dalam proses bisnis.

Smart manufacturing adalah suatu gabungan dari beragam teknologi dan solusi yang diterapkan perusahaan agar bisa memaksimalkan proses manufaktur.

Manufaktur cerdas berfokus pada pemanfaatan data yang mana data tersebut akan memberikan informasi pada pengguna tentang apa yang harus dilakukan dan waktu yang tepat dalam melakukannya.

Konsep ini menjadi kabar baik untuk semua pemilik perusahaan manufaktur.

Karena, manfaatnya bisa dirasakan dari sisi perencanaan, kualitas akhir, kecepatan produksi, dan juga pengembangan produk.

Baca juga: Internet of Things (IoT): Pengertian dan Manfaatnya

Sejarah Smart Manufacturing

Smart manufacturing adalah evolusi dalam industri manufaktur yang didorong oleh kemajuan teknologi digital, kebutuhan akan efisiensi yang lebih tinggi, dan permintaan konsumen yang berubah.

Revolusi Industri 4.0, dengan integrasi teknologi seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), dan cloud computing, memungkinkan otomatisasi dan konektivitas antar mesin, serta pengolahan data real-time.

Hal ini membantu perusahaan meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya, dan memenuhi permintaan produk yang lebih kustomisasi.

Selain itu, regulasi yang ketat, kebutuhan akan keterampilan digital, dan upaya untuk mengurangi dampak lingkungan juga mendorong adopsi smart manufacturing, menjadikannya solusi utama untuk tantangan dan peluang dalam industri modern.

Baca juga: Pengertian Revolusi Industri 5.0 dan 9 Cara Menghadapinya

Manfaat Penerapan Smart Manufacturing

Penerapan smart manufacturing menawarkan sejumlah manfaat yang signifikan bagi perusahaan. Berikut adalah beberapa manfaat utama:

1. Peningkatan Efisiensi Produksi

Smart manufacturing mengintegrasikan teknologi otomatisasi dan robotika yang memungkinkan proses produksi berjalan lebih cepat dan efisien.

Dengan mengurangi waktu henti dan meningkatkan throughput, perusahaan dapat menghasilkan lebih banyak produk dalam waktu yang lebih singkat.

2. Pengurangan Biaya Operasional

Dengan menggunakan sensor IoT dan analitik data, perusahaan dapat memprediksi dan mencegah kegagalan peralatan sebelum terjadi.

Hal ini mengurangi biaya perawatan dan perbaikan, serta meminimalkan waktu henti yang tidak terduga.

3. Peningkatan Kualitas Produk

Teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan machine learning dapat digunakan untuk memantau dan mengontrol kualitas produk secara real-time.

Hal ini memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas yang tinggi dan mengurangi tingkat cacat.

4. Fleksibilitas Produksi

Smart manufacturing memungkinkan perusahaan untuk lebih fleksibel dalam menyesuaikan produksi dengan permintaan pasar.

Misalnya, additive manufacturing (3D printing) memungkinkan produksi suku cadang khusus dengan cepat tanpa memerlukan perubahan besar dalam lini produksi.

5. Penggunaan Sumber Daya yang Optimal

Dengan analitik data dan optimisasi proses, perusahaan dapat menggunakan sumber daya seperti energi, bahan baku, dan tenaga kerja secara lebih efisien.

Hal ini tidak hanya mengurangi biaya tetapi juga mendukung praktik bisnis yang berkelanjutan.

6. Peningkatan Keamanan Kerja

Otomatisasi dan robotika dapat mengambil alih tugas-tugas berbahaya yang sebelumnya dilakukan oleh manusia.

Ini mengurangi risiko cedera di tempat kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman.

7. Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik

Teknologi big data dan cloud computing memungkinkan perusahaan untuk mengumpulkandan menganalisis data dari seluruh rantai pasokan secara real-time.

Pemanfaatan ini mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan didasarkan pada data yang akurat.

8. Peningkatan Kepuasan Pelanggan

Dengan kemampuan untuk memproduksi produk yang lebih berkualitas tinggi dan menyesuaikan produksi dengan kebutuhan pelanggan, perusahaan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.

Produk yang lebih baik dan pengiriman tepat waktu memperkuat loyalitas pelanggan.

9. Inovasi Produk

Teknologi seperti digital twin dan AR/VR memungkinkan perusahaan untuk melakukan uji coba dan pengembangan produk secara virtual sebelum produksi fisik.

Teknologi tersebut dapat mempercepat siklus inovasi dan memungkinkan perusahaan untuk memperkenalkan produk baru lebih cepat ke pasar.

10. Keunggulan Kompetitif

Dengan menerapkan smart manufacturing, perusahaan dapat meningkatkan keunggulan kompetitif mereka di pasar global.

Efisiensi operasional yang lebih tinggi, kualitas produk yang superior, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar membuat perusahaan lebih unggul dibandingkan pesaing yang masih menggunakan metode manufaktur konvensional.

Baca juga: Era Digital: Pengertian, Kelebihan dan 4 Dampaknya

Cara Mudah Mewujudkan Smart Manufacturing

cara mewujudkan smart manufacturing

ilustrasi smart manufacturing. source envato

Menerapkan smart manufacturing pada perusahaan melibatkan beberapa langkah strategis dan teknologi yang harus diintegrasikan secara hati-hati.

Berikut adalah cara-cara untuk menerapkan smart manufacturing pada perusahaan:

1. Penilaian Kebutuhan dan Potensi

Mulailah dengan menganalisis proses manufaktur yang ada dan mengidentifikasi area yang paling membutuhkan peningkatan.

Tentukan potensi keuntungan dari penerapan smart manufacturing, seperti peningkatan efisiensi, pengurangan biaya, atau peningkatan kualitas produk.

2. Membangun Infrastruktur Digital

Pastikan bahwa perusahaan memiliki infrastruktur digital yang memadai. Ini termasuk jaringan internet yang stabil, sistem komputasi awan (cloud computing), dan sistem penyimpanan data yang aman dan andal.

3. Mengadopsi Teknologi IoT (Internet of Things)

Pasang sensor dan perangkat IoT pada mesin dan peralatan produksi untuk mengumpulkan data secara real-time.

Data ini dapat digunakan untuk memonitor kinerja mesin, mendeteksi masalah, dan memprediksi kegagalan peralatan sebelum terjadi.

4. Mengintegrasikan Sistem Manajemen Data

Implementasikan sistem manajemen data yang dapat mengumpulkan, menyimpan, dan menganalisis data dari berbagai sumber.

Sistem ini harus dapat memproses data secara real-time dan menyediakan wawasan yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.

5. Menggunakan Teknologi AI dan Machine Learning

Terapkan algoritma AI dan machine learning untuk menganalisis data dan mengotomatiskan proses.

AI dapat digunakan untuk optimisasi proses produksi, prediksi pemeliharaan, dan kontrol kualitas otomatis.

6. Implementasi Sistem Otomatisasi dan Robotika

Integrasikan robot dan sistem otomatisasi dalam lini produksi untuk meningkatkan efisiensi dan konsistensi.

Robot dapat digunakan untuk tugas-tugas yang repetitif, berbahaya, atau membutuhkan presisi tinggi.

7. Pengembangan Digital Twin

Buat model digital dari fasilitas produksi yang mencerminkan kondisi nyata. Digital twin memungkinkan simulasi dan analisis performa proses produksi dalam lingkungan virtual, sehingga memungkinkan perbaikan dan optimasi tanpa mengganggu operasi fisik.

8. Penerapan Sistem Manajemen Terintegrasi (ERP/MES)

Gunakan sistem ERP (Enterprise Resource Planning) dan MES (Manufacturing Execution System) untuk mengintegrasikan berbagai aspek operasional, mulai dari perencanaan produksi hingga manajemen inventaris.

Sistem ini membantu koordinasi yang lebih baik antar departemen.

9. Pengembangan Kapabilitas SDM

Latih karyawan untuk memahami dan mengoperasikan teknologi baru.

Pendidikan dan pelatihan adalah kunci untuk memastikan bahwa tenaga kerja dapat beradaptasi dengan perubahan dan memanfaatkan teknologi smart manufacturing secara efektif.

10. Keamanan Data dan Sistem

Pastikan bahwa semua sistem digital yang diimplementasikan memiliki keamanan yang kuat. Ini termasuk enkripsi data, kontrol akses, dan pemantauan keamanan yang berkelanjutan untuk melindungi terhadap ancaman siber.

11. Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan:

Lakukan evaluasi rutin terhadap sistem dan proses yang diimplementasikan untuk memastikan bahwa mereka bekerja secara optimal.

Gunakan feedback dan data untuk melakukan perbaikan berkelanjutan dan penyesuaian yang diperlukan.

Menerapkan smart manufacturing memerlukan investasi awal yang signifikan, tetapi manfaat jangka panjang dalam bentuk efisiensi, produktivitas, dan daya saing yang lebih tinggi membuatnya layak untuk dilakukan.

Baca juga: Pengertian Industrialisasi: Tujuan, Manfaat, Faktor

Contoh Penerapan Smart Manufacture di Perushaan

Berikut adalah beberapa contoh penerapan smart manufacturing:

1. Otomatisasi dan Robotika

Pabrik mobil Tesla menggunakan robotik canggih untuk merakit mobil secara otomatis.

Robot-robot ini mampu melakukan tugas-tugas kompleks dengan presisi tinggi, mengurangi kesalahan manusia, dan meningkatkan efisiensi produksi.

2. Internet of Things (IoT)

Perusahaan General Electric (GE) menggunakan sensor IoT pada mesin dan peralatan mereka untuk pemantauan kondisi secara real-time.

Sensor ini mengumpulkan data yang kemudian dianalisis untuk memprediksi kegagalan mesin sebelum terjadi, mengurangi waktu henti dan biaya perawatan.

3. Kecerdasan Buatan (AI) dan Machine Learning

Siemens menggunakan AI untuk mengoptimalkan proses produksi di pabrik mereka.

AI dan machine learning membantu menganalisis data produksi untuk menemukan pola dan anomali, memungkinkan penyesuaian real-time untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produk.

4. Cloud Computing

Pabrik Unilever menggunakan platform cloud untuk mengelola data dari berbagai pabrik di seluruh dunia.

Cloud computing memungkinkan akses data secara global dan kolaborasi yang lebih baik antar tim, meningkatkan koordinasi dan respons terhadap perubahan permintaan pasar.

5. Big Data Analytics

Procter & Gamble menggunakan analitik data besar untuk mengoptimalkan rantai pasokan mereka.

Analitik data membantu mengidentifikasi inefisiensi dalam proses produksi dan distribusi, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik dan lebih cepat.

6. Augmented Reality (AR)

Boeing menggunakan AR untuk membantu pekerja dalam merakit kabel pesawat.

AR memberikan petunjuk visual langsung di tempat kerja, mengurangi kesalahan dan meningkatkan kecepatan perakitan.

7. Digital Twin

Siemens menggunakan teknologi digital twin untuk mensimulasikan proses produksi sebelum diterapkan di dunia nyata.

Digital twin memungkinkan perusahaan untuk menguji dan mengoptimalkan proses produksi secara virtual, menghemat waktu dan biaya yang terkait dengan uji coba fisik.

Baca juga: Digital Adalah: Pengertian, Sejarah, dan Manfaatnya

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang smart manufacturing. Nah, smart manufacturing ini bisa Anda terapkan dengan menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Kenapa? karena fitur manufaktur yang terdapat dalam aplikasi ini akan membuat seluruh proses lini produksi manufaktur Anda akan berjalan secara otomatis.

Selain itu, sistem ini juga telah terintegrasi dengan fitur lainnya yang akan membantu Anda dalam membuat laporan keuangan, mengelola persediaan barang di gudang, melakukan kegiatan penjualan dan pembelian, menyelesaikan administrasi perpajakan, dan masih banyak lagi.

Lebih menariknya lagi, seluruh keunggulan dan fitur luar biasa dari Accurate Online bisa Anda nikmati dengan biaya investasi yang sangat terjangkau.

Anda bahkan bisa mencoba semuanya secara gratis selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini.

bisnisukmbanner

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi

artikel-sidebar

Natalia
Wanita lulusan S1 Bisnis Manajemen yang sering membagikan berbagai ilmunya dalam bidang bisnis secara menyeluruh kepada masyarakat, mulai dari tips, ide bisnis, dan masih banyak lagi.

Artikel Terkait