Pengertian Prototype Produk, Jenis dan 6 Fungsinya untuk Pengembangan Produk

oleh | Jun 13, 2023

source envato.

Pengertian Prototype Produk, Jenis dan 6 Fungsinya untuk Pengembangan Produk

Suatu pengembangan produk yang baik biasanya pasti akan melalui proses prototipe. Nah, tahapan prototipe produk adalah tahapan untuk menguji desain, kinerja, fungsi, dan kemampuan kerja dalam suatu inovasi produk perusahaan.

Penasaran ingin mengetahui lebih dalam tentang prototype produk? Baca terus artikel ini hingga selesai.

Apa itu Prototype Produk?

accurate.id gambar Prototype Produk-1

Berdasarkan laman Masterclass, prototype produk adalah suatu model awal atau versi percobaan dari suatu produk yang sedang dikembangkan. Artinya, ini adalah representasi fisik atau digital dari produk yang dirancang untuk menguji dan mengevaluasi fitur, fungsi, dan desain produk sebelum produksi massal atau peluncuran resmi.

Prototype produk mampu membantu perusahaan dalam mengidentifikasi dan memperbaiki masalah, melakukan perubahan desain, dan mengumpulkan umpan balik dari pengguna atau pihak terkait sebelum produk akhirnya diproduksi secara komersial.

Prototipe produk dapat berbentuk model fisik yang dibuat dengan tangan, menggunakan cetakan atau teknik produksi cepat seperti pencetakan 3D. Selain itu, prototipe juga dapat berupa model digital atau simulasi yang dirancang dengan bantuan perangkat lunak komputer atau alat desain khusus.

Tujuan dari pembuatan prototipe produk adalah untuk menguji dan memvalidasi ide, desain, dan fungsionalitas produk sebelum memasuki tahap produksi yang lebih mahal.

Dengan menggunakan prototipe, para pengembang dapat mengidentifikasi kekurangan, melakukan perubahan perancangan, dan meningkatkan kinerja produk sebelum memasukkannya ke dalam produksi massal.

Dalam proses pengembangan produk, biasanya akan terdapat beberapa iterasi dalam pembuatan prototipe. Setiap iterasi tersebut bertujuan untuk memperbaiki dan mengembangkan desain produk berdasarkan hasil pengujian dan umpan balik yang diperoleh dari prototipe sebelumnya.

Hal tersebut nantinya akan memastikan bahwa produk akhir yang dihasilkan adalah yang terbaik dalam hal kualitas, kinerja, dan kepuasan pengguna.

Baca juga: Pendekatan Produksi: Pengertian dan 7 Cara Menghitungnya dengan Mudah

Jenis-jenis Prototype Produk

accurate.id gambar Prototype Produk-2

Berikut ini adalah beberapa jenis prototype produk yang banyak digunakan dalam proses pengembangan produk:

1. Prototipe Fisik

Prototipe fisik adalah jenis prototype produk yang paling umum, di mana model fisik dari produk dibuat menggunakan beberapa bahan, seperti kertas, karton, clay, atau bahkan menggunakan teknik pencetakan 3D. Prototipe fisik ini mampu membantu perusahaan untuk memvisualisasikan dan menguji aspek desain, ukuran, bentuk, dan fitur fisik produk.

2. Prototipe Fungsional

Prototipe fungsional adalah jenis prototype produk yang dirancang untuk menguji dan memverifikasi berbagai fungsi utama produk. Didalamnya akan melibatkan pengembangan komponen elektronik, perangkat lunak, atau bagian mekanis yang memungkinkan prototipe beroperasi dan berfungsi seperti produk akhir yang diinginkan.

Prototipe fungsional seringkali digunakan dalam pengembangan produk teknologi tingkat tinggi, seperti perangkat elektronik, perangkat lunak, atau mesin tertentu.

3. Prototipe Visual

Prototipe visual difokuskan pada aspek visual dan estetika produk. Didalamnya akan melibatkan pembuatan model atau desain grafis yang memperlihatkan tampilan dan penampilan produk.

Prototipe visual akan membantu perusahaan dalam menguji desain grafis, pemilihan warna, tipografi, dan elemen visual lainnya untuk memastikan kesesuaian dengan brand identity dan preferensi target pasar.

4. Prototipe Digital

Prototipe digital akan menggunakan perangkat lunak dan alat desain komputer untuk membuat simulasi atau model virtual dari produk. Didalamnya bisa mencakup desain 2D, desain 3D, atau bahkan simulasi interaktif yang memungkinkan pengguna untuk menjelajahi dan menguji fungsionalitas produk.

Prototipe digital ini sangat berguna dalam industri desain grafis, desain produk, dan pengembangan perangkat lunak.

5. Prototipe Konseptual

Prototipe konseptual adalah versi awal dari ide atau konsep produk yang masih dalam tahap pengembangan. Jenis prototype produk yang satu ini mungkin tidak sepenuhnya fungsional atau detail, tetapi tujuannya adalah untuk mengomunikasikan konsep dan gagasan dasar kepada tim pengembang, investor, atau klien.

Prototipe konseptual ini bisa berbentuk sketsa, rendering, atau model kasar yang dirancang untuk menggambarkan visi produk.

Pilihan jenis prototipe yang tepat tergantung pada jenis produk yang ingin dikembangkan, tujuan pengujian yang diinginkan, dan anggaran yang tersedia untuk pengembangan.

Biasanya, kombinasi berbagai jenis prototype produk digunakan dalam proses pengembangan produk untuk memastikan bahwa semua aspek produk telah dievaluasi dengan baik sebelum memasuki tahap produksi.

Baca juga: Pengertian Produk: Jenis, Tingkatan, dan Konsep Produksi Menurut Ahlinya

Fungsi Prototype Produk

Prototype produk memiliki beberapa fungsi penting dalam proses pengembangan produk, yaitu:

  • Validasi Konsep

Prototype produk akan membantu dalam hal menguji dan memvalidasi konsep produk sebelum memasuki tahap produksi. Dengan membuat prototype produk, pihak pengembang nantinya bisa melihat secara fisik atau melalui simulasi bagaimana produk akan berfungsi dan apakah konsepnya mampu memenuhi kebutuhan pengguna dan pasar.

  • Perbaikan Desain

Prototype produk akan memungkinkan pengembang untuk bisa mengidentifikasi dan memperbaiki masalah desain sebelum akhirnya produk masuk ke tahap produksi massal.

Dengan menguji prototipe, pihak pengembang dapat mengumpulkan feedback dari pengguna atau pihak terkait dan melakukan perubahan desain yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas, ergonomi, atau tampilan produk.

  • Pengujian Fungsionalitas

Prototype produk juga akan memungkinkan pengembang untuk menguji fungsionalitas produk dan memverifikasi apakah produk dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. Hal ini akan membantu mereka untuk mengidentifikasi masalah teknis atau kekurangan dalam fungsi produk sebelum diluncurkan ke pasar.

  • Pengumpulan Feedback Pengguna

Prototipe produk dapat digunakan untuk mengumpulkan feedback dari pengguna potensial atau kelompok sasaran tertentu. Dengan melibatkan pengguna dalam pengujian prototipe, pengembang dapat memahami preferensi dan kebutuhan mereka, serta mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki atau dikembangkan secara lebih lanjut sebelum produk akhir diluncurkan.

  • Presentasi dan Pemasaran

Prototipe produk dapat digunakan untuk presentasi kepada klien, investor, atau mitra bisnis. Dengan memiliki prototipe fisik atau visual, pengembang nantinya dapat memperlihatkan bagaimana produk akan terlihat dan berfungsi, membantu memperkuat pitch bisnis dan memenangkan dukungan atau investasi.

  • Penghematan Biaya

Dengan melakukan pengujian dan perbaikan melalui prototipe sebelum produksi massal, pengembang dapat mengidentifikasi masalah atau kekurangan sejak dini, mengurangi risiko kesalahan desain yang mahal, dan menghemat biaya produksi di masa depan.

Dalam keseluruhan, prototipe produk berperan penting dalam membantu pengembang dalam menguji, memvalidasi, dan memperbaiki desain dan fungsionalitas produk sebelum memasuki tahap produksi massal, sehingga meningkatkan peluang sukses produk di pasar.

Baca juga: Produksi Massal: Pengertian, Tahapan, Manfaat, Keuntungan dan Kekurangannya

Penutup

Jadi, prototype produk adalah model awal atau versi percobaan dari produk yang sedang dikembangkan. Prototype produk memiliki beberapa fungsi penting, seperti validasi konsep, perbaikan desain, pengujian fungsionalitas, pengumpulan umpan balik pengguna, presentasi dan pemasaran, serta penghematan biaya.

Dengan menggunakan prototype produk, pihak pengembang nantinya bisa menguji dan mengevaluasi fitur, fungsi, dan desain produk sebelum pada akhirnya memasuki tahap produksi massal atau peluncuran resmi.

Prototype produk juga akan sangat membantu dalam mengidentifikasi masalah, melakukan perubahan desain, dan memastikan bahwa produk akhir yang dihasilkan nanti adalah produk yang terbaik dalam hal kualitas, kinerja, dan kepuasan pengguna.

Dengan demikian, prototype produk merupakan suatu hal yang sangat penting dalam proses pengembangan produk.

Namun, agar proses pengembangan produk bisa berjalan dengan baik, diperlukan kondisi keuangan yang sehat. Nah, kondisi ini bisa Anda dapatkan bila Anda menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Kenapa? Karena Accurate Online mampu membantu Anda dalam mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran yang terjadi di dalam bisnis. Aplikasi ini juga akan menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan laporan bisnis pada Anda secara akurat.

Selain itu, Accurate Online pun akan memudahkan Anda dalam melakukan penjualan dan pembelian, mengelola persediaan barang di gudang, menyelesaikan perpajakan bisnis dan masih banyak lagi.

Penasaran dengan Accurate Online? Klik tautan gambar di bawah ini untuk langsung mencobanya selama 30 hari, gratis!

marketingmanajemenbanner
sidebarPromo
Ibnu
Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia

Artikel Terkait