Apa itu Aktiva tidak Berwujud? Berikut adalah Penjelasan Lengkapnya

Suatu perusahaan pasti memiliki aktiva atau aset. Aktiva memiliki berpengaruh yang besar terhadap keberadaan perusahaan. Semua yang dimiliki perusahaan adalah aktiva perusahaan itu sendiri. Gedung, peralatan, perlengkapan, mesin, kendaraan, bahkan karyawan merupakan aktiva perusahaan. Semua jenis aktiva memiliki fungsi dan nilai yang berbeda. Dalam akuntansi, ada terdapat beberapa jenis aktiva yang dimiliki perusahaan seperti aktiva berwujud dan aktiva tidak berwujud.

Aktiva adalah sumber daya yang dimiliki perusahaan dan dapat diukur dengan satuan tertentu. Dalam perusahaan, aktiva memiliki pengaruh dalam menciptakan profit dan keberlangsungan perusahaan. Dapat dikatakan, dengan aktiva, perusahaan dapat mengukur nilai perusahaan tersebut dan membandingkan dengan perusahaan lainnya. Untuk pencatatan akuntansi, aktiva dicatat di sebelah kanan neraca.

Aktiva tidak berwujud atau intangible asset adalah salah satu aktiva yang sangat penting dan berpengaruh bagi perusahaan, terutama untuk perusahaan besar. Walaupun jika dilihat dari namanya aktiva ini tidak memiliki wujud, bukan berarti aktiva ini tidak penting dan tidak memiliki pengaruh terhadap perusahaan.

Adanya aktiva  ini membuat suatu perusahaan memiliki nilai jika ingin dialihkan. Jika nilai aktiva ini yang dimiliki memiliki nilai yang tinggi, maka akan berdampak pada nilai perusahaan yang akan semakin meningkat.

Lalu, apa itu aktiva berwujud dan apa saja jenis aktiva berwujud yang dapat meningkatkan nilai perusahaan? Dibawah ini akan dibahas secara lengkap mengenai aktiva tidak berwujud.

Baca juga : Mengetahui Lebih Jauh Pengertian dan Cara Menghitung HPP

Pengertian Aktiva tidak Berwujud

Aktiva tidak berwujud menurut PSAK No.19 IAI, 2002:19.5 (Revisi 2000) yaitu :

  • Dapat diidentifikasi, nilainya dapat diketahui dan jenisnya dapat dikategorikan
  • Tidak ada wujud fisik untuk aset tidak berwujud
  • Dimiliki agar dapat digunakan untuk tujuan administratif lain
  • Sumber daya yang dikeluarkan bertujuan untuk mendapatkan sumber daya tidak berwujud

Pengertian dari aktiva tidak berwujud adalah suatu aktiva yang tidak terlihat wujudnya namun memiliki nilai bagi perusahaan dan umur ekonomisnya lebih dari satu tahun. Keberadaan aktiva tersebut sangat berpengaruh dalam bisnis terutama untuk jangka panjang.

Perusahaan membutuhkan aktiva ini untuk menciptakan nilai perusahaan agar dapat meningkatkan profit. Dalam beberapa kasus, aktiva ini memiliki nilai yang sangat besar dibandingkan dengan modal yang dimiliki perusahaan tersebut.

Baca juga : Pengertian Akuntansi Keperilakuan, Lingkup, Aspek dan Manfaat

Karakteristik Aktiva tidak Berwujud

Terdapat beberapa jenis aktiva yang dapat menciptakan nilai bagi perusahaan dan memiliki umur ekonomis yang cukup lama. Aktiva ini sering disebut dengan aktiva tidak berwujud atau intangible asset .Untuk mengetahui apa saja yang dapat digolongkan menjadi aktiva tersebut, harus diketahui terlebih dahulu mengenai karakteristiknya. Berikut ini beberapa karakteristik umum dari aktiva ini.

1. Tidak berwujud secara nyata

Jika dilihat dari namanya, aktiva ini memang tidak memiliki wujud dan eksistensi yang dapat dilihat secara langsung. Namun, walaupun tidak memiliki wujud atau eksistensinya, aktiva ini memiliki peran yang sangat penting bagi keberlangsungan perusahaan. Perusahaan dapat berkembang dan memperluas pasar jika aktiva tidak berwujudnya memiliki nilai yang tinggi.

2. Tidak dapat dikategorikan sebagai instrumen keuangan

Aktiva tidak berwujud diukur dengan nilai dan bersifat jangka panjang. Pendapatan yang diterima dari aktiva jenis ini akan diterima di masa yang akan datang. Nilai dari aktiva ini didapatkan dari klaim, lalu di kemudian hari, kas akan diterima perusahaan dari subjek yang melakukan klaim aktiva di perusahaan tersebut.

Baca juga : Pengertian Laba Kotor, Cara Hitung, dan Perbedaannya Dengan Laba Bersih

3. Aktiva yang bersifat jangka panjang

Masa manfaat dari aktiva ini adalah lebih dari satu tahun. Namun, jika perusahaan tidak dapat mengukur atau mengestimasikan nilainya, maka aktiva tersebut akan dianggap memiliki masa manfaat 10 tahun. Penentuan masa manfaat dari aktiva ini didasarkan pada hak kontraktual atau hak lainnya berdasarkan hukum yang berlaku.

Untuk disebut sebagai aktiva tidak berwujud, suatu aktiva harus memenuhi kriteria tersebut. Namun, jika suatu aktiva tidak dapat memenuhi kriteria tersebut, maka pengeluaran yang dikeluarkan untuk mendapatkan aktiva tersebut akan dianggap sebagai beban perusahaan. Kemudian akan dicatat sebagai beban saat terjadinya arus kas keluar untuk mendapatkan aktiva tersebut.

Baca juga : Accurate Online X Paybill : Solusi Kemudahan Kelola Tagihan pada Bisnis

Contoh dari Aktiva tidak Berwujud

Ada berbagai macam aktiva yang dapat digunakan perusahaan dan dimiliki sebagai aset perusahaan. Apa saja aktiva tidak berwujud yang dapat digunakan perusahaan untuk meningkatkan nilai perusahaan?

1. Franchise dan Licences

Franchise adalah hak guna dalam melakukan suatu jenis usaha dimana perjanjian bisnis telah disepakati oleh franchisor dengan franchisee. Franchisor adalah orang yang memberikan hak kepada franchisee untuk memasarkan atau menjual produk yang dimiliki franchisor. Sedangkan licences adalah hak agar dapat memakai suatu jasa atau produk.

Baca juga : Pengertian Jurnal Penutup, Contoh Kasus, dan Cara Membuatnya

2. Goodwill

Goodwil adalah suatu keadaan dimana terjadi lebih bayar untuk aktiva dibandingkan dengan nilai pasar. Biasanya goodwill akan timbul jika suatu perusahaan membeli perusahaan lain. Ketika melakukan pembelian, perusahaan mendapatkan keuntungan. Keuntungan inilah yang dinamakan goodwill. Dasar yang digunakan untuk mengetahui nilai goodwill adalah nilai pasar atau nilai yang dapat direalisasikan untuk goodwill tersebut.

Baca juga : Membahas Secara Lengkap Apa itu Goodwill dalam Akuntansi

3. Trademark (Hak Merek Dagang)

Saat seseorang membangun suatu bisnis dan melakukan pemasaran dengan menciptakan logo ataupun merek, maka bisnis tersebut telah menciptakan hak merek dagang. Agar dapat menggunakan hak dagang, dapat dimulai dari menciptakan produk, logo dan desain hingga mengurus penerbitan sertifikat hak dagang. Untuk menentukan nilai dari suatu hak merek dagang, dapat dinilai dari pengeluaran yang dibutuhkan ketika mendapatkan hak merek dagang tersebut.

Baca juga : Persamaan Dasar Akuntansi : Definisi, Komponen, dan Contohnya

4. Copyright (Hak Cipta)

Salah satu aktiva tidak berwujud lainnya yang sering digunakan adalah hak cipta atau copyright. Hak cipta adalah hak eksklusif perusahaan agar dapat menjual karya cipta, seperti musik dan karya seni  lainnya, atas perjanjian yang telah disepakati. Nilai dari hak cipta dapat ditentukan dari semua biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan hak cipta tersebut.

5. Patent (Hak Paten)

Jenis aktiva berikutnya adalah hak paten. Hak paten adalah hak yang diberikan atas suatu temuan yang didapatkan dari sebuah penelitian untuk diberikan perlindungan bahkan dapat dijual untuk temuan tersebut. Nilai dari hak paten adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan hak paten.

Baca juga : Pengertian Akuntabilitas dalam Akuntansi, Tingkatan dan Dimensinya

Pembukuan untuk Aktiva Tidak Berwujud

Untuk nilai aktiva ini dapat diukur dengan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan aktiva tersebut. aktiva tidak berwujud dapat diakui ketika entitas mendapatkan manfaat ekonomi dari aset tersebut dan biaya dari perolehan aset dapat diukur dengan handal. Suatu entitas yang memiliki aktiva tidak berwujud harus menilai dari selisih biaya perolehan aset dengan akumulasi amortisasi.

Perusahaan harus melakukan penilaian terhadap aktiva tidak berwujud untuk mengetahui nilai dari aktiva tersebut apakah mengalami kenaikan atau penurunan. keuntungan dan kerugian yang didapatkan dari aktiva ini harus dilaporkan entitas pada laporan laba rugi.  Ketika suatu aktiva tidak memiliki manfaat ekonomi lagi, maka entitas harus menghentikan pengakuan atas aktiva tersebut.

Inilah beberapa penjelasan mengenai aktiva tidak berwujud. Aktiva ini juga tidak kalah penting dengan aktiva berwujud. Adanya aktiva ini akan membuat perusahaan memiliki nilai tambah dan kemudian perusahaan akan lebih mudah mendapatkan pasar bahkan memperluas bisnisnya.

Baca juga : Pengertian Rasio Likuiditas, Contoh, dan Macam-macam Rasionya

Untuk mempermudah Anda dalam menghitung aktiva atau aset pada bisnis, Anda bisa menggunakan software akuntansi yang memiliki fitur penghitungan aset terlengkap seperti Accurate Online.

Dengan Accurate Online Anda bisa menghitung perubahan aset, disposisi aset, penghitungan aset perlokasi, kategori aset tetap, sampai membuat kategori aset tetap pajak.

Kini buatlah penghitungan aktiva dan aset lebih mudah menggunakan Accurate Online. Cobalah Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini :

accurate fokus pengembangan