Pengertian AARRR dan 7 Cara Mudah dalam Menggunakan Metode AARRR

oleh | Jun 20, 2023

source envato.

Pengertian AARRR dan 7 Cara Mudah dalam Menggunakan Metode AARRR

Jika Anda ingin mengembangkan bisnis atau perusahaan, maka Anda bisa mencoba mengguakan pirate atau yang lebih dikenal dengan AARRR funnel.

Jensi kerangka kerja ini akan membantu perusahaan dalam mengkur performanya. Sehingga, mereka bisa mengetahui bagian bisnis apa yang nantinya harus diperbaiki.

Ingin mengetahui lebih dalam tentang kerangka kerja yang satu ini? Baca terus artikel ini hingga selesai.

Apa itu AARRR?

accurate.id gambar aarrr-1

Berdasarkan laman New Breed Revenue, AARRR merupakan sebuah kerangka kerja atau framework yang digunakan dalam kegiatan digital marketing, khususnya untuk strategi marketing berbasis pengguna atau user-centric marketing. AARRR adalah singkatan dari Acquisition, Activation, Retention, Revenue, dan Referral.

Kerangka kerja ini membantu dalam mengidentifikasi dan mengoptimalkan setiap tahap dari perjalanan pengguna, mulai dari menggaet pengguna baru hingga mendorong mereka untuk menjadi pelanggan yang loyal dan merekomendasikan produk atau layanan kepada orang lain.

Berikut ini adalah penjelasan singkat untuk masing-masing elemen AARRR:

  1. Acquisition (A): Tahap di mana pengguna pertama kali mengetahui dan tertarik dengan produk atau layanan Anda. Di dalamnya akan melibatkan strategi pemasaran untuk menarik perhatian dan mendapatkan pengguna baru.
  2. Activation (A): Tahap di mana pengguna melakukan tindakan pertama mereka setelah menjadi pengguna. Di dalamnya bisa berupa pendaftaran, mengunduh aplikasi, atau memulai free trial. Tujuan dari tahap ini adalah untuk mengaktifkan pengguna dan membuat mereka terlibat dengan produk atau layanan Anda.
  3. Retention (R): Tahap di mana pengguna terus menggunakan produk atau layanan Anda secara konsisten. Fokus pada tahap ini adalah mempertahankan pengguna dan mendorong penggunaan yang berulang.
  4. Revenue (R): Tahap di mana Anda menghasilkan pendapatan dari pengguna. Di dalamnya bisa melalui pembelian produk, langganan, iklan, atau model bisnis lainnya.
  5. Referral (R): Tahap di mana pengguna yang puas merekomendasikan produk atau layanan Anda kepada orang lain. Hal ini akan membantu dalam memperluas basis pengguna Anda melalui pengaruh jaringan dan rekomendasi positif.

Baca juga: Apa itu Thought Leader Marketing? Ini Pengertian dan 6 Cara Mudah Memaksimalkannya

Sejarah dari AARRR

accurate.id gambar aarrr-2

Kerangka kerja AARRR pertama kali diperkenalkan oleh Dave McClure, seorang pengusaha dan investor ternama di industri teknologi. Ia mengembangkan konsep ini pada tahun 2007 dan menggambarkannya dalam sebuah presentasi yang disebut “Startup Metrics for Pirates” yang diajukan dalam acara konferensi Startup2Startup.

Sejak saat itu, konsep AARRR telah menjadi bagian integral dari digital marketing dan digunakan oleh banyak perusahaan untuk merencanakan dan mengoptimalkan strategi marketing mereka.

Baca juga: Mengenal Brand Evolution dan Perbedaannya dengan Rebrand dalam Dunia Marketing

Kelompok Metrik yang Terdapat di dalam AARRR

accurate.id gambar aarrr-3

Dalam kerangka kerja AARRR, terdapat kelompok metrik yang berkaitan dengan setiap tahap perjalanan pengguna. McClure, D. (2007) dalam presentasinya menjelaskan bahwa gambaran umum tentang kelompok metrik yang terkait dengan masing-masing elemen AARRR adalah sebagai berikut:

Acquisition (Akuisisi):

  • Total pengunjung situs web atau aplikasi
  • Sumber traffic (misalnya, organik, iklan, media sosial)
  • Tingkat konversi (misalnya, pengunjung menjadi pengguna terdaftar)
  • Biaya per akuisisi (CPA – Cost Per Acquisition)

Activation (Aktivasi):

  • Tingkat aktivasi (misalnya, persentase pengguna yang menyelesaikan tindakan pertama)
  • Tingkat penggunaan fitur utama produk atau layanan
  • Tingkat penyelesaian onboarding (misalnya, langkah-langkah untuk mengenalkan pengguna baru)
  • Tingkat retensi pengguna setelah aktivasi

Retention (Retensi):

  • Tingkat retensi pengguna (misalnya, persentase pengguna yang tetap aktif dalam periode waktu tertentu)
  • Churn rate (tingkat kehilangan pengguna)
  • Tingkat keterlibatan pengguna (misalnya, frekuensi kunjungan atau penggunaan produk)
  • Lifetime Value (LTV – nilai seumur hidup) dari pengguna

Revenue (Pendapatan):

  • Pendapatan total
  • Rasio konversi penjualan
  • Nilai transaksi rata-rata
  • Pendapatan per pengguna

Referral (Referensi):

  • Jumlah referensi yang diberikan oleh pengguna
  • Tingkat konversi referensi (misalnya, jumlah pengguna baru yang didapatkan melalui referensi)
  • NPS (Net Promoter Score) untuk mengukur kepuasan dan niat referensi pengguna

Perlu diingat bahwa metrik yang relevan untuk setiap tahap dalam kerangka kerja AARRR dapat berbeda tergantung pada jenis bisnis, produk, atau layanan yang Anda tawarkan. Untuk itu, penting sekali dalam memilih metrik yang paling relevan dan signifikan untuk tujuan bisnis Anda.

Baca juga: Apa itu Branding Merchandise? Ini Pengertian dan 7 Cara Ampuh dalam Melakukannya

Cara Melakukan Evaluasi Menggunakan Metode AARRR

Evaluasi dengan menggunakan kerangka kerja AARRR dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

1. Identifikasi tujuan

Tentukan tujuan evaluasi Anda dengan jelas. Apakah Anda ingin mengevaluasi keseluruhan strategi digital marketing Anda atau fokus pada salah satu elemen AARRR tertentu seperti akuisisi, aktivasi, retensi, pendapatan, atau referensi?

2. Tentukan metrik

Pilih metrik yang relevan untuk setiap tahap AARRR yang ingin dievaluasi. Misalnya, jika Anda ingin mengevaluasi tahap akuisisi, metrik yang relevan adalah jumlah pengunjung situs web, tingkat konversi, atau biaya per akuisisi. Pastikan metrik yang dipilih dapat diukur dan memberikan informasi yang berguna.

3. Kumpulkan data

Dapatkan data yang diperlukan untuk mengukur metrik yang telah ditentukan. Data ini dapat berasal dari berbagai sumber, seperti alat analitik situs web, platform media sosial, atau sistem manajemen pelanggan.

4. Analisis data

Analisis data yang dikumpulkan untuk setiap metrik. Evaluasilah performa Anda berdasarkan metrik yang ditentukan. Identifikasi tren, pola, atau masalah yang muncul dari data. Perhatikan apakah terdapat kesenjangan antara kinerja yang diharapkan dan kinerja aktual.

5. Identifikasi perbaikan

Berdasarkan hasil analisis, identifikasi area di mana Anda perlu melakukan perbaikan atau pengoptimalan. Fokuslah pada tahap-tahap AARRR yang menunjukkan kinerja yang kurang memuaskan atau perbaikan yang dibutuhkan.

6. Ambil tindakan

Setelah mengidentifikasi area perbaikan, tentukanlah tindakan yang perlu diambil. Buatlah rencana tindakan yang jelas dan spesifik untuk mengatasi masalah atau meningkatkan performa. Pastikanlah tindakan tersebut dapat diukur dan dilacak.

7. Monitor dan ulangi

Setelah menerapkan tindakan perbaikan, teruslah pantau metrik dan kinerja Anda secara berkala. Lakukanlah evaluasi reguler menggunakan framework AARRR untuk memastikan bahwa tindakan yang diambil memberikan hasil yang diharapkan. Jika diperlukan, lakukanlah penyesuaian dan perbaikan tambahan.

Baca juga: Strategi Pemasaran 4P: Pengertian, Penerapan dan Contohnya

Penutup

Jadi, AARRR (Acquisition, Activation, Retention, Revenue, Referral) adalah framework yang digunakan dalam digital marketing untuk mengoptimalkan perjalanan pengguna.

Setiap elemen AARRR akan menyoroti berbagai tahapan yang penting dalam proses pemasaran, mulai dari menarik pengguna baru hingga mendorong mereka untuk menjadi pelanggan yang loyal dan merekomendasikan produk atau layanan kepada orang lain.

Dalam evaluasi dengan AARRR, langkah-langkah yang banyak dilakukan mencakup identifikasi tujuan, penentuan metrik yang relevan untuk setiap tahap, pengumpulan data, analisis data, identifikasi perbaikan, pengambilan tindakan, serta pemantauan dan pengulangan proses evaluasi secara teratur.

Dengan menggunakan kerangka kerja AARRR, perusahaan dapat memperoleh informasi yang lebih baik tentang performa marketing mereka, mengidentifikasi area perbaikan, dan mengambil tindakan yang sesuai untuk mengoptimalkan strategi digital marketing mereka.

Namun untuk menggunakan kerangka kerja yang satu ini, tentu Anda harus memastikan bahwa karyawan Anda bisa menggunakannya dan Anda harus mempersiapkan anggaran tertentu untuk memberikan edukasi pada mereka. Anggaran tersebut juga harus Anda kelola dengan baik agar bisnis Anda berjalan lebih lancar.

Agar lebih mudah dalam mengelola anggaran perusahaan, Anda bisa menggunakan software akuntansi dan bisnis Accurate Online. Aplikasi yang dikembangkan oleh anak bangsa ini mampu menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara akurat.

Anda juga bisa mengelola anggaran secara lebih mudah. Di dalamnya pun Anda akan dimanjakan dengan adanya fitur pencatatan pemasukan dan penjualan secara otomatis.

Jadi tunggu apa lagi? Klik tautan gambar di bawah ini untuk mencobanya selama 30 hari gratis melalui tautan gambar di bawah ini.

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

9 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini 🙁 Jadilah yang pertama!

Cinthya

Artikel Terkait