Apa Itu Green Finance? Yuk, Kenali Lebih Dalam!

Di zaman seperti saat ini, utang pasar modal akan sangat diperlukan untuk proyek hijau yang lebih fokus pada konsep ramah lingkungan. Nah, hal tersebut dikenal dengan istilah green finance, yang mana utang pasar modal lebih banyak dimanfaatkan untuk proyek yang fokus pada lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan.

Nah, pada kesempatan kali ini, mari kita mengenal lebih dalam tentang green finance dan berbagai hal yang terdapat di dalamnya.

Apa Itu Green Finance?

Sama seperti namanya, green finance adalah suatu konsep keuangan hijau untuk bisa menciptakan dan mendistribusikan produk serta layanan keuangan yang bisa menstimulasi investasi ramah lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan.

Fokus utama dari green finance adalah pengeluaran modal untuk pembangunan ataupun proyek yang lebih ramah pada lingkungan.

Untuk itu, biasanya green finance mencakup berbagai sektor utama dalam suatu negara, yang mencakup pariwisata berkelanjutan, transportasi berkelanjutan, keanekaragaman hayati, manajemen sumber daya alam, dan pencegahan ataupun pengendalian polusi.

Baca juga: Financial Controller: Pengertian dan Fungsinya Untuk Bisnis

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan Pendanaan Hijau

Sejak dulu, PBB sudah memikirkan konsep pendanaan hijau yang mana tujuannya adalah agar bisa mengarahkan aliran keuangan pada pembangunan yang lebih berkelanjutan.

Inti dari adanya ekonomi global ini adalah mengelola pasar keuangan modal untuk dialokasikan ke beragam sektor serta memastikan bahwa pola produksi dan konsumsi di masa depan bisa terjamin dengan baik.

Area utama pada pembiayaan hijau ini mencakup:

  • Mendukung sektor publik dalam hal menciptakan lingkungan yang lebih memungkinkan
  • Mempromosikan kemitraan publik-swasta dalam mekanisme pembiayaan, contohnya seperti obligasi hijau
  • Mengembangkan kapasitas usaha masyarakat dalam kredit mikro.

Baca juga: Administrasi Keuangan: Pengertian, Tujuan, dan Fungsinya

Kenapa Green Finance Begitu Penting?

Berdasarkan analisa yang dilakukan oleh Asian Development Bank atau ADB, benua Asia yang saat ini tengah berkembang memerlukan sekitar 1,7 triliun dolar setiap tahunnya untuk kebutuhan infrastruktur.

Perkiraan terbaru fokusnya adalah pada investasi kehutanan, kelautan, tanah dan pertanian, serta berbagai keanekaragaman hayati.

Jika setiap negara di Asia ingin bisa mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan sejalan dengan PBB, maka investasi di berbagai bidang atas harus hijau atau harus bisa menerapkan konsep green finance. Konsep ini akan membantu dalam mengatasi sistem keuangan pasar dan berbagai sistem keuangan lainnya, termasuk dalam hal:

  • Biaya dan manfaat kegiatan ekonomi atau yang dikenal dengan eksternalitas, seperti polusi air dan udara, tidak diinternalisasi dalam sistem penetapan harga.
  • Biasanya bank tidak akan mau untuk memberikan pinjaman pada proyek infrastruktur berkelanjutan jangka panjang.
  • Beberapa investor yang bertanggung jawab dalam hal lingkungan dan sosial tidak mengetahui perusahaan ataupun tempat untuk berinvestasi karena minimnya informasi.
  • Pihak investor tidak mempunyai alat ataupun data untuk menganalisa investasi dalam proyek ramah lingkungan.

Beberapa masalah di atas bisa ditangani dengan cara menerapkan green finance dan membantu mengubah pola pikir serta perilaku orang. Bank juga bisa meminta pertanggungjawaban atas adanya kerusakan lingkungan dari perusahaan yang mereka berikan kredit. Konsep tersebut dikenal dengan kewajiban pemberi pinjaman atau “lender’s liability

Baca juga: Kompensasi Non Finansial: Pengertian dan Perbedaanya Dengan Kompensasi Finansial

Peran Sektor Swasta Dalam Green Finance

Berdasarkan laporan dari ADB Catalyzing Green Finance, seluruh sistem keuangan harus direorientasi agar bisa mendukung terbentuknya green finance. Agar bisa meningkatkan dan menstimulasi pendanaan sektor swasta, maka pemerintah harus bisa bekerja sama dengan berbagai pelaku.

Tujuannya adalah agar bisa meningkatkan aliran modal dan agar bisa mengembangkan keuangan inovatif. Di dalamnya terdapat dua kategori utama, yaitu:

  • Penyedia modal, yang mana didalamnya mencakup dana pensiun, perusahaan asuransi, perwalian komersial, serta dana abadi.
  • Perantara keuangan yang mencakup bank investasi perusahaan manajemen investasi, bank komersial, perusahaan manajemen investasi, serta perusahaan ekuitas swasta. Entitas ini dapat digunakan oleh pihak penyedia modal sebagai perantara agar bisa menghubungkan modal dengan peluang investasi.

Terdapat tiga peran utama pada green finance, yaitu:

1. Menghijaukan Sistem Perbankan

Konsep green banking atau perbankan hijau harus melibatkan kerja sama dengan bank dan memasukkan faktor lingkungan ke dalam portofolio pinjaman. Hal tersebut akan berdampak pada perbandingan hasil lingkungan dengan penetapan harga, sehingga meningkatkan potensi biaya utang untuk perusahaan yang memiliki polusi tinggi.

Lalu, perusahaan yang sadar akan lingkungan sekitarnya akan mempermudah akses pendanaan rendah. Keduanya akan membantu penetapan praktik yang ramah lingkungan pada seluruh sektor.

2. Menghijaukan Pasar Obligasi

Green bonds atau obligasi hijau adalah instrumen utang yang digunakan untuk pendanaan proyek yang lebih ramah lingkungan.

Pasar obligasi hijau ini berguna untuk proyek hijau dan juga investor, termasuk di dalamnya menyediakan sumber tambahan pembiayaan hijau untuk pinjaman bank dan juga pembiayaan ekuitas.

Di asia sendiri, obligasi hijau ini dikeluarkan oleh Asian Development Bank untuk transportasi berkelanjutan, efisiensi energi, serta kota hijau.

3. Menghijaukan Investor Institusional

Investasi yang berkelanjutan lebih mengutamakan faktor lingkungan, sosial, serta tata kelola dalam pemilihan dan juga manajemen portofolio.

Pasar investasi ini mencakup sejumlah strategi dan kegiatan, yaitu penapisan positif (best in class), penapisan negatif (exlusionary), integrasi faktor LST (lingkungan, sosial, dan tata kelola), penyaringan berbasis norma, investasi dampak atau komunitas, investasi bertema berkelanjutan, keterlibatan perusahaan dan juga tindakan pemegang saham.

Baca juga: Mengetahui Literasi Keuangan Agar Kita Melek Finansial

Kenapa Green Finance Publik Masih Penting?

Walaupun saat ini sebagian besar green finance dijalankan oleh pihak swasta, tapi green finance publik tetap memainkan peran penting. Pihak pemerintah bisa mendukung inovasi dalam sisi penawaran agar bisa meningkatkan alokasi anggaran mereka.

Sehingga, nantinya akan tercipta fleksibilitas dana program hijau dengan pembangunan yang ada saat ini. Aliran dana green finance ini umumnya berasal dari satu negara maju ke banyak negara yang masih berkembang.

Baca juga: Manfaat Financial Check Up dan Cara Melakukannya

Syarat Untuk Mempromosikan Green Finance

Konsep green finance mampu membantu proyek berkelanjutan yang ramah lingkungan, sosial, dan juga tata kelola. Berikut ini adalah syarat utama untuk mempromosikannya:

  • Kebijakan serta pengembangan kapasitas, misalnya seperti dengan berpedoman pada standar pasar Hijau ASEAN dari Forum Pasar Modal Asean yang disesuaikan dengan tingkat negara.
  • Pengungkapan yang baik yang mana fungsinya adalah agar bisa meningkatkan green finance, misalnya seperti ADB yang menerbitkan laporan keberlanjutannya dua tahun sekali.
  • Evaluasi dibutuhkan agar bisa menetapkan harga aset pada instrumen keuangan yang berhubungan dengan modal alam, seperti hutan atau sangat, melalui data analitik prediktif, dan lain sebagainya.

Baca juga: Pengertian Lembaga Keuangan, Manfaat, Fungsi, dan Jenisnya di Indonesia

Lalu, Apa Saja Peran dari Green Finance Kedepannya?

Terdapat tiga peran utama dari konsep green finance, yaitu:

1. Penghijauan Sistem Perbankan

Konsep green finance harus melakukan kerjasama yang baik dengan bank dan memasukkan faktor lingkungan dalam portofolio pinjaman. Hal ini nantinya akan memberikan dampak pada perbandingan hasil lingkungan dan harga, yang nantinya mampu meningkatkan biaya utang untuk perusahaan yang memiliki polusi tinggi.

Lantas, perusahaan yang sadar akan lingkungan sekitarnya akan mendorong akses modal yang lebih rendah. Keduanya ini akan membantu praktik perlindungan lingkungan di lintas departemen.

2. Penghijauan Pasar Obligasi

Green bond atau obligasi hijau adalah suatu jenis instrumen utang yang digunakan untuk kebutuhan pendanaan proyek lingkungan. Pasar ini sangat berguna untuk proyek dan investor hijau, termasuk di dalamnya menyediakan sumber tambahan keuangan hijau untuk pinjaman bank dan juga pembiayaan ekuitas.

Untuk di wilayah Asia, Asian Development Bank-lah yang akan mengeluarkan obligasi hijau untuk meningkatkan energi, transportasi berkelanjutan, serta kota hijau.

3. Penghijauan Investor Institusi

Investasi berkelanjutan akan lebih fokus pada faktor lingkungan, sosial dan tata kelola dalam memilih dan mengelola portofolio.

Baca juga: Manajemen Keuangan Syariah: Pengertian dan Produknya

Keterlibatan Indonesia dalam Green Finance

Di Indonesia sendiri, green finance adalah dukungan secara menyeluruh yang diberikan oleh industri jasa keuangan untuk perkembangan berkelanjutan dengan cara mengkoordinasikan manfaat ekonomi, sosial dan juga lingkungan.

Green finance di Indonesia mencakup berbagai aspek di bawah ini.

  1. Mencapai keunggulan dalam hal industri, sosial, dan ekonomi agar bisa mengurangi ancaman pemanasan global serta mencegah masalah lingkungan dan sosial lainnya yang bertujuan untuk mengalihkan tujuan ke ke ekonomi yang lebih rendah karbon dan kompetitif.
  2. Mempromosikan investasi lingkungan pada berbagai bidang bisnis atau ekonomi.
  3. Mendukung berbagai prinsip pembangunan Indonesia

Pemerintah Indonesia sendiri sudah menetapkan beragam tujuan untuk berkontribusi secara aktif untuk menyelamatkan bumi. Selain itu, beragam metode pendanaan juga sudah disiapkan agar para investor bisa berperan aktif dalam pembangunan berkelanjutan.

Saat ini, terdapat banyak sekali permintaan investasi yang berbasis lingkungan. Untuk itu, pemerintah sangat serius dalam mendorong perkembangan ekonomi yang ramah lingkungan agar bisa menarik minat investor untuk masuk ke pasar keuangan di Indonesia. Caranya adalah dengan memilih beragam proyek investasi dan meningkatkan daya tarik alat investasi.

Baca juga: Risiko Keuangan: Pengertian dan Cara Mengelolanya

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang green finance. Pada dasarnya, konsep ini mengedukasi untuk bisa memberikan pendanaan pada proyek pembangunan yang berkelanjutan.

Sebagai pebisnis, Anda pun bisa turut aktif dalam menerapkan green finance. Caranya adalah dengan ikut memperhatikan kondisi lingkungan yang ada di sekitar bisnis Anda. Namun, Anda tetap memerlukan pengelolaan keuangan yang baik agar bisa mengalokasikan dana untuk menerapkan konsep tersebut.

Untungnya, saat ini Anda bisa lebih mudah dalam mengelola keuangan dan mengalokasikan dana Anda secara lebih mudah dengan menggunakan aplikasi bisnis dari Accurate Online.

Kenapa? Karena aplikasi ini mampu menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang akan memudahkan Anda dalam mengelola keuangan, melakukan anggaran keuangan, dan mengalokasikannya secara tepat.

Selain itu, Accurate Online juga sudah dilengkapi dengan berbagai fitur bisnis luar biasa yang saling terintegrasi. Sehingga, operasional bisnis Anda pun akan berjalan lebih efektif dan efisien.

Buktikan sendiri kelebihan Accurate Online ini dengan mencobanya secara gratis selama 30 hari dengan klik banner di bawah ini.

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia